Ketika Cinta Datang Season 2

Ketika Cinta Datang Season 2
Chapter 130 Malam Panjang


__ADS_3

Ben masih memperhatikan Alexsa yang mulai bergumam sendiri. "Panas, tolong aku aku kepanasan," gumannya sambil membuka baju sedikit demi sedikit.


Ben yang melihat itu pun segera menutup tubuh Alexsa yang mulai terbuka bagian dadanya. Untuk pertama kalinya Ben melihat sesuatu yang tak boleh ia lihat. Ben berusaha untuk menutup tubuh Alexsa dengan selimut. Akan tetapi gadis itu melempar selimut itu. Alexsa terus saja mengatakan kalau ia kepanasan setengah bagian tubuhnya mulai terbuka membuat Ben benar-benar menelan salivanya.


Walau bagaimanapun juga Ben seorang laki-laki normal bila melihat pemandangan seperti ini hasratnya pun mulai bergejolak.


Gadis itu benar-benar tak sadar apa yang telah ia lakukan dihadapan Ben. Laki-laki itu melihat seperti bukan Alexsa yang ia kenal. Ben benar-benar mengutuk Arsa atas apa yang ia lakukan pada Alexsa sampai gadis itu berani membuka seluruh pakaian yang ia kenakan.


Ben mulai bingung harus bagaimana? Keindahan tubuh Alexsa membuat senjatanya ikut berdiri. Alexsa benar-benar polos dan cantik saat keadaan seperti itu. Ben tak tau harus bereaksi seperti apa.


Alexsa benar-benar menggodanya dengan tubuh polos milikinya. Kini Alexsa pun mulai menarik Ben dalam jerat cintanya yang benar-benar tak bisa Ben tolak.


Pada akhirnya keduanya pun melepaskan masa lajangnya secara bersamaan. Ben tau ini salah. Menjelajahi tubuh Alexsa untuk yang pertama kalinya. Ben pun baru tau kalau Alexsa itu gadis yang masih suci.


Bukan Arsa yang mengambil apa yang seharusnya ia jaga tapi, Ben sendiri yang mengambil hal yang paling berharga milik Alexsa.


Setelah semua pertempuran terjadi antara Ben dan Alexsa pun membuat Ben menyadari kesalahannya kini telah menodai sahabatnya sendiri.


Ben menangis setelah apa yang telah ia lakukan pada Alexsa. Bukan Arsa yang kurang ajar tapi, dirinya sendiri. Apalagi saat darah segar itu keluar dari bagian sensitif milik Alexsa membuatnya semakin merasa bersalah.


Apa yang telah Ben lakukan pada Alexsa membuat Ben benar-benar merasa bersalah. Bagaimana kalau Alexsa tau? Bagaimana? Dan Bagaimana? Pikiran-pikiran itu kini hinggap di pikirannya.


Ben pun segera ke kamar mandi untuk membersihkan semua. Untuk pertama kalinya ini terjadi begitu cepat. Namun, ia berpikir kembali kalau sampai Arsa yang melakukan ini pada Alexsa bagaimana?

__ADS_1


Ben siap bertanggung jawab bila sesuatu terjadi pada Alexsa. Walaupun sekarang ia belum punya apa-apa namun, Ben akan mempertanggungjawabkan semuanya.


Alexsa masih belum sadarkan diri. Ia masih saja polos. Ben pun membuka dress yang ia yang Alexsa pakai dan menggantinya dengan kemeja yang ada di lemari yang ada di kamar apartemen yang terkadang ia pakai bila malas pulang ke rumah.


Ben benar-benar menghilangkan bukti-bukti. Setelah itu ia pun terdiam di samping Alexsa menunggu sampai ia bangun. Rasa bersalahnya semakin berat ia rasakan bila Alexsa mengetahui apa yang Ben lakukan padanya.


Sampai menjelang pagi Ben tak bisa tidur menunggu Alexsa untuk bangun. Menjelang siang Alexsa pun terbangun dan terkejut saat melihat Ben. "Ben, kita di mana?" tanyanya melihat sekitarnya.


"Di apartemen," jawab Ben sembari memberikan secangkir coklat panas untuk Alexsa.


Gadis itu pun menerimanya. "Ben, aku tak ingat apa yang terjadi semalam?" tanyanya lagi sambil meminum coklat panas dengan perlahan.


Ben pun berdebar saat Alexsa mengatakan kalau ia tak ingat dengan apa yang terjadi semalam kepada keduanya. Ben tak tau harus menjawab apa? Demi menutupi kekakuannya Ben pun berbohong.


Alexsa pun menyimpan cangkir yang ia pegang dan melihat seluruh tubuhnya kalau ia sudah mengganti pakaian. "Kamu yang menggantikan semuanya?" tanya Alexsa benar-benar merasa malu.


"Yah, siapa lagi?" jawab Ben ketua masih berpaling.


Alexsa terdiam dan merasakan sakit yang teramat sangat di bagian sensitifnya. Melihat reaksi Alexsa membuatnya Ben terkejut. "Kamu kenapa Lex? Ada yang sakit?" tanyanya khawatir.


"Aku tak tau Ben? Perutku sakit sekali." Alexsa melihat ke bawah kakinya yang tak memakai pakaian dalam merembes darah segar yang terus saja keluar. "Ben, sepertinya aku datang bulan," ucap Alexsa sudah tak malu lagi berkata seperti ini pada Ben karna, Ben selalu tau kalau Alexsa sedang datang bulan.


Ben terdiam ia tau itu bukan darah menstruasi tapi, darah dari selaput dara milik Alexsa yang pecah karna Ben. Laki-laki itu terus saja melihat darah yang berwarna merah itu mengalir begitu deras di pangkal paha Alexsa. Sekarang ia menjadi bingung harus melakukan apa? Bisanya Ben langsung cepat tanggap membeli pembalut untuk Alexsa namun, ia terus saja diam.

__ADS_1


"Ben," panggil Alexsa membuyarkan lamunannya.


"Iya, Lex?"


"Kamu kok diam saja? Lakukan sesuatu untukku belikan aku pembalut dan satu set baju ganti," ucap Alexsa meminta tolong.


Ben pun mengangguk dan segera meninggalkan Alexsa sendiri. Alexsa benar-benar tak ingat apa yang terjadi semalam kepadanya dan Ben. Alexsa pun mempercayai apa yang Ben ucapkan. Akan tetapi perutnya terus saja merasa mulas dan sakit tak hanya perutnya namun area sensitifnya.


Alexsa benar-benar tak tau kalau semalam antara Ben dan Alexsa sudah bercinta untuk yang pertama kalinya bagi mereka berdua. Alexsa sama sekali tak curiga dengan apa yang terjadi kepadanya. Hanya saja Alexsa merasa aneh dengan sikap Ben.


Alexsa mencoba mengingat apa yang terjadi kepada semalam. Seingat Alexsa tak mabuk tapi, kenapa Ben mengatakan kalau ia mabuk. Namun, semua itu tak Alexsa pikirkan lagi. Karma, Alexsa benar-benar kesakitan tak tertahankan. Baru kali ini Alexsa mersakan sakit yang teramat sangat seperti ini.


Rasa sakit itu benar-benar sampai membuat Alexsa menangis karna, begitu sakit yang ia rasakan. Alexsa sampai guling-guling membuat darah yang keluar dari bagian sensitifnya terceceran di seluruh tempat tidur.


"Ya, Tuhan kenapa sakit sekali? Benar-benar sakit," rintih nya kesakitan.


Ben masih belum juga datang. Alexsa benar-benar tak kuat menahannya sampai ia benar-benar tak sadarkan diri.


Setelah itu Ben pun kembali ke apartemen dan terkejut setelah melihat Alexsa yang tak sadarkan diri. Melihat semua itu Ben pun segera membawa Alexsa ke rumah sakit berharap Alexsa tak kenapa-kenapa? Ben, benar-benar takut bila terjadi sesuatu pada Alexsa karna, semua ini salahnya. Ben sampai menangis saat membawa Alexsa ke rumah sakit.


Bersambung...


Jangan lupa like dan komen yah untuk meninggalkan jejak kalian dan mampir juga ke karya Author yang lain terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2