
Dokter Rian dan suster Emipun masuk ke ruang inaf Azka.
"Hay, Sayang, Gimana kondisinya sekarang. Maafnya baru Dateng sekarang" Sapa Suster Emi langsung memeluk Azka yang sedang duduk sambil membuka Laptopnya. Yang di bawa Soni.
Azka pun tersenyum.
Azka menyalami dokter Rian sesaat setelah Suster Emi melepaskan pelukanya.
Soni sudah berada di belang Ayah ibunya.
"Aku pernah bilang. Kalo gadis itu calonmu ternyata benar yah" Seru Suster Emi mengingatkan Azka saat mengantar Mamah Yesa untuk Kontrol.
Azka Tersenyum lagi teringat itu.
"Sekarang Soni jadi ga mau kalah ma kamu tuch" Ucap Dokter Rian tiba tiba.
Azka mengerutkan keningnya. Tak mengerti maksud orang tua Soni ini.
"Ka, gwe udah putuskan untuk melamar Elis. Aku ga mau kehilangan Dia. Yang tulus mencintai Gwe" Ucap Soni tiba tiba tanpa rasa malu mengungkapkan Cinta di hadapan dua orang tuanya.
Azka Tersenyum lagi.
"Aku ga mau kalah yah sama kamu. Kamu udah bisa move on masih aku belum. Ga akan gwe biarin Lo ngelangkahi Gwe nikah duluan" Seru Soni sudah memantapkan hatinya untuk Elis.
"Bagus lah.." ucap Azka. Tak ingin meladeni Soni. Karna Azka tak merasa sedang taruhan dengan Soni.
"Tugas kamu sekarang, tinggal bujuk Yasmine sayang. Akhir akhir ini Yasmine dekat dengan Keren adiknya Kalula." Ucap Suster Emi.
Sebenarnya Karen adiknya Kalula sudah bilang pada suster Emi dan dokter Rian. Kalo Keren sangat suka sama Kakak iparnya ini. Karen sangat sayang dengan Yasmine. Putri dari kakaknya ini. Tapi entah kenapa Soni tak ada perasaan pada Karen.
Karen menang cantik. Malahan Lebih cantik Karen di banding Kalula. Tapi sifat mereka sangat Jauh. Karen begitu kasar. Beda dengan Kalula yang lembut.
Berkali kali Karen mengoda Soni. Namun Soni tetap tak merespon. Karen tak sebaik Kalula Almarhum Istri nya. Hidup Karen bebas mungkin karna katen seorang Model.
__ADS_1
Banyak teman teman Soni dan Azka yang menjadi Model. Mereka memang Cantik. Tapi kelakuannya mereka. Minus. Rasanya tak cocok jadi ibu dari putrinya Yasmine.
Gadis kecil itu, begitu mirip Kalula. Soni ingin yang menjadi Ibu Yasmine. Ingin seperti Kalula. Yah walau tak mirip. Tapi sifat dan sikapnya harus lembut dan baik. Elis cocok jadi Ibu Yasmine. Itu menurut Soni.
Soni masih diam. Akhir akhir ini. Soni begitu sibuk. Soni belum sempat bertemu dengan putri kecilnya.
"Ibu tau, kamu ga suka Karen. Tapi Karen sudah berubah sekarang" Ucap Suster Emi.
"Jadi ibu ga setuju dengan pilihan Soni" Ucap Soni kecewa.
"Bukan begitu sayang. Ibu dan Ayah sangat mendukung keputusan kamu. Ibu ga memaksa kamu untuk bersama Karen bila kamu tak suka" Ucap Suster Emi lagi.
"Ayah, ga nyuruh kamu bersama Karen. Nak. Ayah minta kamu bujuk Yasmine. Atau ajak bertemu Elis dulu lah, sebagai perkenalan Yasmine dan Elis. Siapa tau, mereka cocok" Ucap Dokter Rian.
Soni berpikir lagi. Elis memang belum pernah bertemu Yasmine. Yasmine memang harus bertemu dengan Elis.
Azka sedari tadi memperhatikan. Keluarga Soni. Namun Azka yakin Soni bisa menyelesaikan itu.
Soni memang belum bicarakan hal ini pada Elis. Yang akan langsung melamarnya. Pertama Tama. Elis harus bertemu dulu dengan Jiwanya Yasmine. Setelah itu bertemu kedua orang tua Elis.
Soni pun berpikir. Tentang keluarga Elis sekarang. Apakah Mereka bakal setuju dengan statusnya kini seorang duda.
Soni melihat ke arah luar ruangan. Terlihat Elis sedang memperhatikan dari luar. Soni hanya menunduk membiarkan Elis mendengar semuanya.
Dokter Rian melihat putranya kini. Baru kali ini. Soni berkata ingin menikah lagi setelah sekian lama. Yasmine hampir 4 tahun. Selama itu juga. Soni sendiri. Walau tak tau apa yang di lakukan Soni di luar sana. Ayahnya tau, Soni kesepian setelah Kalula pergi.
"Sayang, kita dukung keputusan kamu" Ucap Suster Emi menepuk nepuk punggung Soni.
Dokter Rian dan Suster Emipun keluar ruangan Azka. Karna harus kembali bekerja sebagai dokter dan perawat.
Azka melihat Soni. Soni berada dalam kegalauan yang begitu besar.
Darania, Elis, Lilian, Shintia pun masuk ruang Azka. Azka Tersenyum melihat Darania. Gadis itu membuat Azka jatuh Cinta.
__ADS_1
Tanpa ragu dan malu. Azka langsung menarik tangan Darania untuk berada di sisinya. Azka begitu manja pada Darania. Azka sendiri tak malu lagi memeluk Darania hisapan mereka.
"Mas, Aku malu?" Bisik Darania. Karma Azka terus memeluk Darania.
Azka malah senyum tanpa melepas kan Darania..
Soni langsung berlutut di pinggir Elis. Membuat Shintia dan Lilian bingung di buatnya. Sedangkan Darania dan Azka Tersenyum melihat Soni.
"Maaf aku terlambat mengungkapkan ini. Aku hanya baru menyadari. Aku ingin kamu jadi istriku. Ibu dari anakku. Ibu dari anak anak kita nanti. Aku tak punya apa apa sekarang. Aku hanya duda beranak satu. Yang menginginkan bahagia. Maukah kamu menikah denganku Elis" Lamar Soni
Elis tak bisa berkata kata lagi. Air mata nya terjatuh karna terharu. Sekarang Soni malah meminta Elis untuk menjadi istrinya. Elis masih menangis. Tangis bahagia yang tak pernah Elis bayangkan. Bahwa Elis akan langsung di lamar.
Soni masih berlutut menunggu jawaban Elis. Masih memegang kedua tangan Elis. Soni menantikan jawaban Elis.
Lilian dan Shintia menyoraki Elis untuk menerima Soni. Mereka tau. Seberapa besar Cinta Elis pada Soni.
Tanpa pikir panjang lagi. Elis menganguk kan kepalanya. Menandakan kalo Elis menerima Soni.
"Aku mau mas, Aku mau menerima mu jadi bagian dalam hidupku" Jawab Elis terbata bata masih terharu masih tak percaya. Kalo Soni melamar hari ini. Hari ini benar benar hari bersejarah bagi Elis dan Soni.
Soni pun bangkit dan langsung memeluk Elis.
"Terima kasih sayang. Udah menerima aku" Bisik Soni pelan. Elis menganguk. Mencium bau harum tubuh Soni yang dulu hanya jadi angan angan. Kini jadi kenyataan.
Kini Soni, menyadari perasaan Elis. Lama Elis menyimpan rasa untuk Soni. Penantian selama ini. Membawakan hasil. Elis melihat Azka. Tersenyum. Mungkin ini juga sebagai bantuan Azka. Azka membalas senyuman Elis.
Soni masih memeluk erat tubuh gadis. Yang kini bakal jadi istrinya. Gadis yang akan jadi Ibu sambung anaknya. Soni berharap keputusan kali ini tak salah. Seperti saat milih Kalula dulu. Tidak memilih Karen.
Soni dan Elis begitu bahagia kali ini. Lamaranya di terima Elis. Soni tak tau ada hambatan apa yang akan terjadi kedepannya. Masalah akan muncul di chapter selanjutnya.
Bersambung.
Jangan lupa Like yah.
__ADS_1