
Vivian benar benar cemburu. Mereka pun segera pergi. dari ruang Azka. Vivian berjalan keluar terlebih dahulu di susul oleh Ibas.
Setelah mereka keluar. Darania menghembuskan nafas panjang. Azka melihat itu. Bu Arisa masih di ruang Azka. Membuat Azka tak berani bertanya langsung pada Darania. Namun terlihat jelas. Mood Darania berubah setelah kedatangan Vivian dan suaminya. Azka sedari tadi terus berpikir. Namun tak terpikirkan sama sekali. Namun sudah jelas Darania jadi banyak diam. Setelah Vivian dan suaminya pergi.
Lama Azka, Menunggu ibunya pergi. Sampai Dokter Farhan datang. Dan Bu Arisa pun pergi bersama dokter Farhan. Darania masih terdiam sedari tadi. Entah apa yang dia lamunan. Yang jelas Darania tak sadar koplo Azka sudah bangun dari ranjangnya membawa besi penyangga Infus dan duduk di sampingnya.
"Azka" Panggil Darania terkejut Azka sudah duduk di sampingnya.
"Kamu..." Ucapan Darania terhenti saat Azka mencium bibir Darania. Darania jadi tak bisa berkata kata lagi. Selalu saja Azka membuat Darania merasa terkejut dan malu.
Kali ini, Azka benar benar tak melepaskan Darania. Azka mulai melumat bibir Darania dengan begitu panas. Sampai Darania kesulitan untuk bernafas. Namun Darania membiarkan itu. Saat kepala Darania di pegang Azka. Darania hanya pasrah. Ciuman panas itu begitu lama. Sampai Azka mengigit bibir Darania karna Gemas.
"Aww" Darania langsung melepaskan ciuman Azka. Karna bibir Darania mulai terasa sakit.
Azka Tersenyum lagi, tak sengaja mengigit bibir mungil Darania yang membuat Azka selalu tergoda untuk terus mencium nya.
Darania cemberut sekarang. Memegang Bibirnya dengan tangan kanannya.
"Maaf yah, Abis aku gemes banget ma kamu sayang" Azka memeluk Darania. dengan tangan masih di infus. Azka masih melakukan hal hal romantis untuk Darania walau sedang keadaan sakit tak menjadi halangan untuk Azka.
Darania Tersenyum lagi. Pelukan Azka membuatnya merasa tenang. Memang ini yang Darania butuhkan. Sebuah pelukan hangat dari seorang yang Darania cintai.
"Ceritakanlah semua keluh kesahmu sama aku, Aku siap dengernya"
Azka memang selalu tau. Tentang hati Darania. Yang kini sedang campur aduk ga jelas. Darania berpikir untuk menceritakan semuanya pada Azka. Agar tak ada hal yang di sembunyikan lagi. Azka harus tau, tentang masa lalu Darania. Dan Masa lalu Azka. Biar tak ada lagi kesalah pahaman di masa depan kelak.
__ADS_1
Lama Azka menunggu. Tapi Darania masih melamun. tak berkata apa apa. Membuat Azka terdiam. Semakin penasaran Apa yang terjadi di antara mereka.
Azka melepaskan pelukanya.
"Kalo belum siap cerita, aku akan menunggu?" Guman Azka lagi, Sedikit kecewa karna Darania tak berbicara sama sekali.
"Mereka Adalah mantan tunangan aku dan juga sahabat aku yang menghancurkan perusahaan papahku dan menghancurkan hidupku" Guman Darania sambil meneteskan air matanya. Masih terasa sakit mengingat penghiyanatan mereka pada Darania.
Azka terkejut mendengar ucapan Darania. Azka pun memeluk Darania. Namun sebelum itu, Azka menghapus air mata Darania yang sudah terlanjur menetes di pipinya.
"Maafkan aku" Guman Azka lagi. Telah membuat Darania meneteskan air matanya di depan Azka untuk pertama kalinya.
Darania, terus menangis. Hatinya masih terasa sakit karna mereka. Darania tak menyangka kalo akan bertemu mereka secepat ini. Semua masih terasa menyakitkan bagi Darania. Apalagi., Sampai saat ini. Papahnya tak tau entah ada dimana?. Darania dan Mamah Yesa sudah mencari Papah Aldi kemana mana. Namun belum juga ketemu. Dimana Papahnya berada.
Azka membiarkan Darania menangis. Masih memeluk Darania dengan erat. Azka merasa sakit hati, Melihat Darania seperti itu. Pasti Darania merasa sakit melebihi apapun. Dihiyanati oleh tunangannya dan temanya.
Kebencian Azka pada Vivian semakin besar setelah Vivian membuat Darania kehilangan segalanya. Azka harus segera melamar Darania. Untuk bisa menjaga Darania sepanjang waktu. Rasanya Azka mempunyai firasat buruk dengan ini. Apalagi melihat tatapan Ibas tadi. Begitu menjengkelkan Azka. Azka ingin sekali menonjok muka Ibas tadi. Tapi apa dayanya. Azka masih berada di sini. Berada di rumah sakit. Membuatnya tak bisa apa apa.
Namun bila, Ibas berbuat macam macam pada Darania dan siapapun yang menggangu Darania. Azka tak akan tinggal diam.
Vivian masih malas berbicara pada Ibas. Namun Ibas tak peduli dengan itu. Ibas masih memikirkan Bagaimana merebut kembali Darania dari Azka. Itu yang Ibas pikirkan dari tadi.
"Kamu, bahagia bisa bertemu dengan mantan tunanganmu" Ucap Vivian tiba tiba membuka percakapan itu. Karna sedari tadi pulang dari rumah sakit. Mereka diam diam saja. Tak ada satu kata pun yang mereka ucapkan.
Ibas melihat wajah Vivian. Vivian terlihat kesal. Dari dulu, Vivian sering cemburu saat berbicara dengan Darania.
__ADS_1
"Biasa aja, Kan aku udah milih kamu" Ucap Ibas berbohong.
Seketika wajah Vivian berubah menjadi bahagia. Saat mendengar ucapan Ibas. Vivian langsung merangkul tangan Ibas. Tersenyum senang.
Ibas Tersenyum miris. Wanita bodoh ini. Gampang saja di bodohi. Ibas masih memikirkan cara untuk merebut Darania kembali. Ibas masih tak rela. Jika Darania bersanding dengan laki laki lain. Darania hanya miliknya. Dan harus bersamanya bagaimanapun caranya. Darania harus kembali padanya.
Darania sudah merasa lega. Hatinya sudah lebih baik. Pelukan seorang Azka bisa membuat Darania merasa tenang. Pelukan Azka seperti sihir yang membuat Darania langsung merasa tenang.
"Sudah lebih baik" Tanya Azka setelah mencium kening Darania.
Darania menganguk.
"Jangan nangis lagi yah. Ini untuk terakhir. Kamu menangis untuk Laki laki brengsek seperti Dia. Dia ga pantes buat tangis sampai seperti ini. Sekarang ada Aku yang selalu menjaga mu. Setiap waktu setiap waktu" Tutur Azka lagi.
Darania menganguk lagi. Dan mulai tersenyum pada Azka. Senyuman manis untuk Azka.
"Nah, gitu dong. Mulai sekarang, Kamu harus tersenyum seperti ini lagi".
Darania Tersenyum lagi. Azka memang selalu membuat Darania tenang. Sekarang Darania merasa beruntung telah bertemu kembali dengan Azka.
Cinta pertama Darania. Membuat Darania merasa bahagia telah bertemu kembali dengan Azka. Cinta nya yang sempat tertunda. kini datang lagi. Membawa kebahagiaan untuk Darania. Yah hanya seorang Azka yang bisa membuat Darania langsung jatuh cinta. Begitu juga Azka yang selalu Jatuh cinta pada Darania.
Pasangan kekasih yang membuat iri siapapun yang melihat. Azka dan Darania. Yang sudah ditakdirkan untuk bersama. Walau sudah berpisah namun Cinta sendiri yang membuat mereka bersama kembali. Azka dan Darania.
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa like yah