
Ben benar-benar mengantar Alexsa sampai lokasi dengan selamat. Semua kru dan pemain langsung tertuju pada Ben yang terkenal seorang anak pengusaha kaya. Tak ada yang tak mengenali Ben, Bumi ataupun Bima. Tiga anak kembar Azka dan Darania selalu menjadi pusat perhatian di manapun mereka berada.
Gaya mereka yang selalu menjadi panutan kaula muda saat ini. Terkadang ketiganya menjadi model untuk Brand Fashion ternama.
Ben termasuk laki-laki yang tak menyukai keramaian. Tapi, kali ini demi Alexsa laki-laki itu menentang semua prinsip yang ia buat sendiri.
Alexsa melambaikan tangannya pada Ratna asisten pribadinya dan Nanda sebagai Menejer-nya kedua orang ini sahabat Alexsa yang selalu menemaninya dalam suka dan duka.
Manda dan Ratna yang terlebih dahulu sampai lokasi mengerut keningnya saat melihat Ben. Manda sampai melepaskan beberapa kali kaca matanya untuk memastikan kalau laki-laki yang mengantar Alexsa itu benar-benar Ben.
Kedua sahabatnya ini pun menghampiri Alexsa sembari menarik tangannya agar menjauh dari Ben. "Lex, aku tak salah lihat?" tanya Manda masih bingung dengan kehadiran Ben.
Ratna dan Nanda sahabat terbaik Alexsa dari dulu yang benar-benar menganggapnya sebagai perempuan. Keduanya paham dan tau seberapa besar perasaannya pada Ben yang tak pernah dianggapnya sama sekali.
Karna, Ben juga sampai saat ini Alexsa belum pernah berpacaran sama sekali. Semua laki-laki yang dekat dengannya hanya ia anggap sebagai teman. Alexsa hanya ingin membuat Ben cemburu namun, laki-laki batu itu tak pernah cemburu ataupun marah. Ia seakan tak peduli sama sekali.
Bahkan sampai Alexsa menangis darah pun Ben tak pernah peduli padanya. Kedua sahabatnya ini sampai bosan untuk menyuruhnya move-on. Laki-laki seperti Ben itu tak pernah peka terhadap Alexsa yang tulus mencintainya.
Gadis tersebut selalu berharap Ben bisa balik mencintai. Beberapa hari yang lalu, baru saja Alexsa akan mengatakan kalau ia ingin melepaskan perasaannya Akan tetapi Ben yang bersikap aneh hari ini.
Para pemain yang lain mengerubungi Ben seketika saat melihat Ben. Tapi, tak dianggap sama sekali pandangnya lurus hanya tertuju pada satu wanita, Alexsa.
"Kamu selesai jam berapa?" tanya serius.
"Aku tak tau? Karna, ada beberapa iklan yang syuting di lokasi yang sama pada hari ini. Kalau kamu bosan kamu bisa pulang duluan. Aku bisa pulang bersama Ratna dan Nanda," jawab Alexsa serius berharap laki-laki tetap berada di sini.
"Kamu berangkat bersamaku dan pulang pun bersamaku," ucapnya tegas.
__ADS_1
"Oh oke, kamu boleh menunggu di mana pun yang kamu suka. Aku bersiap terlebih dahulu," ucapnya karna, sedari tadi Pak Sutradara memanggil sedari tadi.
Ratna pun mengikuti Alexsa sedangkan Nanda masih berdiri di samping Ben. "Tumben kamu antar Alex!" seru Nanda ketus. Dari dulu sampai sekarang sikap Nanda selalu ketus dan judes pada Ben. Ia tak pernah ramah ataupun berbaik hati padanya.
Ben tak menjawab apa pun yang diucapkan Nanda. Pandangan lurus memperhatikan Alexsa dari tempatnya. Beberapa adegan pun selesai dengan cepat. Ben memperhatikan melihat setiap adegan yang Alexsa peragakan namun, saat adegan mesra itu membuat kesal.
Sedari tadi Ben mengepalkan tangannya. Entahlah, rasanya marah dan kesal saat Alexsa disentuh orang lain. Laki-laki itu hanya bisa menahannya untuk tak membuat kekacauan di lokasi syuting. Ia masih bisa tenang karna, adegan itu hanya saling memeluk untuk iklan dan model video klip.
Alexsa memperhatikan sikap Ben yang aneh. Namun, gadis tersebut harus menyelesaikan semuanya.
Hampir 4jam semuanya selesai. Alexsa pun sudah berganti pakaian. Gadis tersebut mencari Ben karna, tadi ada sebelum ia berganti baju namun, setelah selesai ia tak ada.
Di sebrang sana terdengar suara ribut-ribut seperti orang berkelahi. Alexsa pun mendatangi tempat itu. Begitu terkejutnya ia saat melihat Ben dan Arsa yang sedang baku hantam. Alexsa pun menghampiri mereka untuk mererai. "Stop," teriaknya membuat keduanya berhenti saling pukul.
"Kalian kenapa?" tanyanya membantu Arsa karna, tadi Ben yang sedang memukul Arsa secara membabi buta.
Ben sendiri dibantu Lili sesama model juga. Ben terlihat marah melihat Alexsa membantu Arsa daripada dirinya.
"Bohong! Tadi laki-laki ini menghinamu? Aku tak terima. Aku mendengarnya tadi? Mamanya aku memukulnya untuk memberikan dia pelajar!" seru Ben ngotot.
"Tidak Lex, aku tak mungkin menghinamu. Tak ada yang mendengar kalau aku menghinamu? Kalau kamu tak percaya tanya yang lain!" serunya berbohong.
"Aku mendengarnya saat kamu berbicara dengannya!" seru Ben sembari menunjuk salah seorang kru.
Arsa melihat kru tersebut dengan tatapan mengancam sampai kru tadi yang berbicara dengannya menunduk takut melihat Arsa sebagai putra dari rumah produksi tempatnya bekerja.
"Kalian mendengarkan aku berbicara menghina Alexsa?" tanya Arsa pada semua orang yang berada di sana.
__ADS_1
Semua mengelengkan kepalanya. Pada saat itu hanya Ben saja yang mendengarkannya. Sehingga Ben tak mempunyai bukti. Yah, bukiti satu-satunya kru tadi.
Alexsa terdiam. Ben tak pernah membohonginya. Namun, tak ada yang mendengar ucapan Arsa. Semua pun bubar setelah itu. Tak ada yang mempercayai Ben saat ini. Di mata mereka Ben yang salah telah memukul Arsa yang akan menjadi berita gosip besok pagi.
Alexsa melihat Ben masih marah menatap Arsa dengan tatapan tak suka. Alexsa sangat mengenal Ben dari kecil. Bila anak itu marah akan lama baiknya. Alexsa pun pulang bersama Ben. Arsa menyeringai melihat Ben kali ini, ia menang sedangkan Ben kalah.
Ben terus saja cemberut saat Alexsa masuk mobil, gadis tersebut melihat Ben benar-benar marah. "Ben, aku mempercayaimu tapi...." ucapan Alexsa terhenti karna, tiba-tiba saja Ben memeluknya. "Aku tak peduli orang lain berkata apa tentang aku yang penting kamu mempercayaiku," ungkapnya pilu.
Alexsa tersenyum Ben selalu ada untuknya. Ia teringat saat kecil bila ada yang menghinanya Ben paling depan melindunginya dan mengajar siapa saja yang merugikan Alexsa. Ben tetap saja membuatnya terharu meneteskan air matanya.
Ben melepaskan pelukannya. "Kamu menangis lagi? Selalu saja cengeng!" serunya.
Alexsa menghapus air matanya sembari memukul bahu Ben. "Pasti kamu dan Arsa menjadi berita utama besok?"
"Aku tak peduli! Paling penting kamu mempercayaiku."
"Kamu kan tak suka ada wartawan yang mendekatimu."
"Bodoh akh!"
"Nanti Tante Dara sama Om Azka marah lagi. Kan ini bukan hal yang pertama kamu masuk berita gosip karna, perkelahian."
"Aku lapar? Kita nyari makan yuu!"
"Harus cepat dan dekat dari sini!" seru Alexsa meniru ucapan Ben.
Ben tersenyum mendengar ucapan Alexsa saat meniru ucapannya.
__ADS_1
Bersambung...
Jangan lupa like dan komen yah untuk meninggalkan jejak kalian dan mampir juga ke karya Author yang lain terima kasih.