
Dua puluh tiga tahun setelah Azka dan Darania menikah. Keduanya sudah memiliki 3 anak kembar setelah lima tahun menunggu kehadiran seorang anak. Darania hamil tiga sekaligus ketiganya di beri nama Benjamin, Bumi dan Bima. Tiga cowok kece yang tahun ini masuk universitas yang sama dengan beda jurusan masing-masing.
Si sulung Ben ia lebih memilih masuk jurusan sama seperti Ayahnya Azka Desainer Grafis. Anak tengah Bumi ia masuk jurusan Animasi cita-cita ingin bekerja di Hollywood dan ci bungsu Bima ia lebih senang memasak ingin menjadi Chef ingin memiliki Restoran sama seperti Ayahnya Azka.
Ketiga putra Azka begitu menghormati Azka sebagai ayah yang sempurna dan ibu seperti Darania yang membuat mereka bangga. Sepupu mereka Alinea susah menikah dua tahun yang lalu dengan pria kebangsaan Inggris dan Arya dan Nadia pun pindah ke sana bersama Putri bungsunya Alanis yang bersekolah di London. Untuk Arta lima tahun yang lalu ia bercerai dengan istrinya sekarang tinggal di rumah Azka.
Untuk Arisa hampir sepuluh tahun yang lalu meninggalkan bersama dokter Farhan karna, kecelakaan sedangkan Yesa pun sama sudah berpulang satu tahun yang lalu karna, penyakitnya.
Arta tak jelas tinggal di mana setelah menjadi duda. Sudah dua kali menikah berakhir dengan perceraian. Arita dan Rudi masih tinggal di Solo bersama Jika yang sudah menikah membuka Toko Kue di kota Semarang. Semua berkumpul menjadi satu keluarga saat ibu mereka sudah tak ada lagi di sini.
🍀🍀🍀🍀
"Bangun!" teriak Darania pada ketiga putranya yang tidur dalam satu kamar setelah main PS semalaman suntuk. Tak ada satu pun yang bangun dari ketiga putranya itu.
Darania sampai membawa air dalam ember untuk menyiram ketiganya. Namun, ketiga tak ada yang bangun walau sudah basah.
"Ya, ampun Ben, Bumi dan Bima kalian seperti bangkai!" serunya kesal tak bangun-bangun.
Sedari tadi Azka tertawa melihat tingkah istrinya yang kesal karna, ketiga putranya. "Bun, biar Ayah yang bangunkan," ucap Azka sambil tersenyum.
Darania mengerut keningnya. "Emang Ayah Bisa?" tanyanya tak percaya.
"Gampang!" serunya Pede.
Darania menyilangkan kedua tangannya ingin melihat bagaimana cara suaminya membangunkan ketiga putranya. Azka pun mengambil ponselnya dan menelpon ketiganya secara bersamaan. Benar saja ketiganya langsung bangun secepat kilat.
"Ada apa Yah?" tanya Ben masih mengantuk.
"Kalian bangun kalau tidak nenek sihir marah," bisik Azka pelan.
"Ayah, aku mendengar ucapanmu!" serunya cemberut.
Mendengar ucapan Ayahnya ketiga anak laki-laki itu pun secara bangun kocar-kacir tak jelas. Ketiganya takut kalau wanita itu sudah marah Kiamat dunia ini.
Darania dan Azka sudah menunggu ketiga putra mereka di meja makan. Dalam waktu 10 menit ketiga sudah siap dengan gaya masing-masing.
Ketiganya senyum saat melihat wajah Darania sudah kesal. "Bunda," panggil Bima sibungsu sambil merangkul ibunya agar tak marah lagi.
"Kalian tau ini sudah jam berapa?" tanyanya kesal.
__ADS_1
"Tau Bun!" seru Bumi sambil melahap nasi gorengnya.
"Kalian tahu ini hari apa?" tanyanya lagi.
"Tau Bun, hari pertama masuk kampus," jawab si sulung Ben.
"Kenapa kalian tak bangun sedari tadi!" bentaknya kesal.
"Bun, jangan marah-marah nanti cantiknya hilang!" goda si bungsu Bima.
"Kamu benar Sayang! Bunda harus ke salon kalau kaya gini," gumannya sambil meraba seluruh wajahnya.
Azka tersenyum begitu mudahnya ia luluh dengan ucapan si bungsu. "Bima, ayo makan dulu," ucap Azka.
"Oke, Yah," ucapnya melepaskan pelukannya dari Darania.
"Hanya Bima saja yang paling mengerti Bunda," guman Darania menghembuskan napas panjang merasa lelah mengurus tiga anak laki-laki yang sudah beranjak dewasa.
"Ikh, mulai," guman Bumi cemberut karna, selalu Bima yang ibunya puji.
Azka dan Ben hanya tersenyum saja. "Kalian mau Ayah antar," ucapnya.
"Kenapa?" tanya Azka.
"Nanti gadis-gadis malah naksir Ayah dari pada kita," ucap Bumi merasa tersaingi dengan pesona Azka yang selalu menjadi daya tarik setiap gadis.
"Kamu diam di rumah," ucap Darania.
"Setuju," ucap Ben.
"Kalian kenapa sih? Ayahkan susah cinta mati saja Bunda kalian," ucap Azka sambil mencium pipi istrinya, Darania.
"Yah, mulai deh! Kita berangkat saja lah," ucap Bumi meninggalkan orang tuanya di susul Ben dan Bima memberikan ruang untuk Azka dan Darania untuk bermesraan di rumah.
🍀🍀🍀🍀
Ben, Bumi dan Bima membawa kendaraan masing-masing. Ben dengan mobil sportsnya. Bumi dengan motor Ninja andalannya dan Bima dengan mobil mobil jepp klasik yang langka yang harganya melebihi harga mobil sport milik Ben.
Begitu masuk kampus ketiga langsung menjadi idola kampus membuat para kakak tingkat dua tak suka dengan mereka. Saat mereka masuk ketiganya sudah dihadang Geng Macan yang paling di segani satu kampus.
__ADS_1
"Kalian anak baru!" ucap Boy Ketua Genk Macan.
"Yap," jawab Bumi.
"Sebelum masuk kalian harus melawan kita terlebih dahulu," ucapnya.
Tanpa aba-aba Boy mengarahkan beberapa anak buahnya untuk menghajar ketiga laki-laki ini. Dengan sigap ketiga melawan mereka dengan tangkas. Ben, Bumi dan Bima sedari dari kecil sudah diajarkan ilmu bela diri sehingga bila ada masalah seperti ini ketiganya sigap melawannya saling membantu satu sama lain saling menjaga melawan mereka semuanya.
Tak membutuhkan waktu lama, semua anak buah Boy kalah telak melawan ketiganya sampai Boy sendiri bertepuk tangan kagum dengan kehebatan tiga anak baru ini.
"Waw, kalian lulus," ucapnya sambil tersenyum.
Ben, Bumi dan Bima pun membalas senyumannya.
"Kalian begitu mirip?" tanya Boy memperhatikan wajah dari ketiganya.
"Kita memang kembar tiga Kak!" jawab Ben.
"Kalian serius saudaraan!" serunya terkejut baru mengetahui kalau ada kembar tiga biasanya kan kembar dua.
"Serius lah, Aku Bumi. Ini kakakku Ben dan ini adikku Bima," perkenalkan Bumi sambil tersenyum.
"Waw, menarik sekali yah," ucapnya lagi takjub.
"Sekarang boleh kami masuk?" tanya Bima sambil tersenyum.
"Oh boleh-boleh!" ucapnya mempersilahkan masuk.
"Terima kasih, kita berbeda kak! Jangan sampai tertukar," guman Ben sambil tersenyum.
Boy tertawa terbahak-bahak. Baru kali ini ia bertemu dengan tiga anak kembar sekaligus.
Dari jauh seseorang memperhatikan mereka. "Mereka masuk sini juga," gumannya sendiri meninggal tempat itu.
Ketiganya pun berpisah menurut jurusan masing-masing. Tak hanya orang itu yang memperhatikan mereka. Beberapa anak laki-laki lain pun merasa tak suka dengan kehadiran tiga anak kembar ini. Ketiganya begitu sempurna sampai semua itu padanya. Tak hanya anak laki-laki. Beberapa anak gadis pun mulai mengidolakan ketiganya secara mereka begitu tampan apalagi Bumi yang menurut mereka paling tampan dari Ben dan Bima.
Bersambung...
Hay Hay Author lanjutkan Ketika Cinta Datang namun bukan kisah Darania dan Azka tapi kisah ketiga anak mereka Ben, Bumi dan Bima yang memberi warna baru dalam cerita author yang season 2 ini. Yang jelas ini beda dari yang pertama. Jangan lupa like dan komennya untuk meninggalkan jejak kalian dan mampir juga ke karya Author yang lain terima kasih.
__ADS_1