
Akhirnya, setelah beberapa hari. Azka di rumah sakit. Akhirnya Azka bisa pulang dari rumah sakit setelah Azka dinyatakan sehat.
Azka begitu, Bahagia. Akhirnya Azka menghirup udara di luar bebas. Azka sudah rindu dunia luar. Beberapa hari di rumah sakit. Membuat berat badan Azka naik. Karna Azka di rawat oleh kekasih hatinya. Sehingga Azka cepat untuk sembuh.
Sudah hampir seminggu lebih, Azka di rawat di rumah sakit. Selama itu juga Darania tak masuk kerja. Darania jadi perawat pribadi Azka.
Walaupun, Azka begitu bahagia di rumah sakit. Tapi tetap Azka ingin pulang kerumahnya yang nyaman. Azka sudah merindukan tempat tidurnya di rumah.
Azka pulang di jemput Arya. Setelah mengantar Azka. Arya kembali ke Resto. Di rumah Azka dan Darania di sambut dengan gembira.
Kali ini, Kila dan Tante Arita menginap lagi Di rumah Bu Arisa. Karna akhir akhir ini. Om Rudi sering bolak balik luar negri. Dan sangat sibuk sekali. Membuat Om Rudi sudah jarang bersama keluarga.
Azka dan Darania tak tau, kalo sedari tadi ada mobil yang mengikuti mereka sampai ke rumah Azka. Di dalam mobil ada seseorang yang sedang memperhatikan Darania dari jauh.
Setelah sampai di Rumah Azka. Mamah Yesa datang ke rumah Azka. Mamah Yesa sering datang ke rumah Azka untuk berbincang dengan Tante Arita. Mereka sudah menjadi dekat. Semenjak Darania menjaga Azka di rumah sakit.
Darania langsung memeluk Mamahnya. Darania begitu merindukan Mamahnya ini. Selama menjaga Azka di rumah sakit. Darania tak pulang ke kontrakan rumah mereka. Dan mamah Yesa selalu sendiri di rumah.
"Dara, dan Mba Yesa nginep di sini aja, Biar ramai. Lagian disini banyak kamar kosong". Ucap Tante Arita saat Ibu dan anak itu masih berpelukan melepas Rindu.
Darania dan Mamah Yesa saling melihat. Tak tau harus berkata apa. Namun akhirnya. Mereka menyetujui karna Bu Arisa ikut memaksa. Sebenarnya Darania dan Mamah Yesa merasa tak Enak dengan keluarga Azka tapi mereka terus memaksa membuat tak enak juga menolak. Makanya mereka berdua mengIya kan sajalah. Lagi pula, toh Darania dan Azka juga akan menikah. Itu yang menjadi harapan orang tua mereka.
Nadia begitu senang, Dengan kehadiran Darania. Mereka berdua berteman setelah Darania pindah ke Indonesia lagi sekitar 5 tahun yang lalu. Hanya Nadia teman Darania yang benar benar tulus. Tak seperti Vivian. Darania sendiri baru tau kalo Vivian Sepupu Azka.
"Aku juga, baru tau Vivian, sepupu Azka dan Arya saat aku menikah dengan Arya Ra, Aku juga sama terkejut nya sama seperti kamu. Tapi karna aku dan Vivian tak terlalu dekat. Jadi Abi biasa aja" Tutur Nadia saat Darania menceritakan tentang Vivian dan Ibas.
__ADS_1
"Aku benci banget liat Wajah mereka berdua, Mas. Tiba tiba muncul di hadapan ku. Tanpa rasa berdosa sama sekali. Yang bikin aku benci. Melihat perut Vivian yang sudah hamil besar. Padahal Dia baru menikah belum lamaran" Darania begitu emosi saat menceritakan pada Nadia.
"Udahlah ga usah kita bicarakan mereka lagi, kan kamu dah punya mas Azka sekarang. Mas Azka jauh lebih baik dari MANTAN TUNANGAN mu yang ga guna itu" Timpal Nadia lagi.
Sebelum Darania berkata tiba tiba Azka sudah berkata.
"Bener tuch, yang di katakan Nadia. Aku lebih baik dari mereka, Aku bisa buktikan itu" Seru Azka tiba tiba mengangetkan Nadia dan Darania.
Darania dan Nadia. Tak tau, dari sejak kapan Azka sudah berada di balik pintu.
"Sejak kapan, kamu di sana?" Tanya Darania masih terkejut.
"Sedari tadi, Aku mendengar semua obrolan kalian. Para wanita yang buat aku penasaran kalo lagi bersama" Ucap Azka langsung bergabung dan menekuk Darania dari belakang.
Nadia Tersenyum, Melihat Azka dan Darania.
Muka Darania sudah merah saat mendengar kata Menikah. Begitu juga Azka.
"Secepat nya, Aku Akan lamar Darania" Guman Azka mencium pipi Darania dan langsung buru buru kabur.
Darania memegang pipi yang di cium Azka. Wajahnya sudah merah sedari tadi.
Nadia Tersenyum lagi. Melihat tingkah Azka yang kekanak Kanakan. Tapi Itu yang memuat Nadia dan seluruh keluarga besarnya. Karna begitu mendukung Azka dan Darania.
"Akhirnya, Kamu jadi menikah juga" Peluk Nadia pada Darania. Dua sahabat ini, Begitu erat dan dekat.
__ADS_1
Hari sudah menjelang Sore. Seluruh keluarga berkumpul di depan Rumah. Arya pulang lebih Awal karna Ibunya yang memintanya. Arya sendiri tak tau, Ada acara apa di rumahnya. Arya menurut saja. Lagian kerjaan Arya hari tak begitu banyak. Jadi bisa pulang cepat.
Seluruh keluarga sudah berkumpul. Entah kenapa hati Darani berdebar. Entah apa yang akan terjadi. Mereka semua sudah merangkai bunga yang banyak di dalam rumah. Entah ada acara apa. Darania sendiri tak tau ada apa? Membuat Darania bertanya tanya.
Sedari tadi. Darania tak melihat Azka. Darania di suruh memakai. Dres panjang nan anggun dan cantik. Seluruh keluarga sudah berpakaian formal. Mungkin Hanya Darania yang bingung ada acara apa sebenarnya.
Tak ada yang memberitahu Darania. Semua sibuk dengan urusan masing masing yang entah apa itu.
Darania sudah Berdandan Cantik Sore menjelang malam. Kila dan Nadia sibuk Mendandani Darania. Setiap Darania bertanya. Kila dan Nadia hanya senyum.
Darania sebel. Makanya Darania tak bertanya lagi. Darania terus berpikir. Sebenarnya ada apa sih? Tapi semua membuat Darania sebel dan kesal.
Sang Mamah juga, Tak menjawab saat Darania bertanya. Mamahnya dan semua sama saja. Malahan Kila bilang harus tanya langsung sama mas Azka. Tapi sedari tadi. Darania tak melihat Azka dimanapun.
Rumah sebesar ini. Tak bisa membuat Darania menemukan Azka. Di telpon tak diangkat. Di Wa tak jawab. Membuat benar benar Frustasi.
Sedari tadi. Darania cemberut terus. Tak mau Tersenyum. Tapi mereka malah membiarkan Darania seperti itu. Mereka sengaja. Membuat Darinya merasa kesal sendiri.
Dari tempat persembunyian Azka senyum senyum sendiri. Melihat Darania kesal dan terus cemberut. Tapi Azka ga mau keluar sampe waktunya tiba.
Azka sudah berkerja sama dengan keluarga nya. Untuk membuat Darania bete kan kesal. Entah kejutan apa yang Azka rencanakan dan keluarga nya. Membuat Darania tak bisa berpikir karna terlalu kesal dengan tingkah semua orang.
Darania melamun sendiri. Hatinya kesal. Hatinya marah. Darania terus mendumel dalam hatinya tentang Azka. Terus marah marah. Berkata kata Kasar. Tentang Azka.
Sebenarnya Azka tak tega. Tapi biarkan saja, biar rencana lancar. Azka sudah berusaha membujuk Keluarga dan Calon mertuanya Mamah Yesa untuk bekerja sama dalam rencananya. Dan entah apa yang Azka rencanakan bersama keluarga nya. Entah apa itu. Tunggu Kejutannya di Chapter selanjutnya.
__ADS_1
Bersambung.
Jangan lupa like yah...