Ketika Cinta Datang Season 2

Ketika Cinta Datang Season 2
Chapter 51 Pertemuan.


__ADS_3

Tepat jam 04.10 sore, staf resto sudah sampai bersamaan dengan staf resto cabang yang dipimpin oleh Arya. Semua masuk ke dalam kecuali, Melia. Gadis itu, seorang Nasrani satu-satunya staf perempuan di tempat Arya. Soni mengenal Melia, keduanya sudah beberapa kali bertemu. Laki-laki itu, tak masuk ke dalam, ia lebih suka menemani Melia di banding masuk bareng yang lain. Elis melirik sebentar, ia merasa cemburu. Namun gadis itu, berusaha bersikap tenang, walau hatinya terasa dongkol.


Arita belum menyadari kehadiran Darania. Wanita itu, masih sibuk di dapur. Darania terkejut saat melihat Kila di rumah Azka. Keduanya mulai berpelukan melepas rasa rindu di hati keduanya. Pikirannya mulai melayang memilikirkan Azka, gadis itu sempat menerka-nerka, walau pikiran itu, ia hempaskan kembali. Nadia dan Azka merasa heran saat Darania mengenal Kila. Keduanya berpikiran yang sama, dari mana gadis itu, mengenal Kila.


Laki-laki itu, masih memperhatikan Kila dan Darania. Keduanya begitu akrab, namun hatinya merasa tak tenang saat melihat gadis itu, lebih cantik dari biasanya. Ada yang berbeda dari wajah gadis itu. Karna, hijab membuat gadis itu jauh lebih cantik dari yang ia kira. Laki-laki tersebut masih sibuk dengan lamumanya sendiri. Keduanya belum menyadari kalau keduanya memakai baju dengan warna yang sama Navy. Azka masih terpaku dengan kecantikan Darania.


Pandangan kakak sulungnya tertuju kepada satu gadis yang tak bisa membuatnya berpaling. Arta adik bungsunya ikut memperhatikan keduanya. Bocah labil itu, menyadari sedalam apa? Kakak sulungnya menyukai gadis yang bernama Darania itu. Ia pernah berpikir kalau kakaknya ini, seorang gay. Karna, dia selalu menolak setiap gadis yang Arisa kenalkan kepadanya. Remaja labil ini, meneteskan air matanya. Merasa terharu, saat kakak sulungnya bisa menemukan gadis yang benar-benar dia cintai. Arta pun menyetujui bila Azka bersama gadis itu. Ada rasa tenang dihatinya saat melihat gadis yang disukai oleh kakak sulungnya. Tak hanya cantik namun ada sesuatu yang tak bisa ia jelaskan yang membuatnya merasa cocok dengan Azka.


Sampai acara selesai, Arita masih sibuk di dapur. Memberikan bingkisan berserta sejumlah uang untu para warga yang hadir ke acara Aqiqah cucunya.


Nadia menghampiri Darania dan Kila sambil mengendong Baby Alinea yang tertidur di pangkuannya, "Dari mana kalian saling mengenal? Kalian begitu akrab," tanya Nadia penasaran.


"Ini Mba Nia, Mba Nad. Mamahnya temen Ayah sama bunda, kita satu kampung dari Solo," jawab Kila sambil tersenyum


"Benarkah! Kok aku baru tau? Oh iya, kok memanggil Nia? Bukanya Darania!" seru Nadia penasaran.

__ADS_1


"Namaku Darania, warga desa memangilku Nia. Sedangkan di kampus aku dipanggil Dara. Padahal keduanya orang yang sama," ucapnya sambil tersenyum.


"Oh, begitu."


"Ternyata dunia ini sempit yah Mba? Kita tak pernah tau, kalau sahabat yang di bicarakan Mba Nad itu, Mba Nia. Kita juga teman baik," ucap Kila tersenyum.


Nadia juga tersenyum, Arisa masih memperhatikan gadis tersebut. Wanita itu, teringat dengan Nia. Ia yakin, kalau gadis itu Nia. Gadis yang selalu ia rindukan. Tanpa sadar, Arisa menghampiri gadis itu. Ia begitu merindukan Nia, sampai Arisa memeluk gadis itu, dengan begitu erat.


Laki-laki tersebut tersenyum, memperhatikan Darania dan ibunya, saling berpelukan. Ia yakin, ibunya menyetujui dengan pilihannya untuk bersama gadis itu.


Setelah selesai membagikan bingkisan dan uang kepada warga. Ia pun masuk ke dalam rumah. Wanita itu, penasaran dengan gadis yang dipeluk oleh kakaknya itu. Ia pun menghampiri kakaknya untuk melihat gadis yang kakaknya peluk dengan erat. Ia yakin, gadis itu yang disukai Azka keponakannya.


"Nia, tante kangen kamu," ucapnya memeluk gadis itu dengan erat.


Arisa mengerutkan keningnya, tak mengerti maksud adiknya ini.

__ADS_1


"Mba, ini Nia. Gadis yang mba rindukan," ucap Arita melepas pelukannya.


uArisa menangis haru, memeluk kembali gadis yang ada dihadapannya ini. Tangisnya tumpah ruah di hari ini, gadis yang ia rindukan kini sudah tumbuh menjadi gadis yang cantik. Wanita itu, tak menyangka selama ini, Nia yang ia cari begitu dekat dengannya. Wanita itu, begitu bahagia tak terkira tak bisa diungkapkan kata-kata


Azka heran dengan sikap ibunya, Arisa. Ada apa dengannya. Laki-laki itu bertanya dalam hati, "Siapa Nia?" Laki-laki tersebut pun menanyakan ke pada Arisa untuk membuat penasarannya hilang, "Ada apa bu?"


Gadis itu, meneteskan air matanya merasa terharu dengan pertemuannya dengan Azka. Ia begitu merindukan Azka. Walau gadis itu tau. Laki-laki itu melupakan sekarang. Namun ia merasa bahagia, telah menemukan Azka, "Aku menemukanmu Azka," pikirnya dalam hati.


Arisa mulai bingung, bagaimana menjelaskan kepadanya tentang Nia. Sebagian ingatan putra sulungnya terhapus karna, permintaan ayahnya. Selama ini, Arisa berbohong tentang kematian suaminya kepada ketiga putranya. Ia tak ingin Azka sedih. Bila tau, ayahnya meninggal untuk menyelamatkan Nia. Seorang gadis yang ingin Azka selamatkan.


Dijelaskan sekarang pun, tetap tak akan bisa mengerti. Namun Azka harus tau tentang kenyataan yang selama ini, Arisa simpan. Melihat kakaknya bingung, Arita menjadi ikut bingung. Apalagi Darania! Gadis itu tak tau harus berbicara seperti apa? Ia takut, Azka membencinya karna, menjadi penyebab ayahnya meninggalkanya.


Laki-laki tersebut, tak mengerti dengan ketiga perempuan ini. Ketiga diam, membuatnya bingung, harus bertanya kepada siapa? Laki-laki itu, tau. Ada hal lain, yang ia tak tau yang mereka sembunyikan darinya. Ketiganya dalam kebingungan.


Gadis itu, memikirkan tentang perasaannya. Ia tak menyangka kalau anak yang ia cari berubah menjadi laki-laki yang begitu tampan. Gadis itu, tak pernah menyangka kalau Azka begitu dekat dengannya.

__ADS_1


Laki-laki itu, memperhatikan Darania. Seorang gadis yang membuatnya jatuh cinta. Namun menyimpan sesuatu yang ia tak tau bersama ibu dan tantenya. Ia mulai teringat dengan mimpinya dengan anak perempuan yang ia genggam. Laki-laki tersebut, penasaran dengan anak perempuan yang mengingatkannya pada Darania. Azka tak pernah berpikir kalau anak perempuan yang bersamaan itu, Darania. Keduanya mulai saling memikirkan. Darania mulai mengakui perasaannya pada Azka. Walau belum ia ungkapkan kepada Azka. Hatinya sudah yakin. Ia tak akan memcintai laki-laki yang salah. Ia yakin dengan hatinya sendiri. Ia memcintai Azka sekarang. Begitu memcintai laki-laki itu, sangat memcintainya. Azka aku padamu.


Bersambung..


__ADS_2