Ketika Cinta Datang Season 2

Ketika Cinta Datang Season 2
Chapter 96 Arah Menuju Pulang.


__ADS_3

Darania masih terdiam duduk di dalam mobil. Darania masih memikirkan Aldi-Ayah Darania. Darania benar-benar khawatir pada sang Ayah.


Azka juga diam di dalam mobil itu, yang di Supiri oleh Arya. Azka juga memikirkan di mana Papah Darania di sekap. Azka teringat ruangan di sebelah, ruang itu terkunci ratap dari luar. Mungkinkah Papah Darania, ada di sana.


Azka terlalu semangat untuk menghajar Doni. Kali ini, Azka benar-benar puas sudah menghajar Doni. Kali ini, Doni sudah membuat Azka murka sekali.


Soni dan Elis sedang saling membalas Chat Wa. Soni tak bisa bersuara dalam suasana hening seperti ini. Soni sudah memberitahukan pada Elis kalau, Azka dan Darania sudah ketemu.


Tadi Elis dan Lilian begitu khawatir pada Azka dan Darania. Shintia dan suaminya meminta maaf, karna, sudah membuat Azka dan Darania dalam masalah telah mengundang Doni dan Tasya. Sedangkan untuk Ibas sendiri, Di undang oleh orang tua suami dari Shintia. Sebagai kolega mereka.


Suami Shintia benar-benar minta maaf. Azka dan Darania memaafkan suami Shintia. karna, memang bukan salah mereka. Yang salah menang Doni dan Ibas.


Tak perlu waktu lama, Azka sudah sampai di rumahnya namun sebelum pulang, Arya mengantar Soni dulu kerumahnya karna, Elis dan Yasmine sudah menunggu Soni.


Sampai rumah, di rumah sudah ada Pade Asron dan Bude Mina bersama Doni. Azka sudah bisa diprediksi semua ini, Doni tak mungkin diam saja.


Bude Mina terlihat begitu murka melihat Azka dan juga Darania.


"Lagi-lagi kamu lagi" guman Bude Mina begitu sebal dengan Darania. Sudah dua kali, Orang tua Doni terlibat dengan Darania. Dan ini yang kedua.


"Lihat yang kamu lakukan Azka, benar-benar sudah kelewatan" bentak Bude Mina,


Bu Arisa, Mamah Yesa dan Nadia sedari tadi hanya mendengar ocehan dari Bude Mina. Tiga wanita ini, tak percaya dengan apa yang dituduhkan oleh Bu Mina tentang Azka dan Darania. Mereka bertiga lebih mempercayai Azka dan Darania di timbang Doni, Bude Mina dan Pakde Asron.


"Bude harusnya tanya dulu apa yang sebenarnya terjadi jangan asal menyalahkan" bentak Arya tak terima keluarga itu, menyalahkan Azka.


"Kalian sama saja, kalian sengaja yah, mencelakai Doni. Doni tak mungkin melakukan kejahatan, pasti kalian yang menjebak Doni" ucapnya terus menyalahkan Azka dan Darania.


Doni pura-pura jadi korban.

__ADS_1


Azka membuka ponselnya, memutar Vidio tentang Ibas yang menyuruh Doni mencelakai Darania dan Azka yang sempat direkam oleh Vivian tadi. Ibas sudah memberikan uang yang cukup banyak untuk memcelakai Darania.


"lihat lah yang, anak bude lakukan" ucap Azka santai.


Muka Doni begitu pucat, Doni tak menyangka kalau Azka bakal lebih pintar dari Doni. Tadinya Doni ingin memutar balikan fakta agar Azka di penjara atas tindakan pemukulan pada Doni. Tapi setelag melihat Vidio itu, Doni jadi takut.


Pakde Asron dan Bude Mina begitu Shock melihat Vidio itu, Vidio itu sudah menjadi bukti yang jelas, kalau Doni yang bersalah. Doni buru-buru kabur, namun di cegah Arya.


"Mau kemana kamu?" tanya Arya memegang tangan Doni dengan begitu erat.


"Aku ada urusan" gumanya sudah mulai ketakutan.


Doni sudah di halangi Azka dan Darania. Doni tak bisa kabur.


"Azka, kita sodara loh, kamu harus memaafkan Doni, Dia kakak sepupu" bujuk Bude Mina.


Azka yang sekali diam, jarang marah bila sudah telanjur emosi. Azka bisa bertindak lebih kejam dari siapapun, Azka bulan termasuk laki-laki yang dengan mudah memaafkan, apalagi ini menyangkut wanita yang Azka sayangi, seperti Darania. Azka tak akan main-main.


"Azka bude mohon..." pinta Bude Mina. sambil menangis tak ingin putranya masuk penjara.


"Aku tak akan melaporkan Doni, tapi dengan satu syarat" guman Azka.


"Apa itu?" tanya Bude Mina mulai ada harapan.


"Aku tidak akan melaporkanmu, tapi aku minta kamu beritahu aku, di mana Ayah Darania di sekap Ibas!" seru Azka memberikan penawaran pada Doni.


"Okey aku akan kasih tau, Om Aldi di sekap di ruang di sebelah kalian tadi di gudang tempat kalian di sekap" ucap Doni menyelamatkan dirinya sendiri. Doni tak ingin masuk penjara biarlah Ibas yang masuk penjara Doni tak ingin ikut.


Azka berpikir sejenak, dugaan Azka benar, ruangan yang terkunci itu, menjadi ruangan tempat Ayah Darania di sekap.

__ADS_1


Mamah Yesa, meneteskan air matanya begitu mendengar suaminya masih hidup. Begitu juga Darania.


Darania segera mengajak Azka untuk segera ke gudang itu, Darania sudah tak sabar ingin segera bertemu dengan Papahnya.


Azka melepaskan Doni dan keluarga Pakde Asron dan Bude Mina, Karna, berkat bantuan Vivian, Azka bisa selamat dari jebakan Ibas dan Doni. Makanya Azka melepaskan mereka.


Arya melaju dengan kecepatan tinggi untuk pergi ke gudang tempat mereka di sekap tadi. Tak hanya, Darania dan Azka. Mamah Yesa, Ibu Arisa dan Nadia ikut. Dan sementara Baby Alinea di titipkan pada Elis yang masih tinggal bersama orang tuanya. Soni juga ikut dalam mobil itu.


Arya terus berpikir dalam hatinya, "Ini mau menyelamatkan orang, kok kaya mau karya wisata aja, seluruh keluarga ikut" Ambil melihat kesekeliling begitu penuh mobilnya, ada tujuh orang yang ikut.


Nadia juga ikut, malah sengaja menitipkan anak mereka pada Elis dan Mba Elina. Haduch Arya tak gadis pikir dengan semua keluarganya, kan kalau kaya gini, jadi tak beekesan.


Sampai di gudang itu, Darania langsung berlari terlebih dahulu, untuk mencaeu keberadaan Ayahnya. Namun ruangan itu, sudah kosong. Membuat Darania sedih, Darania masih belum bisa bertemu dengan Papahnya.


Tak hanya Darania yang menangis, Mamah Yesa juga ikut menangis, Mamah Yesa, begitu rindu ingin segera bertemu dengan suaminya ini.


Mereka pun pulang dengan tangan kosong, semua terdiam di dalam mobil, hanya Darania dan Mamah Yesa yang menangis di sini. Mereka bingung, kemana lagi mencari Aldi-Ayah Darania.


Dalam perjalanan pulang, Azka dan Arya melihat orang-orang berkerumun, sampai mengahalagi jalan, Ada orang yang pingsan di tengah jalan. Darania dan Azka begitu juga Arya segera keluar mobil. Darania begitu penasaran dengan siapa orang yang pingsan di tengah jalan itu.?.


Azka, Darania dan Arya berjalan ke arah orang-orang yang berkerumun sedangkan yang lain, menunggu di mobil.


Begitu terkejutnya Darania saat melihat orang yang pingsan di tengah jalan. Darania segera berlari ke arah orang itu. Yang sedang terkapar di jalan.


Bersambung...


Jangan lupa Like yah....


Mampir juga, Novel Author yang lain, "Irani Gadis Indigo" dan "Kisah Kita" Terima Kasih.

__ADS_1


__ADS_2