Ketika Cinta Datang Season 2

Ketika Cinta Datang Season 2
Chapter 57 Masih Tentang Cinta bagian 2.


__ADS_3

Tasya keluar dari ruangan Azka dengan keadaan kesal. Soni tak tau siapa wanita cantik itu, Soni, Lilian Elis dan Shintia masuk ruangan Azka saat Tasya keluar. Azka pun melepaskan pelukannya pada Darania saat staf kantornya masuk.


"Cie cie, ada yang sudah jadian nihh," goda Lilian.


Azka dan Darania tersipu malu, wajah keduanya memarah, tak bisa disembunyikan lagi antara Azka, Darania dan cinta mereka berdua.


"Jangan lupa traktirannya nihh! seeru Soni ikut mengoda Azka.


"Okey, nanti kalau aku sudah sembuh, kita piknik bersama!" serunya sambil tersenyum.


"Bener yah?" ucap Lilian.


"Iya."


Elis, Lilian dan Shintia, menarik Darania dari samping Azka untuk mengintrogasinya, "Kamu kenapa tak bilang kalsu sudah jadian sama Mas Azka?" tanya Lilian sambil berbisik pelan.


"Aku, baru jadian Mba," ucap gadis itu, menunduk malu.


"Bohong nih."


"Benar Mba."


"Terus selama ini, kamu menjaga Mas Azka karna apa?" tanya Lilian menyelidiki.


"Itu, aku belum jadian, terlalu rumit untuk diceritakan Mba," ucap Darania masih malu.


"Ceritakan saja, sampai tiga hari tiga malam pun kita siap mendengarkan!" seru Lilian semakin penasaran dengan kisah Darania dan Azka, yang katanya pernah bertemu ketika keduanya masih kecil.


Gadis tersebut tersenyum mendengarkan ucapan Lilian. Darania pun mulai


menceritakan semuanya. Diawal Darania bertemu Azka sampai sekarang. ( Baca lagi tentang Chapter Nia, sebagai Awal dari pertemuan Azka dan Darania ). Semua mendengarkan cerita Darania dari awal sampe Akhir.


"Hmm, gue kira Lo akan jomlo seumur hidup, Tapi malah selangkah lebih maju dari gue," sindir Soni, karna Azka dan Darania sudah jadian.


"Sialan Lo," gerutu Azka.


"Gue sudah mendenfar cerita Lo, dari Tante Arita! Gue tak menyangka, kalau lo pernah menjadi anak Indigo."

__ADS_1


"Gue juga baru tau sekarang."


"Sekarang gimana? Masih bisa? melihat hantu dan mahluk-mahluk lain."


"Kayanya kemampuan gue datang lagi deh," goda Azka mulai mengerjai temannya ini.


"Lo jangan becanda, gue beneran merinding nih," ucap Soni sambil memegang pundaknya.


Azka tertawa melihat tingkah Soni, rasanya puas sekali sudah mengerjai Soni.


"Lo ngerjain gue Ka!" seru Soni cemberut.


"Gue mengingat semuanya, namun kemampuan gue, sudah tak ada. Semalam gue melihat sekeliling, tak ada apa-apa pun di sini!" serunya lagi


Soni mengusap dadanya, merasa lega. Karna, teman sekaligus bosnya ini, manusia biasa,


"Syukurlah, tadinya gue takut, kalau sekarang Lo bisa melihat kaya gitu."


"Gue juga takut bila kemampuan gue kembali. melihat hantu difilm saja gue yakut setengah mati. Apalagi melihat langsung, bisa mati berdiri gue!"


Soni tertawa mendengar ucapan Azka. Laki-laki itu penakut sekali. Soni hanya heran kenapa Azka bisa punya kemauan itu sewaktu kecil, sampai menolong Darania? Memberi hidup yang baru untuk gadis itu, dan kini keduanya dipertemukan takdir.


"Lo sendiri, gimana dengan Elis?" tanya Azka tiba- tiba.


Soni mengerutkan keningnya, ia berpikir, "Bagaimana Azka tau soal Elis, selama ini, Soni belum pernah cerita sama Azka."


"Bagaimana Son? Sudah berjuang sampai mana? Nanti, Elis-nya keburu pergi dan kamu menyesal loh!"


"Emang Elis mau kemana?" tanya Soni penasaran.


"Akhir bulan ini, Elis mau keluar, ops keceplosan." Azka menutup mulutnya yang ember.


"Maksud lo Ka?" tanya Soni semakin penasaran dan tak mengerti.


"Maaf Son, selama ini Elis curhat sama gue tentang perasaan yang sudah lama suka sama lo. Cuman Lo tak peka, sampai terus nyakitin dia, sampai Stella datang. Gadis itu, mulai menyerah dengan perasaannya, dan memutuskan untuk keluar akhir bulan ini, surat pengunduran dirinya sudah ada di meja. Namun aku menyuruhnya untuk dipikirkan lagi, jangan mengambil keputusan saat sedang marah," tutur laki-laki itu mengatakan semuanya tentang perasaannya kepada Soni.


Selama ini, tanpa sepengetahuan teman sesama Staf. Elis sering curhat sama Azka. Begitu juga Azka yang sering curhat sama Elis tentang perasaannya kepada Darania. Tak ada yang tau., kalau antara Elis dan Azka sering curhat lewat email.Dari luar gadis itu, terlihat cuek kepada Azka. Namun ternyata antara Elis dan Azka sering curhat tentang masalah mereka. Keduanya jadi teman yang baik.

__ADS_1


Tak ada yang disembunyikan Elis dan begitu juga Azka. Azka tau perasaan Elis saat ia tak sengaja mengirim curhatan hatinya untuk di simpan sendiri. Malah ke kirim ke Azka, dari saat itu, keduanya sering curhat.


Hati Soni,bergetar saat tau kenyataan. Bahwa gadis itu, menyukainya dari dulu sampai sekarang. Membuatnya merasa terkejut, sekaligus bahagia, "Elis cerita apa lagi, tentang gue?" tanyanya lagi mulai serius. Ingin mengali lebih dalam tentang perasaan gadis itu, kepadanya.


"Lo sudah mengakhiri hubungan Lo sama Stella?"


"Yah, kita udah berakhir, lagi pula dia akan menikah."


"Menikah, sama siapa?"


"Sama si bangke, Alvaro Smith."


Azka tersenyum kecut, laki-laki tau antara Soni dan dia tak pernah memiliki hubungan yang baik. Keduanya selalu menjadi saingan yang segala hal sampai sekarang. Soni memceritan semuanya kepada Azka tentang masa lalu, sahabatnya.


"Stella sudah hamil, anak si bangke itu!"


"Terus perasaan Lo ma Stella gimana?"


"Gue suka tubuhnya, apalagi permainan ranjangnya?" Membayangkan tubuh cantik Stella yang membuatnya kecanduan untuk selalu menyentuhnya.


"Azka Tersenyum sinis. Azka masih perjaka Tong tong. Tau rasanya surga dunia yang Soni ceritakan. Azka ingin merasakan itu. Tapi nanti saja kalo sudah menikahi Darania. Azka Hanya ingin melakukan yang pertama kali dengan Darania. Azka sendiri tak peduli kalo misalnya Darania sudah tak perawan lagi. Yang Jelas Azka ingin bersama Darania. Saat itu terjadi.


"Ko gue, tak yakin yah, Lo suka Elis, jangan-jangan Lo cuman mempermainkan gadis itu. Kalau niatmu seperti itu, aku tak mengizinkan gadis itu bersamamu? Elis hanya memcintaimu seumur hidupnya. Dia tak pernah mempunyai pacar selama ini. Dia selalu menunggumu. Dia juga masih suci, bukan gadis seperti Stella. Aku tak menerima kamu cuman main-main," ancam Azka memperingatkan temannya.


Soni terdiam, baru kali ini, laki-laki itu mendengar seorang gadis yang begitu memcintainya setulus itu. Menunggunya sampai seperti ini, menerimanya dengan semua kelakuan bejatnya. Laki-laki tersebut pun meneteskan air matanya karna, terharu.


"Lo pikirkan baik-baik. Kalau Lo serius, ya kejar dia. Namun kalau cuman untuk main-main, mending Lo biarkan dia pergi. Setidaknya gadis itu, mencari kebahagiaannya sendiri."


Soni menghapus air matanya dengan ujung jarinya, matanya memerah menahan air mata yang terus saja keluar.


"Lo mewek," ledek Azka sambil tertawa.


",Sialan Lo!" seru Soni tersenyum.


"Para perempuan itu, lagi membicarakan apa sih, lama amat," guman Laki-laki itu, mulai merindukan gadis yang baru saja menjadi kekasihnya.


Soni tersenyum, mulai memikirkan tentang gadis itu, sedalam itu kah cintanya untuk laki-laki kampret sepertinya. Namun laki-laki itu menyadari tentang perasaannya yang semakin dalam untuk gadis itu. Ia pun memutuskan untuk mengejar gadis itu, menjadikan dua sebagai pelabuhan terakhirnya.

__ADS_1


Bersambung.


Jangan lupa Like yah..


__ADS_2