Ketika Cinta Datang Season 2

Ketika Cinta Datang Season 2
Chapter 79 Pertemuan dengan Yasmine.


__ADS_3

Esoknya, Soni sudah berada di depan rumah Elis. Hari ini, Soni akan mempertemukan putrinya dengan calon ibu sambungnya. Soni begitu bersemangat ingin segera mempertemukan Elis dengan Yasmine.


Pagi ini, Elis sudah berdandan cantik. Elis memang sudah cantik. Berbeda dengan hari, Elis jauh lebih cantik.


"Waw" itu, kata pertama yang Soni ucapkan saat melihat Elis pagi ini. Soni tak menyangka, Elis bakal berdandan cantik untuk pertemuan nya dengan putri Soni, Yasmine. Soni berharap, Yasmine akan senang dengan pertemuan nya dengan Elis. Karna bagaimana pun juga, Elis akan jadi sambung Yasmine. Bila, Soni dan Elis sudah menikah nanti.


Karna pernikahan Soni dan Elis tinggal menghitung hari. Elis tak ikut serta dalam acara pernikahan nya ini. Semua sudah di urus oleh Mba Elina. Tanpa sepengetahuan Elis.


Elis masih tersenyum. Melihat Soni terkesima dengan wajah Elis. Wajah Elis, yang sudah di make up oleh Mba Elina, membuat Soni, tak berhenti untuk terus menatap wajah Elis yang begitu cantik.


"Gimana, kamu suka?" Elina datang, menanyakan maha karya yang telah Elina lukiskan di wajah Elis.


Soni tersesipu malu, wajahnya sudah merah seperti buah tomat yang matang. Soni terkesima dengan wajah cantik Elis yang semakin cantik.


"Oh iya, jangan lupa, siang ini" Elina mengingatkan sesuatu yang tak Elis mengerti.


"Emang ada apa, dengan siang ini" Elis penasaran, dengan kata kata Kakaknya ini.


"Yuu"


"Entar juga kamu tau, sekarang ada hal yang lebih penting dulu" Soni mengajaknya Elis segera naik motornya. Soni sudah tak sabar untuk mengajak Elis untuk bertemu dengan putri kecilnya, Yasmine.


Elis segera naik motor Soni. Soni dan Elis sudah melaju, jauh menuju rumah mertua Soni. Yah, rumah orang tua Kalula, almarhumah istri Soni. Sudah hampir 4 bulan ini, Yasmine di asuh oleh Karen. Adik kandung Kalula.


Sebenarnya, Soni tak setuju bila Karen yang mengasuh Yasmine. Namun Orang tua Kalula yang meminta langsung pada Soni. Membuat Soni tak bisa menolak mereka.


Padahal, Soni akan lebih tenang, kalo Yasmine di asuh oleh dokter Rian dan Suster Emi. Orang tua kandung Soni. Soni tak bisa egois. Menjauhkan tali silaturahmi antara tante dan keponakan. Tetap saja, Soni masih was was. Bila Karen deket Yasmine.

__ADS_1


Karen memang, baik terhadap Yasmine. Memperlakukan Yasmine seperti anak kandungnya sendiri. Tapi entah lah. Soni kenal betul dengan Karen. Wanita seperti apa, Karen itu. Soni kwatir, kalo Yasmine hanya jadi alat Karen saja. Untuk membuat Soni, mau menikahi Karen.


Elis heran, sedari tadi. Soni terdiam, di dalam perjalanan ke rumah orang tua Karen. Soni tak berbicara sedikit pun, tak ada satu kata pun. Yang Soni ucapkan. Seperti bukan Soni saja.


Elis mencubit pinggang Soni. Ide jail Elis, membuat Soni hampir berteriak sakit.


"Aww" Soni, menoleh ke arah Elis sebentar, Elis tanpa rasa bersalah, malah senyum nyengir kaya kuda. Elis berhasil membuat Soni merespon Elis.


Soni kembali fokus mengendarai motornya. Masih tak ada satu patah kata pun, yang Soni ucapkan. Elis bingung sendiri. Bertanya tanya dalam hatinya.


"Sebenarnya, Mas Soni kenapa sih?" pertanyaan itu yang melesat di pikiran Elis. Elis memeluk erat tubuh Soni. Mendekatkan kepalanya ke pundak Soni.


"Mas Soni kenapa?" bisik Elis, masih memeluk tubuh Soni. Di atas motor Soni. Yang Soni kendarai, bersama Elis.


Soni menoleh, Soni tak menjawab. Soni hanya tersenyum. Soni menghembuskan nafas panjang. Sedari tadi, Soni memikirkan Karen. Entah rencana apa? Yang Karen rencanakan.


Beberapa saat kemudian. Soni dan Elis sudah sampai di rumah Karen. Terlihat, Karen dan Yasmine sudah berdiri di luar rumah. Seperti memang sudah menunggu Soni dan Elis.


Soni tak melihat orang tua Kalula. Soni dan Elis turun dari motor. Yasmine berlari menyambut kedatangan Soni. Yasmine memeluk tubuh Soni yang langsung berjongkok, untuk memeluk Yasmine.


Soni begitu rindu dengan putrinya ini. Soni menciumi seluruh bagian kepala Yasmine, tanpa henti.


"Ih, Ayah udah, aku geli" Yasmine terus menolak, perlakuan Soni yang membuat Yasmine, merasa tak nyaman. Soni memang jarang bertemu Yasmine. Membuat Soni selalu rindu dengan putri kecilnya yang sudah mulai beranjak tumbuh jadi gadis cantik yang mirip Kalula, ibunya Yasmine.


Elis melihat, Soni tersenyum. Perlakuan Soni benar benar menggangu untuk Yasmine. Gadis kecil itu, terus berteriak teriak kegelian karna Soni terus menggelitik Yasmine. Sampai Yasmine, hampir menangis karna kegelian.


Yasmine melihat Elis. Wanita yang cukup asing untuk Yasmine. Yasmine bersembunyi di belakang tubuh Soni, Membuat Soni bingung dengan kelakuan Yasmine.

__ADS_1


"Kamu kenapa Sayang?" tanya Soni penuh perhatian.


Yasmine mengelengkan kepalanya. Elis berjalan ke arah Soni dan Yasmine. Elis tau, Yasmine takut dengan orang asing.


Perlahan Elis berjongkok, mendekati Yasmine, yang masih bersembunyi di belakang Soni.


"Hay, Aku Elis, Pasti gadis cantik ini Yasmine yah" Elis menyapa, Yasmine, dengan lembut sembari mengulurkan tangannya.


Yasmine, masih tak merespon, malah langsung berpaling semakin bersembunyi di di belakang kaki Soni.


"Yah, padahal aku punya coklat nih. Kalo ga mau kenalan, aku masukin tas lagi dech" bujuk Elis, beranjak dan memcoba berpaling. Sambil memegang sebatang coklat yang Elis bawa dari rumahnya.


Yasmine, melihat Elis malu malu. Elis melirik Yasmine. Namun pura pura tak melihat Elis. Yasmine melihat ke arah Soni. Soni tersenyum.


Elis berbalik, "Gimana mau ga nih, coklat nya" bujuk Elis lagi.


Yasmine, terlihat bingung. Coklat yang di pegang Elis itu, Coklat kesukaan Yasmine. Elis tersenyum. Soni masih memperhatikan Elis. Seperti apa membujuk Yasmine. Soni tau, sifat anak perempuan nya itu. Yasmine susah sekali, bisa bersosialisasi dengan orang yang baru di lihatnya. Karna baru kali ini, Soni memperkenalkan Yasmine pada Elis. Wajar lah, reaksi Yasmine akan bersikap seperti ini.


Elis mengoyang goyangkan coklat yang di pegang nya itu. Agar Yasmine tertarik. Yasmine terus melihat coklat yang di pegang Elis. sepasang mata Yasmine, masih mengikuti kemana arah coklat itu. Membuat Elis tersenyum, melihat tingkah Yasmine yang begitu menginginkan coklat yang di bawa Elis.


Elis benar benar sudah mengoda Yasmine. Yasmine masih bertahan. Masih bersembunyi di belakang kaki Soni. Soni melihat putrinya, dan juga melihat Elis. Soni memikirkan cara Elis kali ini. Cukup untuk menarik perhatian Yasmine. Soni masih heran. Dari mana, Elis tau, kalo Yasmine begitu menyukai coklat. Padahal Soni, tak pernah memberitahukan Elis, tentang kesukaan Yasmine. Sedari tadi, Soni memikirkan ini. Entahlah, hanya Elis yang tahu.


Bersambung...


Sebelumnya Author minta maaf🙏🙏🙏🙏 karna tak bisa up setiap hari. Karna Author kesibukan, Author untuk menjaga dua balita. Namun Author akan berusaha untuk bisa memenuhi keinginan kalian untuk membaca kelanjutan novel ini. Terima kasih sebelumnya yang selalu setia menunggu novel ini up.


Jangan lupa like dan mampir juga, pada karya Author yang lain. "Irani Gadis Indigo" dan "Kisah Kita" terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2