Ketika Cinta Datang Season 2

Ketika Cinta Datang Season 2
Chapter 60 Di Rumah Elis.


__ADS_3

Waktu sudah menunjukan pukul 7.00 malam. Semua pamit pulang ke rumah masing masing. Shintia sudah di jemput calon suaminya. Lilian sudah memesan Ojeg online. Tinggal Elis dan Soni.


Azka masih memegang pinggang Darania dengan Erat. Lamaran Soni pada Elis membuat Azka memanas. Azka juga ingin segera melamar Darania untuk jadi istrinya. Tadi ibunya sudah di lamar dokter Farhan. Tinggal Azka baru menyatakan Cinta saja pada Darania.


Soni pun pamit. Akan mengantar Elis pulang. Sekalian Bertemu dengan orang tua Elis. Untuk melamar Elis secara langsung.


Soni masih memegang tangan Elis sampai keluar dari ruang inaf Azka. Soni tak berniat melepaskan tangan Elis. Elis Tersenyum. Hatinya begitu bahagia. Rasanya semua mimpinya jadi nyata.


Semua yang Elis minta. Sudah di penuhi oleh sang Pencipta. Membuat Elis bersyukur dengan hidupnya kini.


Sepanjang perjalanan pulang. Soni terus mengobrol banyak hal. Elis pun dengan erat memeluk tubuh Soni dari belakang. Elis di antar pulang oleh motor Soni.


Elis tak menyangka bila kini Elis bisa di bonceng motor ini. Biasanya Elis hanya melihat motor ini datang dan berlalu di kendarai oleh pemiliknya. Sekarang pemilik motor ini. Kini sudah jadi milik Elis.


Dalam berjalan pulang. Elis terus menyandarkan kepalanya ke pundak laki laki yang sangat Elis cintai. Elis seperti mimpi. Elis kira, semua jadi angannya saja. Tapi kini jadi kenyataan.


Sampai di rumah Elis. Begitu banyak mobil yang terparkir. Elis sendiri bingung.


"Kamu dah bilang sama orang tuamu kalo aku akan datang" Tanya Soni sambil tersenyum.


Elis menggelengkan kepalanya. Hari ini, Elis lupa membawa ponsel nya. Elis sendiri tak tau. Ada acara apa di rumahnya. Yang terlihat begitu ramai di rumahnya.


Soni menpakiran motornya di pinggir rumah tetangga Elis. Karna halaman rumah Elis sudah penuh dengan mobil mobil yang banyak sekali seperti ada acara hajatan.


Elis langsung menggandeng tangan Soni. Ingin segera memperkenalkan calonnya pada kedua orang tuanya.


Saat Elis melangkah masuk dengan Soni. Semua mata tertuju pada Elis. Mereka begitu Shock melihat Elis mengandeng Seseorang Laki laki.


Elis sendiri tak tau, ada acara apa di rumahnya. Elis sendiri heran. Kenapa begitu banyak orang di rumahnya.

__ADS_1


Kakak perempuan Elis langsung menjatuhkan piring berisikan makan untuk para tamu. Terkejut melihat Elis mengandeng Seorang laki laki pulang kerumahnya.


"PRANG" semua berjatuhan membuat suasana menjadi hening. Semua mata tertuju pada Elis dan Soni.


Soni terdiam. Semua mata melihat Soni tak suka. Membuat Soni merasa tak nyaman dengan pandangan pandangan itu.


Tanpa membereskan tumpahan makanan itu. Elina langsung menarik tangan Elis dengan kasar. Meninggalkan Soni yang masih berdiri dalam kebingungan. Dan Elis terpaksa melepaskan tangannya dari Soni. Karna Elena langsung menarik Elis ke kamarnya.


Soni masih bingung. Soni masih berdiri. Tak ada tempat duduk untuk Soni. Soni pun keluar rumah Elis. Karna Sini merasa tak nyaman dengan pandangan orang orang di rumah Elis. Apalagi dengan Laki laki yang memakai jas itu. Laki laki itu, melihat Soni tak suka.


Soni duduk di motornya. Mulai menyalakan rokok yang ia bawa di saku jaketnya. Seperti nya. Soni datang di waktu yang tidak tepat.


Soni masih menunggu Elis. Tak bisa pulang begitu saja. Rasanya tak Sopan bila langsung pulang tanpa pamit. Soni masih meroko sambil memainkan Hape sembari menunggu Elis keluar.


Elina langsung Menampar Elis


Elina memutuskan menjodohkan Anak bungsu Pak Burhan. Rizal Raharja dan Adik satu satunya Elis Meta. Tanpa bertanya dulu pada Elis. Apakah Elis mau atau tidak.


"Mba apa apa' an nampar Aku" Bentak Elis kesal.


Hubungan kedua kakak adik ini. Memang tak akur dari kecil. Elina suka memaksakan kehendaknya pada Elis. Semua yang Elis lakukan harus izin dari Elina. Elis tak boleh memilih. Semua harus sesuai kemauan Elina.


Keluarga Elis menang bukan keluarga kaya. Ayah Elis hanya pekerja serabutan. Makanya sang ibu harus berjualan kue keliling untuk menghidupi Elina dan Elis.


Elis bisa sekolah sampai kuliah semua berkat kegigihan Elina. Orang tua Elis tak bisa menentang Elina. Di rumah ini. Semua Perkataan Elina menjadi wajib di turuti termasuk pernikahan Elis.


"Kamu yang apa apa'an. Ngapain kamu bawa pemuda miskin itu kerumah Ini" Bentak Elina murka Namun tak begitu keras karna takut terdengar tamu di luar kamar.


"Kenapa, Mba yang marah. Ini hidup aku. Mba ga berhak ikut campur" Seru Elis dengan Nada yang cukup tinggi. Elis sengaja berbicara dengan Nada berteriak. Agar tamu tamu kakaknya mendengar ucapan Elis.

__ADS_1


Elina, memegang tangan kanan Elis dengan begitu kasar. Dan hampir mendorongnya ke Lantai.


"Pelankan suaramu" Bisik Elina.


"Ngapain aku harus nurut sama Mba" Seru Elis semakin Keras suaranya terdengar sampai luar.


Semua yang duduk di ruang tamu. Terdiam. Tak ada yang berbicara sedikitpun. Hanya laki laki yang memakai jas hitam yang merasa kesal karna, Gadis yang ia inginkan Malah memilih Laki laki lain yang seperti nya tak sepadan.


Soni mendengar suara ribut dari dalam. Soni masih diam. Masih meroko sambil memainkan ponselnya. Tak ingin ikut campur dulu.


"Sudah Elin, kasihan adikmu" Seru Ibu Elis Ibu Fatimah.


"Ini salah ibu, karna ibu terlalu memanjakan Elis. Dia jadi kurang ajar sama aku" Seru Elina masih kesal.


Elis menepis tangan Elina. Mata Elis tak kalah galak dengan Elina. Sambil menahan kesal. Elina pun keluar dari ruangan.


Terpaksa Tersenyum pada tamu tamunya kini.


"Gimana nak Elina. Acara lamaran ini di lanjut apa tidak" Ucap Pak Burhan ramah. Karna Pak Burhan tak meksa untuk jadi menantunya. Karna Elis tadi sudah membawa laki laki lain kerumahnya.


Elis begitu terkejut mendengar kata lamaran dari mulut seorang bapa itu. Elis tau, bapak itu. Orang yang paling terpanggang di kota karna mempunyai Perusahan Tekstil yang begitu terkenal sampai Diekspor sampai Amerika. Karna kain yang di hasilkan dari Pabrik pak Burhan Raharja itu. Menjadi Kualitas terbaik yang di akui oleh Mancanegara.


Elis meneteskan air matanya. Tak menyangka kakak tega. Menjodohkan Elis dengan pilihan kakaknya tanpa bertanya dulu pada Elis.


Elis merasa sakit hati. Atas kelakuan kakaknya. Dari kecil. Hidup Elis sudah di atur oleh kakaknya Elina. Karna jarak Elina dan Elis begitu jauh. Hampir beda 15tahun. Kini hidupnya harus di atur Elina. Elis tak bisa memilih hidupnya sendiri. Membuat Elis semakin membenci kakaknya itu. Sangat membenci kakaknya sampai ke pembulu darahnya dan tulang rusaknya. Elis masih diam dalam tangisnya yang begitu pilu.


Bersambung..


Jangan lupa Like..Yah..

__ADS_1


__ADS_2