Ketika Cinta Datang Season 2

Ketika Cinta Datang Season 2
Chapter 69 Pengganggu.


__ADS_3

Darania langsung buru buru tidur tanpa Menganti Dresnya yang masih di pakai. Darania benar benar merasa deg deg deg an. Darania mulai berpikiran pikiran kotor tentang Azka. Membuat Wajahnya merah karna malu. Sedangkan sang Mamah. Mamah Yesa masih dalam lamunannya tentang suaminya.


Mamah Yesa bener benar merindukan Suaminya Papah Aldi. Sebenarnya dimana papah Aldi berada. Sudah hampir 4 bulan tak tak kabar. Benar benar seperti di telan bumi.


Di tempat lain, Pria separuh baya masih di ikat di kursi kayu di sebuah ruangan yang begitu gelap. Sudah hampir 4 bukan ini. Pria ini di kurung di ruangan yang tertutup yang hanya ada fentilasi udara minim cahaya.


Pria ini di lepaskan bila saat makan saja. Saat makan pun. Pria ini di jaga oleh beberapa orang yang memakai topeng. Agar pria ini tak kabur. Sungguh malang, Nasif pria separuh baya ini. Pasti keluarga pria ini sedang mencari cari pria separuh baya ini.


Pria separuh baya ini. Begitu merindukan keluarga nya. Bagaimana tak rindu. Sudah hampir 4 bulan. Mereka tak bisa bertemu.


Pria separuh baya ini. Sampai sekarang tak tau orang yang menyekap nya. Namun pria separuh baya ini. Sudah tau, siapa manusia rendah yang sudah menyekap nya.


Lama Ibas, menunggu Darania. Dari kemarin, Ibas sudah menyusup masuk kerumah Azka untuk mencari Darania. Ibas begitu kesal karna, Darania di lamar Azka.


Ibas sudah bertekat, Akan mengambil kembali Darania lagi. Ibas tak terima bila Darania bersama Azka. Darania hanya miliknya. Harus bersamanya. Itu pikiran egois Ibas. Ibas tak menyadari kalo Ibas sudah menghancurkan hidup Darania. Mengambil semua harta milik Darania. Hanya harga diri Darania yang masih tersisa. Itu yang Darania miliki sekarang.


Lama Ibas menunggu Darania. Tapi Darania belum juga keluar. Sampai Darania keluar bersama Azka. Ibas yang melihat itu. Jadi kesal. Lagi lagi bersama Azka.


Mulai saat ini, Ibas bener bener membenci Azka. Azka bagai penggangu buat Ibas dan Darania.


Darania berjalan bersama Azka. Sekedar berjalan jalan santai. Azka mengenang tangan Darania. Berjalan sambil mengayunkan tangan Darania. Membuat Darania Tersenyum dengan perlakuan Azka. Terlihat Azka dan Darania bahagia.


Dari dalam mobil. Ibas begitu kesal melihat Azka memegang tangan Darania. Apalagi melihat senyum Darania untuk Azka. Ibas bener benar kesal. Ibas kini menyesal. Kenapa harus meninggalkan Darania. Coba saja, Ibas menikahi Darania. Perusahaan dan harta papah Aldi akan tetap jadi milik Ibas. Karna Darania putri satu satunya papah Aldi.


Ibas begitu kesal. Dengan keputusan ini. Semua gara gara Vivian. Coba saja, Ibas tak bekerja sama. Mungkin Ibas akan menang banyak. Kini Ibas benar benar menyesali semuanya. Menyesal karna meninggalkan Darania.


Ibas baru menyadari kalo. Ibas benar benar mencintai Darania. Setelah Darania bersama Azka. Ibas begitu kesal teramat kesal. Sampai beberapa kali memukul setir mobilnya.

__ADS_1


Ibas pun keluar dari mobilnya. Ibas mulai mengikuti Darania dan Azka. Mereka tak akan pergi jauh. Karna mereka hanya berjalan kaki saja. Benar saja, Azka dan Darania masuk taman kota yang tak cukup ramai. Mungkin masih terlalu pagi. Hanya ada beberapa manula yang berjalan jalan.


"Kamu senang" Tanya Azka masih mengenggam tangan Darania.


"Yuuup"


"Kamu suka dengan kejutan yang aku berikan ?"


Mendengar kata kejutan. Darania langsung cemberut. Seperti nya Darania memang kesal bila ingat kejadian kemarin.


"Maafkan aku". Azka masih melihat muka Darania yang cemberut. Sungguh manis sekali.


Azka berhenti berjalan. Melepaskan tangan Darania. Langsung mencubit Pipi Darania dengan kedua tangannya.


"Ikh Gemes" Ucap Azka sambil manyun manyun meledek Darania. Dan melepas kan tanyanya dari kedua pipi Darania.


Darania menegang pipinya dengan kedua tangannya. Masih cemberut. Azka Tersenyum melihat tingkah Darania yang seperti anak kecil. Azka pun, memeluk erat tubuh Darania. Dan mencium kening Darania.


Ibas masih mengikuti Azka dan Darania. Suara telpon Ibas berbunyi. Namun Ibas masih cuek tak mau mengangkat telponnya. Paling dari Vivian. Ibas benar benar mengabaikan Vivian sekarang.


Suara telpon dari kantong celana Ibas dari tadi terus berdering. Membuat Ibas kesal. Sekarang Azka dan Darania sudah menjauh sambil marah dan kesal Ibas mengangkat telpon itu.


"Halo" bentak Ibas kesal.


"Kamu kemana aja, ini istri mu sudah kontraksi. Vivian mau melahirkan sekarang. Kamu cepetan kesini. Ke rumah sakit Y. Vivian butuh suami nya." Tutur Bude Mina.


Vivian menang anak sulung dari pade Asron dan Bude Mina. kakak dari Doni. Yang sering menganggu Azka dan Arya.

__ADS_1


Dengan terpaksa, Ibas pun, berhenti mengikuti Darania dan Azka. Ibas kembali ke mobilnya. Dan segera bergegas kerumah sakit.


Sedari tadi, Azka memang melihat Ibas. Azka juga tau, kalo Ibas mengikuti Azka dan Darania. Azka pura pura tak melihat Ibas. Azka cemburu pada Ibas. Karna Ibas penggalan dari masa lalu Darania.


Sekarang Azka tenang. Ibas sudah pergi. Azka tau Ibas begitu licik. Maka dari itu. Azka harus ekstra menjaga Darania. Azka tak ingin sesuatu terjadi pada Darania.


"Kamu kenapa? Kok dari tadi melihat ke belakang terus" Tanya Darania pada Azka. Karna sedari tadi. Azka terlihat gelisah.


"Aku ga apa apa?"


"Ka, aku kok kaya melihat Seseorang yang aku kenal"


"Siapa???"


"Aku tak tau, Aku hanya menebak. Lagipula aku tak yakin. jika dia di dini". Seru Darania. Terlihat bingung.


Darania seperti melihat Ibas. Darania yakin itu Ibas. 10 tahun, Darania mengenal Ibas. Tak akan mungkin Darania lupa sosoknya.


"Iya, Dia Ibas. Sedari tadi Dia memang mengikuti Kita" Ucap Azka yakin.


Mendengar Ucapan Azka tadi. Membuat Darania sedikit terkejut. Tapi Darania tak heran. Ibas bisa aja melakukan hal nekat. Tapi masalah nya. Untuk apa Ibas ada di sini?. Dan sedang apa dia di sini?. Pertanyaan pertanyaan itu ada di benak Darania sekarang.


"Udah ga usah berpikir lagi. Abaikan dia. Dia cuma penggangu saja". Azka cemburu.


Ucapan Azka itu membuat Darania Tersenyum. Darania tau, Azka cemburu. Darania berjalan lagi mendahului Azka. Di susul Azka. Hingga Azka dan Darania berjalan bersama sambil bergandengan tangan seperti tadi.


Azka dan Darania. Tak ingin merusak. Pagi mereka yang indah dan damai ini. Secepat kilat. Darania dan Azka melupakan Ibas. Rasanya tak penting, Mengingat Ibas lagi. Darania sudah betah bersama Azka. Begitu juga Azka. Sudah nyaman bersama Darania. Sampai kapanpun?. Azka tak akan melepas kan Darania.

__ADS_1


Bersambung...


Jangan lupa like yah...


__ADS_2