Ketika Cinta Datang Season 2

Ketika Cinta Datang Season 2
Chapter 81 Pertemuan Dengan Yasmine bagian 3.


__ADS_3

Karen masih saja, berpikir jahat tentang Elis. Apalagi setelah melihat Elis memeluk Yasmine.


Soni tanpa sadar meneteskan air matanya. Elis benar benar mirip Kalula. Mendiang istrinya yang sudah 5 tahun lalu meninggalkanya.


Karen bergegas, menarik tangan Yasmine, secara paksa dari pelukan Elis. Membuat Elis terjatuh ke tanah.


"Aww, Tante sakit" guman Yasmine merasa kesakitan.


"Tante, ga suka kamu deket deket sama wanita itu!" seru Karen memeluk tubuh kecil Yasmine, sambil menangis. Tak tau air mata asli atau palsu. Yang Karen keluar kan. Sama sekali tak ada bedanya.


Yasmine, terlihat bingung. Yasmine diam saja, tak mengerti.


Soni membantu, Elis berdiri. Elis bingung dengan sikap Karen. Soni terlihat murka. Dengan sikap Karen seperti itu.


"Kamu punya hak apa soal Yasmine" bentak Soni, sudah merasa jengkel sekali. Membuat Yasmine, ketakutan dengan sikap Ayahnya yang berubah menjadi galak. Dan Elis pun terkejut dengan sikap Soni. Yang begitu marah.


Elis benar benar tak tau, Kalo Soni bisa marah sampai seperti ini. Elis melihat ke arah Karen. Elis tak tau, siapa wanita ini. Karen masih menangis. Begitu juga Yasmine, yang merasa takut karna Ayahnya membentak tantenya.


"Aku tak pernah mengizinkan kamu menyentuh Yasmine lagi" bentak Soni, sambil menarik badan Yasmine, dari pelukan Karen. Dan mengendong Yasmine, dalam pelukan Soni.


"Kamu, ga bisa bersikap kejam seperti itu, aku sangat menyayangi Yasmine, seperti anakku. sendiri" pinta Karen memohon.


"Yasmine, sudah punya ibu pengganti, Yang berhak mengasuh Yasmine Elis, Kamu sudah tak punya hak lagi" Teriak Soni lagi, segera mengajak Elis segera pergi dari rumah Karen.

__ADS_1


Karen berlari, menghalangi Soni dan Elis.


"Aku tak peduli, dengan pernikahanmu, Aku hanya ingin Yasmine"


Soni berhenti melangkah, menatap wajah Karen. Yang penuh dengan ke pura puraan. Soni sudah kenal betul sikap Karen. Soni sudah tak mempercai Karen lagi.


Karen masih menangis, memohon pada Soni. Kalo Yasmine jangan di bawa.


"Aku mohon Soni, Yasmine biar bersama aku saja, aku bisa mengurus Yasmine, dengan baik. Yasmine, putri kakakku aku bisa seperti kakakku." tangis Karen begitu sendu dan lirih.


Elis tak tega melihat, Karen. Namun Elis tak ingin mencampuri urusan Soni. Elis sudah merasa sayang pada gadis berusia 5 tahun itu. Gadis itu, tak berhenti menangis.


"Yasmine, anak kandungku. Aku yang lebih berhak, ingat itu" Soni melangkah tak memperdulikan Karen yang menangis. Karen yang sudah sedari tadi memegang pisau cutter kecil di saku bajunya, segera menarik Elis, yang posisinya lebih dekat dengan Karen.


Karen, menarik Elis, menyimpan pisau cutter itu, tepat di leher Elis, hendak akan menusuk leher Elis, dengan pisau cutter itu, yang tinggal beberapa mili meter lagi, untuk sampai pada leher putih Elis.


Soni menoleh terkejut, melihat Elis, yang sudah berada di tangan Karen. Elis hanya terdiam. Posisi Elis sudah terjepit tangan Karen. Elis berusaha memikirkan cara, untuk terlepas dari cengkeraman Karen.


Yasmine, terlihat takut, Yasmine menangis menundukkan kepalanya di dada Soni. Ayah kandung Yasmine. Yasmine bergetar benar takut, Tante nya berubah seperti itu. Selama ini, Tantenya selalu bersikap baik. Walau kadang membentak Yasmine. Karna hal hal sepele. Kali ini, Yasmine, tak bisa berpikir, untuk seorang anak yang berusia 5 tahun itu. Pikiranya tak sampai pada orang dewasa. Yasmine hanya bisa menangis. Tak tau harus bagaimana?.


Soni meneteskan air matanya. Soni benar benar dilema, tak mungkin lah Soni menyerahkan Yasmine, pada wanita pisikopat seperti Karen. Elis bagaimana?. Soni juga harus memikirkan cara, agar Elis terlepas dari cengkeraman Wanita seperti Karen.


Soni mulai terasa sakit sekepala. Dan berteriak. Membuat sebagian warga keluar untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi. Sebagian, warga terkejut melihat Karen. Karen yang di kenal baik, ramah dan sopan di hadapan warga. Bisa berbuat seperti itu.

__ADS_1


Karen sadar sudah jadi tontonan, Karen sudah tak bisa menyembunyikan dirinya lagi. Karen tertawa, layaknya orang gila.


"Lihat kan, aku bisa berbuat apa saja, untuk kamu Soni. Jika saja, kamu tak memilih wanita sialan ini," bentak Karen, mulai menggores leher Elis dengan pisau cutter yang di pegang nya. Membuat leher Elis yang mulus, mulai mengeluarkan darah karna goresan pisau cutter yang di pegang Karen.


Elis menahan, rasa sakit yang tak seberapa itu. Soni sudah menangis menjerit ketakutan. Soni benar benar takut, Karen berbuat jauh hilang kendali, untuk benar benar menusuk Elis. Soni tak bisa berbuat apa apa. Soni diposisi sulit, memilih, Yasmine atau Elis. Tak bisa di pilihnya. Keduanya Harta berharga untuk Soni.


"Karen, kamu jangan nekat" teriak Soni lagi.


"Aku ga peduli, Kamu harus jadi milikku, Kita bertiga harus menjadi keluarga, tanpa orang ke tiga" bentak Karen murka. Karna Soni masih diam di tempat. Tak memilih Elis atau menyerah kan Yasmine.


"Yayas, bareng Tante yu, kita jalan jalan ke Disneyland, kita berdua saja. Ayah Soni ga usah ikut. Dia udah jahat sama tante, Tante sudah berbuat banyak untuk bisa bersama Ayahmu. Tapi lihat Ayahmu, malah memilih Wanita sialan ini" tutur Karen, sambil mengores, leher Elis yang kedua kalinya.


Yasmine yang ketakutan, mengelengkan kepalanya. Yasmine tak ingin tinggal dengan tantenya yang berubah menjadi orang gila, yang mengharapakan cinta dari Ayahnya.


Warga yang melihat kejadian itu, tak bisa berbuat apa apa. Seseorang berusaha melaporkan pada polisi secara diam diam. Karna sudah membuat kekacauan di daerahnya.


Pegangan Karen sudah mulai longgar, Karen kini, menangis, yang sedari tadi sudah tertawa. Karen benar benar mirip orang gila sekarang. Menangis tertawa tak jelas. Membuat sebagian warga takut pada Karen.


Tubuh kecil Yasmine, masih bergetar. Pemandangan yang seharusnya tak di lihat Yasmine. Gadis kecil, berusia 5 tahun ini, membuat Yasmine merasa takut mencapai batasnya. Yasmine menangis. Melihat sang Ayah sudah banjir air mata. Sedang kan, Tante yang memberikan sekantung permen itu. Masih menahan dari rasa sakit karna pisau cutter yang di goreskan Tante Karen, padanya.


Gadis berusia 5 tahun itu, benar benar tak mengerti semua yang terjadi padanya. Yasmine hanya melihat, Tante Karen nya, sudah berubah jadi wanita yang jahat. Menyakiti tante baik hati, seperti Elis. Itu yang ada di pikiran Yasmine sekarang. Yasmine bisa melihat yang baik dan mana yang buruk. Yasmine bisa merasakan kasih sayang yang tulus dan pura pura. Paling sesudah ini. Yasmine, tak akan mau bersama Karen lagi.


Bersambung...

__ADS_1


Terima kasih sudah baca sampai Chapter ini. Terima kasih karna selalu setia menunggu Up novel ini. Author sangat berterima kasih yang sebanyak banyaknya 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏


Jangan lupa tinggalkan Like buat novel Author yang ini. Mampir juga, ke karya Author yang lain. "Irani Gadis Indigo" dan "Kisah Kita"


__ADS_2