
Bima paling bontot dari kedua kakaknya Ben dan Bumi. Ia paling kecil tapi badannya paling besar diantara kedua kakaknya. Walaupun tinggi besar tak menutup pesonanya sama sekali.
Bima paling ramah diantara Ben dan Bumi. Banyak pula para gadis yang mengejarnya karna, kepintarannya dalam memasak makanan lezat dan enak. Setiap gadis yang bernamanya tak akan merasa kelaparan karna, selalu dibuatkan makanan enak olehnya.
Langkahnya terhenti saat ia berpapasan dengan seorang gadis yang tak asing baginya. Gadis itu pun sama terkejutnya melihat Bima berdiri dihadapannya.
"Bima," panggilnya pelan.
Namun, Bima terdiam tanpa reaksi apa pun? Hatinya merasa sakit mengingat gadis yang ada dihadapannya itu. Tanpa pikir panjang, Bima kembali melangkah tanpa memperdulikannya sama sekali.
"Bima, kamu belum memaafkanku!" serunya masih berdiri sembari melihatnya melewatinya.
Bima berhenti hatinya begitu sakit saat mengingatnya. Hanya gadis ini saja yang membuatnya frustasi sampai sekarang. Akan tetapi ia berusaha untuk tak peduli dan kembali melangkah tanpa menghiraukannya.
Vanessa menatap Bima menjauhinya. Gadis tersebut menyadari kesalahannya di masa lalu. Ia ingin memperbaiki semuanya. Lamunan buyar saat seseorang memanggilnya.
"Vanessa," panggilnya.
Gadis itu pun menoleh dan tersenyum pada laki-laki yang memanggilnya.
"Ayo," ajaknya sambil tersenyum.
Vanessa pun mengikutinya. Dari jauh Bima memperhatikan. Walaupun ia bersikap tak peduli namun, laki-laki tersebut selalu memperhatikan mantan kekasihnya ini. Walaupun sudah tiga tahun berlalu. Bima tak akan bisa melupakannya. Perasaannya masih sebesar dulu pada gadis itu.
Suara ponselnya pun berbunyi. Ia mengambil ponselnya dari saku celananya. Bima tersenyum melihat nama gadis yang memanggilnya, my sweetie.
"Halo," jawabnya.
"Bagaimana dengan kampusnya?" tanyanya dibalik telpon.
"Bagus."
"Hanya bagus saja? Tak ada yang menggodamu kan!"
Bima tersenyum sambil berjalan menerimanya telpon dari seseorang yang begitu ia sayangi.
"Bukanya kebalik yah!"
"Aku sudah mengatakan pada semua orang kalau aku sudah ada yang punya!"
"Masa sih, sampai membuat pengumuman begitu!"
__ADS_1
"Iya lah? Aku kan setia."
"Iya-iya my sweetie. Aku selalu mempercayai mu!"
"Aku khawatir padamu!"
"Aku jaga hatiku untukmu."
Gadis itu tertawa terbahak-bahak.
"Kenapa ketawa sih?"
"Engga apa-apa hanya terdengar lucu saja!"
"Awas loh, tergoda yang lain."
"Tidak akan?"
"Kalau ada yang lebih pintar, lebih tampan dari aku?"
"Aku buang saja!"
Bima tersenyum lagi.
"Kamu tak membawa kendaraan!"
"Mobilku masih dibengkel."
"Tadi ke kampus naik apa?"
"Ojeg Online."
"Kenapa tak bilang?"
"Lupa?"
"Yah, sudah nanti aku menjemputmu!"
"Oke. Aku tutup yah!"
"Yapp."
__ADS_1
Bima pun menutup ponselnya. Ia pun terkejut saat melihat Vanessa dan Damar sudah berada dihadapannya.
"Kuliah di sini juga?" tanya Damar tak suka.
Bima tak mau menghiraukan pasangan itu yang membuat kesal. Bima memilih untuk melewatinya saja tak ingin berurusan dengan mereka lagi.
Bima pun menghembuskan napas panjang. Rasanya kuliahnya saat ini akan lebih berat karna, harus bertemu dengan mereka setiap hari. Rasanya Bima harus ekstra sabar lagi untuk menghadapi pasangan itu.
Damar melirik Vanessa yang tak berbicara sepatah kata pun. Laki-laki tersebut pun menoleh ke arah Bima yang berjalan menjauhinya. Damar pun memikirkan hal yang sama yang Bima pikirkan.
Dulu saat masih SMP ketiga sahabat baik. Damar, Bima dan Vanessa. semuanya hancur hanya karna, Vanessa yang menjalin cinta keduanya antara Damar dan Bima. Sampai semua terbongkar dan terjadi perkelahian diantara Damar dan Bima.
Awalnya Vanessa memilih Bima namun, saat terjadi perkelahian itu. Vanessa berubah pikiran menjadi memilih Damar. Itu yang tak bisa Bima terima sampai sekarang. Bima merasa Vanessa mempermainkan perasaannya. Bima merasa sakit hati karna, Vanessa. Gadis tersebut memilih bersama Damar daripada dirinya.
Karna, Vanessa juga Bima sampai frustasi berat untunglah Bima bertemu Khanza yang selalu menemaninya dalam suka dan duka. Dari sahabat menjadi pacar dan baru setahun ini keduanya berpacaran. Akan tetapi Bima dan Khanza terpisah kuliah di tempat kesukaan masing-masing.
Khanza lebih suka menjadi penulis dan sastra sedangan Bima suka memasak. Khanza kuliah di tempat yang sama dengan Restu sahabat baiknya. Restu berjanji akan melaporkan semuanya pada Bima kalau sampai Khanza selingkuh.
Restu sendiri playboy melebihi Bumi. Beberapa kali bergonta-ganti pacar namun, satu prinsipnya tak akan menikung teman sendiri. Bima pun mempercayai Restu yang tak pernah berkhianat selama mereka berteman dari SMP. Begitu juga Bima yang tak pernah mengkhianati Restu ataupun yang lainnya.
Diantara Ben dan Bumi. Bima yang mempunyai pacar yang langeung sampai sekarang. Bima hanya pernah pacaran dua kali selama ini. Dengan Vanessa dan sekarang dengan Khanza tak ada yang lain lagi.
Bima pacar pertama Khanza dan mungkin sampai terakhir. Karna, gadis itu hanya bisa melihat Bima saja yang membuatnya jatuh cinta dari SMP sampai SMA Khanza hanya menyukai satu orang yaitu Bima.
Sampai kelas, Bima satu kelas dengan Damar dan Vanessa. "Ya ampun kenapa harus satu kelas sana mereka," gumannya sendiri.
Damar, Vanessa dan Bima memiliki hobi yang sama memasak makanya ketiganya selalu bertemu dalam setiap kesempatan. Sampai Bima benar-benar muak dengan mereka.
Diam-diam Vanessa memperhatikan Bima. Andai dari dulu ia memilih Bima mungkin tak seperti ini jadinya. Dalam lubuk hatinya, Vanessa masih mencintainya dan selalu mencintainya. Vanessa bersama Damar karna, ia membutuhkan biaya untuk kuliah dan menitipkan hidupnya pada Damar karna, tak ada siapapun lagi yang bisa membantunya.
Vanessa tak tau seberapa kayanya Bima melebihi Damar. Tapi, semua sudah terlambat untuk kembali ke masa lalu. Walau bagaimanapun juga, Vanessa sudah memilih Damar dan Bima sudah bersama Khanza.
Bima pun tak berniat untuk kembali pada Vanessa lagi. Bima tak mau menyakiti Khanza sama sekali setelah semua yang Khanza lakukan untuknya.
Tak hanya Vanessa yang memperhatikan Bima, Damar pun sama ia merasa bersalah karna, membuat Vanessa memilihnya. Hati dak bisa dibohongi. Damar begitu mencintai Vanessa. Maka dari itu ia memilih untuk cintanya dari pada sahabatnya. Walaupun terdengar egois tapi, ini adil untuk Damar walau tak berarti untuk Bima.
Bima sudah mengikhlaskan Vanessa bersama Damar setelah Bima menerima cinta Khanza. Bima tak ingin kembali ke masa lalu. Masa depannya sudah Bima putuskan untuk bersama Khanza apa pun yang terjadi kelak. Bima akan memilih Khanza.
Bima tak ingin menyakiti Khanza karna, disakiti itu sakit. Khanza gadis yang baik dan sopan Orang tuanya sudah menyetujui hubungan dengan Khanza begitu dengan kedua orang tua Khanza susah menyetujuinya bahkan sudah mendapatkan restu. Bima dan Khanza memilih untuk kuliah terlebih dahulu dari pada memikirkan pernikahan.
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen untuk meninggalkan jejak kalian dan mampir juga ke karya Author yang lain terima kasih.