
Setelah menghabiskan malam bersama, Azka benar-benar puas. Hampir selama tiga puluh tahun lebih, ia menjaga keperjakaannya. Kini ia serahkan kepada gadis yang membuatnya jatuh cinta setengah mati. Begitu juga Darania, untuk pertama kalinya, merasa cinta itu begitu indah. Walau pun harusnya ini terlarang, namun saat memberikan hartanya kepada lelaki yang tepat membuatnya merasa bahagia.
Laki-laki itu, akan secepatnya untuk melamar gadis itu. Azka sudah mendapatkan paling berharga dari gadis yang begitu ia cintai. Ia tak ingin kebahagiaannya, menjadi dosa untuknya.
Tak ada alasan lagi untuk tak menikahi gadis yang telah memberikan segalanya untuknya. Semua yang ada dalam tubuh gadis ini. Benar-benar telah menjadi miliknya. Hati laki-lski ini sudah mentok untuk gadis yang telah terlelap di sampingnya. Sedangkan ia tak bisa memejamkan mata sama sekali. Ia masih membayangkan, saat ia benar-benar menyentuh tubuh Darania. Dengan senang hati, gadis ini memberikannya untuknya.
Darania telah mempercayai Azka untuk menjaga hatinya, hingga akhirnya ia memberikan semuanya untuknya. Tubuh keduanya masih polos hanya selimut tebal yang menutupi tubuh keduanya. Azka menatap wajah gadis yang telah memberikan segalanya untuknya, ia semakin cantik melihatnya dalam keadaan polos, lekukan tubuhnya membuat ia begitu sempurna.
Hanya tubuh Darania saja, yang akan ia lihat seumur hidupnya. Tak ada tubuh wanita lain, dalam hatinya. Ia berjanji, hanya Darania saja, di dalam hati dan hidupnya.
🍀🍀🍀🍀
Soni segera pulang kerumahnya, karna ia tak tau tak ada Yasmine pada jam segini, ia masih sekolah dan akan pulang jam 05.00 sore nanti. Sekarang kesempatannya untuk bermesraan dengan istrinya Elis. Mengurus Azka dan Darania membuatnya belum bulan madu. Soni harus cuti, untuk bisa membuat adik untuk Yasmine. Ia yakin Elis akan senang bila, Elis bisa hamil.
Elis masih sibuk dengan pekerjaan rumahnya, pada jam-jam segini. Semua ia kerjakan sendiri. Ia tak tau kalau suaminya akan pulang.
__ADS_1
Masih memakai daster Elis sibuk di dapur, ia baru saja pulang dari pasar. Ia membereskan isi dalam lemari Es yang mulai kosong, dan dipenuhi kembali dengan belanja tadi. Elis pun menjemur pakaian yang ia cuci tadi. Dan mulai strika jemuran yang kering kemarin. Wanita itu, benar-benar sibuk. Sedangkan Soni yang baru sampai rumahnya, hanya menjadi penonton. Ia baru tau, kalau istrinya begitu sibuk, Elis tak pernah mengeluh soal kesibukannya kepada Soni.
Hingga ia benar-benar terkejut dengan apa yang dilihatnya kali ini, ternyata suami sedang memperhatikannya dari tadi, "Mas kapan datang," ucapnya sambil tersenyum.
Laki-laki itu mulai mengendong istrinya, "tunggu Mas, aku periksa kompor dahulu" ucapnya sambil melepaskan tangan suaminya dari tubuhnya. Mulai melangkah menuju dapur, ia mematikan kompor, dan membuang air di mesin cuci. Baju yang telah ia strika pun ia masuki ke lemari. Sedari tadi Laki-laki itu mengikuti istrinya melangkah, menyelesaikan pekerjaan rumahnya. Hingga selesai semua, Soni pun menarik tangan istrinya sampai ia keduanya berhadapan.
"Aku belum mandi mas," ucapnya
Laki-laki itu tak peduli, ia mulai mencium bibir istrinya, melumatnya sampai habis. Laki-laki tersebut mendorong tubuh istrinya sampai ia terjatuh di kasur. Soni mulai menyentuh setiap bagian dari tubuh Elis, ia benar-benar tak tahan, dengan hasratnya untuk menyentuh tubuh istrinya.
Soni mulai melepaskan daster yang Elis kenakan. Sampai tubuh istrinya benar-benar polos. Laki-laki itu pun menerjang setiap bagian dari tubuh istrinya. Elis mulai mengerang, merasakan sentuhan dari suaminya.
Cintanya dalam, membuat ia pulang ke rumahnya hanya untuk bercinta dengannya. Tubuh Elis telah menjadi candu untuknya, tak ada wanita lain, lagi. Hatinya telah berlabuh di tepian hati Elis. Wanita ini telah memberikan segalanya untuknya. Sebelum ia menikahinya, hingga laki-laki itu bangga menjadi laki-laki pertama yang menyentuhnya. Makanya ia tak rela jika sampai Laki-laki lain, menyentuhnya, tak akan pernah ia biarkan.
Hentakan demi hentakan mengalun indah dalam tempo naik turun tubuhnya, membuat Elis terus mendesah merasakan surga dunia yang begitu indah. Suaminya yang sudah berpengalaman membuatnya ikut menjalankan berbagai gaya dari cara bercinta dari suaminya.
__ADS_1
Elis pasrah, dalam gaya apapun demi membuat Doni senang, tak masalah. Namun jika, membuatnya tak nyaman, ia akan mengatakannya kepada Soni, hingga suaminya merubah posisinya yang nyaman untuknya dan istrinya Elis.
Beberapa kali, Soni menghantam Elis. Berbagai gaya keduanya lakukan, sampai beberapa ****** ***** keduanya keluar. Namun Soni masih melancarkan aksinya, tanpa lelah, semenjak menikah, Soni belum mengeluarkan kemampuanya untuk membuat istrinya bertekuk lutut.
Namun yang paling mengejutkan, sekarang Elis menjadi lebih agresif darinya. Membuatnya suka, dengan cara menggoda istrinya kepadanya. Membuat laki-laki itu semakin berhasrat lagi dan lagi.
Tanda merah hasil karya Soni telah menempel di tubuh Elis. Mereka berdua telah banjir keringat karna, pertempuran panas di atas ranjang. Namun di luar dugaan Elis masih kuat untuk mengajaknya terus bercinta, membuat ia benar-benar tak bisa menolaknya.
Sekarang kamar mandi yang menjadi tempat mereka untuk melakukan aksinya. Dengan guyuran air shower, keduanya melakukan itu itu lagi, dengan posisi yang membuat keduanya nyaman. Sudah lama, ia dan istrinya tak mandi bersama, selama dua bulan pernikahanya.
Desahannya Deni desahan keluar dari mulut Elis, mersakan kenikmatan yang luar biasa dalam bercinta. Cinta ini begitu indah. Teramat indah sampai semuanya begitu bahagia. Merasakan cinta itu sendiri.
🍀🍀🍀🍀
Azka masih ingin bercinta dengan Darania, ia mulai mengangu gadis itu, dengan memainkan daerah pertahanan dari gadis itu, membuat gadis itu terbangun. Melihat Darania membuka matanya. Azka semakin bersemangat memainkan jari tangannya ke dalam daerah pertahanan milik gadis tersebut. Hingga gadis itu, merasakan kenikmatan dalam bercinta, sambil memainkan daerah pertahanan milik gadis itu, sambil menyusu kepada payudara gadis tersebut yang semakin mengerang, merasakan kenikmatan saat bagian itu disentuh, hasratnya memgebu, membuat gadis itu menjadi agresif dari tadi, ia mulai nakal, membuat Azka tak bisa berbuat apa-apa merasa kebahagiaan ini. Cinta ini, begitu indah dirasakan oleh keduanya yang sedang dimabuk cinta. Ini pertama untuk mereka berdua, pertama merasakan cinta itu. Keduanya menjadi candu untuk lebih dalam lagi, mersakan cinta yang ada dalam hati keduanya, walaupun ini terlarang, namun tak apa-apa bagi mereka, selama Azka akan menikahinya, gadis itu akan memberikan segalanya untuknya apapun itu, hanya untuk Azka.
__ADS_1
Bersambung....