
Jawaban Soni tak memuaskan Elina. Elina masih belum menyetujui Soni untuk jadi suami adiknya.
Namun Orang tua Elis sangat menyetujui Soni. Pilihan Elis tak akan mengecewakan kedua orang tua Elis.
"Gimana pak ,Bu Bolehkah saya melamar putri Bapak" Tanya Soni memastikan ucapanya sungguh sungguh.
"Bapak dan Ibu, tergantung pada Elis saja. Kan Elis yang akan berumah tangga dengan Nak Soni" Ucap Pak Ismed ramah.
Soni melihat ke arah Elis. Elis Tersenyum. Walau hatinya masih berdebar tak beraturan. Elis begitu mengangumi Soni yang begitu jantan melamar Elis di depan kedua orang tuanya. Soni serius ingin menjadikan Elis sebagai Istrinya yang terakhir.
"Oh iya, Satu lagi yang penting. Aku duda beranak satu. Istriku meninggal saat melahirkan putri pertama kami" Ucap Soni jujur.
Pak Ismed dan Bu Fatimah terkejut mendengar kalo Soni seorang duda. Tapi setelah Soni menjelaskan istri pertama nya meninggal karna melahirkan. Pak Ismed dan Bu Fatimah tak merasa keberatan soal itu.
Elina masih terdiam. Elina masih terkejut dengan pengakuan Soni bahwa dia seorang duda. Elina lebih memilih Rizal. Setidaknya dia masih lajang. Dari pada Soni yang sudah menjadi Duda.
"Gimana Mba, Ma merestui Kalo saya jadi suami adik Mba" Tanya Soni lagi. Karma Elina terus terusan Sinis sama Soni.
"Aku keberatan" Seru Elina.
Elis dan Soni terdiam. Soni sendiri sudah memperkirakan kalo Elina pasti akan menolak Soni. Terlihat Mata Elis sudah merah. Elis ingin sekali menangis. Kakaknya ini bener benar keterlaluan. Elis tak peduli lagi dengan kakaknya. Mau setuju mau Tidak. Elis akan menikah dengan Soni.
"Aku keberatan jika adikku bersanding denganmu. Aku ingin Kamu menyakinkan Aku kalo kamu pantas untuk adikku" Seru Elina langsung pergi meninggalkan Mereka berempat.
"Nak Soni ga usah pikirkan Mbaknya Elis. Dia memang keras. Tapi dia baik ko" Ucap Bu Fatimah ramah.
Soni Tersenyum.
__ADS_1
"Bu, Bapak aku tak akan menarik kata kata aku lagi. Aku akan tetap melamar untuk menjadikan Elis istri terakhir aku. Dengan atau pun tanpa persetujuan Mba Elina" Seru Soni. Teguh dengan pendirian nya.
Karna bagi Soni. Pantang nyerah dan Pantang mundur. Itu yang menjadi moto hidup Soni.
Air mata Elis keluar, Elis begitu terharu dengan kesungguhan Soni. Elis tak menyangka Soni akan memperjuangkan Elis sampai seperti ini. Elis benar benar terharu.
Soni melihat Elis bingung dan terkejut karna Elis malah menangis.
"Kamu kenapa?"Tanya Soni sambil mengusap usap rambut Elis.
Elis tak menjawab. Elis Tersenyum dan menghapus air matanya. Dan Soni membalas senyuman Elis.
Setelah itu, Soni pamit Pulang. Elis mengantar Soni sampai di Sini naik motornya.
Di dalam Rumah Elina sudah duduk di ruang tamu bersama Pak Ismed dan Bu Fatimah.
Elis langsung duduk setelah mengantar Soni sampai depan. Elina masih melihat Elis dengan Serius. Elis masih terdiam tak mau berucap. Elis tak menunduk pandangan Elis kedepan. Elis yakin dengan hatinya dengan pilihannya yang tak mungkin salah.
"Sudah berapa lama kalian pacaran?" Tanya Elina judes.
"Aku belum pernah pacaran sama mas Soni. Tapi aku udah lama Suka mas Soni. Mas Soni langsung melamar aku tadi" Ucap Elis mantap tak ragu sama sekali.
Elina tak habis pikir dengan adiknya. Kenapa Elis langsung menerima lamaran Soni. Padahal mereka tak saling mengenal.
"Bagaimana kamu tau, Dia baik dan cocok sama kamu, kalo kamu sendiri belum pernah pacaran sama dia"
"Aku mau pacaran yang ujung ujungnya putus ditengah jalan. Aku hanya ingin mencari suami yang bisa menjaga aku sampai aku tua"
__ADS_1
Ucapan Elis menjadi tamparan untuk Elina. Elina berpacaran lama dengan putra. Sampai 6 tahun dan setelah menikah 10 tahun. Putra menceraikan saat Elina tak bisa memberikan anak padanya.
Elina mengembuskan Nafas begitu berat.
"Baikah, jika dia pilihanmu. Aku tak bisa mencegah atau melarang. Tapi ingat aku masih belum setuju. Apalagi Dia seorang Duda. Kamu memang nya mau, mengurus anak yang bukan dari rahimmu sendiri".
"Emang salahnya dimana, Kalo Mas Soni seorang Duda. Lagi pula Istrinya meninggal bukan karna bercerai. Dia itu setia. 5 tahun ditinggal Istrinya. tak langsung menikah lagi. Aku akan menyanyangi anak tiri aku seperti anak kandungku karna aku memcintai ayahnya otomatis aku harus mencintai anaknya juga. Aku akan menjadi istri sekaligus menjadi ibu untuk untuk anak tiri aku dan anak aku kelak"
Elina terdiam ucapan Elis begitu membuat Elina tak bisa berkata kata lagi. Elis begitu memcintai Soni sampai bisa menerima apapun kekurangan Soni. Sekarang Elina hanya ingin melihat ketulusan Soni. Seperti apa perjuangan untuk mengajarkan Restu Elina.
Elina langsung masuk kamar tak berkata kata apa apa lagi. Ibu Fatimah langsung memeluk Elis. Karna sekarang Elis sudah berani membawa laki laki ke rumahnya bukan untuk jadi pacarnya tadi jadi suami nya.
Bu Fatimah dan Pak Ismed tak menyangka kalo hari ini akan tiba. Dimana Elis putri bungsunya. Bakal menjadi pengantin. Pak Ismed dan Bu Fatimah. Merestui apapun yang jadi pilihan Elis. Mereka tak mau disalahkan jika terjadi sesuatu suatu saat nanti dengan rumah tangga mereka. Bukan mendoakan anaknya jelek. Namu Pak Ismed dan Bu Fatimah Hanya menginginkan yang terbaik baik untuk putri bungsunya.
Semalaman Elis tak bisa tidur. Elis masih tak percaya Kalo Soni benar benar melamar nya. Semua rasa bercampur menjadi satu sekarang.
Di kamar Soni. Soni sendiri tak bisa tidur. Soni tak menyangka kalo Dia akan menikah lagi dengan perawan. Soni tak bisa membayangkan itu. Rasanya seperti mimpi. Namun Begitu indah. Jika mimpi Soni dan Elis tak mau bangun lagi. Karna keduanya sudah menjadi satu. Sama sama tak bisa tidur. Sama sama memikirkan Satu sama lain..Melihat langit yang sama. Dan menyebutkan nama mereka di hati mereka yang telah jatuh cinta.
Mereka berdua baru merasakan Cinta yang terbalaskan Soni Dan Elis akan berakhir di pelaminan suatu saat nanti. Akan bersanding menjadi suami dan Istri. Elis terus berdebar memikirkan itu. Memikirkan kalo Elis akan menjadi Istri Soni. Mimpinya yang jadi nyata.
Elis begitu bahagia Dengan datangnya hari ini. Membuat Elis Bahagia memikirkan malam yang panjang yang begitu indah dengan sinar rembulan yang menyinari malam mereka berdua.
Membayangkan ini. Membuat Soni dan Elis begitu bahagia. Mereka terlihat konyol saat saling memikirkan satu sama lain..Membuat Soni dan Elis serasa orang gila. Karna terus senyum senyum sendiri karna begitu bahagia teringat tadi.
Bersambung
Jangan lupa like yah..
__ADS_1