
Laki-laki tersebut perlahan membuka matanya. Terlihat gadis itu, memegang erat tangan kirinya, di samping kanannya ada Arisa, ibu kandungnya yang selalu ia jaga.
Laki-laki itu, meneteskan air matanya. Dua wanita yang sangat ia cintai. Setia menjaganya, ia memejamkan matanya sesaat, kembali melihat langit-langit kamar rumah sakit. Laki-laki itu mengingat tentang apa yang terjadi padanya? Sampai ia berada di rumah sakit.
Azka menatap wajah gadis itu, ia beneran Nia yang selalu hadir dalam mimpinya saat bertemu kembali dengan Darania. Ingatannya sudah kembali, "Maafkan aku, karna melupakanmu," pikirnya dalam hatinya mulai meneteskan air matanya yang sudah sejak tadi mengalir deras dipipinya.
Nia tumbuh menjadi seorang gadis yang cantik, laki-laki itu, menyadari dari kecil Nia sudah cantik. Makanya Siluman itu, jatuh cinta kepadanya, Akh laki-laki tersebut tak ingin mengingat itu. Laki,-laki itu melihat sekeliling. Ia berharap matanya normal tak menjadi anak indigo seperti dulu saat menyelamatkan Nia. Laki-laki itu tak melihat apa pun di rumah sakit. Laki-laki tesebut memang bukan laki-laki penakut. Namun tetap saja bila tiba-tiba melihat hantu yah takut juga. Ia tersenyum sesaat, memikirkan kekonyolan tentang hantu. Jam sudah menunjukkan jam 02.00 malam. Ia membayangkan tentang film-film horor, jam-jam segini waktunya hantu muncul, ia mulai parno sekarang. Lagi-lagi ia tak melihat apapun. Hanya suara langkah kaki yang terdengar, dari luar itu pun sesekali. Azka mengembuskan nafas panjang. Kepalanya terasa sakit sekarang, berharap segara pagi. untuk melihat dua wanita ini, tersenyum bahagia saat melihat ia sudah tersadar melewati masa kritisnya.
Gadis itu, membuka matanya perlahan, pinggangnya terasa sakit, ia harus tidur sambil duduk untuk menunggu laki-laki sadar. Arisa sedang sholat subuh di samping ranjang putranya, laki-laki tersebut masih menutup matanya di hari keempat.
Laki-laki tersebut pura-pura tidur, saat melihat gadis itu membuka matanya. Ia ingin mengerjai gadis tersebut. pinggangnya terasa begitu sakit, ia pun mencoba mengelus-elusnya karna, tubuhnya terasa begitu panas. Gadis itu, menatap laki-laki itu masih terbaring lemah, ia melihat belum ada tanda-tanda bahwa ia sudah sadar. Gadis tersebut masuk kamar mandi untuk membersihkan diri di ruangan Azka dengan kamar VIP.
__ADS_1
Selesai, sholat subuh Arisa keluar tak menyadari kalau putranya sudah sadar. Laki-laki itu, membuka matanya ia lelah jika harus berpura-pura belum sadar.
Clek.
Suara pintu kamar mandi di buka dari dalam. Laki-laki itu, kembali menutup matanya untuk mengerjai gadis itu. Gadis itu, sugah berpakaian lengkap setelah ia keluar kamar mandi, rambut panjangnya masih basah. Laki-laki itu, melirik sesaat dan menutup matanya kembali. Ia membalut rambutnya dengan handuk, gadis itu duduk di samping laki-laki tesebut, "Ka kamu bangun, aku kangen sama kamu, walaupun kamu melupakan aku, aku akan mengejarmu sampai kamu mengingatku," ucapnya pelan sambil meneteskan air matanya.
Gadis itu, masih belum menyadari, laki-laki itu sudah sadar dari koma-nya. Laki-laki itu, ingin mengetahui seberapa besar cintanya pada laki-laki itu. Sampai ia berpura-pura tertidur, walau berat dan susah menahan tawanya. Karna, berhasil membuat gadis itu, tak menyadari kalau ia sedang dikerjai olehnya.
"Ka, tau kah kamu, setelah perpisahan kita waktu itu, aku sedih takut tak bertemu denganmu lagi. Bahkan aku, menangis tak ingin berpisah denganmu saat orang tuaku membawaku keluar negri dalam waktu, lima tahun. Aku hidup normal di sana, mempunyai banyak teman dan melupakan semua kenangan pahit itu. Tau kah kamu, aku sehat ka, tak pernah pingsan lagi. Sampai usiaku sepuluh tahun, aku kembali ke Indonesia. Ternyata kamu sudah pindah ke Bandung, saat itu aku sedih. Aku berharap bertemu lagi denganmu. Namun seiring berjalanya waktu, kita tak pernah bertemu lagi. Sampai aku kembali keluar negri untuk menyelesaikan kuliahku di sana, bertemu Vivian dan juga Ibas. Aku benar-benar melupakanmu. Karna, saat itu aku berpikir. Kamu sudah menjalani hidupmu yang baru tanpa aku. Aku pun sama menjalani hidup tanpamu. Selama sepuluh tahun, aku di tipu oleh laki-laki yang berkata cinta setiap hari kepadaku. Hatiku masih berharap bertemu denganmu walau aku bersamanya. Kamu tak bisa aku lupakan dalam hatiku. Sampai dia menyakiti aku, aku harap kamu datang kepadaku, untuk mengobati sakit hatiku. Tenyata Tuhan mengabulkan semua doa-doaku, Maaf aku bilang merindukanmu, namun aku tak mengenalmu saat kita bertemu kembali. Aku sadari aku benar-benar memcintaimu," tuturnya mengungkapkan seluruh isi hatinya.
Gadis itu menoleh, "Sejak kapan kamu sadar Azka," tanya gadis itu, dengan wajah yang sudah merah, seperti buah tomat merasa malu dengan pengakuannya tadi.
__ADS_1
"Sejak semalam aku melihatmu mengenggam erat tanganku," ucapnya sambil tersenyum mengejek.
"Jadi kamu mengerjai aku!" serunya cemberut, gadis itu merasa kesal sudah dibuat malu dengan kelakuannya sendiri. Gadis itu, memcoba memukul dada Azka dengan tangannya, namun di tahan laki-laki tesebut sambil tersenyum. Ia mengenggam erat tangan gadis itu dengan erat.
"Azka lepas, aku harus memangil dokter," ucap gadis itu, meminta tanganya dilepaskan oleh laki-laki itu.
Namun laki-laki itu tak berniat untuk melepaskan tangan gadis itu. Ia malah semakin bersemangat untuk menggoda gadis itu.
Gadis itu, tersenyum melihat laki-laki itu telah melewati masa kritisnya. Laki-laki tesebut menarik tangan gadis itu, sampai wajah keduanya berhadapan. Ia mencium bibir gadis itu dengan lembut dan melepaskannya kembali. Gadis itu, terpaku masih terkejut dengan apa yang dilakukan oleh laki-laki itu?
"Azka," pangil Arisa ibunya membuyarkan lamunan gadis itu.
__ADS_1
Wanita itu, menangis terharu melihat putra sulungnya telah sadar. laki-laki itu tersenyum mengingat kelakuannya kepada gadis itu, karna, ia tak menyadari ibunya masuk ke ruangannya. Arisa memeluk erat tubuh putranya yang masih terbaring di ranjang rumah sakit. Gadis itu pun berlalu meninggalkan ibu dan anak itu, untuk melepaskan rasa bahagia karna, Azka telah sadar. Membuat air mata wanita itu tumpah ruah, bahagia melihat putra sulungnya telah sadar dari koma-nya selama empat hari lebih. Wanita itu, terus menangis. Tangis bahagia seorang ibu dapat melihat putranya kembali. Laki-laki itu, merasa senang bisa berkumpul kembali dengan keluarganya. Gadis itu pun memangil dokter untuk memeriksa keadaan laki-laki tesebut.
Bersambung....