Ketika Cinta Datang Season 2

Ketika Cinta Datang Season 2
Chapter 73 Luka lama Yang terbuka kembali


__ADS_3

Kisah Azka dan Darania benar benar berbanding jauh terbalik. Azka kesepian selama 10 tahun. Sedangkan Darania merasakan cinta palsu yang begitu terasa indah namun ternyata sebuah kebohongan.


Darania masih menunggu ucapan Azka. Yang sedari tadi belum selesai. Ucapan Azka itu, masih menyimpan tanya yang begitu besar. Bagi Darania sendiri yang sudah mendengar kisah Azka dari Darania. Ingin mendengar langsung dari Azka. Seperti apa kisahnya sendiri. Darania ingin, Azka yang mengatakannya sendiri. Seperti apa masa lalunya.


Azka menghembuskan nafas panjang. Azka mulai menceritakan semuanya pada Darania. Kisahnya yang begitu menyakitkan.


Darania merasa sedih, Saat Azka sendiri yang yang menceritakan kisahnya. Dibanding saat Nadia yang menceritakan semuanya.


Darania meneteskan air matanya, Saat Azka, menceritakan semuanya. Azka menangis menceritakan semuanya. Hatinya begitu sakit, saat menceritakan semua kisahnya.


Azka melalui semuanya sendiri. Menyaksikan gadis itu, mati di hadapannya untuk melindungi Azka. Pantas saja, Azka begitu lama untuk bisa membuka diri. Waktu 10 tahun itu, bukan waktu yang sebentar untuk bisa melupakan semuanya.


Rasa sakit, yang di terima Azka saat itu, begitu teramat menyediakan. Darania sampai tak kuat menahan semua yang di derita Azka.


Rasa sakit, yang begitu dalam. Begitu menyesakan dada Azka. Kejadian itu, menang tak mudah untuk di lupakan begitu saja. Begitu terasa sakit, teramat sakit. Sampai dada Darania ikut terasa sesak.


Azka sudah mengalami semua ini sendiri. Kenyataan yang begitu menyakitkan.


Darania memeluk Azka sambil menangis.


"Mulai sekarang, kamu ga usah sedih lagi. Ada aku yang selalu ada untukmu" ucap Darania. Memcoba menguatkan Azka.


Azka masih menangis. Air matanya terus terusan keluar tanpa henti. Rasa sakit itu, datang lagi, saat teman lama datang. Apalagi saat menyebutkan kota itu. Sebuah kota nan indah yang banyak menyimpan kenangan Azka bersamanya. Bersama dia, gadis yang sangat Azka cintai pada saat itu. Walau Azka telat menyadari rasa cinta itu, setelah dia benar benar pergi dari hidup Azka.


Sampai sekarang, Azka masih melarikan diri dari kota itu. Kota kenangan itu. Mendengar mata kota itu, membuat Azka merasa semakin bersalah.


Berkali kali, Azka selalu menyesali semua kejadian itu. Tragedi berdarah itu, yang begitu menyakitkan bagi Azka. Rasa sakit masih terasa begitu menyakitkan.


Azka ingin datang ke kota itu, Kota kenangan yang menyimpan banyak kenangan indah bersama dia. Tapi Azka masih takut untuk datang kesana. Azka masih takut untuk menginjakan kaki lagi ke kota itu. Azka tak berani menyebut nama kota itu. Menyebut nama kota itu. Seperti membuka kembali luka lama yang masih terasa sakit bila mengingat itu.


Azka menghapus air matanya. Dengan ujung jarinya. Azka tak ingin bersedih lagi. Sekarang Azka sudah menemukan Darania. Gadis yang datang dari masa kecil Azka.


Azka melepaskan pelukan Darania. Darania masih menangis. Azka menghapus air mata Darania. Dengan ujung jarinya.

__ADS_1


"Maafkan aku, sudah membuat kamu menangis karna aku" ucap Azka sambil tersenyum.


Darania mengelengkan kepalanya.


"Kamu, ga usah kuatir lagi, asal ada kamu, bersamaku, aku akan baik baik saja" ucap Azka lagi.


Darania Tersenyum.


"Terima kasih, untuk hari ini".


Darania mengerutkan keningnya. Tak mengerti dengan yang Azka ucapkan.


"Yah, terima kasih karna kamu ada di hari ini. Ha, gara gara mereka aku jadi menangis di depan calon istri ku. Memalukan sekali bukan" guman Azka.


Darania Tersenyum, sambil mencubit kedua pipi Azka. Karna gemas.


"Awww" guman Azka kesakitan, namun Darania tak melepaskan Azka.


Setelah itu, Azka dan Darania tersenyum dan tertawa bersama.


Kali ini, Azka benar benar jatuh cinta pada Darania. Bukan untuk melupakan "Laras". Sampai kapanpun Azka tak akan pernah bisa melupakan "Laras".


Sudah saatnya, Azka bahagia. Bahagia bersama Darania. Gadis cantik itu. Selalu saja, membuat Azka merasa tenang. Darania sudah membuat Azka baik baik saja. Walau masih ada rasa sakit itu.


Walau rasa sakit itu masih ada. Namun sekarang, Azka sudah merasa lebih baik berkat Darania.


Azka tersenyum pada Darania. Yang di balas senyuman manis dari Darania.


Azka menarik kepala Darania yang masih duduk dilantai. Azka langsung mencium bibir Darania melumatnya dengan begitu mesra.


Setiap dekat Darania, Azka selalu bernafsu. Ingin melakukan ini, melakukan itu. Namun selalu Azka tahan. Sekarang Azka hanya bisa mencium bibir Darania saja. Dan Darania selalu menikmati ciuman hangat Darania.


Lama mereka berciuman. Setelah itu, baik Azka atau Darania melepaskan ciuman di bibir itu. Tersenyum bersama.

__ADS_1


Azka masih bermanja manja dengan Darania. Tak membantu Darania, hanya menghambat kerjaan Darania.


Azka terus terus mengangu Darania. Membuat Darania tak selesai selesai membereskan barang barangnya.


"Kamu niat bantuin ga sih?" tanya Darania sambil cemberut.


"Niat ko" guman Azka. Sambil tersenyum.


"Mending aku beresin sendiri aja" guman Darania.


Azka memeluk Darania dari belakang. Sebuah pelukan hangat dari Azka untuk Darania.


"Gimana mau beres kalo kamu gangu aku terus" gerutu Darania.


Azka tersenyum. Azka tak melepaskan pelukanya.


"Kamu suka ga, aku pukul kaya gini?" tanya Azka.


Darania menganguk pelan.


"Teruslah di sampingku Dara. Aku benar benar jatuh cinta padamu. Aku ga ingin kehilanganmu. Aku sayang kamu. Tetap lah seperti ini. Bersamaku selamanya. Aku ingin hidup dengan mu. Mengabiskan sisa umurku dengan mu. Membentuk sebuah keluarga. Dengan anak anak kita nanti, yang akan menyebut kita Ayah dan Ibu. Darania maukah kamu, jadi Ibu dari anak anaku kelak" tutur Azka.


Darania mengangguk. Air matanya terus keluar. Darania benar benar terharu dengan ucapan Azka yang tulus. Darania menang pernah mendengar kata kata ini dari Ibas. Namun rasanya berbeda saat Azka yang mengucapkan ini.


Azka benar benar tulus. Memcintai Darania. Rasa yang dulu untuk Ibas. Hilang sudah. Saat Azka ada di sampingnya. Entah sihir apa yang Azka berikan untuk Darania. Darania benar benar merasa betah bersama Azka.


Perasaan Darania yang dulu pada Ibas. Dan perasaan nya pada Azka sekarang. Sangat jauh berbeda. Azka tulus. Makanya Darania merasa betah, nyaman dan tenang.


Dulu, Darania menang mencintai Ibas. Tapi perasaan Darania ini. Sungguh berbeda dengan apa yang Darania rasakan terhadap Azka.


Baik Azka dan Darania. Keduanya saling membutuhkan. Membutuhkan rasa cinta yang datang pada waktu yang tepat. Saat Azka dan Darania membutuhkan cinta itu sendiri.


Walau, bakal ada badai yang menghalangi cinta mereka. Darania dan Azka akan bertahan. Azka dan Darania akan mempertahankan semua yang mereka berdua miliki. Azka dan Darania tak akan menyerah pada keadaan mereka bila badai itu datang. Cepat atau lambat. Badai itu, akan datang.

__ADS_1


Bersambung..


Jangan lupa like yah, Mampir juga yah, sama dua novel aku yang lain. " Irani Gadis Indigo" dan "Kisah kita" terima kasih sudah membaca karya saya.


__ADS_2