Ketika Cinta Datang Season 2

Ketika Cinta Datang Season 2
Chapter 31 Perjalanan Pulang


__ADS_3

Darania sampai rumahnya dengan selamat diantar Azka dan Soni. Dan sekarang Azka harus mengantar Soni menuju Resto.


Azka masih fokus menyetir. Pandanganya lurus kedepan. Sedangkan Soni masih memegang ponselnya sedang bermain game online.


"Kayanya Dara, Suka sama kamu deh," ucap Soni tiba-tiba.


Deg.


Hati Azka bergetar mendengar ucapan Soni barusan. Sekarang konsentrasinya mulai terganggu, memikirkan Darania lagi.


Azka terdiam, ia mengerti maksud Soni. Laki-laki itu, juga tau kalau Soni ada rasa pada Darania. Ia tak ingin berebut wanita dengan Soni.


Azka tak menghiraukan ucapan Soni. Ia kembali fokus menyetir.


"Kalau kamu tak berniat pada Dara, Aku akan mengejarnya," ucapnya datar. Mencoba memancing dan memastikan kalau Azka juga suka dengan Dara. Sebenarnya Soni tak mau mengalah pada Azka. Namun jika Dara sendiri menyukai Azka. Soni bisa apa? Soni bukan tive laki-laki yang tak suka memaksa. Ia lebih suka gadis yang menyukainya, bukan karna paksaan, namun tulus menyukainya.


Azka mengerem mendadak, membuat mobil berhenti tiba-tiba. Soni yang sedang main game online pun terkejut! Ponselnya melayang jatuh ke bawa.


"Lo apa-apan sih?" gerutunya kesal, mengambil ponselnya yang jatuh ke bawah kursi mobil.


"Untung cuma lecet!" serunya lagi, mengenggam ponselnya yang telah tergores.


"Maaf."


"Maaf-maaf,emangnya kalau terjadi apa-apa? Lo mau tanggung jawab?"


"Maaf Son, maaf," ucap Azka, merasa bersalah telah berhenti mendadak dan membuat ponselnya lecet.


"Lo kenapa sih?" tanya Soni serius, firasatnya benar, Azka beneran suka sama Darania! Namun Azka tak menyadari itu? Baik Azka mau pun Darania, keduanya sama-sama jatuh cinta.


Azka tak menjawab pertanyaan Soni. Entah kenapa ucapan Soni benar-benar menganggu konsentrasinya? Hatinya gundah-gulana. Membuat pikirannya tak fokus terbayang seorang Darania.


Azka kembali menyetir, hatinya masih bingung dengan perasaannya sendiri.


Soni terdiam, menyadari Azka tak bisa menjawab semua pertanyaan yang ada di dalam hatinya! Soni mengerti Azka masih ragu dengan hatinya sendiri. Soni sangat sayang sama Azka. Sayang sebagai teman yang merasa cukup prihatin dengan kondisi Azka sekarang.


Soni mengerti rasanya, ditinggal oleh seseorang yang kita cintai. Soni mengerti perasaan Azka. Ia pun pernah ditinggal kan Kalula, almarhum istrinya yang begitu ia cintai. Hidup harus terus berjalan tak bisa berdiri diantara masa lalu yang terus menghantuinya. Soni rasa sudah saatnya, Azka moveon dari masa lalu.


"Coba, kamu jujur pada hatimu sendiri!" guman Soni, melirik Azka.


"Aku tak tau!" Azka bingung, dengan perasaan dalam hatinya sendiri.


"Sudah saatnya, kamu move-on Ka?"


Azka terdiam, dalam lamunannya sendiri


Memang benar yang diucapkan Soni. Namun entah kenapa? Ia ragu dengan perasaannya sendiri, ragu untuk melangkah maju menggapai cintanya sendiri.

__ADS_1


"Gue dukung Lo, 100 persen."


"Dukung apa'an?"


" Yah kalau lo mau mengejar Dara! Gue dungkung," ulangnya lagi.


"Sebenarnya, gua bingung!".


"Bingung kenapa? Dara cantik dan sexy. Apalagi yang kurang?" tanya Soni, menerawang memikirkan Darania.


"Pikiran Lo, mesum melulu." ucapnya tak suka, saat Soni berpikir macan-macam tentang Darania.


"Tapi benerkan Dara cantik, hanya laki-laki yang **** saja, yang bilang Dara jelek."


"Dara memang cantik...."


Azka tak melanjutkan ucapannya. Bingung harus berbicara apa? Soni sudah bisa menebak apa yg di pikirkan Azka, saat ini?.


"Kok, tak berlanjut?"


"Lo sendiri, yang melanjutkan!"


"Ikh, Lo selalu saja membuat gue sebel? Gue ambil juga Darania?" goda Soni, sambil tersenyum jahat.


"Jangan?" teriaknya, mengerem mendadak, membuat mobil berhenti seketika.


"Lo mau membunuh gue, Ka?" ucapnya marah-marah, ia beneran takut dan terkejut karna, ulah Azka. Sampai sedari tadi, terus memegamg dadanya sendiri.


Azka melanjutkan menyetir mobilnya, santai tanpa rasa bersalah.


"Nyawa gue cuman satu, Lo memang kampret! Bisa nyetir tidak?".


"Maaf."


"Minta-maaf melulu!" gerutunya masih kesal.


Lo jangan mengambil Dara, dari gue yah," gumanya memohon.


Soni tertawa jahat. Dan menggelengkan kepalanya.


"Lo itu, susah sekali untuk mengakui, kalau Lo menyukai Dara? Gue tak berniat untuk mengambil Dara dari lo. Gue cuman ngetes dan memancing agar Lo mengakui perasaan Lo, itu saja?"


Azka mengaduk kepalanya yg ga gatal.


"Gue seneng, akhirnya bisa move-on, Ka Lo harus bahagia." ucapnya lagi merasa lega walau hatinya terluka.


Azka terdiam lagi. Azka bertanya-tanya dalam hatinya, "Apakah keputusanya kali ini benar?"

__ADS_1


Sekarang Azka, hanya mengikuti apa kata hatinya, mengikuti arus yang akan membawanya kemana?


"Pokoknya, gue akan selalu dukung, apapun keputusan Lo!"


Azka tersenyum, walau hatinya masih bingung dengan keputusanya, untuk mengejar Darania. Ia berpikir disepanjang perjalananya. Memikitkan Darania yang asing baginya. Gadis tersebut seperti seseorang yang pernah ia temui sebelumnya. Ia tak ingat, pernah bertemu dengan Darania di mana? Laki-laki tersebut mencoba mengingat kembali tentang Darania. Namun tetap saja, ia tak ingat. Siapakah Darania? Itu yang ada di benaknya saat ini.


"Son, Lo pernah berpikir mencari istri lagi?" tanyanya tiba-tiba.


"Ada sih, kepikiran ke sana? Tapi nantilah?"


"Lo mau menikah kembali?"


"Iya, lah gue tidak mau meratapi nasif!"


Sialan Lo?"


"Makanya move-on dong."


"Iya kan gwe lagi mencoba."


"Lo harus serius mengejar Dara? Kalau tidak, gue akan mengambil Dara, dari Lo?"


"Lo mengancam melulu?"


"Biar Lo usaha?Jangan diam saja?"


"Gue harus bagaimana?"


"Lama- lama gwe gemes dan kesel sama Lo? Katanya Lo playboy cap gayung? Masa menaklukkan satu gadis saja, tak bisa!"


"Gue lupa caranya gimana?"


"Makanya jangan kelamaan jomlo."


"Terus gue harus gimana?"


"Akh cape deh?"


"Lo kan menyuruhnya mendekati Darania. Jadi Lo harus menolong gue sampai tuntas."


"Azka, anak SD zaman sekarang juga tau, bagaimana caranya PDKT. Lo sudah om-om malah lupa cara PDKT."


"Gue tak setua itu, untuk menjadi om-om, umur gue masih tiga puluh lebih."


"Lo sudah tua, kan sekarang Lo sudah saja Pade!"


Azka tersenyum, mendengar ucapan Soni. Memang benar, ia sudah menjadi Pade. Sudah saatnya ia menikah. Masa iya, harus kalah sama Arta. Adik bungsunya sudah mengandeng gadis. Masa iya, Azka masih sendiri. Meratapi nasibnya? Ia juga harus bisa bahagia, sama seperti Arya dan Nadia..Sudah saatnya, ia mulai melangkah. Mengejar cintanya sendiri. Mengejar kebahagiaannya. Semoga saja, Darania yang menjadi pelabuhan terakhirnya. Menjadi seseorang yang setia menjaganya hingga maut yang memisahkan kita. Semoga gadis itu, Darania.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2