Ketika Cinta Datang Season 2

Ketika Cinta Datang Season 2
Chapter 30 Ketemu kangen.


__ADS_3

Arisa dan Arita sudah lama tak bertemu. Sekitar, lima sampai enam bulan lebih. Arita sudah menjadi pemilik furniture yang paling terkenal di kota Semarang. Sudah dari empat tahun, Rudi keluar dari pabrik. Rudi dan Arita memulai merintis bisnis, di bidang furniture. Sekarang, usaha mereka sudah sampai ke luar negeri. Rudi sendiri yang sudah terjun langsung mengelola bisnis furniture.


Atas saran Irani, Rudi memulai bisnis furniture dari kayu Jepara yang sudah terkenal. Usahanya maju pesat, atas bantuan teknologi online.


"Mba kenapa? Sedai tadi melamun terus?" tanya Arita penasaran.


"Aku teringat Nia!"


"Nia?"


"Aku merindukannya sekarang. Entah bagaimana? Wajahnya sekarang?"


"Enam bulan yang lalu, Aku mendengar, mereka ditipu oleh calon tunangannya. Semua perusahaan dan rumah miliknya diambil alih oleh mantan tunangannya. Setelah kejadian itu, Aldi pun menghilang," tutur Arita menjelaskan.


"Kasihan sekali dia. Aku ingin bertemu dengan Yesa," ucap Arisa merasa kasihan.


"Gadis itu, ditinggalkan oleh tunangannya yang menikahi sahabatnya sendiri."


"Ya Tuhan, kasihan sekali gadis itu!"


"Aku mendengar dari temanku, katanya mereka tinggal di kota ini sekarang."


"Apakah kamu tau, di mana mereka tinggal?"


"Aku tak tau Mba? Maafkan Aku?"


"Kenapa kamu minta maaf? Aku hanya menanyakan kabar Nia."


"Benarkah, bukankan teringat Nia, mengingatkan tragedi itu."


"Aku tidak apa-apa aku udah ikhlas!"


"Tante!" panggil Arya, dari belakang langsung memeluk tante kesayangannya ini.


"Yaya kangen Tante," ucapnya memeluk tantenya dari belakang.


"Keponakan Tante, sudah menjadi seorang ayah. Namun masih manja seperti ini!" seru tantenya memegang kepala Arya dengan tangan kanannya. Karna, kepala Arya condong ke kedepan saat memeluk tantenya dari belakang.


"Bunda," panggil seseorang dari belakang. Membuat Arya melepaskan pelukannya pada Tantenya.


Arita menoleh, memeluk putrinya itu. Saat Kila ada di depannya.


"Oh anak bunda yang paling cantik, sudah sampai." Arita memeluk putri semata wayangnya ini.

__ADS_1


"Mba Arisa, Gimana kabarnya?" tanya Rudi sambil memeluk Arisa sebentar, dan melepaskannya lagi.


"Aku baik," ucap Arisa.


Arya sun tangan pada Omnya ini. Setelah Om Rudi melepaskan pelukannya pada Arisa.


Rudi menepuk punggung Arya. Tak menyangka, anak usil seperti Arya bisa lebih dulu menikah. Dan Sekarang sudah menjadi seorang Ayah.


"Aduh Om, jangan keras-keras dong," ucap Arya menggoda Omnya ini. Karna menepuk tepuk punggungnya berulang kali.


"Anak bandel sekarang jadi seorang Ayah," ucap Rudi sambil tersenyum.


Arya tersenyum malu, memeluk adik sepupunya ini, "Uhh, adikku ini, sudah berubah menjadi gadis cantik."


"Sudah jangan peluk-peluk, nanti Mba Nadia salah paham lagi," ucap Kila menggoda kakak sepupunya ini. Karna, Dulu Nadia sempat salah paham pada Kila. Di kira Kila itu, selingkuhan Arya.


Arya tersenyum mengingat kejadian itu. Begitu lucu, saat Nadia marah-marah tak jelas. Saat itu, Nadia tak percaya, kalau Kila adik sepupunya. Arya sampai memanggil Rudi dan Arita, untuk menjelaskan bahwa Kila dan Arya sodara sepupu.


Kila, melepaskan pelukan kakak sepupunya Arya, "Aku ingin melihat dede bayi!" serunya.


"Tidak bisa sayang, Sekarang sudah bukan waktu jam besuk. Lihat sekarang sudah jam berapa?"


Kila, melihat jam tangannya, ternyata sudah jam 10.30 malam, "Ihh padahal aku ingin melihat dede bayi," ucap Kila sedikit kecewa.


"Bun, kita mau gimana? Mau di sini apa pulang ke rumah Mba Arisa," tanya Rudi.


"Kakau Bunda gimana?" tanya Rudi pada Arita.


"Aku kangen Mba Arisa! Boleh menginap di rumah Mba Arisa?" pinta Arita memohon pada suaminya.


"Yah sudah kalian menginap di rumah Mba Arisa saja," ucapnya.


"Emang Ayah mau kemana?" tanya Arita.


"Ayah ada pengiriman ke Surabaya. Ayah harus ikut ke sana. karna, kirimannya dalam jumlah besar. Paling sekitar dua sampai tiga hari Ayah di Surabaya, sekalian mengurus kerjaan di sana," ucap Rudi menjelaskan.


"Kalau gitu, Ayah anterkan kita ke rumah Mba Arisa. Setelah itu, ayah bisa langsung ke surabaya!" seru Arita.


"Baiklah Ayo," ucap Rudi.


"Ya, Ibu pulang dulu sama Tante Arita dan Kila. Kamu tidak apa-apa kan menjaga Nadia sendiri di sini. Besok kita ke rumah sakit lagi," ucap Arisa.


"Baiklah, Om hati-hati yah," ucap Arya.

__ADS_1


"Ok."


Mereka berempat pun bergegas menuju parkiran, pulang menuju rumah Arisa. Arya pun masuk ke ruang Nadia, setelah mengantar mereka sampai parkiran.


Nadia sudah terlelap, saat Arya masuk ruabganya. Arya pun memperhatikan malaikat kecilnya itu, tertidur lelap di dalam box bayi, hatinya begitu tenang melihat wajah polos tanpa dosa. Ia teringat dengan perjuangan Nadia untuk melahirkan putri kecilnya ini. Seluruh tenaganya terkuras habis. Arya berjalan ke ranjang Nadia. Ia berbaring, di samping Nadia. Membuat Nadia terbangun.


"Mas," panggil Nadia pelan


Arya mengecup kening Nadia dengan begitu lembut dan mencium bibir Nadia sesaat.


Nadia menutup matanya. Merasakan kehangatan dari suaminya. Sudah lama pasangan ini menunggu kehadiran seorang Bayi. Kini bayi cantik itu sudah lahir ke dunia ini, membuat sepasang suami-istri ini begitu bahagia.


"Terima kasih sayang," ucap Arya mengecup kening Istrinya lagi, ia melihat bayi kecilnya tertidur lelap.


"Mas, aku mendengar suara Tante Arita dan Kila?" tanyanya


"Tadi mereka memang kesini"


"Kok ga masuk"


"Jam besuk sudah habis sayang. Tapi mereka, akan ke sini lagi besok. Mereka ingin melihat bayi kita sayang."


"Ohhh, mereka beneran mau ke sini lagi kan."


"Iya, kan Tante Arita, tidur di rumah Ibu."


"Aku ingin cepat pulang? kangen rumah Ibu."


"Sabar sayang, besok atau lusa kalo keadaan kamu membaik pasti boleh pulang ko!"


"Aku ga betah di sini."


"Sabar, mau gimana lagi? Kata Dokter kondisi kamu harus baik dulu sayang, baru bisa pulang"


Nadia cemberut.


Arya gemas mencium bibir Nadia lagi, dengan mesra. Nadia pun membalas ciuman Arya.


"Aku kangen sayang," ucap Arya lagi sambil tangannya menerobos masuk ke badan Nadia dan memegang payudara milik Nadia, yang keluar ASI, di payudaranya. membuat bajunya basah, ASI-nya sudah merembes keluar.


Nadia tersenyum, " Sekarang ini milik bayi kita sayang," guman Nadia.


Arya mengeluarkan tangannya dari dalam baju Nadia. Tangannya basah terkena ASI, yang berbau amis. Arya beranjak untuk mencuci tangannya.

__ADS_1


Bayi itu pun menangis, karna, lapar. Nadia beranjak bangun di bantu Arya, untuk menggendong bayi mereka. Nadia mulai menyusui bayinya. Sedangkan Arya memperhatikan anak dan istrinya. Ia begitu bahagia, melihat mereka berdua. Kehadiran bayi itu, membawa angin segar untuk Arya dan Nadia. Mereka berdua tak menyangka, bayi mereka akan lahir dengan selamat.


Bersambung...


__ADS_2