
Prita sudah bersiap berdandan cantik saat kedua orangtuanya mengajaknya untuk makan malam bersama keluarga Azka. Bukan malam resmi sih hanya beberapa kolega bisnis dari Azka akan datang ke sana di sebuah Hotel Bintang Lima yang dimiliki oleh keluarga Prita.
Bumi paling malas kalau suruh datang ke acara seperti ini. Berbeda dengan Ben dan juga Bima keduanya tak masalah sama sekali saat datang ke acara seperti ini. Atas bujukan dari orang tuanya Bumi pun terpaksa ikut walaupun dengan muka di tekuk dan cemberut kesal.
"Sudah jangan cemberut saja," goda Azka yang duduk di samping Ben yang sedang menyetir sedangkan Darania di bangku belakang di dekat Darania.
Bima memutuskan untuk berangkat bersama Khanza karna, tak hanya Azka tapi, ketiga putranya pun mendapat undangan yang sama dari Pak Januar. Semua kolega-koleganya diundang tak hanya acara untuk orang tua. Acara untuk anak muda pun ada untuk perkenalan.
Semua pemilik perusahaan dan bahkan artis terkenal pun datang ke acara ini yang di adakan terbuka untuk umum yang memiliki undangan khusus untuk orang-orang menengah ke atas. Semua berkumpul menjadi satu dalam satu ruangan.
Azka selalu datang bersama Darania yang selalu tampil cantik dan juga elegan. Tak hanya Darania. Soni dan Elis pun datang bersama putri bungsunya Alexsa. Sedangkan Yasmin dan Gibran pun datang tak hanya itu Dewi pun datang dengan salah satu pengusaha yang usianya masih muda bernama Zafran.
Tak hanya itu saja beberapa wartawan pun datang untuk meliput acara tahun yang selalu dihadiri oleh kalangan atas semua.
Dari arah dapur Kanaya pun membantu sepupunya yang bekerja di hotel. Kanaya sering ikut kerja sampingan seperti ini untuk menambah biaya kuliahnya. Kanaya seorang yang mandiri dan selalu bekerja keras untuk kelangsungan hidupnya.
Kanaya sudah terbiasanya ikut acara-acara seperti ini menjadi pramusaji. Ia tak malu melakukan pekerjaan seperti ini selama itu halal.
Melihat Bumi dari kejauhan membuat Prita senang dan bahagia. Januar sebagai Ayah kandungnya pun merasa bahagia melihat putrinya bahagia. Pria itu akan selalu mengikuti semua yang putrinya inginkan apa pun itu. Sekarang gadis yang selalu mendapatkan apa yang ia inginkan pun meminta Ayahnya untuk menjodohkannya dengan Bumi, putra kedua Azka.
Sudah menjadi sifat Bumi yang selalu risih dengan semua kamera-kamera wartawan yang selalu menggangunya. Berbeda dengan Ben yang sudah bersiap dengan semua pose yang membuatnya selalu oke dalam setiap kesempatan.
Bima selalu memperkenalkan Khanza di manapun ia berada. Kalau gadis ini adalah kekasihnya. Bima selalu bangga memperkenalkan Khanza sampai membuat Khanza terbiasa dengan semua kehidupan dari Bima.
__ADS_1
Alexsa pun langsung menghampiri Khanza susah lama keduanya tak bertemu karna, kesibukan dari Alexsa yang sudah menjadi model papan atas.
Dari jauh Ben melihat Arsa sedang menatapnya sembari berbincang dengan teman-temannya. Entah apa yang mereka bicarakan tentangnya. Ben, memperhatikan Alexsa ia khawatir dengan gadis itu. Apalagi tak ada Ratna dan Nanda membuatnya semakin khawatir. Ben pun sengaja tak jauh-jauh dari Alexsa agar ia bisa memperhatikannya dari tempatnya berdiri.
Seluruh gadis pun mulai memperhatikan Bumi yang sedari tadi sendiri. Bumi benar-benar seperti gula yang dikerubuti semut sampai membuat Prita tak suka. Kanaya tak memperhatikan orang-orang kelas atas itu. Ia sibuk bekerja menyiapkan seluruh makan dan mengambil gelas-gelas dan piring-piring kotor untuk di bawa ke dapur.
Seseorang pun menabraknya. "Oh maaf," ucapnya dan terkejut melihat Kanaya pelayan yang ia tabrak.
"Kanaya?" tanyanya.
Gadis itu mengangkat kepalanya. "Khanza," ucapnya.
Khanza pun memeluk Kanaya. Sampai Kanaya melepaskan pelukan dari Khanza. "Za, aku lagi kerja," guman Kanaya pelan takut ada yang melihat ini.
"Kita bisa berbicara dilain waktu yah!" seru Kanaya.
"Baiklah, aku minta nomormu?"
Kanaya pun memberikan nomornya pada Khanza.Tanpa diketahui kedua gadis ini. Bumi pun sedari tadi memperhatikan mereka. Sebenarnya Bumi sudah tau keberadaan Kanaya sejak tadi. Hanya Kanaya yang tak menyadari keberadaan Bumi.
Kanaya tak suka memperhatikan sekitar. Padahal sedari tadi Bumi berada di sekitar Kanaya. Bumi hanya bisa memperhatikan dari jauh. Bumi tak mau bila sampai membuat Kanaya malu dan semakin menjauh.
Bumi juga yang menyuruh Khanza untuk meminta no ponsel Kanaya. Bumi benar-benar berniat mengejar kembali Kanaya.
__ADS_1
Saat akan mengikuti Kanaya. Prita pun menghampiri Bumi. "Kamu di sini toh? Aku cari ke mana-mana," ucapnya senang.
Bumi tersenyum walau sebenarnya ia begitu risih dengan kehadiran Prita. Karna, ke mana pun Bumi berada gadis ini selalu mengikutinya. Prita pun menarik tangan Bumi sampai menunju panggung yang sudah di siapkan.
Tanpa memberitahu Azka terlebih dahulu dan kompromi dengan Bumi. Tiba-tiba saja Prita mengumumkan perjodohan antara dirinya dan Bumi. Laki-laki itu pun terkejut mendengar itu. Tak hanya Bumi semua yang datang ke acara malam malam ini pun sama-sama terkejut.
"Tunggu Prita," tahan Bumi sebelum gadis ini berbicara halu lagi karna, Bumi melihat Kanaya sudah mendengar ucapan dari Prita.
Terlihat Kanaya pun sedih mendengar ucapan dari Prita. Bumi merasa kalau Kanaya sakit hari mendengar semua ini. Bumi pun memutuskan untuk membuat semua ini tak jadi gosip yang tak benar.
"Ada ada apa Bumi?" tanya Prita tak suka dengan ucapan Bumi.
"Kita belum saling mengenal. Aku dan kamu pun baru beberapa kali bertemu. Kenapa kamu memutuskan perjodohan ini tanpa memberitahu aku dan keluargaku," ucap Bumi kesal dan marah masih mengunakan microphon agar semua mendengar ucapannya karna, Prita sudah memberikan berita bohong untuknya dan keluarganya.
Prita terdiam dan malu pada semua orang yang melihatnya. Prita pun hampir menangis melihat sang Ayah Januar yang menunduk malu. Pria tua itu belum mengatakan apa pun pada Azka hanya menyetujui ucapan dari putrinya yang menginginkan Bumi menjadi suaminya kelak.
"Bulannya Ayah sudah memberitahu Om Azka dan Tante Darania kalau kita akan dijodohkan," ucap Prita hampir menangis.
"Kapan itu? Ayah tak pernah memberitahukan perjodohan ini kepadaku. Ini tentang hidupku tak bisa seorang pun mengaturnya termasuk kamu. Walaupun Arahmu pemilik semuanya tak akan bisa memaksaku untuk bisa bersamamu. Aku tak suka dipaksa? Bila aku jatuh cinta padamu itu beda cerita," tutur Bumi benar-benar kesal dengan ucapan gadis ini yang sok mengatur hidupnya. Kedua orang tuanya memutuskan hidupnya pada dirinya sendiri. Gadis ini dengan sengaja mengumumkan pada semua orang tentang perjodohan yang tak ingin dilakukan oleh Bumi sama sekali.
Bersambung...
Jangan lupa like dan komen yah untuk meninggalkan jejak kalian dan mampir juga ke karya Author yang lain terima kasih.
__ADS_1