
Esok harinya, Azka mengantar Ibu, Tante dan Adik sepupunya, ke rumah sakit. Untuk menjenguk Nadia dan bayinya. Karna, semalam Arita dan Kila belum bertemu Nadia dan Bayinya.
Rudi dari kemarin, ke Surabaya untuk urusan pekerjaan. Arita dan Kila menginap di rumah Arisa, membuatnya merasa bahagia dua keluarga berkumpul menjadi satu.
Azka mampir ke Resto sebentar, ia ingin melihat dari jauh. Seorang perempuan bernama Darania itu. Entah kenapa? Setiap melihat Dara, Hatinya selalu dag-dig-dug tak jelas, ia bingung dengan persaannya sendiri.
Hatinya sudah tertutup, begitu lama. Waktunya terbuang untuk menyesali masa lalu yang tak bisa ia lepaskan begitu saja.
Laki-laki itu, sampai lupa bagaimana ia tersenyum? Bagaimana bahagia? Seperti apa jatuh cinta? laki-laki tesebut lupa dengan semua rasa itu. Rasa sakit didalam hatinya membuatnya melupakan semuanya. Ia hanya merasakan kekosongan hatinya karna, bayang masa lalu yang membelenggunya.
"Karamnya cinta ini, tengelamkakku, di luka yang terdalam. Hampa hati terasa. Kau tinggalkanku meski ku tak rela." sepenggal lagu Naff, mengisyaratkan hatinya saat ini. Hatinya sudah terlalu lama terluka. Semakin hancur tak terbentuk lagi. Bagaimana caranya untuk mengobati hatinya. Hatinya sudah hancur tak berbentuk lagi. Sekarang ia tak tau harus bagaimana? Dengan hatinya yang sudah hancur. Bagaimana, memungut sisa-sisa hatinya, yang sudah lama hancur?
Hidupnya sudah terenggut masa lalu yang memberikan luka yang dalam untuknya. Laki-laki itu, tak bisa terlepas dari rasa sakit itu, yang terus membuatnya terjatuh. Jatuh ke dalam palung hatinya.
Azka tak mengira, butuh waktu yang lama untuknya bangkit dari keterpurukan. sepuluh tahun bukan waktu yang sebentar. Untuk bisa memulai lagi. Untuk memperbaiki hatinya yang sudah hancur tak tersisa.
Seorang wanita bernama Darania itu. Hanya sekejap saja, ia mampu menarik hatinya yang hampa dan kosong. Kini sudah terisi dengan datangnya seorang Darania. Laki -laki tersebut tak tau, takdir sudah mempermainkannya, membuat Laras pergi untuk selamanya. Sekarang takdir juga yang mempertemukannya dengan Darania.
Entah apa ini? Membuatnya bisa berhenti memikirkan Darania. Perempuan itu berhasil membuatnya cemas, bingung dan rasa lainya. Yang membuatnya tak mengerti. Ia bertanya-tanya dalam hatinya. Apakah ini cinta? Cinta datang dan pergi sesukanya! Tak bisa dimengerti dengan akal sehat.
Gadis itu, membuatnya merasakan cinta lagi. Sebuah rasa yang begitu luar biasa. Sebuah rasa yang diciptakan Tuhan untuk seorang hamba yang butuh cinta itu sendiri.
__ADS_1
Cinta tak bisa dijelaskan dengan sebuah kata. Makna cinta lebih besar dari itu, lebih luas dari itu.
Semua untuk Cinta. Semua butuh Cinta. Cinta sebagai simbol perdamaian dunia. Karna cinta juga, bisa menghancurkan Dunia.
Azka sekarang merasakan itu, benih cinta yang kini tumbuh dipalung hatinya. Hatinya yang begitu gersang. Kini subur kembali, laki-laki itu, sekarang haus akan cinta itu sendiri.
Wajahnya sudah berseri tak kaku lagi. Semua berkat Darania. Ia tak meminta dibalas oleh garis itu, ia juga tak memaksa gadis itu untuk memcintainya.
Ia hanya ingin mencintai Darania dengan sepenuh hatinya, seluruh jiwanya, teruntuk Darania. Laki-laki itu sudah menyiapkan hatinya. Bila Darania tak menerimanya nanti. Azka hanya ingin melihat Darania bahagia. Bila bahagia itu, bukan bersama Azka. Itu tak menjadi masalah untuknya. Ia hanya ingin mencintainya, melindunginya, selalu memberikan yang terbaik untuknya.
Seperti inikah jatuh cinta? Azka merasa jatuh cinta pada Darania. Ia seperti sudah lama mengenalnya, begitu dekat dan begitu nyaman. Hatinya tak bisa berpaling lagi, gadis itu Hidupnya sekarang, hembusan nafas ini pun untuknya.
Perempuan itu, anugrah terindah yang datang dari langit untuknya. Gadis itu, telah menyihir hatinya, dalam waktu yang begitu singkat. Hatinya kini di penuhi gadis itu. Seorang gadis yang begitu sempurna dimatanya.
Azka memang belum bisa sepenuhnya melupakan atau menghapus rasa sakit itu. Luka itu masih ada, sampai sekarang. Yang Azka inginkan sekarang, bahagia bersama Darania. Itu yang Azka harapkan.
Azka tak tau, Dengan Darania! Apakah merasakan rasa yang sama? Seperti ia rasakan!
Azka tak ingin berharap terlalu jauh, tak ingin terjatuh lagi. Ia hanya ingin merasakan cinta yang sudah lama, hilang dari hatinya.
Azka tak ingin mengejar Darania! Azka juga tak ingin melepaskan Darania! Azka memang Egois. Azka hanya ingin cintanya pada gadis itu.
__ADS_1
Darania sudah mengalihkan Dunianya, yang kini indah. Saat gadis itu di hidup nya, seindah pelangi setelah hujan badai. Badai dihatinya sudah menghilang, kini hanya pelangi yang penuh warna-warni yang menghiasi hatinya.
Darania, nama itu, yang dilukis hatinya tersimpan dihatinya sekarang.
"Darania Aku Mencintaimu sekarang."
Itu yang ia ucapkan dalam hatinya. Setelah puas melihat Darania. Azka berlalu meninggalkan Resto dan Melaju ke Resto cabang.
Hatinya Azka berat untuk pergi. Namun Azka sudah puas melihatnya. Seorang gadis yang telah membuatnya jatuh cinta lagi.
Azka pun melaju menuju Resto cabang. Untuk mengurus semua pekerjaan Arya, yang belum ia selesaikan. Laki-laki itu, belum bisa mempercayai anak buahnya, dibawah naungan Arya. Resto cabang ini, sudah berdiri dari empat tahun yang lalu. Namun belum ada perkembangan sama sekali. Tak maju juga tak mundur. Sangat jauh berbeda dengan Resto yang ia pimpin. Azka ingin tau apa yang Arya kerjakan. Mumpung Arya cuti, ia ingin membereskan semuanya. Memikirkan cara untuk mengembangkan restonya ini.
Azka melihat, semua pembukuan, di resto cabang. Memeriksa semuanya, ingin melihat di mana letak kesalahannya..Sehingga resto ini belum berkembang.
Laki-laki itu, memeriksa satu-persatu dokumen yang masuk ke ruang Arya. Pekerjaannya membuatnya melupakan perasaannya pada gadis itu.
Azka begitu sibuk dengan semua pekerjaan di resto cabang. Tak ada waktu untuk memikirkan perasaannya lagi. Selama sepuluh tahun ini yang ia kerjakan. Menyibukkan diri, lari dari kenyataan hidup. Tak ingin menangisi masa lalunya. Kini masa lalunya perlahan hilang. Rasa sakit itu, mulai memudar. Hatinya sudah tak terasa sakit lagi.
Semua berkat gadis itu, Darania sudah membuatnya jatuh cinta dengan waktu yang begitu singkat. Yang tak bisa ia lakukan selama sepuluh tahun ini. Karna, gadis itu, laki-laki tersebut merasakan hidupnya kembali, merasakan semangat untuk meraih cintanya lagi. Menginginkan satu kebahagiaan untuknya, untuk memulai hidupnya yang sudah tenggelam selama sepuluh tahun itu. Laki-laki itu, mulai jatuh cinta lagi. Kepada seorang gadis, yang tak bisa ia pahami. Karna dari ribuan gadis yang datang padanya, hanya Darania yang membuatnya jatuh cinta.
Bersambung....
__ADS_1