Ketika Cinta Datang Season 2

Ketika Cinta Datang Season 2
Chapter 87 Hari Pernikahan Soni Dan Elis Bagian 2


__ADS_3

Elis sudah di dandani dengan cantik oleh make-up Artist, Elis benar-benar jadi ratu sekarang. Elis tak memakai adat Jawa, Elis memutuskan berkonsep internasional.


Soni, tak suka dengan acara-acara adat yang memakai waktu. Pihak keluarga Elis juga, tak memaksakan Elis atau Soni memakai adat Jawa untuk Pernikahan mereka.


Elis begitu gelisah menunggu Soni di kamar ganti. Elis belum bisa keluar sebelum Soni datang.


Elis benar-benar tak tenang. Membuat Elis bolak balik kamar mandi karna nerves. Di luar terdengar suara berisik. Elis berdebar tak karuan. Hatinya benar-benar tak tenang.


Ceklek suara pintu kamar ganti di buka, terlihat Yasmine sudah cantik mengunakan gaun putih dengan rambut dikepang, mirip Elsa difilm Frozen. Rambut Yasmine sudah penuh dengan pernak-pernik hiasan rambut untuk anak perempuan seusia Yasmine. Kelap-kelip bagai bintang di malam gelap.


Yasmine, begitu cantik hari ini. Yasmine hanya memakai pemerah bibir untuk anak-anak. Itu, sudah membuat Yasmine begitu cantik. Yasmine yang menurut wajah Soni dan Kalula. Begitu menawan dengan kulit putih dan berambut panjang bergelombang. Memperlihatkan aura Yasmine yang pada dasarnya sudah cantik.


"Bunda, Ayah udah datang" ucap Yasmine sambil tersenyum melihat Ibu-sambungnya sudah berdandan cantik bagai putri di negri dongeng.


"Benarkah?" tanya Elis semakin gelisah merangkulnya tubuh kecil Yasmine, untuk membuat hatinya tenang.


"Bunda cantik banget" bisik Yasmine polos dengan apa yang dilihatnya tentang penampilan Elis yang begitu membuat orang lain berkata "Wah".


"Terima Kasih Sayang" ucap Elis melepaskan pelukan Yasmine.


Elina masuk kamar ganti, "Udah waktunya" guman Elina, kakak-kandung Elis yang sudah mempersiapkan semuanya untuk adik bungsunya ini.


Elina memakai kebaya moderen sebagai baju seragam dari keluarga besar Elis dan Soni. Karna waktu mepet, Elis tak sempat memberikan seragam untuk teman Elis. Karna Elis tak menyangka akan menikah dalam waktu satu bulan. Dari jangka waktu Soni melamar Elis. Semua sudah di persiapkan Elina begitu cepat namun hasilnya "Wah". Kekuatan uang memang bisa membuat segalanya jadi lebih mudah dan sempurna dalam waktu singkat.


Semua, serentak di kerjakan cepat dan tepat pada waktunya. Tim sukses pernikahan Elis dan Soni ini. Benar-benar berhasil menyulap segalanya jadi sempurna.


Yasmine berjalan di depan Elis, sambil membawa bunga mawar merah, sebagai lambang dari cinta itu sendiri. Elis berjalan pelan, di gandeng Elina dan Ibu Fatimah bersama Pak Ismed menuju pelaminan.


Soni beneran terpukau melihat kecantikan Elis. Soni sampai tak berkedip untuk melihat Elis yang begitu sempurna. Elis benar-benar jadi Ratu di hari pernikahannya sendiri.


Pernikahan sempurna yang di cita-citakan Elis hari ini, akan terwujud. Soni baik Elis benar benar berdebar.


Sampai di pelaminan, Soni masih melihat Elis.

__ADS_1


Pak Ismed sebagai Wali Nikah Elis sudah duduk di samping Elis. Berserta Dokter Rian sebagai orang tua Soni. Kedua saksi sudah duduk di belakang Elis dan Soni. Penghulu sudah siap menikahkan Elis dan Soni.


Proses Ijabqobul berjalan dengan lancar dan sukses.


"Saya terima nikahnya dan Kawinya Elis Amelia bin Ismed Rahardjo dengan mas kawin Seperangkat Perhiasan seberat 500 gram di bayar Tunai" ucap Soni dengan sekali ucapan tanpa ada kesalahan sedikitpun. Sambil menjabat tangan Pak Ismed. Sebagai wali dari Elis.


"Gimana Syah?" tanya Penghulu nikah sambil sedikit berteriak.


"Syah" jawab semuanya, tamu keluarga dan teman yang hadir di pernikahan Elis dan Soni ikut bersorak bahagian.


"Alhamdulillah" guman Penghulu Nikah itu, berdoa kembali mendoakan kedua mempelai untuk hidup bahagia rukun sentosa sampai di hari tua.


Tak lupa, Soni mencium kening Elis, sebagai tanda kalau Elis sudah resmi jadi istri Soni. Sudah tercatat di catatan sipil dan Kantor agama.


Soni benar-benar merasa lega sekarang. Begitu juga Elis sudah resmi jadi Nyonya Soni. Elis dan Soni pun menandatangani surat-surat pernikahanya.


Setelah selesai, Soni dan Elis berdiri, Memamerkan buku Nikah mereka sambil di foto oleh fotografer untuk mengabadikan momen tak terlupakan. Pernikahan Elis dan Soni.


Darania dan Azka, yang sudah datang dari tadi, melihat proses dari awal sampai acara akad selesai.


Lilian sampai meneteskan air matanya. Teringat saat Lilian menikah dulu. Walau sekarang Lilian sudah menjadi janda. Lilian datang bersama kedua putrinya. Elma anak sulung Lilian berusia 15 tahun, Baru masuk SMK dan putri Lilian yang kedua bernama Elsa berusia 7 tahun baru masuk SD.


Elsa dan Yasmine tenyata langsung cocok saat pertama bertemu mereka sudah jalan jalan berdua. Ke tempat yang Yasmine tau. Yasmine begitu senang dengan teman barunya ini. Sedangkan Elma mengikuti kemana pun Lilian pergi. Elma benar benar tak mau jauh dari Ibunya.


Elma termasuk gadis yang sulit beradaptasi beda dengan Elsa. Elma irit dalam berucap. Elma juga sulit untuk mendapatkan teman. Makanya teman Elma hanya sedikit bisa di hitung jari. Sedangkan Elsa pertama ketemu langsung sudah akrab saja.


"Kamu, ngikutin Mamah melulu, cari Adikmu gih!" Seru Lilian mulai kwatir karna sudah tak melihat Elsa dan Yasmine dari tadi.


Elma menganguk, segera berlalu untuk mencari adik kecilnya. Elsa gadis berusia tujuh tahun ini, entah berada di mana sekarang.


Lilian mengelengkan kepalanya.


"Anak Mba Lilian udah gadis" guman Darania yang sedari tadi, di samping Lilian.

__ADS_1


"Aku pusing, ma Elma. Dia itu, susah bergaul. Aku takut Elma tertekan karna perceraian aku dan mantan suamiku, Mas Rio. Karna, dulu Elma Deket banget ma Ayahnya" tutur Lilian malah jadi curhat.


Darania, melihat kesekeliling. Tak di lihatnya Azka di mana-mana.


"Kamu nyari Azka?" tanya Lilian melihat Darania terlihat cemas.


Darania menganguk.


"Tuch" tunjuk Lilian pada Azka sedang berbincang dengan beberapa temanya. Sampai-sampai melupakan Darania.


Darania cemberut sebel. Lilian malah menertawakan Darania.


Elma datang sambil terengah-engah. Elma sudah memutari gedung pernikahan ini. Tak di lihatnya Elsa dan Elma.


"Mah" pangil Elma, dambilasih mengatur nafasnya karena terlalu lelah.


Lilian menoleh.


"Udah ketemu dua anak itu?" seru Lilian serius.


Elma mengelengkan kepalanya.


"Astaga, kamu itu! kita cari sama sama" ajak Lilian sudah cemas karna Yasmine dan putri nya Elsa tak ada di mana pun.


"Mba mau kemana?" tanya Darania melihat Lilian terburu buru pergi.


Namun Lilian tak mendengar pertanyaan Darania. Lilian berjalan cepat di dalam kerumunan orang yang begitu banyak. Darania tak tau apa yang terjadi pada Lilian. Sampai Lilian terburu-buru seperti itu.


Bersambung.


Maaf yah telat, Masih sibuk hehehe.


Like yah jangan lupa yah..

__ADS_1


Mampir juga yah ke karya Author yang lain. "Irani Gadis Indigo" dan "Kisah Kita".


Terima kasih sudah nunggu Up novel aku. Terima kasih sudah mampir dan membaca karya Author.


__ADS_2