Ketika Cinta Datang Season 2

Ketika Cinta Datang Season 2
Chapter 125 Berharap


__ADS_3

Setiap malam Bumi selalu pulang larut malam. Hanya untuk memastikan Kanaya pulang dengan selamat. Setelah sampai rumah ia malah tak bisa tidur di kamarnya yang nyaman.


Tak ada yang boleh masuk kamarnya termasuk orang tuanya. Tak ada yang boleh baik Ben atau Bima. Kamarnya hanya miliknya sendiri. Kakak dan adiknya tau dalam kamar Bumi penuh dengan foto dan lukisan seorang gadis bernama Kanaya Rahayu. Hanya gadis itu saja yang membuatnya jatuh cinta sampai sekarang.


Hanya gadis itu juga yang tak pernah bisa ia lupakan sampai sekarang. Beberapa kali Bumi mencoba untuk mencintai gadis lain tetap saja hanya Kanaya saja. Tanpa satu orang pun yang tau setiap malam Bumi selalu meneteskan air matanya mengingat semua kesalahannya itu.


Rasa bersalahnya itu tak pernah bisa dimaafkan oleh Kanaya sampai sekarang yang membuat Bumi merasakan sakit yang teramat sakit.


Bumi sengaja memilih kamar paling atas dengan atap kaca di kamarnya sehingga setiap malam Bumi bisa melihat Bintang saat ia akan tidur. Melihat ribuan Bintang di langit membuatnya merasa tenang.


Apabila hujan Bumi akan melihat setiap tetesan air hujan yang jatuh ke atap kaca kamarnya. Kamar Bumi satu-satunya tempat paling nyaman untuknya walaupun berbeda dengan Ben ataupun Bima.


Ben lebih senang di taman belakang main ayunan kaya perempuan sambil membaca novel romantis walau sendirinya tak pernah membuka hatinya dari dulu untuk Alexsa yang terang-terangan mencintainya.


Bima lebih senang di Balkon dekat kamar Bumi. Di sana Bima menanam kebunnya sendiri merawatnya dan masak dari hasil perkebunannya. Di balkon atas Bima sudah menyulap tempat istirahat keluarga menjadi seperti cafe kecil miliknya dengan satu set peralatan masak dan meja-meja untuk mereka menyantap makan sembari melihat pemandangan diatas ketinggian rumahnya yang begitu asri.


Azka tak pindah dari rumahnya yang dulu ia tinggalin. Hanya membangunnya kembali menjadi lebih modern setelah ketiga anak mereka lahir. Semua boleh ke rumah Azka. Siapa pun boleh berkunjung ke rumahnya tak ada batas antara si kaya dan si miskin. Azka dan Darania memperlakukan hal yang sama.


Setiap di mintai pertolongan Azka ataupun Darania siap membantu warga sekitar. Darania pun aktif PKK berbaur dengan warga sekitar. Semua keluarga ramah pada semua penduduk sampai mereka tak sungkan pada Azka ataupun Darania.


🍀🍀🍀🍀


Esoknya Bumi malas pergi ke kampus iya hanya ingin bermalas-malasan di rumah tak ada mata pelajaran juga hari ini kosong. Bumi membuka kamarnya melihat Bima sedang memasak untuk Khanza.


"Pagi Kak," sapa Bima.


"Pagi, kamu masak apa? Bisa buatkan untukku," pintanya masih menguap.


"Siap," ucap Bima.

__ADS_1


Khanza tak memperhatikan Bumi ia masih mengerjakan sesuatu di Laptop-nya. "Za, dari tadi?" tanya Bumi memperhatikan Khanza.


"Iya, Kak!" seru Khanza melirik Bima.


"Kamu dari tadi di sini!"


"Baru datang Kak!"


"Ohw."


Bima hanya tersenyum sembari masih memasak makanan untuk keduanya. Bima pun menghampiri Khanza. "Ini untukmu Sayang," ucapnya.


"Dan ini untuk Kak Bumi," ucapnya lagi sembari menghampiri Bumi yang sudah siap melahap sarapan pagi ini.


Bumi pun melahap makan yang diberikan Bima. "Enak," ucapnya sambil mengangkat kedua jempolnya untuk adik kesayangannya.


"Terima kasih," ucap Bima duduk di samping Khanza yang belum menyentuh makanannya.


"Bentar sayang, tanggung," gumannya sendiri.


Bima pun mengambil sendok dan menyuapi satu sendok makanan ke mulut Khanza sampai gadis itu terkejut. "Bima, aku bisa makan sendiri," ucap Khanza malu karna, diperhatikan oleh Bumi yang sedari tadi memperhatikan kemesraan keduanya.


"Habis kamu lama, makanannya ke buru dingin!" seru Bima kembali menyuapi kekasihnya itu.


Bumi pun berpaling menyudahi makanannya. Rasanya ia menjadi nyamuk untuk mereka berdua. Laki-laki itu pun beranjak dan turun ke bawah rumahnya. Di bawah banyak Ibu-ibu Arisan. Melihat itu membuat tak jadi turun hendak naik kembali namun, ke buru dipanggil salah seorang ibu di sana.


"Nak, Bumi ke sini Nak?" panggil seorang Ibu dengan penampilan glamor yang begitu gemuk memanggilnya.


Dengan terpaksa Bumi pun menoleh dan menghampiri para ibu-ibu itu.

__ADS_1


"Aduh kamu makin ganteng saja!" seru Ani salah satu ibu peserta arisan.


Bumi hanya tersenyum walau sebenarnya ia risih sekali dengan belaian dari emak-emak ini. Darania hanya tersenyum saja saat putra keduanya di tanya macam-macam sampai membuatnya risih namun, Bumi masih bersikap sopan pada mereka.


"Jeng Dara, Bumi belum punya calon yah?" tanya salah satu dari ibu-ibu arisan.


Darania tersenyum. "Tanya anaknya jeng," ucap Darania sambil tersenyum.


"Kamu sudah punya pacar?" tanyanya.


"Sudah Bu," jawab Bumi berbohong tak ingin membuat Ibu-ibu ini semakin berharap padanya.


"Yah, sayang sekali tadinya mau tak jodohkan dengan anak gadis Tante," ucapnya kecewa.


Bumi tersenyum dan segera pamit pada Ibu-ibu arisan untuk kembali ke kamarnya yang nyaman.


Harapan untuk kembali pada Kanaya semakin besar. Namun, Bumi tak bisa memaksanya. Ia tak mau kalau Kanaya semakin membencinya. Rasanya Bumi ingin kembali pada masa lalu untuk bisa memperbaiki kesalahannya agar semuanya tak seperti ini.


Harusnya dulu Bumi tak menduakan Kanaya dan Mayang sehingga tak menjadi seperti ini. Bumi benar-benar menyesali semuanya. Sekarang Bumi benar-benar bingung bagaimana memperbaiki semuanya. Sudah berbagai cara ia lakukan namun, tetap saja tak ada hasil. Mau menyerah pun tak bisa. Bumi harus lebih ekstra berusaha lagi.


Lagi-lagi Bumi tak bisa tidur matahari mulai masuk kamarnya terasa panas namun, ini yang selalu Bumi harapan datangnya hari baru untuk sebuah harapan.


Bumi berbaring di tempat tidurnya menutup wajahnya dengan tangan kanannya dari teriknya matahari yang masuk melalui atap kaca rumahnya.


Sudah lama ia tak merasakan matahari. Hari ini Bumi hanya ingin bermalas-malasan. Rasanya laki-laki itu sudah mulai lelah dengan hidupnya sendiri. Terjebak dengan cinta masa lalu. Akan tetapi Laki-laki tersebut tak bisa kembali berbalik haluan untuk melepaskan semua.


Rasanya tak bisa melepaskan gadis itu berat sekali. Terlebih lagi karnanya yang membentuk pribadi Kanaya menjadi seperti ini. Semua salahnya sendiri. Itu yang selalu membuat Bumi tak bisa melepaskannya.


Tanpa disadarinya air matanya tiba-tiba terjatuh seketika membasahi pipinya sendiri. Bumi menangis lagi karna, Kanaya. Gadis itu satu-satunya yang membuat Bumi tak berarti seperti ini. Menjadi laki-laki paling bodoh yang telah menyakiti Kanaya sampai gadis itu tak bisa memaafkannya sampai sekarang. Rasanya Bumi lelah untuk bisa bertahan.

__ADS_1


Bersambung....


Jangan lupa like dan komen yah untuk meninggalkan jejak kalian dan mampir juga ke karya Author yang lain terima kasih.


__ADS_2