Ketika Cinta Datang Season 2

Ketika Cinta Datang Season 2
Chapter 118 Masih Di Kampus


__ADS_3

Prita masih memperhatikan Bumi walau laki-laki itu masih bersikap cuek padanya. Pandangan Bumi masih tertuju pada seorang gadis yang masih mengobrol dengan teman disebelahnya.


Bumi memperhatikan kalau Kanaya begitu akrab dengan laki-laki itu. Tapi, dengannya berbeda sama sekali. Bumi berharap kalau hubungannya dengan gadis tesebut membaik seperti tiga tahun yang lalu.


Karna, Kanaya juga membuat Bumi tak bisa move-on. Walaupun sudah beberapa kali menjalin cinta dengan lain tetap saja dalam hatinya hanya terukir nama Kanaya saja.


"Kay, kamu merasa tidak kalau laki-laki yang ada di sebelah kanan memperhatikanmu sedari tadi!" seru Awan teman dekatnya.


Kanaya menghembuskan napas panjang. "Dia, Bumi!"serunya.


Awan berubah seketika menjadi marah. "Jadi dia Bumi yang membuatmu menolakku sampai sekarang?"


"Kita sering membicarakan ini? Kenapa kamu tak mengerti!" Kanaya cemberut seketika.


Awan tersenyum. "Kamu masih mencintainya?"


Kanaya terdiam. Untuk pertanyaan ini gadis tersebut tak bisa menjawabnya. Karna, Kanaya sendiri tak tau dengan perasaannya sendiri bagaimana?


Awan menoleh ke arah Bumi yang pura-pura sibuk saat Awan menoleh ke arahnya. Awan pun kembali pada posisi semula. Akhirnya ia tau bagaimana wajah Bumi. Laki-laki yang membuatnya selalu ditolak oleh Kanaya.


Bumi cukup tampan dan juga penampilannya oke. Tak ada yang gadis yang akan menolaknya. Awan terdiam tak mungkinlah bisa bersaing dengan laki-laki seperti Bumi yang statusnya sudah jelas seperti itu.


Bumi benar-benar tak cemburu tapi, ia tak bisa berbuat apa-apa sampai membuatnya frustasi sampai ia menghembuskan napas panjang. Bumi terkejut saat melihat seorang gadis sedang serius menatapnya.


"Ka-kamu!" serunya benar-benar terkejut.


"Sedari tadi aku di sini kamu malah melihat ke arah lain," gumannya manja.


Bumi mengaruk kepalanya yang tak gatal. "Maaf," ucap Bumi masih terkejut melihat gadis itu.


Prita pun tersenyum melihat salah tingkah dari laki-laki yang disukainya. Bumi begitu tampan dan juga kaya semua suka padanya. Tak ada yang akan menolak ketampanan dari Bumi dan kedua saudara kembarnya. Ben dan juga Bima. Ketiga kembar itu begitu mempesona sampai semua gadis tak bisa memalingkan wajahnya pada putra dari Azka dan Darania seorang pengusaha kuliner yang paling terkenal dan juga salah satu pengusaha sukses yang berasa di Indonesia dan masuk pada jajaran orang paling kaya se-Asia Tenggara. Menjadi menantu mereka menjadi kebanggaan semua orang tua yang ingin menjodohkannya dengan anak gadisnya. Namun, Azka dan Darania tak pernah memaksa ketiga putra kembarnya. Kedua orang tuanya memutuskan semuanya pada ketiga putranya siapa pun itu Azka ataupun Darania setuju saja tak memandang dari status calon menantunya.

__ADS_1


Prita mengikuti Bumi keluar kelas sampai ke kantin. Keduanya makan bersama begitu juga dengan Kanaya dan Awan. Bumi tak mau melihat Kanaya dan Awan yang membuat berpaling dari mereka.


Melihat Bumi dengan Prita membuat hatinya sakit. Kanaya sedih karna, Bumi bersama gadis lain namun, ia tak bisa bersama dengannya. Kanaya begitu cemburu tapi, ia tak berhak untuk Bumi saat ini. Laki-laki dan perempuan itu hanya bisa melihat dari jauh saling menatap diam-diam tak bis berbuat apa-apa. Hanya merasakan sakit yang mereka rasakan dalam hati keduanya.


🍀🍀🍀🍀


Ben terus saja berdebar saat didekat Alexsa hatinya terasa aneh untuk saat ini. Laki-laki seperti seperti Ben tak pernah jatuh cinta benar-benar tak mengerti dengan apa yang ia rasakan.


Alexsa sedari tadi memperhatikan Ben yang menurutnya terasa aneh hari ini. Axesa setiap hari melihat wajah Ben sampai benar-benar terekam dalam pikirannya hampir 20 tahun dari keduanya masih dalam kandungan ibunya mereka keduanya sudah saling mengenal. Akan tetapi baru kali ini seorang Ben mengomentari penampilannya.


Sedari tadi Ben tak berani melihat ke arah Alexsa. Ada yang aneh dengannya? Sampai membuatnya salah tingkah. Alexsa melihat terus ke arah Ben. Merasa bingung dengannya .


"Kamu kenapa sih melihatku terus?" tanyanya masih berdebar tak tenang.


"Kan setiap hari aku melihatmu seperti ini!" serunya masih melihatnya serius.


Ben menunduk merasa malu dengan ucapannya. Setiap hari gadis ini selalu melihatnya seperti itu. Kenapa hari ini malah bertanya hal yang tak penting?


Ben mengelengkan kepalanya masih menunduk tak berani mengangkat kepalanya. Tiba-tiba saja seseorang duduk di hadapannya."Lex, kamu sedang apa?" tanyanya suara laki-laki membuat Ben mengangkat kepalanya.


Alexsa tersenyum pada laki-laki itu membuat Ben tak suka.


"Oh iya, kita berangkat bersama saja ke lokasi syuting!" serunya.


"Tidak! Aku yang akan mengantarkan!" seru Ben tiba-tiba membuat Alexsa dan laki-laki itu melihat ke arahnya.


"Oh! Yah, sudah aku berangkat duluan yah!" serunya merasa tak suka dengan laki-laki yang duduk disampingnya Alexsa.


Alexsa melihat ke arah Ben benar-benar merasa aneh dengan tingkahnya hari ini.


"Kita berangkat sekarangkan!" seru Ben menarik tangan Alexsa.

__ADS_1


Keduanya pun berjalan ke arah parkiran kampus. "Tunggu Ben!" tahan Alexsa


"Kenapa?" tanya Ben menoleh ke arahnya karna, Ben berjalan terlebih dahulu.


"Aku bawa kendaraan Ben?"


"Tidak-tidak aku harus mengatarmu! Aku tak akan tenang bila kamu berangkat sendiri. Mulai hari ini. Aku akan mengantarmu pulang pergi," tutur Ben serius.


Alexsa semakin bingung dengan tingkah dari sahabatnya ini. Rasanya hari ini ia begitu aneh. Gadis ini bahagia dengan perhatian dari laki-laki yang dari kecil ia sukai tapi, bila melakukan secara mendadak membuatnya bingung.


Dalam perjalanan menuju lokasi syuting. Alexsa tak berbicara sepatah katapun. Ia masih tak percaya Ben mengatakan itu. Gadis tersebut begitu mengenal Ben rasanya aneh dengan sikap Ben. Biasanya Alexsa sampai memohon-mohon untuk mengantarkannya ke lokasi syuting. Tapi, Ben sekali menolaknya tak pernah mau. Pada saat Alexsa celaka saja baru Ben mau datang ke lokasi syuting. Akan tetapi hari ini ia dengan suka rela mau mengantarnya ke lokasi syuting.


Alexsa menoleh ke Ben. "Kamu tak salah minum obat?" tanya Alexsa membuyarkan lamunan dari Ben yang sedari tadi fokus menyetir.


Ben menoleh sesaat dan kembali menyetir kembali sembari mengerutkan keningnya. "Tidak," jawabnya singkat.


"Kok kamu mau mengantar aku ke lokasi syuting?" tanyanya lagi.


"Aku tak suka dengan temanmu tadi?"


Mendengar ucapan dari Ben membuat Alexsa tertawa terbahak-bahak. "Kamu lucu!"


"Lucu kenapa?" tanya Ben cemberut.


"Sejak kapan kamu peduli dengan teman-temanku? Biasanya kamu tak peduli dan tak mau tau!"


"Hari ini aku peduli dan khawatir!"


Mendengar ucapan Ben membuatnya berdebar dan bahagia. "Mungkinkah Ben cemburu?" tanya Alexsa dalam hatinya.


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen untuk meninggalkan jejak kalian dan mampir juga ke karya Author yang lain terima kasih.


__ADS_2