Ketika Cinta Datang Season 2

Ketika Cinta Datang Season 2
Chapter 42 Cinta Itu


__ADS_3

Azka sudah menceritakan semuanya pada Arya. Perasaan tenang sekarang. Karna bagi Azka, Arya tak sekedar adiknya saja


Arya juga sebagai seorang sahabat buang selalu ada untuknya. Begitu juga Arya, ia menganggap Azka lebih dari seorang kakak. Karna, Azka sudah menjadi Ayah untuknya, sikap dewasa Azka membuatnya merasa tenang, untuk menceritankan semuanya kepada Azka.dAda rasa tenang setelah mengeluarkan rasa gelisah nya. Arya tak sekedar adik saja bagi Azka. Tapi Arya lebih dari itu. Arya yang selalu mengerti keadaan Azka selama ini. Arya begitu menyayangi Kakaknya, ini. Bagi Arya, Azka seperti sosok Ayah yang selalu ada untuknya. Membuatnya merasa tenang. Azka baru Arya dan Arta begitu istimewa. Sebagai pelindung untuk kedua adiknya.


Arya pun memutuskan untuk masuk pagi ini, karna, kasihan pada kakaknya. Azka pun merasa bahagia saat kembali pada Restonya. Laki-laki itu, begitu merindukan Darania.


"Son, Mas Azka kapan kembali ke sini?" tanya Lilian, merasa kangen juga pada Bosnya ini. Lama Azka, meninggalkan resto. Sampai Darania dan Lilian yang menghendel semuanya.


"Entahlah, mungkin sampai Arya masuk? Baru Azka kembali ke sini!" jawab laki-laki datar karna, ia masih sibuk dengan pekerjaannya.


Elis mulai bersikap cuek pada laki-laki itu, yang secara tak langsung sudah menyakiti hatinya. Gadis itu, kesal teringat dengan gadis yang bernama Stella itu. Laki-laki tersebut sampai tak masuk kerja dua hari untuk bersama gadis itu. Gadis itu, merasa murka dengan sikap murahan Stella terus-terusan mengoda laki-laki yang ia cintai. Gadis itu, sering membaca di sosmed tentang Stella yang akan menikah dengan Alvaro Smith. Namun masih saja mengoda Soni.


Darania menjadi sering melamun, semenjak Azka tak masuk.

__ADS_1


"Sepertinya ada yang tak semangat semenjak Mas Azka tak ada," goda Lilian.


Gadis itu, masih sibuk dengan lamunannya sendiri, ia pun tak merasa kalau ucapan Lilian itu, ditunjukan untuk dirinya. Janda beranak dua itu, pernah muda. Ia mengetahui perasaan Darania saat ini, walau gadis itu, tak mengucapkan apapun namun ia tau, kalau gadis itu, menyukai bosnya. Dan begitu juga Laki-laki itu, mempunyai persamaan yang sama kepada Darania.masih terdiam. Darania tak merasa kalo ucapan Lilian tertuju padanya. Selama ini, Lilian memperhatikan Darania yang menyukai Azka. Begitu juga Azka menyukai Darania.


Lilian begitu mengagumi Azka, namun hanya sebatas kagum saja. Wanita itu, menjadi umurr mereka terlalu jauh. Ia janda beranak dua. Setidaknya ia menyadari itu. Karna, Lilian begitu mengagumi Arisa.


Soni tersenyum mendengar ucapan Lilian begitu juga Elis. Keduanya, bertatapan secara tak sengaja, namun Elis memalingkan wajahnya, tak ingin melihat wajah laki-laki itu, yang membuatnya sakit hati. Gadis itu, tak ingin membiarkan harinya luluh lagi kepada laki-laki itu. Gadis itu, tak ingin membiarkan harinya sakit menggarapkan laki-laki yang tak bisa ia gapai. Gadis itu, sudah berencana untuk tak mengejarnya lagi. Sikapnya itu, membuat laki-laki itu bingung.


Laki-laki itu, menyadari sikap Elis berubah saat ia masuk kerja. Laki-laki itu, tak tau kalau gadis itu menyukainya. Laki-laki tersebut tak tau, sedalam apa Elis memcintainya. Laki-laki itu, mulai memikirkan sikap Elis saat ini.


Darania masih berusaha fokus, pikiranya masih tentang Azka. Apalagi beberapa hari ini. Gadis itu, teringat dengan kejadian itu. Setiap memimpinkan Azka. Ia teringat Azka bosnya. Gadis itu, sempat berpikir kalau Azka yang ia rindukan adalah bosnya sendiri. Namun pikiran itu, selaku ditepisnya. Gadis tersebut selalu berpikir kalau mereka orang berbeda. Walau hatinya tak berkata seperti itu.


Apalagi setelah melihat Arisa di rumah sakit. Membuatnya tak asing dengan wajah wanita itu. Gadis itu merasa, mereka pernah bertemu sebelumnya dengan Arisa.

__ADS_1


Sedari tadi, Azka berdiri di balik pintu. Hatinya berdebar saat melihat gadis itu. Laki-laki itu, benar-benar merindukan gadis itu. Azka benar-benar jatuh cinta kepada Darania. Laki-laki itu, menyadari hatinya sudah tercuri oleh gadis itu.


Setiap hari, Azka resah memikirkan Darania. Laki-laki itu, selalu teringat dengan mimpinya bersama gadis kecil yang tak ingat siapa dia?


Mimpi Azka dan Darania saling berhubungan. Hanya Azka yang melupakan kejadian itu. Sedangkan gadis itu, tak pernah bisa melupakan apa yang terjadi kepadanya. Gadis itu tak akan pernah bisa lupa karna, kejadian itu. Azka kehilangan ayahnya. Satu Desa menjadi saksi tentang kejadian di luar nalar itu. Mungkin akan mereka ceritakan pada anak cucu mereka kelak, tentang kisah Darania dan Azka saat itu. Azka yang melupakan itu. Darania dan semua yang berhubungan dengan kejadian itu.


Azka begitu terkejut saat Darania membuka pintu. Laki-laki itu tak sadar, kalau Darania beranjak dari tempat duduknya untuk toilet. Laki-laki itu begitu gugup saat gadis itu, berada di hadapannya. Gadis itu, sama terkejutnya dengan laki-laki itu. Gadis itu pun bingung harus bagaimana? Gadis itu, tak tahan ingin ke toilet, sehingga ia pun melewati Azka begitu saja. Gadis itu, berlari menuju toilet.


"Hey Ka," panggil Soni membuyarkan lamunannya.


Azka tersenyum, ia gugup bingung harus bagaimana? Laki-laki itu pun kembali ke ruangannya.


Lilian masih senyum-enyum sendiri melihat Darania dan Azka, wanita itu, melihat kejadian lucu pagi ini, "Son, Kamu harusnya potret muka Darania dan Mas Azka, lucu banget," ucapnya sambil tersenyum.

__ADS_1


Soni kembali tersenyum, mendengar ucapan Lilian tadi. Elis masih memperhatikan Soni. Membuat laki-laki itu, menyadari kalau gadis itu, sedang memperhatikannya. Laki-laki tesebut pun melirik ke arah Elis. Namun lagi-lagi gadis itu, berpaling saat laki-laki itu, melihatnya. Sikapnya ini, membuat laki-laki itu, bingung sendiri. Soni menjadi penasaran dengan Elis. Hatinya bertanya-tanya, " apa yang terjadi pada Elis." Kali ini, sikap Elis saat ini, sudah benar menurutnya. Gadis itu, berusaha untuk membuang jauh perasaannya sendiri. Ia tak ingin membiarkan hatinya luluh lagi kepada laki-laki yang secara tak langsung sering menyakitnya. Gadis itu, susah terlanjur sakit hati, saat Soni bersama Stella. Gadis itu, menyerah dengan perasaannya saat ini. Tak ingin hatinya semakin sakit.


Bersambung.


__ADS_2