
Nafas gadis itu mulai naik turun tak beraturan beberapa laki-laki itu menyentuh ************ pahanya. Gadis tersebut sudah setengah polos, Azka terus saja membuatnya tak berdaya, untuk pertama kalinya gadis tersebut merasakan sentuhan ini sampai membuatnya merasa melayang, dengan dulu saat bersama mantannya Ibas.
Gadis itu, tak ingin mengingat Ibas lagi. Azka belum pernah memperlakukan kekasihnya seperti kepada Darania. Laki-laki tersebut begitu menginginkan gadis itu, tak hanya tubuhnya namun hatinya. Seluruh cintanya untuk gadis ini seorang tak ada yang lain selain gadis ini dalam hatinya.
Azka mulai membuka kancing celana gadis itu, namun ditahan Darania, "Tunggu sayang," ucapnya.
"Kenapa?" tanyanya kecewa.
"Aku tak mau melakukan malam pertama kita di sini," goda gadis itu, merasa tak siap area sensitifnya di sentuh kekasihnya.
Laki-laki itu pun tersenyum, ia melihat tubuh gadis itu penuh dengan karyanya. Ia pun mengambil baju milik gadis itu, dan memakainya, membuat gadis tersebut bingung. "Kamu marah sayang,?" tanya gadis tersebut sambil tersenyum karna, laki-laki itu telah memakaikan pakaiannya.
"Ayo kita melakukan malam pertama kita di tempat lain," bisiknya pelan sambil tersenyum.
Gadis itu pun tersenyum, walau hatinya berdebar merasa takut, bila harus melakukannya sekarang. Azka pun mengajak gadis itu melangkah, "Tunggu sayang," tahan gadis itu lagi.
Laki-laki tersebut menoleh, "Kenapa lagi, aku sudah tak tahan sayang, sekian lama aku menahan kejantananku hanya untukmu," ucapnya lagi.
Gadis tersebut tertawa, merasa lucu mendengar ucapan dari kekasihnya itu, "Sekarang kita mau ke mana sayang?" gadis tersebut.
"Rahasia," ucapnya sembari menarik tangan gadis itu.
Laki-laki itu pun membuka kunci ruangannya dan keluar bersama gadis itu. Soni memperhatikan mereka berdua, membuatnya merindukan istrinya di rumah. Ia pun mulai bergegas, menuju ruangannya bersiap membereskan pekerjaannya.
"Kamu mau ke mana?" tanya Lilian.
__ADS_1
"Untuk hari ini, kerjaan aku serahkan kepada kalian berdua," ucapnya menyeringai.
"Ada urusan penting kah?" tanya Lilian "Yah lebih penting dari apapun?" jawabnya bergegas pergi dari ruangan itu.
Lilian melihat Angga yang sedari tadi memperhatikannya. Membuat pria itu, berpaling karna, malu. Wanita tersebut tersenyum.
🍀🍀🍀🍀
Setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam mengunakan mobil, Azka dan Darania sampai di sebuah vila yang jauh dari kota. Vila itu, begitu indah terawat dan bersih. Gadis itu begitu takjub melihat sekitar begitu asri dan juga romantis.
"Dari mana kamu mendapatkan tempat sebagus ini?" tanya gadis itu.
"Ini milik keluargaku," jawabnya sambil tersenyum.
"Waw."
Gadis itu, tersenyum lagi. Laki-laki tersebut menarik tangan gadis itu untuk masuk ke dalam rumah karna, saat itu hujan mulai turun. Gadis itu, berdebar sedari tadi antara takut dan senang. Gadis tersebut belum pernah melakukan ini dengan siapa pun.
Laki-laki itu pun mulai mengendong gadis itu, menuju kamar depan. Dan membaringkan di tempat tidur dengan lembut. Di luar hujan semakin deras. Sederas hasratnya yang menggebu untuk bercinta dengan gadis yang sangat dicintainya.
Perlahan, Azka mulai mencium bibir Darania dengan lembut dan bernafsu. Lama mereka saling berciuman. Pelan-pelan Azka mulai menciumi seluruh tubuh gadis itu, membuka perlahan setiap pakaian yang menempel kepada gadis itu, hasil karyanya masih terpangpang di tubuh gadis itu. Debaran dada gadis itu begitu kencang.
Gadis itu mulai polos tak mengenakan pakaian sehelai pun, membuat hasratnya semakin menggebu. Laki-laki itu pun membuka pakaiannya yang ia kenakan membuat keduanya polos, "Sayang bersiaplah," bisiknya lagi, gadis itu pun mengangguk.
Dengan sekali hentakan, laki-laki itu pun telah masuk kedalam benteng pertahanan milik gadis itu. Membuat gadis itu, merasa linu dan sakit di area sensitifnya, gadis itu menutup matanya merasakan sakitnya selaput dara miliknya pecah sudah, air matanya pun menetes merasakan sakit yang teramat sangat, namun laki-laki itu terus menikmati itu, menikmati keperjakaannya tenggelam kedalam benteng pertahanan milik gadis itu, membuatnya semakin bersemangat, untuk menaikan tempo, pinggulnya naik turun mengikuti irama cinta, sampai ****** ***** itu keluar dari kejantanannya.
__ADS_1
Laki-laki tersebut masih berada di atas tubuh kekasihnya, perlahan ia menarik miliknya, keluar dari benteng pertahanannya, terilhat gadis tersebut masih meneteskan air matanya, darah segar mengalir di daerah pertahanannya, "Terima kasih sayang telah menjadikanku yang petama," ucapnya sambil mencium keningnya.
Gadis tersebut menganguk, walau masih terasa begitu sakit, belum merasakan kenikmatan seperti Azka. Laki-laki itu pun menghapus air mata gadis itu, "Maafkan aku sayang," ucapnya memeluk tubuh polos gadis itu.
Hujan deras menjadi saksi cinta mereka telah menyatu, rasa bahagia yang tak bisa diungkapkan laki-laki itu pun membuatnya semakin mencintai gadis yang menyerahkan kehormatannya hanya untuknya.
Keringat keduanya, mengalir membanjir tubuh Azka karna telah bertempur untuk menerjang benteng bertahanan gadis yang dicintainya itu. Laki-laki tersebut ingin segera menikahinya secepatnya, ia ingin merasakan tubuh gadis ini lagi yang hanya untuknya.
"Sayang, aku begitu mencintaimu, aku rela menyerahkan semuanya untukmu sebelum kita menikah, cintai aku seperti aku memcintaimu," ucap gadis itu dalam pelukan laki-laki yang sangat ia cintai.
"Aku pun sama sayang, begitu memcintaimu, aku tak pernah meminta semua ini kepada gadis lain karna, aku ingin melakukan malam pertama kita bersamamu, aku tau ini salah, namun aku tak tahan ingin merasakan ini terlebih dahulu denganmu, aku takut kehilanganmu. Makanya aku melakukan ini terhadapmu agar kamu tak lari dariku."
"Kamu nakal."
"Aku menjadi brengsek karna, aku begitu mencintaimu, aku takut kehilanganmu. Kamu begitu cantik banyak yang menyukaimu, aku cemburu dengan tatapan mereka, saat melihatmu."
"Bukanya tak terbaliknya."
Keduanya tersenyum dalam keadaan polos, tak berbalut selimut yang menutupi tubuh keduanya.
"Siap melakukannya lagi," tanya laki-laki tersebut.
"Aku masih sakit, lihat darah ini masih terus saja keluar dari tubuhku."
"Namun aku sudah tak tahan lagi, sayang." mulai mencium bibir gadis itu tanpa bisa gadis tersebut bisa tolak.
__ADS_1
Keduanya melakukannya lagi, hasrat keduanya begitu menggebu. Merasakan cinta terlarang yang tak seharusnya keduanya lakukan. Namun keduanya merasakan keindahan dalam ungkapan cinta yang membuatnya begitu bahagia. Cinta mereka telah menjadi satu, begitu indah dengan guyuran hujan yang menjadi melodi cinta mereka. Harmoni suara tetesan hujan menjadikan keduanya begitu menikmati seluruh cinta yang tercurahkan pada hari ini. Dimana keduanya melepaskan sesuatu yang paling berharga dalam hidup mereka untuk pertama kalinya, bersama seseorang yang paling mereka cintai di dunia ini, tak ada yang lain, hanya mereka berdua Azka dan Darania.
Bersambung....