
Doni tak kehabisan cara. Ia mencoba menelpon Tasya yang begitu tergila-gila pada Azka. Gadis itu, sangat menyukai Azka. Walau Azka masih cuek sampe sekarang.
"Halo sya, Lo di mana?" tanya Doni dibalik telpon.
" Gue di rumah, ada apa? Tumben telpon?" tanya Tasya dibalik telepon.
"Gue ada kerjaan buat Lo?"
"Kerjaan apa'an? Gue tidak mau, kalau kerjaanya aneh-aneh," ucapnya, merasa sering ditipu Doni. Tasya mengenali Doni, seperti apa dia?.
"Lo, pasti suka?"
"Apa?"
" Lo, buruan ke sini! Gue tunggu Lo di dekat Resto cabang milik Azka."
Tasya, setuju begitu mendengar nama Azka. Gadis itu begitu menyukai Azka. Sudah lima tahun, gadus tersebut mengejar Azka. Namun selalu saja, Azka bersikap dingin dan cuek. Gadis itu, mebtukainya bersama harta milik Azka.
Awalnya, ia mengejar Arya. Namun Arya langsung menolaknya. Arya tau Tasya seperti apa? Sudah banyak teman Arya yang menjadi korbannya. Gadis itu, memang cantik dan menarik. Namun ia cuman menyukai uang mereka. Tak ada cinta di hatinya. Semuanya hanya untuk uang dan hidup mewahnya, tanpa harus kerja. Arya sendiri, seorang playboy cap gayung. Namun untuk seorang istri, Arya pasti mencari yang terbaik, seperti Nadia. Bukan gadis seperti Tasya, yang hanya ingin, berdiri di atas puncak tak mau merintis dari bawah. Hidup ini berputar tak mungkin slalu berada di atas, terkadang ada di bawah. Gadis seperti Tasya hanya cocok sebagai hiasan saja, tak pantas dijadikan istri.
Gadis itu, tergila-gila dengan Azka. Sikap dingin Azka membuat gadis itu memcintai Azka dan juga hartanya. Tasya berpikir bila menikah dengan Azka, hidupnya akan makmur. Azka sendiri, tak pernah berpikir untuk mencari pendamping hidup sampai Darania datang dalam hidupnya.
Beberapa saat kemudian, Tasya datang dengan Dress putih yang cukup seksi. Gadis itu masuk mobil Doni. Setelah turun dari Taksi dari rumahnya menuju tempat Doni berada.
"Ada apa?" tanyanya, setelah ia duduk di samping Doni.
"Gue ingin, lo mendekati Azka dan ambil hartanya sampai habis tak tersisa," ucapnya kesal.
__ADS_1
"Kenapa harus gue?" tanya Tasya tak mengerti. Gadis itu mengetahui Doni sedang memanfaatkannya untuk kepentinganya sendiri.
"Gue butuh bantuan Lo? Kita akan saling menguntukan bila kita kerja sama. Lo kan suka Azka! Gue butuh duitnya."
"Jadi gue harus bagaimana?"
"Ya, terserah lo bagaimana? Gue cuman mau lo mengambil hartanya Azka sebanyak-bantaknya!"
Gadis itu terdiam sejenak, ia berpikir susah sekali untuk membuat Azka bertetekut-lutut padanya. Tasya mengetahui, bagaimana sikapnya kepada Tasya?
"Lo bisa tidak! Kalau tak sanggup, gua akan menyuruh gadis lain untuk mengerjakan ini!" serunya, laki-laki tersebut tau, Tasya tak mungkin menolak kerja samanya. Ia begitu kesal dengan sikap Azka tadi. laki-laki itu merasa terhina dengan sikap Azka. Ia berjanji akan membalas perbuatan Azka, membuat Azka hancur-sehancur-hancurnya. Laki-laki itu tak terima dengan hidup Azka sekarang. Karna sekarang, sudah hidupnya lebih dari cukup. Sekarang Doni yang ada di posisi Azka dulu. Doni tidak mau hidup susah, ia juga tidak mau bekerja. Laki-laki tesebut hanya ingin terus hidup enak dan tak terima, anak yang dulu Doni hina. Sekarang malah lebih darinya. Bagaimana pun juga Azka dan keluarganya, harus jatuh lagi? Baru itu adil untuknya.
Laki-laki itu tak pernah mengerti dan tau. Azka dan keluarganya merintis, usahanya dari nol hingga sampai sekarang. Begitu banyak perjuangan yang harus Azka hadapi untuk sampai diposisi ini. Sepuluh tahun Azka merintis usaha ini, sekarang ia telah menikmati hasil dari kerja kerasnya selama ini. Azka dan keluarganya sudah menikmati hasil itu. Itu yg di ajarkan orang tuanya Azka kepadanya. Doni dari kecil tak pernah hidup susah, apapun yang Doni minta? Orang tuanya slalu memberikannya. Laki-laki itu, tak pernah diajarkan susahnya mencari uang. Karna, ang Doni tau hanya hidup enak tanpa harus kerja.
Tasya pun, keluar dari mobil Doni. Tasya akan masuk menemui Azka. Tasya sudah menerima tawaran Doni. Tasya tak ingin melewatkan kesempatan lagi. Kali ini Azka harus jadi miliknya. Bagaimana pun caranya.
Tasya masuk Resto, melihat kesegala arah. Gadis itu duduk di meja tamu. Seorang pelayan mendatanginya.
Tasya menggambil buku menu yang dinerikan waiters itu.
"Adakah menu baru?" tanyaTasya lagi, memcoba mencari-cari keberadaan Azka. Gadis itu, tak ingin bertindak gegabah. Ia tak ingin diusir Azka seperti Doni. Laki-laki itu, menceritakan semuanya tentang kejadian tadi kepadanya.
"Maaf kak, masih belum ada," ucap waiters itu ramah.
"Kalau begitu, panggilkan Bos kalian. Aku ingin bertemu dengannya?" tanya Tasya, mencari alasan agar Azka keluar bertemu dengannya.
Waiters itu, mengerutkan keningnya, curiga dengan gadis ini. Dengan sopan waiters itu, mengundurkan diri memberitahukan pada Manejer Resto. Karna, gadis yang duduk di meja tamu itu, ingin bertemu dengan Bosnya.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian Pak Hasan Menejer Resto Cabang menemui gadis yang masih duduk di meja tamu. Tasya masih sibuk memainkan ponselnya untuk menunggu Bos Resto Cabang ini.
"Maaf kak,Tolong beritahukan saja pada saya tentang apa yg anda inginkan? Saya Hasan Menejer di sini," ucap Hasan sopan.
Tasya sedikit kecewa, bukan Azka yg datang.
Tasya tersenyum ramah.
"Aku hanya ingin menanyakan menu baru di sini?" tanyanya beralasan.
"Prihal menu baru, kita sedang mengusahakan untuk mendapatkan ide baru untuk Resto kita. Adakah yang kakak inginkan lagi?" tanya Hasan ramah.
"Sebenarnya saya kesini ingin bertemu Azka. Apakah benar, Azka sedang berasa di sini?"
"Pak Azka, memang berada di sini. Namun sepertinya Pak Azka sedang sibuk. Tak bisa kakak temui sekarang," tolak Hasan ramah.
Pria itu tau, saat ini Bosnya tak mau diganggu. Hasan cukup waspada dengan wanita dihadapannya ini. Ia curiga kakau, gadis ini, suruhan saudaranya Azka, bernama Doni. Tadi Bosnya sudah berpesan untuk tidak menemui siapapun? Selain rekan kerjanya, Laki- laki tesebut malas digangu siapapun?
Gadis itu sangat kecewa, Ia tak bisa bertemu Azka. tapi mau gimana lagi? Gadis tersebut tak bisa memaksa Azka untuk bertemu dengannya. Ia tak mau diusir securiti, seperti Doni.
"Kalau begitu berikan saya minuman yang lagi hits di sini," ucapnya memesan minuman. Gadis itu, merasa terganggu dengan Hasan yang masih berdiri disampingnya. Gadis tersebut ingin bertemu Azka, bukan bertemu kakek tua seperti Hasan. Ia sempat berpikir, kalau menejer disini, itu laki-laki muda dan tampan. Bukan pria tua, seperti Hasan.
"Baiklah kak, minuman yang anda inginkan akan segera datang. Mohon tunggu sebentar," ucap Hasan memangil waiters, memintanya untuk membuat pesanan gadis itu.. Dan setelah itu, Hasan kembali ke mejanya.
Bersambung....
Pembaca hari ini aku nulis 2 Chapter buat bonus di hari weekend. Untuk kalian pembaca setia aku.
__ADS_1
Kawan baca juga yah, novel aku yg berjudul "Irani gadis Indigo" soalnya Novel itu sepi pembaca. Aku jadi sedih.
Terima kasih yah yang sudah setia baca karya aku.