
Yasmine, masih merasa ketakutan melihat Tante Karen berubah menjadi begitu kejam. Gadis kecil ini, tak bisa berpikir lagi. Yasmine hanya menangis dan menangis.
Karen masih tertawa, melihat Soni menangis. Bingung harus memilih di antara calon istrinya dan putrinya.
Saat, Karen tertawa, Elis menginjak kaki kanan Karen. Menyiku, dadanya Karen dengan tangan kanannya. Segera berlari ke arah Soni.
Karen murka, Karen menjerit, "Arrrh" tawananya lolos. Melihat Soni yang mengendong Yasmine dan Elis berlari menyelamatkan diri. Lari sejauh mungkin dari Karen.
Karen dengan segenap tenaganya, mengejar Elis dan Soni yang mengendong Yasmine. Sambil berteriak " Aku ga bakalan lepasin kalian. Kenapapun kalian pergi?. Akan aku kejar, ke ujung dunia pun. Aku kejar"
Soni dan Elis tak ingin menengok ke belakang. Dalam pikiran Elis dan Soni harus segera melarikan diri dari Karen. Karen sudah tak waras. Akal dan pikirannya entah ada dimana?.
Mereka bertiga masih di kejar Karen. Hingga polisi datang. Langsung menangkap Karen. Karna melihat Karen mengejar Soni dan Elis.
Elis dan Soni, ambruk di pinggir jalan. Rasa lelah sudah menjalar di tubuh keduanya. Apalagi Soni sudah banjir keringat karna berlari sambil mengendong Yasmine.
Yasmine masih menangis. Elis mengambil Yasmine dari badan Soni. Memeluk erat tubuh Yasmine, yang bergetar sedari tadi. Elis memeluk erat Yasmine.
Degup jantung Elis sudah tak beraturan karna lelah di kejar Karen, sambil membawa pisau cutter. Soni merebahkan badannya di sisi jalan. Soni sudah tak peduli lagi tempat. Soni terlalu lelah untuk memilih tempat yang nyaman. Tanah pun jadi, tempat Soni berbaring. Di bawah kilaunya cahaya matahari.
Ada rasa nyaman, di hari Yasmine. Ketika Elis memeluknya. Yasmine sudah merasa tenang. Yasmine masih mengejar degup jantung Elis yang tak beraturan. Keringat mulai mengucur di kelapa Elis.
Elis masih melihat, ke arah kiri jalan. Berharap Karen tak kabur dari cengkraman Polisi.
Karen, terus berusaha melepaskan cengkraman dua polisi yang menangkap Karen. Karen sudah dinyatakan bersalah karna laporan warga, Karen resmi jadi tersangka tunggal atas percobaan pembunuhan korban. Dan pasal berlapis karna, mengancam keamanan dan keselamatan warga.
Barang bukti sudah ditangan polisi. begitu juga rekaman Vidio tentang percobaan pembunuhan.
Lama Soni berbaring, Soni langsung bangun saat teringat luka goresan disebabkan oleh Karen.
Soni, memegang dagu Elis, memeriksa luka goresan itu, ada dua goresan di leher Elis. Tak terlalu dalam luka itu. Namun sukses buat Soni kwatir, atas keadan Elis.
Elis dan Yasmine, masih melihat wajah Soni yang serius. Soni tak berkata aoapun?. Soni mengambil ponsel di saku celananya. Dan mulai menelpon seseorang.
__ADS_1
Soni, telah menuntut Karen. Atas ancaman dan percobaan pembunuhan, Elis. Yang sebenar lagi jadi Istrinya. Kali ini, Soni ga akan berbaik hati lagi. Soni tak ingin mengampuni Karen. Soni tak ingin kehilangan wanita yang Soni cintai lagi untuk kedua kalinya.
Soni sudah tau, Karen yang meracuni Kalula. Soni tak punya bukti untuk itu. Soni hanya bisa menjaga keluarga nya kini. Menjaga dari manusia keji seperti Karen.
Soni mulai memeluk Elis dan Yasmine. Dua perempuan yang Soni sayang. Soni merasa lega, karna Elis dan Yasmine selamat.
Soni meneteskan air matanya. Merasa terharu. Sampai suara ponsel Elis berbunyi.
Elis mengambil ponsel di saku celana. Elina yang telpon. Elis mengangkat telponnya.
"Elis, kamu baik baik saja, Mba kwatir banget sama kalian. Berita kalian sudah jadi viral di sosmed!" seru Elina di balik telpon.
"Aku, Yasmine dan Mas Soni baik mba". jawab Elis. Menenangkan Kakaknya ini..
"Sekarang, posisi kalian di mana?"
Elis memberitahukan posisinya di mana pada kakaknya. Beberapa saat kemudian Elina datang membawa mobilnya menjemput Elis, Soni dan Yasmine. Namun Soni menyuruh Elis dan Yasmine yang ikut Elina. Soni harus kembali ke rumah Karen untuk mengambil motornya.
Sampai di kantor polisi, Orang Tua Karen sudah berada di sana. Pak Andi dan Bu Irma. Karen masih berada di dalam sel penjara. Karen menangis di hadapan Ibunya. Karen terus bilang, Kalo Karen tak bersalah. Ini hanya salah paham. Ibu Irma masih menangis sambil menggenggam tangan Keren. Sedangkan Pak Andi hanya diam saja sedari tadi. Tak ingin berbicara sedikit pun.
Elis datang bersamaan dengan Soni. Soni melaju cepat mengunakan motornya. Untuk sampai ke kantor Polisi. Yasmine menunggu bareng Elina di mobil.
Pak Andi langsung beranjak dari duduk nya saat melihat Soni datang bersama Elis.
Soni masih bersikap sopan pada mertuanya itu, dengan sun tangan pada Pak Andi begitu juga Elis sun tangan pada Pak Andi. Walau Elis sendiri tak tau, Siapa bapak tua itu?.
Bu Irma berlari begitu melihat Soni. Berlari ke arah Soni dan Elis.
"Ibu mohon, nak Soni. Cabut gugatan kamu untuk Karen" guman Bu Irma pelan.
"Maaf, tak bisa. Aku ingin Karen di hukum atas semua perbuatannya pada calon istriku" ucap Soni tegas.
"Ibu mohon...." belum selesai Bu Irma berkata, Pak Andi langsung menarik tangan Istrinya Bu Irma. Untuk tidak berkata apapun lagi.
__ADS_1
Soni duduk bersama Elis. Di depan meja Polisi untuk membuat laporan tertulis untuk menggugat Karen. Soni tak akan melepaskan gugatan tersebut.
Soni tak ingin, Karen bertindak lebih gila lagi. Dari sekarang, Soni sudah tidak mau bertoleransi lagi pada Karen.
"Nak Soni, maafkan Karen. Karen begitu memcintai Nak Soni. Makanya dia nekat. Ibu janji akan lebih menjaga Karen. Ibu akan membawa Karen pergi jauh dari kalian. Ibu janji" tutur Bu Irma, memohon.
"Maaf Bu, aku sudah tak mau bertoleransi lagi. Kali ini, Karen harus mempertanggung jawabkan perbuatannya".
"Tapi Soni, Karen adik Kalula. Kenapa kamu bisa tega seperti ini?".
"Emang kalo adik Kalula kenapa?. Karen bersalah, jadi harus di hukum".
"Nak Soni Ibu mohon".
"Maaf"
Soni pergi bersama Elis meninggalkan orang tua Karen. Sebenarnya Soni tak ingin membuat mertuanya sedih. Tapi Karen harus di hukum. Perlakukan Karen dan Kalula berbeda. Ibu Irma, begitu terlihat cuek pada Kalula. Namun pada Karen. Ibu Irma lebih perhatian. Selalu membela apapun yang Karen lakukan. Baik salah maupun benar.
Makanya, Soni ingin Karen dihukum. Biar Keren jera. Karen sudah banyak membuat kesalahan.
Bu Irma, mengejar Soni untuk mencabut gugatan nya. Soni tak peduli itu. Soni ga mau lagi berurusan dengan Keluarga Karen. Yang selalu membela Karen. Membuat Karen menjadi anak yang kurang ajar dan tak punya tata krama. Karna perbuatan Karen yang seenaknya.
Bersambung..
Maaf yah telat Up...
Selamat tahun baru untuk pembaca setia Author yang Author sayangi ini.
Like ya jangan lupa yah.
Mampir juga sama karya Author yang lain. "Irani Gadis Indigo" dan "Kisah Kita"
Terima Kasih.
__ADS_1