Ketika Cinta Datang Season 2

Ketika Cinta Datang Season 2
Chapter 71 Tambah Dekat.


__ADS_3

Darania belum bisa masuk kerja, Karna sekarang Darania sudah satu rumah dengan Azka. Hanya berbeda pintu saja. Rumah yang layak huni, untuk Darania dan Mamah Yesa.


Darania masih membereskan barang barang yang tak terlalu banyak namun tetap memakan waktu yang lama untuk membereskan nya.


Mamah Yesa, di ajak pergi oleh Tante Arita. Untuk membeli barang yang kurang. Sedangkan Bu Arisa sudah di jemput oleh Dokter Farhan katanya ada urusan.


Darania, masih memberikan sendiri. Darania tak melihat Azka. Padahal sedari tadi Azka, sedang berdiri di belakang Darania. Azka sengaja tak menganggu Darania.


Azka masih senyum senyum sendiri, karna sudah mengerjai Ibas. Tak bisa di bayangkan keadaan Ibas sekarang. Azka memang jail sekarang. Senang membuat orang lain susah.


Darania, masih memilah milah barang barang yang sudah terpakai lagi. Darania sudah membuang kenangan nya bersama Ibas. Darania tak ingin kembali pada Ibas. Ibas sudah terlalu dalam menyakiti Darania.


Saat sedang, membereskan barang. Darania, menemukan buku yang di dalamnya ada foto. Ibas, Darania dan Vivian. Foto itu sekitar 5 tahun yang lalu. Darania merasa sakit hati ingat itu semua.


Darania menghembuskan nafas panjang. Darania bingung mau diapakan foto itu. Darania sudah tak ingin menyimpan kenangan bersama Vivian dan Ibas. Dua manusia itu, sungguh tak layak untuk di ingat.


Darania pun, terdiam sesaat. Entah apa yang dipikirkan Darania. Azka pun melempar Darania dengan keras. Darania menoleh.


"Azka" panggil Darania.


Azka Tersenyum.


"Butuh bantuan" tawar Azka.


Darania mengelengkan kepalanya.


"Bener"


"Yupp"


"Butuh temen"


"Ga"


Azka cemberut. Darania Tersenyum.


Azka berjalan ke arah Darania dan Darania terus mundur sampai Darania menabrak sesuatu di belakang nya. Namun Azka masih berjalan ke arah Darania. Semakin dekat, tambah dekat. Membuat Jantung Darania berdetak tak karuan.


Sekarang posisi Azka dan Darania sudah terlalu dekat.


"Azka" panggil Darania. Hendak mendorong tubuh Azka yang sudah terlalu dekat. Sampai tubuh mereka berdua menempel kaya lem.


Namun tangan Darania di pegang Azka. Lagi lagi Azka mencium Darania. Sampai Darania benar benar tak bisa menolak saat Azka melumat bibir Darania yang begitu manis. Semanis madu.

__ADS_1


Darania mulai menikmati setiap sentuhan yang Azka berikan. Sentuhan sentuhan lembut yang membuat Darania merasa terbang ke Awang Awang.


Jantung Darania terus berpacu begitu cepat. Karna sentuhan Azka. Tangan Azka mulai kemana mana menjalar ke setiap tubuh Darania. Darania berusaha menolak . Namun tangan kekar Azka begitu kuat. Membuat Darania hanya bisa pasrah.


Tangan Azka, mulai memainkan buah dada yang genyal bagai jelly. Bibir mereka masih bersentuhan begitu panas begitu mesra.


Sampai suara seseorang memanggil Azka. Membuat Azka mengentikan aktifitas nya dan melepaskan tanganya di buat dada Darania.


Azka dan Darania sudah merah. Aktivitas tadi di luar dugaan. Azka dan Darania tak berani saling menatap satu sama lain.


Suara itu pun menghilang entah kemana?. Azka dan Darania masih saling diam. Mereka berdua jadi canggung. Azka malah mengaruk garuk kepala yang tak gatal. Sedangkan Darania hanya senyum senyum sendiri.


Azka melihat Darania. Azka berpikir keras. Ingin tau, sampai mana Ibas menyentuh Darania. Azka jadi kepo. Tapi tak berani bertanya pada Darania. Takut Darania malu. Atau pun marah. Tapi jujur saja, Azka penasaran.


"Ibas hanya menyentuh bagian atas saja. Aku masih Virgin!" seru Darania tiba tiba. Seperti tau, apa yang Azka pikirkan.


Azka terkejut dengan ucapan Darania. Menang itu yang ingin Azka tau dari Darania.


Azka menghembuskan nafas panjang. Azka bersyukur kalo Darania masih Virgin. Kaki laki brengsek itu. Tak menyentuh bagian itu.


"Kamu tak marah Azka?" Tanya Darania, karna melihat Azka yang jadi diam.


Azka Tersenyum.


"Kamu ga marah Azka?" tanya Darania lagi.


"Ga lah, Aku senang kamu bisa jaga diri kamu. Tak membiarkan laki laki brengsek itu. Mengambil hak yang berharga dari kamu"


Darania memeluk Azka.


Azka, Tersenyum puas. Sekarang Azka mengerti kenapa Ibas mengejar Darania lagi. Dia penasaran toh. Belum menyentuh Darania.


Azka dibuat salut oleh Darania. Bisa tahan tak melakukan itu berhubungan selama 10 tahun. Kalo Azka, ga tau lah, Azka belum pernah melakukan itu dengan wanita mana pun. Azka hanya menyentuh bagian atas saja. Tak lebih dari itu.


Namun semenjak kenal dengan Soni. Azka jadi penasaran ingin mencoba itu. Tapi diurungkan niatnya. Azka masih ingin melakukan itu bila sudah Syah jadi suami istri.


Azka harus membicarakan secepatnya dengan ibunya. Untuk segera menikah dengan Darania. Azka tak ingin para penggangu itu, menggangu hungungan Azka dan Darania.


Azka punya firasat. Bakalan ada banyak penggangu yang bakal mengangu hungungan Azka dan Darania. Maka dari itu. Azka harus secepatnya menikah dengan Darania.


"Sayang, gimana kalo kita nikah bulan depan aja!" seru Azka, masih di peluk Darania.


Darania melepaskan pelukannya.

__ADS_1


"What's?"


"Apakah tak terlalu cepat Azka?"


"Aku udah ga kuat nahan lagi. Aku ga mau menyentuh kamu sebelum kita menikah. Tapi hasrat aku sama kamu begitu besar. Deket ma kamu membuat aku ga tahan" tutur Azka.


Darania senyum lagi. Darania pun sama dengan Azka. Yang tak bisa menolak setiap sentuhan yang Azka berikan.


"Kalian di sini toh!" seru Tante Arita.


Azka dan Darania menoleh secara bersamaan.


"Sedari tadi Tante pangil kalian. Di depan ada orang yang mencari kamu Azka!" seru Tante Arita.


"Siapa?" tanya Azka sambil mengerutkan keningnya. Azka berpikir Azka tak berjanji untuk bertemu seseorang hari ini.


"Kamu liat aja!" seru Tante Arita lagi.


"Laki apa perempuan Tante?" tanya Azka penasaran dengan Seseorang yang mencarinya.


"Laki ma perempuan" jawab Tante Arita


"Udah sana, mereka udah nunggu Dari tadi".


Azka dan Darania pun, menuju depan rumah Azka. Penasaran pada orang orang yang mencari Azka.


Tiba di depan rumah, Azka melihat seseorang yang di kenalnya. Dan orang itu langsung memeluk Azka.


"Azka, aku kangen kamu tau!" seru gadis itu.


Darania melihat gadis itu memeluk Azka. Membuat Darania cemburu. Dan bertanya tanya siapa gadis yang menekuk Azka itu.


"Dea" panggil Azka, melepaskan pelukanya. Karna dilihatnya seseorang yang sudah lama di kenal Azka.


"Imam" pangil Azka, tak menyangka Dea datang bersama Imam. Azka dan Imam saling berpelukan dan menjabat tangan. Darania masih melihat itu, Darania benar benar kepo. Siapa pasangan ini. Yang mencari Azka.


"Loh, kok kalian bisa tau, Aku di sini?" tanya Azka, heran.


"Kamu itu, sekarang terkenal loh di lingkungan anak kampus. Kamu sudah jadi orang hebat sekarang. Jadi sangat mudah mencari kamu" tutur Dea.


Bersambung..


Jangan lupa like yah.

__ADS_1


Terima kasih sudah mampir ke novel aku. Mampir juga yah, kedua novel aku yang lain. "Kisah Kita" sama "Irani Gadis Indigo".


__ADS_2