
"Loe yakin Doni akan ngerjai Azka" tanya Soni bingung harus mencari Azka dan Darania kemana?.
"Vivian udah bilang semuanya, toh tadi Vivian udah di hajar habis sama si Ibas brengsek itu" guman Arya terlihat bingung.
"Ya udah kita ga udah buang buang waktu, kita cari mereka!" seru Soni mulai panik.
Lilian dan Elis memperhatikan Soni dan Arya yang sibuk sendiri.
"Lis, mereka kenapa sih?" tanya Lilian penasaran.
"Aku ga tau Mba, setiap aku tanya, Mas Soni ga mau bilang. Cuman Mas bilang soal hidup mati Azka dan Darania" jawab Elis bingung.
"Selawat itu kah!"
"Iya mungkin, aku juga ga tau Mba"
"Eh, Azka ma Darania kemana?"
"Iya, aku juga ga liat mereka"
"Kita ikut cari yuu, aku jadi khawatir kalau masalahnya sampai seperti itu" ajak Lilian.
Di tempat lain, Azka dan Darania telah di ikat secara bersamaan sambil bersandar antara Azka dan Darania. Kedua tangan Azka dan Darania di ikat ke belakang.
Bruyyyyy suara air membasahi tubuh Azka dan Darania. Membuat keduanya membuka matanya. Azka dan Darania tak tau ini ada di mana, keduanya di ikat tali saling bersandar.
"Sudah sadarkah kalian" teriak seseorang dari samping Azka dan Darania.
Azka meningkat kembali apa yang terjadi hari ini, tadi Azka melihat Darania di bawa paksa oleh seseorang dan Azka mengejar mereka. Setelah itu, Azka tak sadar.
"Apa yang kalian inginkan brengsek" teriak Darania pada mereka. Darania sedang murka.
Azka tak bisa melihat Darania. Karna, posisi Azka dan Darania saling membelakangi. Azka melihat Doni dan Ibas sedang tertawa melihat Darania.
__ADS_1
Plak, tampar Doni pada Darania.
"Doni, kamu jangan macam-macam pada Darania, dia tunanganku!" bentak Azka emosi tapi tak bisa berbuat apa-apa. Karna, memang posisi Azka tak bisa membalas Doni.
Ha ha ha suara tawa Ibas mengelegar, Ibas begitu senang melihat, Azka marah namun tak bisa apa-apa.
"Aku akan buat kalian menyesal sudah melakukan ini padaku" teriak Azka.
"Kalau saja, kamu memilih aku sedari dulu, Aku tak mungkin melakukan ini padamu Darania" guman Doni sambil memegang dagu Darania.
Cuhh, Darania muludai wajah Doni. "Sampai mati pun aku tidak akan memilihmu"
Doni tersenyum sambil mengusap ludah Darania yang menempel pada wajah Doni dan menjilat ludah Darania dari tangannya Doni.
Doni langsung mencium paksa, Darania. Darania tak bisa berbuat apa-apa, Darania langsung mengigit bibir Doni begitu keras sampai bibir Doni berdarah.
Aww teriak Doni merasa kesakitan, melepaskan bibirnya dari bibir Darania. Wajah Azka sudah merah karna, marah. Azka tak bisa menolong Darania karna, tanganya terikat. Azka benar-benar murka kali ini. Walau Azka tak tau apa yang di lakukan Doni pada Darania. Namun Azka yakin Doni sudah melakukan hal yang buruk pada Darania.
Ibas menonton pemandangan itu. Doni benar-benar sudah membuat Ibas senang. Ibas senang melihat Azka kesal seperti itu. Walau caranya melecehkan Darania.
Darania menatap murka Doni. Dari dulu sampai sekarang Darania membenci Doni. Dulu Doni juga hampir melecehkan Darania. Namun tak jadi keburu di hajar Ibas. Namun hari ini, Doni dan Ibas malah kerjasama untuk melecehkan Darania.
Azka, sudah marah besar, Azka berusaha melepas ikatan tali yang mengikat tangan dan kakinya. Tangan Azka sudah gatal ingin mengajar Doni.
Ibas masih menonton, Ibas tak memperhatikan kalau, ikatan Azka sudah mulai longgar. Azka masih berusaha untuk melepaskan ikatan itu, setelah terlepas, Azka mulai bangkit. Ibas yang melihat Azka sudah terlepas dari ikatannya langsung kabur begitu saja.
Doni tak bisa kabur lagi, karna, dengan sigap menarik tangan Doni. Azka langsung menampar pipi Doni, sampai beberapa kali.
Plak plak plak
Doni mulai terjatuh, Azka sudah murka tak bisa mengampuni Doni yang sudah membuat Azka marah dan kesal. Azka memukul, menonjok muka Doni dengan membabi buta. Azka tak peduli, lagi dengan tali persodaraan mereka.
Bruk Bruk Bruk
__ADS_1
Azka selama ini sudah menahan, kekesalannya pada Doni. Azka tak peduli dengan Doni yang sudah memohon ampun pada Azka. Azka sudah terlanjur kesal pada Doni.
Darania puas melihat Azka menghajar Doni dengan membabi buta. Doni memang pantas mendapatkan itu.
Wajah Doni sudah tak berbentuk lagi. Azka sudah buas mengajar habis Doni. Azka melepaskan ikatan tali yang mengikat Kaki dan kedua tangan Darania. Dan meninggalkan Doni dalam keadaan babak belur.
Saat Azka dan Darania berjalan ke ruangan itu, Seseorang membuka pintu ruangan itu.
Clek suara pintu terbuka, Darania bersembunyi di belakang Azka. Ternyata itu Soni dan Arya.
Soni dan Arya langsung memeluk Azka. Mereka berdua begitu senang, Azka dan Darania baik- baik saja. Mereka berempat langsung pergi dari tempat itu.
Ibas yang bersembunyi, begitu kesal melihat mereka bisa lolos. Kerjaan Doni gagal kali ini. Ibas begitu kesal. Azka dan Darania lolos lagi. Ibas berpikir dari mana, Arya dan Soni mengetahui tempat ini. Vivian tak tau tempat ini. Tak ada yang tau tempat ini, selain Ibas Dan Doni.
Setelah melihat mereka berempat pergi menjauh, Ibas berjalan ke ruangan tempat Ayah Darania di sekap. Mereka tak sadar kalau Aldi-Ayah Darania di sekap bersebelahan dengan ruangan Azka dan Darania tadi di sekap.
Ibas melihat, Aldi-Ayah Darania begitu lemah, wajahnya pucat dan semakin kurus. Selama ini, Ibas begitu kejam, hanya memberi makan Aldi sisa makan dari anak buahnya. Aldi tak terawat selama lima bulan terakhir ini.
Ibas mulai terkejut setelah melihat kondisi Aldi-Ayah Darania begitu tak berdaya. Ibas jadi takut kalau Aldi-Ayah Darania mati. Kalau sampai Aldi-Ayah Darania mati. Ibas tak bisa mengancam Darania. Darania tak akan kembali padanya.
Semua membuat Ibas bingung. Ibas tak bisa membawa Aldi-Ayah Darania ke rumah sakit. Karna, akan banyak pertanyaan tentang Aldi. Polisi juga akan ikut campur. Ibas mulai bingung harus bagaimana?. Ibas tak bisa membiarkan Aldi-Ayah Darania mati begitu saja. Ibas belum bisa memiliki Darania. Tepatnya memiliki tubuh Darania.
Seseorang membuka pintu ruangan itu.
Clek suara pintu di buka, Ibas terkejut, ternyata itu Doni. Doni sudah babak belur wajahnya sudah tak jelas.
"Lo ko tadi kabur bukanya bantuin Gwe" bentak Doni kesal.
Ibas tak mau menjawab Doni. Ibas tau Kekuatannya. Ibas tak bisa melawan Azka. Ibas masih memikirkan cara untuk membawa Aldi-Ayah Darania ke rumah sakit tanpa ketahuan dari pihak rumah sakit. Kali ini, Ibas benar-bevar bingung harus bagaimana?. Doni dengan wajah babak belur nya hanya memperhatikan Ibas yang terlihat bingung.
Bersambung
Jangan lupa like yah.
__ADS_1
Mampir juga ke novel Author yang lain. "Irani Gadis Indigo" dan "Kisah Kita" Terima Kasih.