Ketika Cinta Datang Season 2

Ketika Cinta Datang Season 2
Chapter 123 Hampir Ketahuan


__ADS_3

Hari sudah sore, Azka pun meminta izin untuk pulang ke rumah dan berjanji besok akan menemuinya lagi.


Dewi masih cemberut saat Azka pergi saat ini Azka benar-benar berubah menjadi lebih dewasa bukan karna, umurnya sudah tua tapi, semua yang ada diri Azka benar-benar berubah membuat Dewi semakin tertarik padanya.


Rasanya lelah harus berpura-pura sakit. Wanita itu pun menutup matanya sejenak akan tetapi ia dikejutkan dengan seseorang yang mengecup bibirnya. Matanya pun terbuka dan terkejut dengan seseorang yang ada dihadapannya itu. Dewi tak bisa berucap karna, tangan laki-laki itu segera menutup mulutnya.


"Aku merindukanmu!" serunya pelan.


Dewi hanya bisa mengangguk saja karna, laki-laki itu tak mengizinkannya untuk berbicara. "Kamu merindukan aku, Sayang sampai berpura-pura menemuiku dengan cara seperti ini," ucapnya lagi.


Dewi hanya menatapnya tak berbicara apa-apa. Suara pintu pun di buka, laki-laki itu pun segeralah berdiri tegak dan berpura-pura memeriksanya.


"Sayang, kamu di sini juga?" tanya Yasmine pada suaminya.


"Eh iya, aku penasaran dengan ada artis senior datang ke rumah sakit kita," ucapnya sambil tersenyum.


Dewi masih menatap laki-laki ini yang pintar bersandiwara di depan istrinya. Wanita ini melihat perut Yasmine yang sudah berbadan besar namun, laki-laki ini masih sering mendatanginya di akhir pekan.


Yasmine tersenyum ia juga pengemar Dewi. Wanita hamil ini tak mengetahui apa yang dilakukan suaminya dibelakangnya. Setelah itu keduanya pun keluar ruangan itu setelah berbincang-bincang sebentar. Akan tetapi sebelum keluar suami Yasmine sempat menoleh pada Dewi dengan tatapan menggoda.


🍀🍀🍀🍀


Bumi baru saja keluar dari warnet untuk setelah bermain game dengan yang lainya. Pandangannya teralihkan saat melihat seorang gadis yang membuat berdebar. Yah, dia Kanaya. Ia masih berdiri di tepi jalan menunggu seseorang akhirnya OJOL pun datang menghampirinya rupanya sedari tadi ia menunggu OJOL datang.

__ADS_1


Rasa penasaran dalam hatinya membuat ia tak sadar kalau sekarang ia mulai mengikutinya. Bumi penasaran sekarang di mana ia tinggal. Dulu ia tinggal di rumah Mayang setelah tiga tahun berlalu apakah masih tinggal di sana.


Dengan jarak yang lumayan jauh. Bumi masih mengikutinya masih setia dengan jarak yang lumayan untuk tak kehilangan jejaknya. OJOL itu pun berhenti di kos-kosan yang lumayan cukup besar. Kanaya turun di sana. Akan tetapi tak hanya ada Kanaya yang tinggal di sana namun, Prita juga ada di sana. Bumi masih mengunakan helmnya tanpa membuka sama sekali.


Prita terus saja melihat kearahnya. Tak ingin membuat ia curiga. Bumi pun segera melaju dengan mengunakan motornya meninggalkan kos-kosan itu. Sekarang Bumi tau Kanaya tinggal di mana.


Prita masih saja memperhatikan seseorang yang melihat ke arahnya tadi ia yakin sekali kalau itu Bumi. Gadis itu pun mulai kepedean dan berpikir kalau ia sedang mencarinya. Prita benar-benar tak menyadari kalau Kanaya juga tinggal di tempat yang sama dengannya.


Bumi masih mengendarai motornya. Ia pun bertanya-tanya dan merasa aneh dengan dirinya sendiri. Kenapa ia harus takut ketahuan dan kenapa juga ia malah mengikuti Kanaya? Sampai perjalanan pulang ia masih bingung dengan kelakuannya ini.


🍀🍀🍀🍀


Sampai sore Ben masih menunggu Alexsa syuting sampai selesai akan tetapi sikapnya masih saja seperti itu. Ben benar-benar khawatir dengan sahabat ini. Walaupun Ben tak kenal dengan Arsa namun, ia tak pernah salah menilai orang.


Arsa dengan sengaja memanas-manasi Ben dengan memperlakukan Alexsa layaknya seorang kekasih. Tapi, tidak dengan gadis itu yang benar-benar merasa risih dengan sikapnya. Sikap Arsa itu pun sampai membuat beberapa model lain merasa kesal dengan Alexsa karnanya.


Namun, segera Ben hempasan tangan gadis itu dari wajahnya. "Aku tak suka disentuh dengan seseorang yang tak kukenal!" serunya sembari melepaskan tangannya secara kasar.


Mariana merasa kesal dengan sikap Ben yang memperlakukannya seperti itu. Melihat itu membuat Ratih dan Nanda tertawa menertawakannya.


Ben masih memperhatikan Alexsa dan Arsa. Benar saja, Arsa menyimpan sesuatu pada minuman milik Alexsa. Diam-diam Ben membuang minuman itu dan menggantinya dengan yang baru.


Alexsa pun meminum minuman yang diberikan oleh Arsa. Laki-laki itu tersenyum melihatnya. Namun, sampai satu jam tak terjadi apa-apa pada Alexsa sampai membuatnya bingung. Melihat itu Ben tertawa membuat Nanda dan Ratih bingung karna, tak ada hal lucu yang harus ditertawakan.

__ADS_1


🍀🍀🍀🍀


Lagi-lagi Bima dipertemukan lagi dengan gadis itu. Rasanya ia malas sekali melihatnya. Dengan segenap keberaniannya Vanesa pun menarik tangan Bima. "Kenapa kamu menghindariku?" tanya Vanesa.


Tanpa menjawab Bima pun melepaskan tangannya dari gadis tersebut. Khanza pun datang membuatnya terkejut. "Sayang," ucapnya membuat Vanesa menoleh padanya.


"Sayang, aku bertemu dengan teman lama. Sini aku perkenalkan padamu!" Bima sambil tersenyum.


Vanesa masih menatap wajah Bima dan kemudian melihat gadis itu. Vanesa tak suka kalau posisinya sudah tergantikan oleh gadis lain.


Khanza pun tersenyum sembari mengulurkan tangannya. Namun, sikap Vanesa begitu judes dan pergi meninggalkan keduanya. Khanza terlihat bingung dengan sikap gadis itu.


"Susah tak usah dipikirkan," ucap Bima sembari merangkul Khanza.


Khanza pun tersenyum mulai melangkah menjauh dari tempat itu. Dari jauh Vanesa melihat keduanya. Rasanya ia tak menerima dengan adanya gadis tersebut di samping Bima.


Bagi Vanesa, Bima hanya miliknya. Walaupun Vanesa bersama Damar tetap saja Vanesa masih menginginkan Bima menjadi miliknya. Rasa cintanya pada Bima membuatnya menjadi terobsesi untuk mengambil Bima kembali.


Khanza masih memikirkan sikap gadis itu. Rasanya wajah tak asing. Khanza seperti pernah melihat gadis itu tapi, ia lupa di mana pernah melihat gadis tersebut.


Hati Bima sendiri menjadi bingung. Baru saja ia mulai mencintai Khanza tapi, Vanesa datang kembali dalam hidupnya. Hatinya menjadi terbagi kembali. Secara tak tak langsung. Bima masih mencintainya. Namun, untuk apa rasa cinta itu jika tak bisa bersama. Sudah jelas Vanesa sudah memilih Damar dari pada dirinya. Tapi, kenapa? Perasaannya pada Vanesa tak bisa hilang begitu saja. Sulit sekali untuk bisa melupakannya.


Gadis itu terlalu indah untuk bisa dilupakan begitu saja. Akan tetapi Bima sudah bersama dengan Khanza. Tak mungkin bagi Bima untuk menyakiti Khanza. Bima sudah berjanji padanya untuk mencintainya melebihi rasa cintanya pada Vanesa. Namun, Bima takut dengan hatinya yang tak bisa menepati janjinya sendiri. Hatinya mulai dilema. Benar-benar bingung dengan hatinya sendiri harus bagaimana? Dengan hatinya sendiri.

__ADS_1


Bersambung...


Jangan lupa like dan komen yah untuk meninggalkan jejak kalian dan mampir juga ke karya Author yang lain terima kasih.


__ADS_2