
Darania masih menangis, Azka setia memeluk Darania. Azka tau, sesakit apa hati Darania. Azka ingin melindungi Darania dengan sekuat hati Azka untuk Darania. Azka akan membuat perhitungan pada Ibas.
Azka akan membalas Ibas, sebanyak air mata yang di keluarkan Darania untuk Ibas. Kali ini, Azka akan membuat perhitungan dengan Ibas. Azka masih tetap tenang. Walau hatinya merasa marah dan kesal.
Azka mengelus punggung Darania dengan lembut. Vivian masih berdiri di tempatnya. Di tempatnya yang tak terlihat Darania. Namun Vivian jelas melihat Darania.
Vivian sudah banyak menyakiti Darania. Kali ini, Vivian akan membantu Darania. Vivian sudah sadar. Selama ini, Ibas sudah memanfaatkan Vivian. Vivian tak ingin menyakiti Darania lagi.
Vivian meneteskan air matanya. Sampai seseorang menarik tangan Vivian. Vivian menoleh, ternyata Ibas. Vivian tak menyangka, Ibas tau apa yang di lakukan Vivian.
Plak
Tampar Ibas, sambil mendorong tubuh Vivian sampai jatuh kelantai.
"Berani sekali kamu ikut campur, dengan urusan Aku" bentak Ibas murka.
Vivian menatap wajah Ibas dalam-dalam. Vivian memegang pipi kirinya sambil meneteskan air matanya. Masih duduk di lantai. Hati Vivian begitu sakit. Atas perlakuan Ibas. Laki laki yang dicintai Vivian. Ternyata seorang pecundang.
Vivian beranjak, tamparan itu memang sakit membekas di pipi Vivian. Namun hatinya lebih sakit dibanding sebuah tamparan itu.
"Aku tidak suka, kamu ikut campur"
Vivian tak menjawab. Vivian memilih untuk pergi meninggalkan Ibas. Ibas menarik tangan Vivian lagi. Ibas masih kesal dengan Vivian. Sekarang Vivian malah bersikap cuek. Membuat Ibas tak di hargai.
__ADS_1
"Mau kemana kamu?" tanya Ibas masih merasa jengkel.
Vivian memcoba melepaskan tanganya dari genggaman Ibas. Mulai melangkah tak peduli. Setelah berhasil melepaskan diri dari Ibas. Ibas mengejar Vivian. Namun Vivian berjalan ke tempat kerumunan orang banyak. Agar Ibas tak melakukan hal kasar lagi terhadap Vivian.
Ibas tak bisa apa-apa? saat Vivian sengaja bergabung dengan teman-temannya. Ibas masih kesal. Namun Ibas mencoba bertahan. Ibas tak ingin membuat keributan di pesta pernikahan dokter Rian.
Ibas dan Vivian. Di undang oleh Dokter Rian dan Suster Emi. Soni tak mengenal Ibas. Namun Azka sudah menceritakan semuanya pada Soni dan Elis. Tentang Ibas dan Vivian.
Vivian sepupu Azka. Menghancurkan hidup Darania.
Makanya Soni dan Elis terlihat tak suka dengan Ibas dan Vivian. Masih masih menghormati Dokter Rian dan Suster Emi. Sebagai orang tua dari Soni.
Darania sudah merasa tenang. Penampilannya kini, sudah berantakan. Sudah kacau karna, Ibas. Darania melepaskan pelukan Azka. Darania tak ingin terlihat sedih oleh Elis dan Soni. Apalagi hari ini. Hari pernikahan mereka.
"Sudah lebih baik?" tanya Azka memastikan kondisi Darania, sudah cukup baik untuk kembali ke pesta.
Darania melihat cermin. Melihat dirinya sendiri. Sudah berantakan, sudah hancur, sudah tak jelas muka Darania seperti apa?. Darania mencuci mukanya. Air di wastafel membuat Darania merasa tenang. Lagi-lagi Darania menangis di hadapan Azka. Darania menutup mukanya sendiri dengan kedua tangannya. Darania merasa malu.
Darania melepaskan kedua tangannya yang menutupi mukanya. Beberapa kali mencuci mukanya. Untuk merasakan kesegaran air yang menempel pada kulit mukanya. Darania melihat cermin. Melihat kembali dirinya sendiri. Darania sudah lebih baik.
Darania kembali memakai make-up yang selalu bawa di dalam tasnya. Make-up sederhana namun elegan. Darania tak suka memakai Make-up yang mencolok. Darania lebih suka natural.
Setelah selesai memoleskan make-upnya kewajah Darania. Darania melihat cermin lagi. Matanya masih terlihat bengkak. Susah sekali menutup matanya yang bengkak karna menangis. Darania mencoba mengakali, make-up di bagian matanya agar tak terlalu terlihat bengkak.
__ADS_1
Darania tak ingin, semua bertanya tentang matanya bengkak karna, menangis. Darania pun keluar kamar mandi. Azka masih setia menunggu Darania di pintu luar kamar mandi.
Darania tersenyum, melihat Azka di balas senyuman manis di bibir Azka untuk Darania. Azka tak menanyakan apa'pun kenapa Darania menangis?. Azka bersikap biasa. Darania juga masih enggan untuk menceritakan semuanya pada Azka. Darania tak tau, Vivian sudah memceritannya pada Azka. Apa yang terjadi pada Darania?. Membuat Azka jengkel, namun Azka masih menahan. Tak ingin membuat keributan. Di pernikahan sahabat terbaiknya Soni.
Sampai di pesta pernikahan. Ternyata Elis sudah bersiap untuk melempar bunga. Tanpa sengaja bunga itu, malah nyasar ke Darania. Darania mengambil bunga itu yang terjatuh tepat di bawah kakinya. Darania mencium bunga itu. Semua bersorak karna, Darania yang dapat.
Darania tersenyum walau hatinya terasa sakit. Begitu juga Azka merasa bangga karna, Darania yang dapat. Semua bersorak bahagia. Karna, Darania dan Azka akan segera menyusul Soni dan Elis.
Hanya Ibas yang tak senang di sini. Ibas masih cemberut. Karna, Darania yang dapat. Vivian masih memperhatikan Ibas dari tempatnya.
Dalam hati Vivian. Vivian merasa menyesal karna, memcintai Ibas. Sampai mengorbankan persahabatannya dengan Darania. Vivian mulai meneteskan air matanya. Hanya Nadia yang memperhatikan Vivian. Nadia tak ingin bertanya kenapa Vivian menangis. Namun Nadia berharap Vivian tak menyakiti Darania lagi.
Nadia dan Arya melihat perlakuan Ibas tadi pada Vivian. Arya dan Nadia cukup mengenal Ibas dan Vivian. Cinta segitiga antara Vivian Ibas dan Darania hampir semua anak-anak tau. Arya tak pernah mencampuri urusan mereka. Namun sekarang Arya jadi ikut campur dengan semua yang di lakukan Ibas dan Vivian.
Semua ini menyangkut Azka. Arya tak akan main-main bila menyangkut Azka. Arya tau, Azka begitu mencintai Darania. Darania sepertinya juga sama. Arya akan ikut melawan dan menghadang siapapun yang menggangu Azka dan Darania termasuk Ibas dan Vivian.
Darania masih tersenyum dengan bunga yang di bawanya. Lilian mengucapkan selamat pada Darania. Sampai ponsel Lilian berbunyi. Ternyata ada Vidio Call dari Shintia. Shitia tak bisa datang ke pernikahan Soni dan Elis. Karna, besok Shintia juga akan menikah dengan kekasihnya.
Shitia begitu terpukau melihat Elis yang begitu sempurna di hari pernikahannya. Shintia mengucapkan selamat pada. Elis dan Soni. Dan meminta Soni dan Elis untuk datang ke pernikahannya besok bersama yang lain juga. Shitia mengharapkan semua hadir kepernikahhanya besok.
Elis menganguk dan juga Soni. Elis sendiri tak menyangka, Kalau Elis dan Soni akan menikah pada hari ini. Elis seperti mimpi telah menjadi istri yang Syah untuk Soni. Ini semua benar terjadi pada Elis. Hari pernikahan yang sempurna kini sudah terlaksana.
Bersambung. .
__ADS_1
Jangan lupa like yah.
Mampir juga ke novel Author yang lain, "Irani Gadis Indigo" dan "Kisah Kita," terima kasih.