
Soni masih duduk terdiam di samping Stella. Gadis itu, berpakaian lengkap. Laki-laki tersebut sudah tak bernafsu untuk menyentuh gadis itu, teringat dengan janin yang berada dalam kandungannya. Laki-laki itu, beneran menyesal sudah bersama gadis itu, sekarang.
"Kamu menyesal?" tanya gadis itu, memperhatikan laki-laki dihadapannya itu, setelah ia memceritan semuanya kepadanya.
Laki-laki itu, tak menjawab pertanyaan dari gadis itu. Ia begitu khawatir dengan janin yang berada dalam kandungan gadis itu. Laki-laki tesebut mengingat almarhum istrinya dulu, Lalula. Dia rela mengorbankan hidupnya untuk putri dalam kandungannya. Laki-laki itu, tahu kondisi, wanita hamil saat sismester awal, rawan keguguran? Laki-laki itu, mengingat tadi, permainannya begitu kasar, ia khawatir dengan janin itu. Laki-laki itu berpikir, sebejat-bejatnya ia, tak mungkin lah, membunuh bayi tak berdosa. Yang belum lahir sama sekali. Namun gadis itu, sengaja membiarkan janinnya mati karna, hubungan terlarangnya.
" Kamu marah?" tanyanya lagi, melihat laki-laki tersebut, hanya diam saja. Membuat gadis itu, bingung.
"Aku khawatir dengan janin yang ada dirahimmu," ucapnya pelan.
Gadis bernama Stella itu, mengerutkan dahinya, tak mengerti ucapan laki-laki tesebut, " Maksudnya khawatir dengan bayi dalam perutnya. Ayahnya saja, tak peduli, bagaimana bisa, laki-laki ini peduli? Sampai membuatnya melamun seperti ini," pikirnya dalam hati.
"Emang kenapa dengan bayiku?" tanyanya santai.
"Apa kamu tidak peduli dengan bayimu La!" serunya kesal. Dengan sikap santainya seperti itu. Bahkan gadis itu, tak peduli dengan anaknya sendiri.
"Apa masalahmu? Tadi kamu baik-baik, kamu menikmati tubuhku dengan bersemangat, kenapa sekarang kamu sok peduli dengan keadaanku!" bentaknya sembari meneteskan air matanya. Ia kesal dengan perhatian dari laki-laki itu. Gadis ini, menjadi sangat sensitif saat ia sedang mengandung. Laki-laki itu, memahami kondisi ini. Dulu juga, almarhum istrinya, seperti Stella sekarang. Laki-laki ini, terus-terusan mengingat almarhum istrinya. Melihat kondisi Stella, sekarang.
Laki-laki itu, menatap wajah cantik gadis itu. Gadis tersebut, menangis tersedu-sedu. Laki-laki tesebut tak menyangka, ucapan saat ini, menyakiti hatinya. Gadis itu, sudah membuat candu bagi laki-laki itu. Andai laki-laki itu, tahu kenyataan ini, dari awal. Ia tak akan menyentuh gadis itu. Laki-laki itu, akan menahannya, untuk tak melakukan hubungan terlarang bersamanya.
__ADS_1
"Maafkan aku," ucapnya menyenderkan kepala Stella dipundaknya.
Stella menangis semakin deras. Entah kenapa air matanya, terus keluar tanpa ia suruh? Hatinya begitu sakit, tanpa ia tau. Gadis itu, sakit hati karna, apa?
"Aku takut bayimu kenapa-napa ? Aku takut kamu keguguran. Karna, aku begitu kasar tadi, memperlakukanmu. Jika aku tau, lebih awal. Aku tak mau melakukan ini, padamu," ucapnya merasa bersalah.
"Kenapa kamu bersikap begini? Aku semakin berat melepasmu?" tanyanya bingung, sembari menangis.
"Aku tidak tau, jika itu, berurusan debgan bayi. Aku tak bisa toleransi."
"Andai kamu jadi suamiku. Pasti aku tidak akan sesakit ini."
Stella terdiam, apa yang diucapkan laki-laki itu, memang benar. Saat ini, tak mungkin baginya untuk bersama Soni sekarang. Bila itu, sampai terjadi. Sampai ujung dunia pun Alva tak akan melepaskannya dengan Soni. Posisinya sulit sekarang, hanya dengan mengikuti Alva saja. Mungkin mereka berdua bakal selamat. Walaupun hatinya, harus terus-terusan terluka.
🍀🍀🍀🍀
Waktu berjalan begitu cepat. Hari demi hari sudah ia lewati, tak terasa tiga hari sudah, gadis itu, tak bertemu Azka. Rasa rindu dalam hatinya begitu berat. Setiap malam, hanya laki-laki yang ia pikirkan.
"Ada apa dengan hatinya?" Itu yang selalu dipikirkan gadis itu, ia tak ingin mencintai lagi. Hatinya sudah terlanjur sakit karna, perbuatan Ibas kepadanya.
__ADS_1
Laki-laki brengsek itu, membuat hidupnya hancur sehancur-hancurnya. Gadis itu, tak ingin mempercai cinta lagi. Mimpi indahnya, sudah ia kubur dalam-dalam hatinya. Ia ingin membenci rasa cinta dalam hatinya untuk laki-laki itu. Namun yang terjadi, ia malah mengharapkan cinta lain dari Azka. Gadis itu, teringat dengan teman masa kecilnya, yang bernama Azka juga. Bila memikirkan Azka, ia teringat dengan Azka yang itu. Mungkin umurnya sama dengan Azka yang sedang ia pikirkan sekarang.
"Azka aku merindukanmu," pikirnya saat ini. Merindukan anak laki-laki yang menolongnya dulu. Gadis itu berharap bisa bertemu dengannya lagi. Gadis itu, ingin bertemu dengan Rudi dan Arita. Ia ingin menanyakan kabar tentang Azka. Terakhir ia bertemu dengan mereka. Azka tinggal di Bandung. Namun itu, sepuluh tahun yang lalu. Mungkin sekarang dia sudah menikah.
Azka benar-benar melupakan kejadian itu. Ingatannya terhapus karna, kemampuanya dihilangkan secara paksa. Menjadi anak indigo, tak nyaman. Itu pun kata orang-orang yang mempunyai kemampuan indigo. Gadis itu teringat dengan semua kejadian yang menimpanya dulu. Gadis tersebut tak bisa melupakannya begitu saja. Yang ia sesalkan itu. Karna, ayah Azka harus mengorbankan nyawanya untuknya. Bila mengingat itu, gadis tersebut meteskan air matanya. Ia benar-benar hutang budi kepada keluarga Azka.
Yang gadis itu, sesalkan sekarang. Dulu ia tak rajin menabung. Ketika ia hidup berkecukupan. Namun sekarang ia bersyukur bisa terlepas dari Laki-laki bernama Baskoro Lesmana. Tuhan sudah menyelamatkannya dari laki-laki serakah dan brengsek seperti Ibas. Walaupun hidupnya sekarang, tak seperti dulu, berkecukupan. Namun ia bahagia, menikmati hidupnya sekarang. Gadis itu, percaya karma masih berlaku di dunia ini. Seperti pepatah bilang, apa yang kau tanam. Itu yang kau tuai. Ibas akan mendapatkan karmanya suatu saat nanti.
Malam ini, gadis tersebut tak bisa tidur sama sekali. Hampir setiap malam harinya gelisah. Memikirkan Azka. Gadis itu, bingung dengan hatinya sendiri. Azka sudah masuk dalam hati dan pikirannya tanpa ia sadari.
🍀🍀🍀🍀
Sampai rumah, Azka berbaring di kamarnya. Hari ini, ia begitu lelah semua pekerjaannya yang tak ada habisnya. Suara tangis bayi, menggangu tidurnya kali ini. Laki-laki tersebut tak bisa beristirahat sana sekali. Ia tak bisa marah pada bayi itu. Karna, setelah bayi itu pulang ke rumah. Ketenangannya sudah tak ada lagi.
Suara tangis bayi itu, terus nyaring terdengar. Lama-lama suara tangis bayi itu, menghilang tak terdengar di telinganya. Membuatnya terlelap seketika. Laki-laki itu bermimpi lagi, tentang seorang anak perempuan yang berlari bersamanya, seperti dikejar-kejar sesuatu.
Azka langsung bangun kembali. Baru saja Azka terlelap. Mimpi itu datang lagi, terus-menerus setiap harinya. Membuat ia tak bisa tertidur kembali. Laki-laki itu, bertanya-tanya dalam hatinya, "Siapa anak perempuan itu?" Saat mengingat anak perempuan itu. Azka malah teringat dengan Darania. Semua itu, membuatnya bingung, "Ada hubungan apa, anak perempuan itu, dengan Darania?
Bersambung....
__ADS_1