Ketika Cinta Datang Season 2

Ketika Cinta Datang Season 2
chapter 27 Nia Bagian 10.


__ADS_3

Masih Flashback.


Aldi dan Yesa baru sampai Desa Misari tempat Irani tinggal. Setelah menempuh perjalanan satu setengah jam dari kota Semarang. Begitu juga Arisa dan Asep, turun dari ojek setelah sampai Desa Misari. Setelah Asep membayar ongkos ojek, dua tukang ojek itu segera memutar motornya dan pergi begitu saja. Membuat keduanya bingung dengan apa yang terjadi.


Turun dari mobil, Yesa melihat Arisa, ia pun mendatanginya, "Mba Arisa?" tanyanya, membuat Arisa bingung. Karna, Arisa sama sekali tak mengenal wanita itu!


"Mba, aku Yesa temanya Rudi, suami dari adik Mba?" ucapnya sekali lagi, meyakinkan Arisa. Bahwa ia mengenalnya.


Arisa hanya tersenyum, walau tak tau siapa wanita yang memangil namanya?


Dari jauh terdengar suara ledakan yang begitu dahsyat. Membuat Aldi segera berlari mendatangi Yesa. Begitu juga Asep menarik tangan istrinya, dan segera memeluknya.


Asep begitu khawatir, dengan apa yang dilihatnya? laki-laki itu, melihat apa yang orang lain tak lihat! Namun selama ini, tak ada yang tau, dengan kemampuan supranaturalnya.


Siluman itu, berhasil mengikuti Cris, Bela, Azka dan Nia ke dunia manusia. Bahkan ia, menarik tubuh Nia di pangkuan Irani, dan menarik jiwanya bersatu dengan tubuhnya kembali


Aldi, Yesa, Arisa dan Asep begitu tak percaya dengan apa yg dilihatnya itu? Sebagian warga desa, berlari berhamburan, sebagian lagi, mematung berdiam diri melihat semua itu. Sedangkan Irani dan Mbah buyut duduk bersila sambil terus melantunkan Ayat Suci Al Qur'an.


Tubuh Nia terus berputar-putar di udara. Seperti permainan gangsing, berputar ke segala arah. Angin begitu kencang berhembus pada sore menjelang malam itu. Angin itu entah berasal dari mana? Semua porak poranda, bangunan sekitar ikut berterbangan tidak karuan. Beberapa warga malah ada yang terseret masuk putaran angin itu. Membentuk angin tornado yang siap melahap siapa saja yg mendekat? Sedangkan tubuh Nia tepat berada ditengah-tengah pusaran angin tersebut.


"Pah itu Nia, Anak kita!" seru Yesa sembari menangis melihat gadis kecilnya berada dalam pusaran angin itu.


Aldi berpegangan ke tembok rumah warga begitu juga dengan Yesa yang sedari tadi menangis. Melihat putri kecilnya dalam bahaya.

__ADS_1


Sambil menahan diri, agar tak ikut masuk ke pusaran angin tersebut, Sekuat tenaga Asep memegang tangan istrinya Arisa yg telah hamil tua, berpegangan pada sebuah tembok rumah warga.


"Yah, apa yang sebenarnya terjadi disini?" tanya Arisa tak mengerti, dengan apa yg di lihatnya? Pikirannya terus mencari di mana Azka berada!


Asep tak menjawab pertanyaan istrinya. Asep tak mengerti dengan apa yang terjadi? Gadis kecil itu, bukan terbang tanpa sebab. Ia sedang dililit ular besar, yang mendatangkan angin besar itu. Angin itu cukup besar untuk melahap siapapun yang berada disekitarnya? Ular besar itu marah karna, sudah ikut campur dengan calon pengantinnya, Nia.


Yesa terus menangis sembari memegang erat tangan suaminya,Aldi. Mereka berdua sama sekali tak mengerti dengan apa yg terjadi?


"Bagaimana ini, apa yg sebenarnya terjadi," pikir Aldi bingung, cemas dan pertanyaan-pertanyaan yang entah dari mana mencari jawaban itu?


Asep sama seperti Irani, ia selalu menyembunyikan kemampuanya dihadapan istri, mertua dan anak-anaknya. Asep tak ingin mencelakai orang-orang yang ia sayangi. Asep sudah kehilangan kedua orang tuanya karna, kemampuannya ini. Karna ingin menolong, orang tuanya menjadi korban. Asep tak mau seperti itu, terulang kembali. Selama, sepuluh tahun Asep hidup tenang di Salatiga. Tanpa yang tau rahasianya. Asep melarikan diri dari Bandung menuju Salatiga. Agar tak ada yang mengenalnya, Dan tak ada yg meminta bantuannya. Namun sekarang terjadi di hadapannya? Asep bisa menolongnya? Haruskah Asep mengeluarkan kemampuanya untuk menolong gadis kecil tersebut? Rasa bingbang hinggap di hatinya.Membuatnya bingung sendiri.


Asep terkejut melihat Azka, putra sulungnya begitu berani berjalan di antara angin yang berhembus begitu kencang, tak membuatnya gentar.


"Yah, itu Azka, Anak itu mau apa?" tanya Arisa bingung, sekaligus takut melihat putranya.


Aldi menggelengkan kepalanya. Ia juga tak tau! Apa yang akan anak itu lakukan?


"Kamu, berani sekali mengejar kita sampai ke sini? Lepaskan Nia!" teriaknya murka, mengeluarkan aura yang merah membara, kekuatnya keluar dari tubuh anak laki-laki berusia tujuh tahun itu.


Asep terkejut mendengar ucapan putra sulungnya. Ia baru mengetahui ternyata putra sulungnya sama dengannya, "Sejak kapan Azka bisa melihat itu?" tanyanya dalam hati. Lamunannya buyar saat istrinya, Arisa bertanya padanya.


"Yah Azka ngomong apa? Ular besar? Di mana dia berada?" tanya Arisa, merinding bulu kuduknya berdiri, seketika.

__ADS_1


"Apakah ibu tau, Azka bisa..."


Ucapan Asep terhenti begitu, Arisa memotong ucapannya.


"Bisa apa Yah..?"


Asep terdiam tak melanjutkan ucapnya. Ia tak ingin membuat istrinya takut. Suami dan putra sulungnya, mempunyai kekuatan yang sama, mempunyai kemampuan supranatural.


"Lepaskan Nia?" bentaknya lagi! Tubuh Azka mengeluarkan api, siap melahap ukar besar tak bergeming, semakin melilit tubuh Nia. Sampai Nia mersa sesak nafas.


Siluman ular itu tak membalas, ucapan Azka. Ia tak suka, seorang anak manusia berani menantangnya.


Asep melepaskan tangan istrinya, yang ia genggam sedari. Arisa terdiam tak mengerti, Asep melepaskan tangannya. Asep tak bisa berdiam diri, menonton semua ini. Laki-laki itu akan menolong putranya, dengan menggunakan tubuh Azka. Karna, hanya Azka yang bisa menolong gadis kecil itu. Ia duduk bersila, mulai konsentrasi. Arisa tak mengerti dengan apa yang dilakukan suaminya?.


"Azka, dengarkan Ayah sayang!" serunya memanggil batin putranya. Yang berdiri dihadapan ular besar itu, sama sekali tak bisa dilihat dengan mata, manusia biasa.


"Ayah," batin Azka berucap.


"Ayah akan menolongmu, menyelamatkan gadis kecil itu! Sekarang kamu dengarkan ucapan ayah," batin Asep lagi, berkomunikasi melalui telepati dengan putra sulungnya.


"Azka, Tante Iran dan Mbah Buyut akan ikut menolong Nia bersamamu, Kamu hanya perlu mendengar kan kita" batin Irani berucap ikut masuk kedalam pikiran Azka yg sudah di buka oleh Asep, Ayah kandung Azka.


Azka mendengar ucapan Tante Iran di kepalanya menoleh ke belakang. Melihat Iran dan Mbah Buyut mengangguk, saat Azka melihat ke arah mereka berdua.

__ADS_1


Siluman Ular itu semakin marah, benteng pertahanannya goyah karna, seorang anak manusia yang masih belum balig. Siluman itu, semakin mengamuk. Azka sudah membuatnya lengah. Siluman ular itu, mengejar Azka, Cris dan Bela masuk ke dunia manusia. Karna, sudah membawa kaburu Nia, calon pengantinnya. Siluman itu, tak terima, dan tak ingin menyerahkan Nia pada mereka. Karna, Nia sudah menjadi miliknya. Tak bisa ditukar dengan apapun? Hanya Nia, yang siluman ular ini, mau.


Bersambung....


__ADS_2