Ketika Cinta Datang Season 2

Ketika Cinta Datang Season 2
Chapter 122 Lebih Parah


__ADS_3

Sampai rumah Alexsa, Arsa sudah lebih dulu berada di depan rumahnya memamerkan mobil sport keluaran baru dengan semua barang-barang branded yang dipakainya.


Alexsa bingung saat keluar rumahnya ada dua laki-laki tampan sudah menjemputnya. Arsa sudah beberapa kali menjemputnya sedangkan Ben, setiap hari sih, hanya saja dua hari kemarin ia tak menjemputnya karna, harus menyelesaikan masalah di resto Ayahnya. Karna, dua hari Ben Absen digantikan oleh Arsa. Sekarang Arsa dan Ben sudah ada di depan rumahnya.


Elis, Bunda dari Alexsa pun tersenyum melihat kedua laki-laki tampan itu sudah ada di depan rumahnya.


"Hay, Ben," sapa Elis melihat Ben yang sudah terbiasa ke rumah Alexsa.


Ben pun menghampirinya dan menyelami Elis dengan sopan. Melihat perlakuan Ben itu membuat Arsa tak menyukainya. Laki-laki itu tak menyangka kalau Ben begitu dekat dengan keluarga Alexsa.


Arsa pun membuka pintu mobilnya dan mengambil sesuatu di dalam mobilnya. "Hay, Tante. Aku membawakan sesuatu untuk Tante," ucapnya menghampiri Elis yang masih berdiri di sebelah Ben.


Arsa memberikan sebuah parfum mahal yang tadinya akan ia berikan pada seseorang namun, melihat Ben begitu dekat dengan Tante Elis membuatnya merasa kepanasan untuk memberikan parfum itu untuk Wanita separuh baya itu.


Elis tersenyum menerima parfum mahal itu. "Waw, apakah ini tak berlebihan Nak. Parfum ini sangat mahal," ucap Elis melihat brand dari parfum yang diberikan oleh Arsa.


Ben berpaling tak mau melihatnya. "Lex, ayo kita berangkat?" ajak Ben.


"Tak bisa, aku yang lebih dulu datang ke sini!" seru Arsa.


"Alexsa, terbiasa berangkat denganku. Jadi hari ini pun akan berangkat denganku," ucap Ben tak mau kalah.


"Aku tak peduli itu? Aku yang lebih dulu di sini," bentak Arsa semakin tak mau kalah.


Elis, melirik putri bungsunya sedangkan Alexsa sedari tadi memijat-mijatnya kepalanya merasa pusing harus pilih siapa? Dalam kebingungannya datanglah Ratna membuatnya menjadi Dewi Fortunanya hari ini. Alexsa begitu senang saat melihatnya. Tanpa pikir panjang lagi Alexsa pun masuk mobil Ratna tak memperdulikan Ben dan Arsa yang sedang bertengkar memperebutkannya untuk berangkat bersamanya.


Ben dan Arsa melongo melihat Alexsa yang pergi begitu saja. Karna, sudah tak ada Alexsa lagi. Ben dan Arsa pun segera masuk mobilnya untuk mengejar Alexsa sedangkan Elis yang menjadi penonton pun mengelengkan kepalanya melihat kelakuan putri bungsunya.


Ratna masih menyetir menuju kampusnya terlihat Nanda pun bangun dari kursi belakang sambil menguap. Terlihat Alexsa cemberut sedari tadi.


"Lex, kamu kenapa sih?" tanya Ratna masih menyetir.


"Tau nih, pagi-pagi Ben sama Arsa sudah membuat rusuh!" serunya cemberut.


"Arsa, mau apa ke rumahmu?" tanya Nanda mengerutkan keningnya.

__ADS_1


"Tau, akhir-akhir Arsa caper banget!"


"Kok, aku merasa tak suka dengannya. Walaupun Ben menyebalkan tapi, masih lebih baik Ben dari pada Arsa," ucap Ratna serius.


"Aku pun lebih mempercayai Ben dari pada Arsa," ucap Nanda.


"Aku bingung dari kemarin sikap Ben aneh, sampai aku merasa sesak!"


"Aku sih, terserah kamu Lex! Pesanku kamu hati-hati saja sama Arsa, banyak gosip tentangnya yang semua tak baik. Tak hanya satu orang tapi, beberapa orang," kata Ratna sembari menjelaskan.


"Yah, aku pun sama," ucap Nanda sambil terus menguap.


"Pasti kamu main game sama Restu yah!" seru Alexsa.


"Restu kan emang pasangan aku main game!"


"Kenapa tak jadi pasangan nyata saja?" tanya Ratna menggodanya.


"Aku belum kepikiran!"


Alexsa menoleh sambil tersenyum begitu juga Ratna.


Azka masih di rumah sakit karna, Dewi tak mau ditinggal? Karna, mantannya itu semua kerjanya hari ini batal semua. Yasmine pun menghampiri Azka yang baru saja keluar dari ruangan Dewi.


"Om Azka," sapanya.


"Hay, Yasmine apa kabar?" tanyanya.


Yasmine yang sedang mengandung itu pun mengalami Azka yang sudah ia anggap sebagai Ayahnya sendiri.


"Aku baik, Om sendiri bagaimana? Om sedang apa di sini?" tanyanya.


"Tadi, temanku kecelakaan jadi aku membawanya ke sini," jawab Azka sambil tersenyum.


Yasmine melirik ke dalam. "Bukanya itu Dewi Amira yah, Artis senior itu!" serunya lagi karna, wajah Dewi begitu familiar semua kalangan mengenalnya. Janda itu masih sering main di layar kaca dengan aktingnya yang begitu memukau di layar kaca dan juga instruktur yoga. Pengikutnya sudah banyak dengan channel YouTube nya yang sudah puluhan ribu itu. Semua mengenalnya dari anak-anak sampai orang dewasa.

__ADS_1


"Kamu benar Yas! Dewi teman kuliahku di Bandung," ucap Azka sambil tersenyum.


"Wah, teman-teman Om Azka keren-keren semuanya," ucap Yasmine begitu kagum pada Azka.


"Biasa saja yang lebih itu Ayahmu Yas?"


"Iya, Ayahku itu hebat dengan mantan pacarnya yang bejibun," ucap Yasmine sambil tertawa meledek kelakuan Ayahnya.


Azka pun tertawa menertawakan sahabat baiknya itu.


Dewi pun bangun dari ranjangnya karna, emang tak apa-apa. Wanita itu ingin tau kalau Azka sedang mengobrol dengan siapa? Begitu terkejut ia saat melihat Dokter Yasmine sedang mengobrol dengan Azka. Dewi tak tau kalau Azka mengenal Dokter Yasmine.


Dewi pun kembali ke ranjangnya takut ketahuan Azka kalau ia berpura-pura kecelakaan. Dewi terdiam bisa bahaya kalau Azka mengenal Dokter Yasmine. Bila Azka mengenal Dokter Yasmine berarti Azka juga mengenal Dokter Gibran.


Wanita itu mulai panik dan bingung. Benar-bebar takut ketahuan oleh Dokter Gibran kalau ia mengincar Azka sekarang. Ia pun melirik keluar ruangannya terlihat Dokter Gibran sedang berbincang dengan Azka.


Memikirkan itu membuatnya pusing. Suara telpon pun berbunyi dari ponselnya. Dewi pun mengangkat telpon dari seseorang.


"Kamu di mana, Sayang?" tanya seseorang dari balik telpon.


"Aku sedang membuat konten Sayang?" jawabnya pelan takut ketahuan Azka dan yang lainnya.


"Di mana?"


"Di rumah sakit, OPS!"


"Kamu sakit?" tanyanya lagi sembari mengerutkan keningnya.


"Aku baik-baik saja. Sudah dulu yah, nanti aku telpon balik," ucapnya segera menutup telponnya.


Seseorang dibalik telpon itu pun mengerutkan keningnya. Tak biasanya kekasih gelapnya berbuat seperti itu. Namun, sudahlah tak masalah untuknya. Lagipula Dewi bukan satu-satunya selingkuhnya. Banyak wanita yang mau dengannya tak hanya Dewi. Secara dia banyak uang. Wanita mana pun akan ia dapatkan asalkan ada uang. Semua mudah untuknya.


Pria itu pun mendapatkan telepon dari seseorang. Ia begitu girang saat menerima telpon darinya. Persediaan wanita yang ia punya banyak ia tak akan kehabisan stok.


Pria tersebut pun beranjak saat selingkuhnya memintanya untuk datang ke suatu tempat yang sudah ia janjikan. Ia begitu bersemangat untuk menemuinya. Selama istrinya berada di luar negeri ia bebas melakukan apa pun yang ia suka.

__ADS_1


Bersambung...


Jangan lupa like dan komen yah untuk meninggalkan jejak kalian dan mampir juga ke karya Author yang lain terima kasih.


__ADS_2