Ketika Cinta Datang Season 2

Ketika Cinta Datang Season 2
Chapter 131 Khawatir


__ADS_3

Ben segera membawa Alexsa ke rumah sakit. Ia khawatir bila terjadi sesuatu pada Alexsa. Laki-laki itu berharap Alexsa baik-baik saja.


Untunglah Gibran mengatakan kalau Alexsa hanya kelelahan karna, selaput daranya pecah. "Semalam kalian?" tanya Gibran Kakak Ipar Alexsa curiga.


Ben mengangguk tak bisa berbohong pada Gibran yang seorang dokter. Melihat Ben seperti itu membuat Gibran tersenyum. "Tenanglah Ben aku akan rahasiakan dari orang tua Alexsa. Kamu bisa percaya padaku?" ucapnya lagi.


"Terima kasih yah Kak!" seru Ben merasa bersalah.


"Aku ngerti kamu tak perlu khawatir. Untunglah Yasmine sudah cuti minggu ini. Jadi ia tak tau kalau adiknya ternyata nakal juga yah. Aku sarankan lain kali kalian pakai pengaman biar tak kebablasan!" seru Gibran sambil tersenyum.


Ben mengaruk kepalanya yang tak gatal. Laki-laki itu tak akan mengulangi kejadian ini bila, membuat Alexsa masuk rumah sakit.


"Ben, apakah kamu sudah memberitahu orang tua Alexsa?"


Ben mengelengkan kepalanya.


"Aku akan menelpon mereka untuk memberitahukan keadaan Alexsa kalau ia datang bulan. Bukanya biasa kalau datang bulan Alexsa seperti ini," ucap Gibran lagi.


Ben benar-benar takut kalau Gibran akan memberitahu pada Om Soni dan Tante Elis kalau anak gadisnya sudah tak ambil kegadisannya. Namun, Gibran mengatakan hal lain. Gibran benar-benar menutupi rahasianya.


Berapa saat kemudian Soni dan Elis pun datang ke rumah sakit. "Bagaimana keadaan Alexsa, Gibran?" tanya Soni khawatir.


"Ayah tenang saja, tak apa-apa bukanya biasa kalau datang bulan seperti ini," ucapnya sembari melirik Ben.


Ben benar-benar ketakutan kalau Gibran akan mengatakan hal yang sebenarnya pada Om Soni. Rasanya Ben benar-benar belum siap untuk berkata jujur apa yang terjadi semalam.


Soni pun terdiam dan segera pamit karna, ada urusan yang harus ia kerjakan. "Ben, kamu mau ikut Om atau di sini?" tanya Soni.

__ADS_1


"Sementara aku di sini dulu Om? Aku khawatir pada Alexsa," jawab Ben.


"Baiklah," ucap Soni berlalu meninggalkan semuanya.


"Ben, terima kasih yah? Setiap datang bulan Alexsa selalu menyusahkan mu," ucap Elis mengerutkan keningnya karna, tak hanya sekali Alexsa seperti ini tapi, sering.


"Tak apa Tante," ucap Ben benar-benar merasa bersalah karna, Ben yang membuat Alexsa seperti ini.


Elis pun keluar ruangan Alexsa dan berbincang dengan menantunya Gibran.


Ben menatap wajah Alexsa mengingat apa yang terjadi pada keduanya semalam. Rasanya Ben tak akan pernah melupakan semua itu. Benar-benar kesalahan yang paling indah yang membuat Ben benar-benar merasa malu sendiri. Ini yang di sebut surga dunia itu begitu indah yang tak pernah bisa Ben lupakan.


🍀🍀🍀🍀


Bumi benar-benar fress saat bangun tadi pagi. Hatinya benar-benar senang saat semalaman mengobrol dengan Kanaya. Sudah lama sekali keduanya tak berbincang seperti itu. Bumi benar-benar bahagia. Malam yang tak pernah bisa Bumi lupakan.


Selalu saja ada halangan untuk bisa bersama Kanaya. Dulu Mayang sekarang Prita. Sekarang Bumi benar-benar khawatir pada Kanaya bila sampai Prita tau kalau Bumi menyukai Kanaya. Sebisa mungkin Bumi harus bisa menyembunyikan perasaannya dari Prita demi keamanan Kanaya.


Di tempat lain, Prita tak mau memeriksa ponselnya ia takut menjadi bahan gosip karna, kejadian semalam. Bumi sudah mempermalukan. Suka atau tidak suka Prita harus mendapatkan Bumi. Keinginannya harus ia dapatkan semua akan Prita lakukan.


Baru kali ini, Prita di tolak mentah-mentah oleh seorang laki-laki itu Bumi. Setiap laki-laki berlomba-lomba untuk mendapatkannya tapi, Bumi malah menolaknya.


Tak ada yang boleh mendapatkan Bumi kalau ia tak bisa memilikinya.


🍀🍀🍀🍀


Malam yang panjang itu dilalui Bima dan Khanza dengan pertengkaran begitu hebat. Semua itu karna, salah Bima. Laki-laki itu berusaha meminta maaf dan menunggu semalaman di depan tempat kos-an Khanza. Akan tetapi gadis itu masih tetap saja marah.

__ADS_1


Bima sudah menjelaskan semuanya kalau sudah tak ada perasaan untuk Vanesa. Tapi, Khanza tak mau mengerti. Ia marah bahkan minta putus. Tak bisa Bima kehilangan Khanza hanya karna, salah paham.


Khanza masih saja menangis karna, ucapannya semalam. Ia takut kalau Bima benar-benar memutuskannya.


Meta pun menghampiri Khanza gadis ini sahabat Khanza selama ia ngekos bersama di tempat ini. Kos-kosan ini khusus putri ditambah Ibu kos begitu galak tak sembarang laki-laki bisa masuk. Bila masuk pun hanya diizinkan dua jam saja setelah itu mereka harus pulang. Itu pun tak boleh tiap hari paling seminggu sekali.


Makanya teman kos-kosan Khanza ini diisi oleh anak-anak baik yang tak pernah macam-macam selalu menuruti ibu kost mereka yang super galak. Mereka semua mengerti maksud dari Ibu kost yang galak pada setiap laki-laki yang datang. Ia takut kena imbasnya bila anak-anak yang tinggal di rumahnya berbuat macam-macam. Ia akan menanggung dosa mereka.


"Za, mending kamu hampiri Bima, kasihan tau anak orang kamu gantung seperti itu," ucap Meta.


"Aku takut Ta, kalau Bima benar-benar memutuskan ku!"


"Sepertinya kamu salah paham Za? Mending kamu berbicara terlebih dahulu pada Bima daripada kamu menangis sendiri di sini," ucap Meta lagi sama-sama kasihan pada Bima.


Khanza pun melihat Bima di balik jendela kamarnya. Khanza pun merasa kasihan pada Bima yang sudah berantakan karna, semalaman ia terjaga tak tidur hanya untuk menunggu Khanza keluar dari tempat Kost-nya.


Karna, kasihan Khanza pun keluar tempat kostnya. Bima begitu senang saat melihat Khanza. Laki-laki itu pun menghampiri kekasihnya.


"Sayang, maafkan aku? Aku tak mau kita putus. Kamu jangan memutuskan aku mohon," pinta Bima khawatir dengan ucapan Khanza. Laki-laki itu takut kehilangan gadis seperti Khanza.


Khanza pun memeluk Bima ia pun sama tak mau putus dengan Bima. Ia benar-benar tak mau putus. "Maafkan aku Bi," ucap Khanza namun, tiba-tiba saja Bima jatuh tersungkur membuat Khanza khawatir.


Khanza begitu khawatir gadis itu meminta tolong. Setelah di periksa ternyata Bima kelelahan karna, semalam terjaga dan tak hanya itu. Bima kelaparan maka dari itu Bima pingsan.


Khanza pun tersenyum rasanya aneh Bima bisa pingsan karna, kelaparan biasanya kan Bima yang memasak untuk orang lain. Untuk Bima Ibu kost mengizinkannya setiap hari datang ke kost-annya karna, Bima disuruh masak untuk acara-acara tertentu dan Bima mendapatkan bayaran dari itu.


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen yah untuk meninggalkan jejak kalian dan mampir juga ke karya Author yang lain terima kasih.


__ADS_2