
Darania masih melihat Wajah Azka. Wajah laki laki yang kini sudah menjadi Calon suaminya. Darania memang sedang kesal. Masih kesal karna kelakuan Azka. Tapi tak mungkin Juga, Darania merusak hari bahagianya ini.
Azka masih memegang kedua telinganya. Darania masih diam. Tak menjawab permintaan maaf Azka.
Begitu lama, Darania melihat Wajah Azka. Terlihat lucu dan gemes. Darania langsung tertawa terbahak bahak membuat Azka bingung. Dan semua keluarga dan teman dekatnya ikut bingung dengan tingkah Darania.
Azka masih menaikan kedua alisnya. Namun Darania masih tertawa tanpa henti. Entah apa yang ia tertawakan. Seperti nya tak ada yang lucu.
Sambil memegang perutnya. Darania sebisa mungkin berhenti tertawa. Namun wajah Azka benar benar lucu menurut Darania.
"Kamu, ngetawain apa?. Tanya Azka bingung. Tanpa sadar, Azka masih memegang kedua telinganya.
Darania masih senyum senyum sendiri. Berusaha menahan tawanya. Keluarga dan teman terdekat pun, mulai menyadari apa yang di tertawakan Darania. Ternyata, Azka masih memegang kedua telinganya. Membuat mereka tersenyum lucu.
"Ada apa sih?" Tanya Azka pada Keluarga nya. Masih menegang kedua telinganya.
"Itu, tanganmu, masih di telinga" ucap Mamah Yesa pada Azka.
Azka pun menyadari, dan melepaskan tangannya di telinganya. Namun Darania masih terlihat senyum senyum sendiri. Dan Azka Tersenyum melihat Darania. Yang sudah tak marah lagi.
Langit malam itu begitu cerah. Semua sedang makan. Malam ini, bener bener istimewa karna begitu romantis.
Sedari tadi, Azka terus melihat ke arah Darania yang masih mengobrol dengan Elis. Malam ini..Darania begitu cantik membuat Azka semakin berdebar.
Azka terus melihat, wajah cantik Darania. Azka sendiri tak menyangka. Kalo hari ini bakal terjadi. Azka tak pernah tau, kalo pada akhir nya Azka akan melamar seorang gadis. Yang datang dari masa lalunya.
Darania tau, Azka sedari tadi melihatnya tanpa berkedip sekalipun. Darania sengaja bersikap cuek pada Azka. Untuk membalas Azka. Karna jujur saja, Darania masih kesel ma Azka.
Azka tau, Darania membalas Azka. Makanya Azka membiarkan Darania Seperti itu. Azka tak keberatan dengan itu.
Soni melihat sekitar, dilihat nya sekelilingnya rumah Azka yang sudah menjadi bak taman bunga. Ternyata Azka bisa seromantis ini.
"Gimana Son?" Azka membanggakan diri.
"Bagus, keren" Ucapnya masih melihat keseluruhan yang membuat Soni takjub.
"Ntar di hari pernikahan Gwe. Bakal lebih mewah dari ini"
"Harus lah, secara Lo pemilik Resto terkenal"
Azka Tersenyum.
__ADS_1
Soni melihat Elis, Elis begitu takjub melihat rumah Azka yang begitu indah bak taman bunga. Tak henti hentinya melihat kesekeliling. Elis juga mengharapkan hal romantis untuk dirinya.
Namun berbeda yang di pikirkan Soni. Soni berpikir sebaliknya. Soni jadi pesimis. Soni tak sekaya Azka. Bisa saja sih, Soni meminta Ayah dan Ibunya. Tapi Soni tak mau merepotkan mereka. Soni ingin pernikahannya kini. Dari hasil jeripayah sendiri. Tak mau meminta pada orang tuanya. Seperti pernikahannya yang pertama.
"Dara, kamu cantik hari ini" Guman Lilian yang baru saja bergabung.
Darania Tersenyum. Hari ini Darania belum melihat cermin. Jadi Darania tak tau secantik apa? Darania malam ini.
Malam semakin larut. Semua teman dekat sudah pada pulang. Keluarga juga sebagian sudah pada tidur. Tinggal Kila dan Arta saja yang masih mengobrol dengan Darania.
Azka mendatangi Darania. Karna Soni dan Elis sudah pulang. Darania masih cuek dan sebel sama Azka. Makanya sedari tadi terus terusan menghindari Azka.
Saat Azka, mendekati Darania. Kila dan Arta langsung menjauh. Tak mau ikut campur dengan urusannya Darania dan Azka.
"Ehmm"
Darania berpaling.
"Masih marah"
Darania masih berpaling. Tak mau menjawab pertanyaan Azka.
"Yah udah dech, Aku tidur duluan yah" Azka memcoba memancing Darania.
"Mau kemana?"
"Tidur"
Azka langsung menarik tangan Darania. Sampai membuat Darania jatuh ke pelukan Azka. Sekarang Azka sudah memeluk erat Darania. Azka dan Darania sudah saling berhadapan. Namun Darania masih berpaling.
"Makin cantik kalo lagi marah"
Darania cemberut.
"Jelek"
Namun Darania masih berpaling. Berusaha untuk melepaskan pelukannya Azka. Namun pelukan Azka begitu erat. Hingga Darania tak bisa melepas pelukan Azka dengan mudah. Dan Akhirnya membuat Darania pasrah. Sudah tak bisa melawan lagi. Karna semakin Darania melawan. Azka akan semakin erat memeluk Darania.
"Udah dong marahnya"
Darania tak mau melihat, Wajah Azka. Karna kalo Darania melihat wajah Azka. Pasti Darania luluh. Dan jadi tak marah lagi ma Azka.
__ADS_1
Azka begitu gemes, Melihat Darania yang sedari tadi berpaling terus menerus. Azka melepaskan pelukannya dan Memegang wajah Darania, dengan kedua tangannya. Sehingga Darania tak bisa berpaling lagi dari Azka.
"Maafkan aku, Darania. Aku benar benar minta maaf. Apakah kamu suka dengan kejutan yang aku berikan padamu sayang?"
Darania hanya mengangguk.
Tanpa basa basi. Azka langsung mencium bibir Darania. melumat bibir Darania dengan lembut. Darania sudah terbiasa di cium Azka tiba tiba. Darania selalu menikmati setiap sentuhan yang Azka berikan.
Azka dan Darania. Begitu lama berciuman. Penuh bergairah. Sampai Darania merasa sesak. Namun Darania menikmati itu. Menikmati setiap sentuhan yang Azka berikan.
Darania melepas ciumannya. Karna Azka mengigit Bibir Darania.
"Azka" Darania masih memegang bibirnya dengan tangan kanannya. Merasa perih dan sakit. Karna Azka terlalu bernafsu untuk memcium Darania.
Azka Tersenyum, Azka kembali ingin mencium Darania. Namun di tolak Darania.
"Sudah cukup untuk malam ini"
Azka kembali memeluk Darania. Sebuah pelukan hangat yang Azka berikan pada Darania. Azka begitu betah berlama lama menekuk Darania. Membuat Darania hanya diam saja. Pasrah saja. Dengan apa? Yang dilakukan Azka.
Azka mencium kening Darania. Dan melepaskan pelukannya.
"Kita tidur sekarang"
Darania mengerutkan keningnya. Maksudnya apa?. Apa jangan jangan Azka mengajak Darania melakukan itu. Wajah Darania sudah merah. Memikirkan pikiran pikiran kotor yang ada di pikirannya.
"Kamu kenapa?"
"Ga..."
Darania Langsung buru buru pergi menjauh dari Azka. Darania takut, Kalo Azka akan menyergapnya membawa Darania masuk ke kamar Azka.
Darania berjalan setengah berlari masuk kekamar tamu. Yang di siapkan oleh Ibu Arisa. Darania sekamar dengan Mamahnya Yesa.
Sampai kamar ternyata. Mamahnya belum tidur. Mamah Yesa sedang memikirkan sesuatu. Membuat Mamah Yesa tak sadar kalo Darania sudah berada di kamar nya.
Darania melihat, Cermin begitu cantiknya malam ini. Melihat dirinya sendiri di dalam cermin. Darania tak menyangka. Kalo Darania bisa jadi Ratu sehari. Untuk malam ini. Dulu Darania pernah merasakan perasaan ini.
Perasaannya kini sudah tak ada untuk dia. Sang mantan. Yang yang tak ingin Darania sebutkan. Sekarang Darania hanya ingin bahagia bersama Azka itu saja.
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa like yah..