
Keduanya masih dimabuk cinta. Antara Azka dan Darania. Gadis itu masih polos, tak menggunakan pakaian sama sekali, laki-laki itu masih memeluknya di sampingnya.
"Sayang, aku ingin segera menikahimu," gumannya pelan.
Gadis itu tersenyum mendengar kata pernikahan, beberapa hari ini keduanya sibuk. Mereka belum sempat ke butik untuk melihat rancangan mereka.
Laki-laki itu masih mencium pundak gadis itu, ia masih menginginkan pertempuran itu. Namun rasa lelah itu, membuatnya merasa tak nyaman.
"Sayang sudah, aku geli," ucap gadis itu.
"Masih sakit Sayang?" tanya laki-laki tersebut.
Darania mengganguk, pakal pahanya masih terasa linu. laki-laki itu masih mencium leher gadis itu, "Aku tak menyesal Sayang, telah memberikan semuanya untukmu," ucapnya
"Terima kasih, telah menjaganya untukku."
"Kita buat anak sebanyak-banyaknya."
"Aku siap saja Sayang, mau berapa pun aku selalu siap."
Keduanya tertawa bersama sampai terlelap.
🍀🍀🍀🍀
Di sisi lain, Soni dan Elis juga sedang bertempur di hari yang panas, keduanya berkeringat. Soni benar-benar puas bisa beberapa kali bermain dengan istrinya. Keduanya pun lelah. Namun laki-laki itu masih bersemangat untuk menyentuh istrinya. Hingga keduanya melanjutkan kembali pertempurannya.
🍀🍀🍀🍀🍀
Angga memperhatikan wanita yang berada disampingnya itu. Ia begitu penasaran dengan wanita tersebut.
__ADS_1
Lilian masih menunduk dan pura-pura fokus. Ia begitu malu telah memperlihatkan sisinya yang lain. Namun sakit hatinya tak bisa ia tutupi lagi. Wanita tersebut benar-benar sakit hati.
"Maaf yah, kalau aku ikut campur. Bolehkah aku tau, Mba kenapa?" tanya pria itu sopan. Rasa penasarannya membuat memberanikan diri untuk bertanya langsung kepada wanita itu.
Wanita itu tak menjawab, hanya menggeleng kepalanya. Ia masih malu tak berani memceritakan semuanya kepada pria yang baru dikenalnya itu.
"Ohw maaf yah," ucapnya lagi kecewa. Namun pria tersebut tak bisa memaksa wanita itu untuk memceritan semuanya kepada pria itu.
Keduanya pun hanya diam, fokus dalam pekerjaan masing-masing.
🍀🍀🍀🍀🍀
Arisa sudah menunggu di sebuah kafe bersama Dokter Farhan keduanya menunggu putri kandung Dokter Farhan. Beberapa saat kemudian seorang gadis dengan penampilan nyentrik pun muncul. Gadis itu, melambaikan tangannya ke arah Dokter Farhan.
"Papih," panggilnya menghampiri pria dan wanita itu. Gadis itu, memeluk pria tersebut. Pria itu pun melepaskan pelukannya, "Sayang kenalkan ini calon Momymu," ucap Dokter Farhan.
Arisa menjabat tangan gadis itu memperkenalkan diri sambil tersenyum, "Arisa."
Gadis yang terlihat ceria itu pun duduk di sebelah Arisa, "Tante, papih itu sering cerita soal Tante sama aku," ucapnya bersemangat.
Arisa tesenyum, mendengar ucapan calon anak tirinya. Gadis itu, sama seperti Nadia menantunya. Ia begitu cerewet dan bawel. Sedangkan Arisa dan Dokter Farhan menjadi pendengar setia saja.
Arisa bersyukur kalau putri dari calon suaminya itu, menerimanya. Sebelumnya ia merasa was-was, takut tak bisa menerima kehadirannya.
Vaya terus mengoceh tanpa henti, memceritankan semuanya dari A sampai Z. Dari Sabang sampai Merauke. Sedangkan Arisa hanya tertawa saja dengan semua yang diucapkan calon putrinya itu.
🍀🍀🍀🍀🍀
Seorang laki-laki melihat foto yang terpasang di kamarnya, seorang gadis Bernama Darania yang selalu ia kagumi. Sudah lama ia mencari keberadaan gadis itu. Namun lagi-lagi ia terlambat. Gadis itu telah bersama laki-laki lain. Itu membuatnya tak suka.
__ADS_1
Ia begitu memcintai gadis itu dari dulu. Baginya hanya gadis itu dalam hidupnya. Tak ada yang lain. Rasa cintanya menjadi obsesi untuknya. Saat itu, ia mengalah karna, gadis itu bersama Ibas. Ia takut pada Ibas. Laki-laki itu masih menyayangi nyawanya sendiri.
Kali ini, ada laki-laki lain bersama gadisnya. Ia tak suka, Darania hanya miliknya. Semua yang ada di kamarnya itu tentang Darania. Foto, poster, seprei, sarung bantal dan guling. Piring, gelas dan segala pernak-pernik ada wajah gadis itu dengan berbagai ekspresi.
Laki-laki itu, begitu terobsesi. Ia harus mendapatkannya bagaimana pun caranya. Ia begitu mencintainya, ia yakin gadis itu pun sama mencintainya. Bahkan yang lebih gila lagi, laki-laki tersebut selalu membayangkan gadis itu, dalam pikirannya sampai cairan dalam kejantanannya pun keluar.
Laki-laki itu tak waras dengan cintanya sendiri. Padahal Darania sama sekali tak mengenal laki-laki tersebut. Dari kecil ia sudah memcintai Darania. Mereka satu sekolah saat masuk SD. Dari saat itu, laki-laki itu pun sudah memcintai.
Dulu gadis itu, pernah merima cintanya. Mereka selalu di jodohkan oleh teman-temannya. Keduanya sering main nikah-nikahan. Itu menjadi alasan untuknya untuk tetap mencintai gadis itu sampai hari ini.
Laki-laki itu, belum pernah berpacaran sama sekali. Ia hanya ingin langsung menikah dengan Darania. Mimpinya itu selalu membayanginya sampai sekarang.
Laki-laki gila itu, sudah tak takut lagi. Siapa pun yang menghalanginya untuk mendapatkan gadis itu. Ia tak akan segan untuk menghancurkan laki-laki itu. Ia sudah belajar ilmu bela diri. Ia pun sudah menjadi orang kaya. Pasti gadis itu tak akan menolaknya. Ia begitu besar hati, membohongi hatinya sendiri. Kalau gadis itu pun mencintai sama sepertinya.
🍀🍀🍀🍀🍀
Darania terbangun tiba-tiba, tubuhnya bergetar, entah mengapa ia teringat dengan seseorang yang membuatnya takut. Gadis itu, melihat laki-laki itu tertidur pulas di sampingnya. Ia pun beranjak ke kamar mandi dengan tubuh polosnya. Tubuhnya terasa begitu lengket. Air shower membasahi seluruh tubuhnya, rasa lelahnya hilang sudah setelah air hangat membasahi seluruh tubuhnya.
Ia berpikir tentang mimpinya yang membuatnya takut. Ia tak mau bertemu dengan laki-laki gila itu. Gadis itu, belum sempat memceritan tentang laki-laki itu kepada Azka.
Mengingat semua itu, menguat tubuhnya semakin bergetar. Ia tak tau kenapa mimpi itu datang kembali. Namun untungnya sekarang, gadis itu akan benar-benar menikah dengan Azka. Darania yakin, laki-laki pilihannya akan selalu menjaganya.
Seseorang memeluknya dari belakang, membuat gadis itu menoleh. Azka tersenyum kepada gadis itu, ia benar-benar tak menyadari kehadirannya. Membuatnya sedih takut. Azka mulai menciumi seluruh tubuh gadis itu, membuatnya mendesah.
Azka mulai menyergap gadis itu. Melakukan pertempuran yang belum usai. Keduanya melakukannya lagi dan lagi. Melakukan ritual di kamar mandi, bagai seorang suami-istri. Keduanya merasakan bahagia. Darania pun mulai melupakan mimpinya yang membuat ia ketakutan. Sekarang teringat dan air shower berjatuhan secara bersamaan. ****** ***** pun berjatuhan di mana-mana. Keduanya bertempur secara ganas dan brutal. Namun mereka menikmatinya. Menikmati setiap sentuhan dari setiap cinta itu sendiri. Sebuah rasa antara Azka dan Darania, kini menyatu dalam ikatan cinta.
Bersambung....
Pembacaku sekalian, mampir juga yah ke karya Sahabat Author dengan karya yang berjudul "Hot Dady- Author KimMiso" "BlackRose- Author Asihletha" dan satu lagi "Countershock- Author Eka Suciati. Terima kasih....
__ADS_1