
Semenjak mendapatkan undangan dari Elis dan Shintia. Darania jadi sering murung. Membuat Azka bingung harus bagaimana?.
"Hay" sapa Azka, mencubit tangan kiri Darania.
Darania menoleh, "Azka" ucap Darania kembali melamun lagi.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Azka duduk di samping Darania. Setelah sampai rumah Azka.
Darania tak menjawab, Darania masih saja melamun. Entah apa yang Darania lamunkan.
Azka gemas melihat Darania yang bersikap cuek. Azka melihat kiri dan kanan. Langsung mencium bibir Darania dengan sekali kecupan dan melepaskannya kembali.
"Azka" ucap Darania terkejut karna, Azka lagi lagi mencium Darania tanpa minta persetujuan Darania.
Azka tersenyum puas. Lagi lagi Azka berhasil mencium Darania lagi.
"Sayang, kamu kenapa sih?" tanya Azka mulai serius.
"Aku sedih nerima surat undangan ini" guman Darania pelan.
Azka tersenyum mendengar ucapan Darania. Azka mengira, Darania ingin segera menikah dengan Azka.
"Kamu ga sabar yah nikah ma aku" goda Azka sambil tersenyum lagi.
Darania melihat Azka, menyadari tentang kata katanya yang membuat Azka salah paham. Kemudian Darania tersenyum.
"Bukan gitu!"
"Terus apa?"
"Undangan pernikahan Soni dan Shintia ini, mengingatkan aku, sama Ibas. Dulu, dua contoh undangan ini, yang harus aku pilih di hari pernikahanku dengan Ibas. Namun pernikahan itu, malah tak pernah terjadi sama aku" jelaskan Darania sambil menangis, merasakan sakit hati yang teramat sangat.
Azka, memeluk erat Darania. Melihat wajah Darania begitu dalam. Menghapus air mata Darania dengan ujung jari Azka dengan lembut.
"Mulai hari ini, kamu ga boleh nangis lagi untuk laki laki lain selain aku titik!" seru Azka tegas.
Darania menatap wajah Azka. Menang tak seharusnya Darania, menangis untuk laki laki yang sudah menyakiti Darania. Sekarang Darania sudah punya Azka.
Darania menyenderkan kepalanya di pundak Azka.
"Maafkan aku"
__ADS_1
"Aku maafkan, tapi ini terakhir. Aku ga mau kamu menangis untuk dia lagi. Ingat sekarang aku milikmu dan kamu milikiku"
Darania tersenyum.
"Kamu pengen konsep apa?, di pernikahan kita nanti" tanya Azka lagi mengalihkan pembicaraan agar Darania tak sedih lagi.
"Aku ingin konsep putri di negri dongeng, itu impian aku dari kecil".
Azka tersenyum.
"Kamu ingin menjadi siapa?"
"Belle"
"Aku the best dong"
Darania tertawa mendengar ucapan Azka.
"Masa sih, Cowo seganteng sama secakep ini jadi the best sih" guman Azka sambil tertawa memikirkan dirinya jadi the best, di cerita dongeng Beauty and the best.
Darania tertawa lagi, mendengar ucapan Azka. Cukup untuk menghibur Darania yang sedang sedih itu.
Ibas masih, memperhatikan Azka dan Darania dari balik tembok rumah Azka. Ibas ga bisa masuk. Beberapa hari ini, Ibas jadi penguntit Darania. Ibas ingin sekali berbicara pada Darania. Namun sulit sekali untuk mendekati Darania. Karna, Azka selalu di samping Darania. Membuat Ibas kesal.
🍀🍀🍀🍀
Tak terasa hari pernikahan Elis dan Soni tinggal besok. Elis sudah tak sabar. Begitu juga dengan Soni yang tak bisa bertemu dengan Elis lagi sampe di hari pernikahannya besok.
Yasmine, beberapa hari ini. Tinggal bersama Elis di rumah orang tua Elis. Ikut sibuk dengan beberapa orang yang lain yang mempersiapkan pernikahan Elis. Yasmine sudah tak canggung lagi dengan Elina. Elina juga sudah terlanjur sayang pada Yasmine.
Elina begitu mengharapkan anak dari pernikahannya dahulu. Namun Tuhan belum mengizinkan Elina untuk bisa punya anak sampai suaminya menceraikan Elina. Untuk menikahi wanita lain.
Yasmine begitu pintar dan cerdas. Semua orang menyukai Yasmine. Pak Ismed dan Bu Fatimah juga, begitu sayang pada Yasmine. Sudah menganggap Yasmine sebagai cucunya sendiri.
Yasmine begitu beruntung bisa mendapatkan keluarganya baru yang menyanyangi Yasmine dengan tulus.
Yasmine ikut sibuk saat Elis memakai lulur untuk perawatan tubuhnya agar esok hari Elis bisa tampil sempurna. Elis benar benar di manjakan bak Ratu.
Sedangkan di rumah Soni, masih melihat ponselnya. Menunggu balasan dari Elis. Namun sampai sekarang, masih belum pesan yang di balas Elis.
Soni begitu merindukan Elis. Sudah hampir tiga hari ini. Soni tak bertemu Elis. Dan baru hari ini, Elis belum membalas satu pesan pun dari Elis.
__ADS_1
Soni membolak balikan ponselnya. Rasanya Soni begitu berat menahan rindu. Soni salah tingkah, keluar rumah masuk lagi dan begitu terus sampai beberapa kali sampai ibu ibu di rumah Soni yang sedang membantu orang tua Soni tertawa melihat tingkah Soni.
"Lihat Bu, pengantin kita mulai gelisah, kaya yang baru pertama menikah aja" bisik ibu ibu sambil tersenyum
Suster Emi yang mendengar Ibu ibu itu, berbisik hanya tersenyum. Suster Emi, ibunya Soni, memperhatikan Soni. Soni memang kelihatan gelisah.
Soni kali ini, menikah untuk yang kedua kalinya. Dulu di pernikahanya yang pertama. Soni tak segelisah ini. Bisa dibilang, Soni lebih tentang. Namun di pernikahanya yang kedua Soni malah gelisah sekali.
Kali ini, Soni malah mengahalagi jalan orang orang yang keluar masuk rumah Soni. Dokter Rian yang gemas melihat Soni.
"Kamu tuch kenapa sih?" tanya Dokter Rian, Ayah-Soni
Soni mengelengkan kepalanya. Soni malu bila harus jujur Kalau Soni merindukan Elis.
"Besok kan, kamu bakal ketemu Elis. Jangan berdiri di situ ngalangin orang to!" seru Dokter Rian seperti bisa membaca pikiran anaknya ini. Kalau memang benar Soni merindukan Elis.
Soni tersenyum malu. Kemudian masuk gabung ma Ibu ibu di rumah Soni.
"Udah ga sabar yah, nunggu besok" goda salah satu Ibu ibu yang berada di rumah Soni.
Soni tersenyum.
"Yasmine, betah di sana?" tanya salah satu Ibu ibu itu lagi.
Soni menganguk.
"Yasmine beruntung yah, dapat ibu baru yang sayang ma Yasmine, ga kaya Tantenya" guman ibu itu lagi, mulai bergosip.
Soni tersenyum lagi.
"Kamu, gelisah amat. Kaya baru pertama kali menikah saja!" seru salah satu dari Ibu itu, beda orang lagi. Melihat Soni tak tenang. Dan beberapa kali mengecek ponselnya. Menunggu jawaban dari Elis.
Soni tersenyum bagi.
"Pengantin wanita itu, sehari sebelum menikah, pasti sibuk. Pasti calon kamu juga gitu"
"Sibuk apa'an Bu?" tanya Soni penasaran dengan ucapan ibu itu.
"Sibuk perawatan tubuhlah, mempercantik diri biar besok bisa tampil sempurna di depan kamu pengantin laki laki".
Jawaban dari Ibu itu, membuat Soni mengerti. Mungkin Elis tak sempat membalas karna sedang perawatan tubuh. Namun tetap saja, Soni gelisah. Berharap Elis membalas memberitahukan semuanya pada Soni.
__ADS_1
Bersambung...
Terima kasih sudah setia nunggu Novel ini Up. Like yah jangan lupa yah. Mampir juga ke karya Author yang lain. "Irani Gadis Indigo" dan "Kisah Kita" Terima kasih.