
Tak membutuhkan waktu yang lama Tobi, Haikal dan Bima sampai ke kantor polisi saat Prita dan Januar akan pulang ke rumahnya. "Kalian mau apa datang ke sini? Kamu mengucapkan salah perpisahan kalau Bumi akan mendekam di penjara dalam waktu yang lama!" seru Januar meremehkan.
"Anda salah justru saya datang ke sini untuk memberikan bukti pada polisi kalau Bumi tak bersalah?" ucap Bima masuk kantor polisi melewati Januar dan Prita.
Prita semakin pucat takut apa yang diucapkan Bima itu benar adanya. Januar yang tadinya akan pulang tak jadi berbalik ingin mengetahui bukti apa yang akan membuat Bumi bebas. Namun, Prita menyuruh Ayahnya untuk pulang akan tetapi Januar tak mau mendengarkan Prita ia malah berbalik.
Terlihat Tobi memberikan bukti Vidio yang sebenarnya pada polisi. Tanpa sepengetahuan Bumi, Ben dan Bima diam-diam Tobi sering membantu polisi untuk menuntaskan masalah IT yang marak terjadi akhir-akhir ini.
Polisi yang bernama Harun itu mengangguk melihat Vidio yang diperlihatkan Tobi kepadanya. Tobi begitu pintar menjelaskan apa yang terjadi di dalam Vidio itu sampai beberapa polisi yang melihat itu mempercayainya.
"Baiklah karna, Bumi tak bersalah. Bumi akan segera di bebaskan," ucap Inpektur Harun menyuruh beberapa anak buahnya untuk mengeluarkan Bumi.
"Tidak mungkin, bukankah anak itu sudah memperkosa putriku," ucap Januar tak mempercai ucapan dari Inpektur Harun.
"Bapak lihat sendiri bukti-bukti ini yang sudah jelas-jelas bukan saudara Bumi yang melakukan pelecehan seksual pada saudara Prita melainkan orang lain.
Januar masih tak mempercayai ucapan dari polisi itu. Pria separuh baya itu pun melihat Vidio asli yang membuat terkejut kalau yang melakukan itu Thomas bukan Bumi. Sekarang pria itu yang pucat karna, ucapan Bumi itu benar.
Melihat reaksi Ayahnya Prita pun hendak kabur dari sana akan tetapi segera ditangkap Ben dan Bima. "Mau ke mana kamu!" seru Ben dan Bima secara bersamaan.
Prita mencoba melepaskan diri namun, pegangan Ben dan Bima begitu kuat sampai Prita tak bisa melepaskan diri. Bumi pun keluar dari penjara hanya satu jam saja Bumi berada di penjara.
Benar saja yang diucapkan Bumi kalau Bumi melaporkan balik Prita yang sudah mencemarkan nama baiknya. Polisi pun segera menarik Prita dan memasukannya ke penjara.
Prita menjerit-jerit tak mau masuk penjara. Sedangkan Januar yang tadi angkuh dan sombong kini memohon meminta Bumi untuk mencabut laporannya.
"Aku kan sudah bilang kalau aku tak bersalah. Sekarang terima akibatnya!" seru Bumi tak peduli.
__ADS_1
"Nak, Bumi aku mohon kamu tak bisa melakukan ini pada putriku," ucapnya memohon.
"Tadi anda begitu sombong akan membuat aku mendekam di penjara sekarang anda memohon padaku untuk mencabut laporanku. Putri anda saja bisa berbuat ini padaku kenapa aku tak bisa?" ucap Bumi ketus.
Januar pun meminta bantuan dari Darania akan tetapi Darania diam saja. Benar yang dikatakan Bumi tadi. Semuanya pun memilih untuk pulang ke rumah karna, masalah mereka sudah beres di kantor polisi.
Januar terdiam pria itu sangat malu sekali dengan kelakuan dari putrinya diperkosa sama orang lain malah menuduh Bumi. Sekarang bagaimana ia menghadapi dunia luar tentang putrinya. Sekarang yang Januar khawatirkan itu bisnisnya sekarang. Sekarang Januar tak bisa berbuat apa-apa selama Bumi tak mencabut laporannya.
Januar pun meminta polisi untuk menangkap Thomas. Pria itu tak menerima kalau hanya Prita saja yang masuk penjara. Laki-laki yang memperkosanya juga harus masuk penjara.
Tobi pun membereskan Vidio yang sudah terlanjur viral dan mengunggah Vidio yang sebenarnya agar semakin viral untuk membersihkan nama Bumi. Tobi begitu banyak hutang budi pada kedua orang tua Ben, Bumi dan Bima. Azka dan Darania sudah banyak membantu keluarganya sekarang gilirannya membantu Bumi sahabatnya itu. Karna, Bumi menang tak bersalah dalam masalah ini.
Ben pun mendekati Bumi setelah mereka keluar dari kantor polisi. "Kamu yakin tak akan mengeluarkan Prita?" tanya Ben.
"Tidak lah aku hanya akan membiarkan wanita itu merasakan dinginnya penjara dua atau tiga hari kedepan biar wanita itu jera," guman Bumi kesal.
Sampai rumah, Elis, Alexsa, Ayana dan juga Yasmine dan Khanza pun sudah berada di rumah Darania mereka semua khawatir dengan apa yang terjadi pada Bumi. Mereka mempercai kalau Bumi tak mungkin melakukan hal bejat seperti itu.
Darania langsung merangkul Elis saat sampai rumahnya. Wanita itu benar-benar merasa lega atas semuanya dan mengungkapkan rasa bahagianya kalau Bumi tak bersalah.
Khanza medekati Bima yang tersenyum padanya kalau masalah yang menimpa Bumi itu pun selesai. Ayana pun langsung merangkul Bumi. "Aku senang kamu tak bersalah!" serunya terharu.
"Kakak, lepaskan aku?" ucap Bumi yang mencoba melepaskan pelukannya dari Ayana. Kakak dari Alexsa itu selalu memperlakukan Ben, Bumi dan Bima seperti anak kecil dan setiap kali Ayana melakukan itu Bumi yang selalu marah-marah karna, tak suka.
Ayana pun melepaskan pelukannya. Ayana senang mengoda Bumi. Semakin mengoda Bumi menolak Ayana akan semakin menjadi membuat Bumi semakin tak nyaman.
"Kapan Kakak datang?" tanya Bima senang melihat Ayana.
__ADS_1
"Kemarin Bima sayang? Eh siapa gadis yang bersamamu Vanesa!" seru Ayana yang sudah mengenal Vanesa dari pada Khanza.
"Kakak salah ini Khanza?" ucap Bima melihat Khanza sudah mulai sedih karna, beberapa orang yang mengenal Bima selalu menyebut dirinya Vanesa.
"Aduh maaf Sayang, Kakak enggak tau kalau Bima sudah punya pacar lagi. Sayang siapa namamu biar Kakak tak salah menyebutkan nama?" tanya Ayana mendekati Khanza.
"Khanza, Kak!" ucap Khanza sambil tersenyum.
Ayana pun merangkul Khanza. "Maafkan Kakaknya!"
"Tidak apa-apa Kak!"
Ben mendekat Alexsa. "Kamu sudah baikan?" tanya Ben masih khawatir.
"Iya, aku syok mendengar kabar itu? Aku tak menyangka kalau Prita bisa melakukan hal hina itu untuk menjebak Bumi!" seru Alexsa ikut-ikutan kesal.
"Untunglah ada Tobi penyelamat kita!" seru Haikal tiba-tiba.
"Bi, terima kasih atas bantuannya?" ucap Bumi berterima kasih.
"Sama-sama Bum, kecil bagi aku, kalau hanya seperti ini," ucap Tobi malu-malu.
"Bunda sangat berterima kasih sekali berkat bantuanmu, Bumi menjadi bebas," ucap Darania sangat berterima kasih sekali.
"Sama-sama Bunda," ucap Tobi merasa malu karna, semua memperhatikannya. Namun, yang membuatnya berdebar itu Ayana Kakak dari Alexsa. Entah kenapa hatinya berdebar saat melihatnya. Apalagi saat Ayana tersenyum padanya. Yasmine memperhatikan Tobi yang memperhatikan Tobi membuatnya senyum-senyum sendiri.
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen yah untuk meninggalkan jejak kalian dan mampir juga ke karya Author yang lain terima kasih.