Ketika Cinta Datang Season 2

Ketika Cinta Datang Season 2
Chapter 63 Semua Rasa Cinta Untukmu.


__ADS_3

Darania masih menemani Azka di rumah sakit. Butuh waktu beberapa hari lagi untuk Azka bisa pulang. Walau masih di rumah sakit. Azka masih memantau kerjaan an lewat laptop nya. Kerjaan nya masih menjadi hal utama.


"Udah dech, ntar dulu ngurusin kerjaan nya. Gimana mau sembuh kalo ngurusin kerja melulu" Seru Darania yang masih membereskan sisa makanan Azka. Sambil cemberut.


Azka Tersenyum, Darania mulai bawel sekarang melebihi Nadia.


Darania mendekati Azka. Akan menutup Laptopnya agar Azka berhenti mengurus pekerjaanya. Namun Azka lebih cepat menarik tangan Darania. Dan langsung mencium bibir Darania dengan lembut.


Darania langsung melepaskan ciuman Azka. Namun Azka masih menahan Darania. Untuk tak melepaskan ciumannya. Tenaga Azka begitu kuat walau sedang sakit. Lama lama Darania pasrah saja, Saat Azka melumat bibir Darania begitu lama begitu panas. Sampai tangan Azka sudah mulai berkeliaran kemana mana. Membuat Darania merasa geli.


Dengan paksa, Darania melepas kan ciuman Azka.


"Jangan Mas, Nanti saja kalo sudah Syah, Aku akan berikan semuanya untukmu. Tanpa kamu minta" Bisik Darania di telinga Azka.


Azka langsung melepaskan tangannya. Yang dari tadi sudah kemana mana. Azka malu sendiri dengan kelakuannya pada Darania. Darania gadis yang baik. Pasti Darania masih menjaga kesuciannya untuk Azka nanti.


Azka merasa malu sekali. Ucapan Darania tadi menjadi kode. Agar Azka segera melamar Darania.


Semenjak Azka sadar. Azka sudah beberapa kali. Mencium bibir Azka. Darania tak keberatan dengan itu. Dulu Darania sering berciuman dengan Mantan tunangannya Ibas.


Selama 10 Tahun. Berhubungan dengan Ibas. Tak pernah sekalipun. Darania memberikan Keperawanannya pada Ibas. Ibas berkali kali meminta itu. Pada Darania. Tapi selalu Darania tolak. Darania ingin merasakan Surga Dunia. Ketika sudah Syah menjadi seorang Istri.


Darania ga mau melakukan itu. Sebelum Adanya pernikahan. Darania masih menjaga Kesuciannya untuk suaminya.


Dulu Darania berharap agar Ibas menjadi pertama dan terakhir untuk Darania. Namun kenyataannya itu. Membuat Darania merasa Sakit hati teramat sangat.


Darania di tinggalkan. Saat Perusahaan papahnya Bangkrut. Hubungan Cinta selama 10 tahun tak menjamin. Bahwa Ibas akan setia menemani Darania dalam susah dan Senang.


Alasan Ibas meninggalkan Darania. Karna Darania tak mau tidur dengannya. Karna pikiran Darania yang kolot. Selama ini Ibas hanya memanfaatkan Darania untuk mengambil perusahaan papahnya.


Ibas dan orang tuanya dendam pada Papahnya Darania. Karna membuat perusahaan papahnya Pak Saepul bangkrut. Ibas ingin membalas itu. Melalui Darania.

__ADS_1


Selama ini. Pak Aldi tak mengetahui kalo Ibas anaknya Pak Saeful saingan bisnis Pak Aldi. Ibas begitu pintar mengelabui Pak Aldi.


Selama 10 tahun. Pak Aldi tak mengetahui niat busuk Ibas. Yang sudah berencana untuk mengancurkan keluarganya.


Tak ada yang disesali Darania. Walau Ibas menghiyanati Darania dan Papahnya. Namun Darania masih menjaga kesuciannya. Itu lebih penting. Kalo dulu, Darania terbujuk akal busuk Ibas. Pasti Darania akan semakin Hancur. Karna sudah tak memiliki apapun untuk dibanggakan.


Darania Tersenyum melihat Azka dengan wajah yang merah. Darania beruntung bisa bertemu lagi dengan Azka. Anak laki laki yang menolongnya itu. Kini menjadi kekasihnya. Mungkin jadi suaminya. Memikirkan itu. Membuat Darania malu sendiri.


"Kamu kenapa?" Tanya Azka melihat Darania yang senyum senyum sendiri.


"Ga da" Ucap Darania langsung buru buru kabur dari samping Azka takut Azka menangkapnya lagi untuk menciumnya.


Azka mengelengkan kepala sambil senyum.


"Nakal yah, Awasnya nanti aku tangkap kamu. Kalo udah sembuh" Ucap Azka mengoda Darania.


Darania kabur sambil menjulurkan lidahnya. Meledek Azka. Azka Tersenyum lagi. Sikap Darania seperti anak kecil. Tak sesuai umurnya yang hampir kepala 3.


Dari kecil Darania sudah membuat Azka tenang dan nyaman. Sekarang gadis ini. Akan menjadi Ibu untuk anak anaknya kelak. Azka sudah memilih Darania sekarang.


Saat Azka, sembuh. Azka akan langsung melamar Darania. Azka tak mau kalah dengan Soni karna sudah selangkah lebih maju dari Azka.


Soni dan Azka memang tak bersaing. Untuk mendapatkan gadis yang mereka suka. Tapi Dalam diri Soni Atau Azka. Mereka merasa kepanasan bila salah tau dari kedua laki laki tampan ini. Lebih dulu menikah. Maklum sudah kelamaan Jomlo jadi mereka begitu semangat untuk mendapatkan gadis yang mereka suka. Dan menjadikan Darania untuk Azka. Dan Elis untuk Soni.


Bu Arisa sering di berada di luar semenjak Azka sadar. Bu Arisa tak mau menggangu Darania dan Azka. Bu Arisa sudah srek sama Darania saat bertemu kenali dengan gadis itu. Setelah Dewasa. Bu Arisa tak menyalahkan Darania karna suaminya meninggal karna menyelamatkan Darania.


Bagi Bu Arisa, suaminya meninggal sudah menjadi takdir bukan karna Darania. Itu yang Bu Arisa pikirkan.


Darania keluar kamar inap Azka. Bu Arisa masih duduk sendiri. Sedang berbincang dengan Dokter Farhan. Dokter Farhan pun pergi, karna ada pasien yang harus Dokter Farhan periksa. Dan meninggalkan Bu Arisa sendiri.


Darania masih berdiri di depan pintu. Darania tak berani mendekati Bu Arisa. Darania masih merasa bersalah. Karna Ayah Azka meninggal karna menyelamatkan Darania. Darania takut.

__ADS_1


"Kamu kenapa berdiri situ. Sini?" Panggil Bu Arisa sambil melambaikan tangannya.


Darania pun mendekati Bu Arisa. Walau hatinya merasa takut. Kalo Bu Arisa masih menyalahkan Darania karna suaminya meninggal karenanya.


Darania duduk disamping Bu Arisa.


"Sayang, Apakah kamu mencintai Azka nak" Seru Bu Arisa melihat jelas wajah calon menantunya yang cantik ini.


Darania menganguk. Masih tak berani melihat wajah calon mertua nya.


"Kamu kenapa sayang,?" Tanya Bu Arisa. Karna Darania terus menunduk.


Darania mengelengkan kepalanya.


Bu Arisa, mengangkat Wajah Darania dengan tangan kanannya. Agar Darania tak menunduk lagi.


"Kamu kenapa?" Tanya Bu Arisa serius.


"Aku takut, Ibu masih menyalahkan Dara karna Ayah Azka meninggal karna Dara" Ucap Darania dengan wajah yang sedih. Darania masih menyesal dengan kejadian itu. Yang merenggut suami Bu Arisa.


Bu Arisa, memeluk calon menantunya Darania.


"Kamu ngomong apa, Sayang. Aku sudah ikhlas suamiku pergi" Guman Bu Arisa.


"Tapi aku merasa.. " Ucapan Darania terhenti karna Bu Arisa langsung memotongnya.


"Udah ga usah merasa bersalah lagi. Ayah Azka pergi. Bukan salah kamu. Ibu malah bangga sama dia. Sudah mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkan kamu. Jadi jangan merasa salah lagi. Jangan berkata kata tentang ini lagi oke. Ibu marah kalo kamu bahas ini" Tutur Bu Arisa Membelai rambut Darania yang panjang.


Tanpa disadari Darania. Darania meneteskan air matanya. Darania merasa lega. Calon mertuanya tak membenci Darania. Selama ini. Darania takut kalo Bu Arisa tak bisa memaafkan Darania. Tapi ternyata Calon ibu mertuanya begitu baik seperti malaikat. Darania beruntung bisa bertemu lagi dengan keluarga Azka. Dan Darania masih betah berlama lama. Dalam pelukan Bu Arisa. Calon mertuanya kini.


Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa like yah...


__ADS_2