
Awal masuk kuliah Ben, Bumi dan Bima mendapatkan masalah masing-masing. Namun, ketiganya yakin mereka bisa menghadapi semua dengan mudah.
Ben dengan perasaannya yang mulai tumbuh. Bumi, cinta lama yang bersemi kembali dan Bima hatinya kini terbagi dengan kenangan masa lalu. Mereka simpan semua rasa itu dalam hatinya. Agar tak ada yang tau tentang hatinya yang mereka sembunyikan dari dunia.
🍀🍀🍀🍀
Darania memainkan ponselnya dengan santai melihat resep baru. Namun, karna, salah klik ia malah memencet tombol tentang gosip selebriti. Di situ diberitakan tentang skandal antara Dewi dan pengusaha lain yang mulai terungkap media masa. Pengusaha kuliner itu masih disembunyikan namanya.
Merasa tak penting, Darania pun kembali melihat resep masakan yang baru untuk di cobanya di rumah. Seseorang pun mengirimkan chat via WhatsApp.
"Aku tunggu kamu di resort Bintang sekarang!" Darania mengerutkan keningnya. Tak mengerti maksud dari chat WhatsApp itu.
Lagi-lagi chat tak penting dengan no yang berbeda. Sudah sebulan ini banyak yang mengirimnya chat tak penting. Wanita itu tak mau menghiraukannya sama sekali.
Seseorang pun mengetuk pintu rumahnya. Bibi pun membuka pintu rumahnya. "Siapa Bi?" tanyanya masih memainkan ponselnya.
"Ini Nyonya ada yang mengirimkan paket untuk Nyonya," ucap Bi Siti pembantu rumah Azka yang sudah lama bekerja dengan Azka saat Darania melahirkan ketiga putranya.
Darania beranjak sembari mengerutkan keningnya. Ia merasa tak memesan apa pun secara online. Bi Siti pun memberikan barang itu pada Nyonya besarnya. Saat ia akan membuka paket itu, seorang wanita memangil namanya.
"Dara," panggilnya sambil tersenyum.
"Elis," ucapnya saat mendengar suara yang tak asing untuknya.
Darania pun beranjak bangun untuk menyambutnya sambil cipika-cipiki. "Hay, sudah lama yah kita tak bertemu!" seru Darania.
Elis tersenyum. "Ini Arin ingin bertemu dengan kamu," ucap Eliz.
"Hay, Arin" sapa Darania sambil tersenyum.
"Oma, ke mana om Ben, Bumi sama Bima?" tanyanya.
"Kuliah, Sayang!"
"Yah, aku main sama siapa dong?"
"Kamu mau main apa?"
"Boleh ke kamar mainan?"
"Boleh?"
__ADS_1
"Terima kasih," ucap Arin segera berlari ke kamar mainan tempat Ben, Bumi dan Bima.
Azka dan Darania begitu bahagia saat Darania hamil setelah lima tahun keduanya menunggu kehadiran seorang bayi. Tak tangung-tanggung Azka menyiapkan kamar khusus mainan setelah tau kalau istrinya mengandung kembar tiga. Azka begitu bahagia saat itu.
Keadaan Darania saat mengandung ketiga putranya begitu mengkhawatirkan beberapa kali masuk rumah sakit. Ketika janinnya begitu kuat sampai tubuh sang Ibu tak kuat untuk menahannya. Namun, masa-masa seperti sulit itu pun sudah berlalu.
"Aku melihat Yasmine saat seusia Arin sekarang. Sekarang anak itu sudah memiliki dua anak," ucapnya sambil tersenyum.
"Yah, aku pun tak menyangka bisa merawatnya sampai ia mempunyai anaknya sendiri!"
"Aku sering melihat Alexsa sekarang menjadi super model?"
Elis tersenyum. "Hanya anak itu saja yang mau menjadi anak model berbeda dengan dua kakaknya."
"Semua anakmu perempuan sedangkan aku tiga laki-laki!"
"Bagaimana kalau kita menjodohkan Alexsa dengan salah satu dari putramu?"
"Yah, aku menyetujui itu? Aku melihat Ben yang lebih dekat dengan Alexsa dibanding Bumi dan Bima."
"Ben, menuruti sifat Azka dulu tak jauh berbeda."
Keduanya pun berbincang-bincang mengingat masa lalu sampai Darania melupakan Kiram paket tadi.
🍀🍀🍀🍀
Seseorang wanita menelpon laki-laki dikediamannya. "Bagaimana kamu sudah mengirimkan paket itu?" tanganya.
"Sudah, Nyonya," ucapnya.
"Baiklah," ucapnya lagi menutup telponnya. Wanita itu terdiam. Belum ada reaksi sama sekali darinya sampai membuatnya kesal. "Kenapa sulit sekali untuk menjebaknya!" serunya sendiri.
Beberapa bulan yang lalu, ia bertemu kembali dengan mantan kekasihnya dahulu. Laki-laki itu masih tetap sama bahkan lebih menawan dari pada dulu. Laki-laki tersebut memiliki apa yang tak ia miliki.
Rasanya tak adil melihat bahagia bersama keluarganya sedangkan ia tak bahagia. Wanita itu sudah menikah hampir lima kali setelah cerai dengan suami pertamanya. Sampai saat ini juga ia tak bisa hamil. Gara-gara itu juga ia diceraikan oleh beberapa mantan suaminya.
Keluarga mantan kekasihnya begitu harmonis dengan memilih tiga anak kembar sekaligus. Hidupnya begitu sempurna sampai ia tak rela untuk membuat ia bahagia dengan keluarganya.
Wanita tersebut sudah berniat akan mengambilnya dari istri syahnya. Menjadikannya miliknya satu-satunya. Walaupun sikapnya berbeda namun, bagaimana pun caranya laki-laki tersebut harus menjadi miliknya.
🍀🍀🍀🍀
__ADS_1
Beberapa gosip tersebar di media sosial membuat Soni khawatir dengan sahabatnya ini. Sampai ia sengaja datang ke resto milik Azka.
"Lihatlah ini?" ucap Soni tiba-tiba memberikan salinan link berita gosip yang sedang hot minggu ini.
Azka mengerutkan keningnya tak mengerti. "Apa maksud semua ini?" tanyanya bingung.
"Kamu tak sadar kalau berita ini membicarakanmu," ucap Soni gemas.
"Biarkan saja, aku tak merasa berselingkuh dengan wanita mana pun!"
"Tapi, berita ini mengarah padaku Azka."
"Aku tak peduli, Soni. Selama mereka tak mengusik keluargaku aku akan membiarkan mereka."
Soni mengelengkan kepalanya.
🍀🍀🍀🍀
Bima sudah berada di depan kampus Khanza sepuluh menit yang lalu. Beberapa saat kemudian gadis itu pun datang bersama Restu sahabat baiknya. "Hay, Brow," sapa Restu melihat Bima sambil tersenyum.
"Bim, aku ikut nebeng juga yah! Aku tak bawa kendaraan," pintanya.
"Oke," ucap Bima.
Restu pun naik di bangku belakang mobil help milik Bima dan Khanza di bangku depan. Mereka pun berlaku meninggalkan lingkungan kampus.
Tanpa mereka sadari seseorang memperhatikan mereka dari kejauhan. Ia tak suka melihat Bima dengan adik kelasnya Khanza apa pun hubungan mereka.
🍀🍀🍀🍀
Bumi masih berasa di kampus, bukan tanpa alasan ia masih berada di sana. Anak laki-laki itu langsung mengambil mata kuliah yang double saat pertama masuk kuliah. Ia ingin cepat lulus untuk segera berangkat ke Hollywood yang menjadi impiannya dari kecil.
Saat ia baru masuk kelas. Bumi dikejutkan dengan kehadiran Kanaya di kelas yang sama dengannya. Gadis itu cuek tak peduli sedangkan Bumi hanya bisa memperhatikannya dari sisi lain yang berada jauh dari tempat duduknya.
Bumi terus melihat Kanaya yang sedang berbincang dengan teman laki-lakinya yang cukup akrab dengannya. Sampai Bumi merasa jengkel melihatnya. Laki-laki itu mencoba berpaling tak ingin melihatnya tapi, Kanaya begitu jelas terlihat.
Tanpa disadarinya sedari tadi seorang gadis memperhatikan dari tempat duduknya. Walaupun Bumi terlihat begitu cuek namun, gadis tersebut menyukainya. Sangat menyukai sampai ia tak rela kalau Bumi menjadi milik orang lain. Saat ini laki-laki itu masih sendiri. Ia bisa mendekatinya sebelum orang lain. Gadis tersebut memperhatikannya sampai tak berkedip sedari tadi. "Bumi, aku menyukaimu!"
Bersambung
Jangan lupa like dan komen untuk meninggalkan jejak kalian mampir juga ke karya Author yang lain terima kasih.
__ADS_1