
Masih Flashback.
Kejadian-kejadian demi kejadian terus berlanjut, membuat setiap warga ikut merasakan dampaknya.
Setiap malam, Setiap warga selalu bermimpi hal yang aneh. Mereka bermimpi dikejar-kejar ular besar yang ingin memangsa mereka. Membuat Mereka kelelahan setiap paginya.
Akhirnya, Warga berduyun-duyun datang ke rumah Irani. Mencari solusi agar mereka terbebas dari mimpi yang menakutkan itu.
"Bagaimana, nasif kita nak Irani? Kita lelah dengan mimpi itu, setiap malam menghantui kita," tanya Le Yono pada Irani, saat semua warga sudah berkumpul di pekarangan rumah Irani.
Irani terdiam, Ia bingung harus bagaiman? Masalah ini, menjadi tambah gawat. Siluman itu,tak menyerah. Malah semakin membuat resah warga, bahkan berani mengangu warga.
"Kita adakan pengajian malam ini, semua warga harus ikut tanpa terkecuali. Apabila ada wanita yang sedang datang bulan? Harap menunggu di rumah saja. Jangan sampai keluar rumah?" ucap Mbah Buyut, memberikan saran. Masalah ini,sudah gawat. Kalau tak segera dihentikan pasti akan memakan korban.
"Aku setuju saran ci Mbah, Gimana dengan kalian!" seru Rudi menuruti, perkataan Mbah Buyut.
Rudi sama seperti warga lain. Digangu dengan mimpi yang sama setiap malamnya. Membuat ia kelelahan.
"Baiklah, Kita akan mempersiapkan semuanya," ucap salah satu warga.
🍀🍀🍀🍀🍀
Di tempat lain.
"A , Aku kangen Azka, beberapa hari ini. Perasaanku tak enak teringat terus Azka," ucapnya pada suaminya.
"Baiklah, besok aku akan cuti, terus bagaimana dengan Arya?" tanya Asep, suami Arisa.
__ADS_1
"Kita minta tolong bapa sama Ibu, dua hari Ini. Untuk menjaga Arya sementara, Aku kangen Azka A, Kangen sekali," guman Arisa sambil menangis, merindukan anak sulungnya.
"Apa tak apa-apa kita titipkan pada Ayah dan Ibu?" tanya Asep ragu. Karna mengingatsikap Bapa dan Ibu pada keluarganya, seperti itu. Orang Tua Arisa tak pernah menyetujui pernikahan Arisa dengannya. Sikap Mereka terang-terangan menunjukan ketidak suka-an-nya pada Asep. Mungkin karna, Asep oranf sunda. Entahlah, sampai sekarang Asep tak pernah tau! Kenapa orang tua Arisa begitu membenci Asep? Sampai Sikap mereka pun berbeda pada Azka dan Arya? Asep hanya tukan kebun di kebun teh milik pemerintah. Bukannya tak ada pekerjaan lain. Namun ia hanya ingin tenang. Ia tak ingin bertemu dengan orang banyak, yang akan membuatnya mendapat masalah.
Asep dan Arisa terlihat bingung. Siapa yg menjaga Arya di rumah sakit? Bila mereka berdua pergi menemui Azka, putra sulungnya.
"Kalian sedang apa disini? Tak panggil dari tadi tak jawab," tanya Dokter Farhan yang merawat Arya.
"Eh, Dokter Farhan," guman Asep tersenyum.
Arisa masih terdiam melamun, tak memperhatikan kedatangan Dokter Farhan.
"Kalian kenapa?" tanya Dokter Farhan lagi, melihat Asep dan Arita kembali terdiam.
"Kita kangen Azka Dok," guman Arisa pelan.
Dokter Farhan mengerutkan keningnya, beberapa hari ini, Dokter Farhan tak melihat Azka, "Emang Azka kemana?" tanyanya.
"Yah kalian tinggal berangkat ke Solo, masalahnya apa?" tanya Dokter Farhan lagi.
"Kita bingung, siapa yang menjaga Arya, sekarang?" Asep terlihat bingung
"Oh itu masalahnya, kalian pergi saja ke Solo! Arya biar saya yang jaga. Kalau kalian percaya pada saya."
"Benar kah, Dokter bersedia menjaga Arya selama kita pergi," tanya Arita, sumeringah masalahnya selesai.
Arisa dan Asep lebih mempercayai Dokter Farhan, dibandingkan orang tua Arisa. Beberapa kali , Dokter Farhan membantu mereka. Sebenarnya Dokter Farhan, pria yang akan dijodohkan orang tuanya. Arisa menolak perjodohan itu, ia memcintai Asep saat Ia, kuliah di Bandung. Asep pria sederhana yanf membuat ia begitu mencintainya. Dokter Farhan sendiri tak memaksanya untuk menikah dengannya. Dokter Farhan menghargai keputusan Arisa.
__ADS_1
Dokter Farhan selalu menolong keluarganya. Ia begitu baik, namun Arisa tetap tak bisa menerima Dokter Farhan. Ia belum menikah sampai saat ini. Dokter Farhan belum bisa menemukan wanita yang cocok untuk dirinya. Pria ini mencintai Arisa. Namun ia jauh lebih bahagia jika Arisa bahagia dengan pilihanya.
"Baiklah sore ini, kita berangkat ke Solo!" seru Asep mulai tenang.
"Terima kasih karna, mau menjaga Arya." Arisa sangat-sangat berterima kasih. Karna, membantunya menolong menjaga putranya.
Arisa dan Asep, pamitan pada Arya, untuk mengunjunginya Azka di Solo.
"Ya, ibu dan ayah, mau ke solo. Mau mengunjungi, kakak. Kamu disini dulu, bersama dokter Farhan, kita tak akan lama," ucap Arisa tak tega meninggalkan Arta yang sedang sakit.
"Tapi ibu jangan lama-lama di sana?" seru Arya menangis, tak rela jika orang tuanya mengunjungi Kakak sulungnya. Ayah dan Ibunya slalu memperhatikan Kakaknya. Sedangkan Arya sendiri jarang diperhatikan orang tuanya. Makanya Arya suka berulah agar mendapatkan perhatian orang tuanya.
Arya seperti mendapat Anugerah saat Arya masuk rumah sakit. Arya begitu bahagia saat Arya sakit, karna kedua orang tuanya memperhatikan dengan penuh. Ia selalu merasa kalah, dari Kakaknya itu. Makanya Arya senang saat Tante Arita membawanya ke Solo. Rasanya Orang tuanya milik Arya seorang. Ia tau dirinya egois, tapi mau bagaimana lagi. Arya ingin diperhatikan oleh orang tuanya. Pasti perhatian orang tuanya terbagi lagi saat adiknya lahir. Arya benci saat Ibunya hamil lagi. Ia tak suka orang tuanya, akan lebih memperhatikan adiknya.
"Ibu sama Ayah janji, akan pulang lagi ke sini," ucapnya merengek, menangis.
"Iya ayah dan ibu hanya sebentar melihat keadaan Kakakmu. Azka juga sama anak Ayah dan Ibu," ucap Asep menjelaskan.
Arya masih menangis tak terima. Karna orang tuanya, akan pergi menemui kakaknya.
"Jagoan kecil, tenang saja, ada Om dokter disini, " ucap Dokter Farhan.
"Jadi Om Dokter yang menjaga, Yaya tidak ditinggal sendiri disini," ucap Arya masih menangis, hatinya merasa lega karna, ada Om Dokter yang bisa ia, andalkan.
"Karna ada, Om Dokter, Ayah dan Ibu pamitnya. Jadi anak yang baik selama Ibu dan Ayah pergi? Jangan merepotkan Om Dokter. Kamu jangan macem-macem." Arisa memperingakan Arya, putranya. Untuk tak usil dan jail.
🍀🍀🍀🍀
__ADS_1
Sore itu, Asep dan Arisa memutuskan pergi ke Solo, untuk menemui anak Sulungnya. Arisa begitu merindukan putranya. Asep dan Arisa sengaja tak menelpon Rudi atau Arita. Mereka berdua mau memberikan kejutan pada mereka dengan kedatangannya. Orang tua Azka, tak tau apa yang akan terjadi di sana? Mereka tak mempunyai firasat apa pun tentang Azka. Namun Asep, Ayahnya, merasa akan ada sesuatu, yang tak bisa di jelaskan dengan logika. Ia pun merasa, akan terjadi sesuatu padanya, dan rahasia yang selama ini, Ia simpan. Akan segera terbongkar.
Bersambung.