Ketika Cinta Datang Season 2

Ketika Cinta Datang Season 2
Chapter 102 Kisah Kita Di Mulai


__ADS_3

Tak pernah menyangka, bila kisah kita akan dimulai, kita di pertemukan kembali oleh ikatan cinta.


"Tuhan, terima kasih karna, kita di pertemukan kembali dengan cara yang unik, untuk kita bersama."


Darania mulai merasakan hidupnya kembali. Menghirup udara segar hari itu. Ia tak menyangka hari ini akan datang. Tak pernah berpikir untuk bisa bertemu kembali dengan seseorang yang datang dari masa lalu.


Keduanya berjalan-jalan sambil berpegangan tangan, seperti anak ABG di sebuah Mall. Kita, melakukan apa pun yang sepasang kekasih lakukan, nonton film, makan bersama, main game dan berjalan-jalan di sekitar jalan kota.


Keduanya pun duduk di bangku taman. Laki-laki itu, sedari tadi tak melepaskan tangan gadis yang berada di sampingnya. Wajahnya sumeringah, merasakan indahnya dunia yang sudah lama ia lupakan.


Gadis itu, mulai memperhatikan sekitar. Ia menoleh ke arah laki-laki yang sejak tadi menggenggam tangannya. Gadis itu, melihat begitu sempurnanya laki-laki itu. Sampai melamun sendiri. Entah apa yang dipikirkan gadis itu?


Laki-laki itu, menoleh sambil tersenyum melihat gadis yang ia cintai, melihatnya sampai seperti itu. Laki-laki tersebut mencium kening gadis tersebut, membuatnya tersadar dari lamunannya, dan tersenyum, melihat laki-laki yang ia cintai memeluknya dengan erat.


"Aku bahagia sayang, akhirnya aku bisa mengingatmu," guman laki-laki itu pelan. Gadis itu, tesenyum lagi. Hatinya merasa tenang, dia laki-laki yang ia tunggu di sepanjang hidupnya. Tuhan memberi cara, yang terindah untuk kita bersama, selamanya.


Dari jauh seseorang memperhatikan mereka. Ia merasa cemburu dengan laki-laki itu, ia menggenggam erat gadis yang ia sukai selama ini. Hampir lima belas tahun ia, menunggu gadis itu, namun selalu saja ia terlambat untuk mendekatinya.


Laki-laki itu, merasa kesal ia sengaja pulang ke Indonesia saat ia tau, gadis itu telah putus dengan tunangannya. Namun sekarang, kenapa gadis itu telah bersama laki-laki lain.


Ia terus saja, memukul-mukul pohon di sampingnya. Kali ini, laki-laki itu tak akan menyerahkan lagi. Ia akan mengambil kembali, gadis yang ia cintai selama ini. Bagaimana pun juga, ia akan mengambilnya kembali. Ia pun berlalu meninggalkan sepasang kekasih itu.


Darania begitu betah berada di pelukan Azka. Beberapa hari ini, ia di sibukkan oleh pekerjaannya yang menumpuk. Keduanya merasa bahagia bisa melewati waktu bersama.


"Terima kasih untuk hari ini," guman gadis itu pelan.


Laki-laki itu, semakin erat memeluk gadis itu. Beberapa hari ia begitu merindukan gadis ini. Setelah perusahaannya kembali, gadis ini melupakannya.


🍀🍀🍀🍀


Soni begitu sibuk hari ini, semua karna, Azka. Ia begitu kesal dengan bosnya ini. Semua pekerjaan dilimpahkan kepadanya. Bahkan ia belum bulan madu, dengan istrinya. Gara-gara mengurus sepasang kekasih itu.

__ADS_1


Lilian pun ikut sibuk, hanya ia dan Soni yang bekerja kali ini. Membuat keduanya sibuk sepanjang waktu.


Aaaaaaa


Jerit Lilian, lelah , dan pusing. Pekerjaan yang biasanya di kerjakan enam orang bersama bosnya. Kini hanya dua orang saja yang mengerjakannya.


Jeritan Lilian itu, mengejutkan laki-laki itu. Keduanya saling melihat, kemudian tertawa bersama.


"Kok kita, jadi lembur kaya gini yah," guman Lilian pusing melihat pekerjaannya yang tak kunjung beres.


"Harusnya, yang kasihan itu aku, Mba? Aku belum bulan madu," ucap Soni kesal.


Lilian tertawa terbahak-bahak. Mengingat laki-laki itu, baru saja menikah sekitar tiga minggu yang lalu. Kini harus lembur mengurusi pekerjaan ini.


"Sudah, jangan meledek aku," ucapnya cemberut.


"Kita, harus minta karyawan baru, untuk mengantikan Dara sama Shintia. Kata gini terus aku bisa gila beneran."


"Situ enak, mendapatkan bonus besar, bisa jalan-jalan. Aku jalan-jalan sama siapa?" ucapnya mulai lemas. Karna, ia belum mendapat kekasih baru untuk mengantikan mantan suaminya. Yang sudah meninggalkan sepuluh tahun yang lalu. Awalnya ia tak merasa keberadaan saat Shintia, Elis dan Darania masih sendiri, ia baik-baik saja, tak memikirkan untuk mencari suami baru. Namun semenjak ke tiga gadis itu, telah menemukan kekasih hatinya. Wanita itu merasa kesepian sekarang. Wanita tersebut benar-benar membutuhkan pendamping.


"Mba cari calon suami, biar tidak kesepian," guman laki-laki itu, membuyarkan lamunan wanita itu.


"Emang gampang."


"Berusaha dong, lagi pula Mba masih pantas untuk menikah kembali. Mba kan masih cantik."


"Akh kamu bisa saja, aku malu! Aku sudah tua?"


"Tidak apa-apa Mba, Bu Arisa saja mendapatkan suami baru, masa mba kalah," goda laki-laki tesebut membuat wanita itu semakin menggebu-gebu untuk mencari suami baru. Namun ia kembali, bersedih. Membuat laki-laki itu, bingung mengerutkan keningnya.


"Kenapa lagi Mba?" tanya laki-laki itu.

__ADS_1


"Mana ada waktu, aku mencari calon suami lagi, setiap hari aku pulang malam. Untuk kedua anakku saja, aku tak ada waktu," ucapnya sambil menangis.


Laki-laki itu pun beranjak dari mejanya dan duduk di hadapan wanita itu, "Sudah Mba, jangan nangis, nanti mereka menyalahkan aku," ucap laki-laki tersebut.


Namun wanita itu, semakin keras menangis membuat laki-laki itu bingung harus bagaimana? Sampai Azka pun datang ke ruang itu.


"Ini ada apa?" tanya Azka bingung melihat Lilian menangis sejadi-jadinya, ia tak tau apa yang terjadi kepada wanita itu. Laki-laki itu, baru datang setelah berjalan-jalan bersama kekasihnya, Darania.


Soni pun beranjak, mendekati Azka. Ia memceritan semuanya kepada Azka yang hanya tersenyum setelah tau, alasan Lilian menangis. Sedangkan Soni masih bingung bagaimana, cara menenangkan Lilian.


🍀🍀🍀🍀


Sekarang Vivian tinggal dengan orang tuanya, ia sudah tak punya apa pun. Sehari-hari ia hanya mengurus putrinya, Luna yang baru saja pulang dari rumah sakit. Ia begitu bahagia bisa membawa kembali Luna.


"Vi," panggil Mina, ibunya saat gadis itu sedanga mengendong putri kecilnya, Luna.


Vivian pun menoleh, "Iya mah," jawabnya sambil mengendong putrinya.


"Sebaiknya, kamu mencari kerja Vi, biar putrimu baby sister yang jaga. Kamu tau kan kondisi keuangan kita!" seru Mina, merasa tak enak menyuruh putrinya untuk bekerja.


"Iya mah, aku pun sudah berniat akan bekerja setelah keadaan Luna membaik," ucapnya


"Maafkan mamah sama papahnya, tak pernah mendidikmu dan Doni menjadi manusia yang baik, sehingga kalian hidup seperti ini," ucap Mina menyesal sambil menangis.


Vivian tesenyum, "Mamah jangan ngomong seperti itu, yang lalu biarlah berlalu biarlah sekarang kita harus menjadi manusia lebih baik dari kemarin," ucap Vivian.


Mina menghapus air matanya, ia menyadari putrinya semakin dewasa. Namun tinggal satu putranya, Doni.


Bersambung....


Hay Author datang lagi...

__ADS_1


Terima kasih yah sudah menunggu kisah ini untuk Up kembali. Buat pemberitahuan Cerita ini, tak tamat dalam waktu dekat, mungkin akan di perpanjang lagi sampai Author mentok dengan cerita ini. Mampir juga yah, novel Author yang baru "Departemen keamanan Supranatural" terima kasih.


__ADS_2