
Vanesa pun segera menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi ia tak memperdulikan sedari tadi ponselnya berbunyi. Gadis itu begitu kesal dengan gadis yang bersama Bima tadi. "Kenapa posisinya digantikan secepat itu!" serunya sendiri sembari meneteskan air matanya.
Vanesa berkendara dengan kecepatan tinggi dan hampir saja terjadi tabrakan untungnya ia bisa mengendalikan semuanya sampai tak terjadi kecelakaan hanya saja ia yang menabrak pohon. Setelah itu seluruh warga datang berkerumun melihat gadis yang ada di dalam.
Ia menunduk merasa darah segar menetes dari kepalanya. Vanesa pun mengangkat kepalanya saat terdengar suara orang-orang mengetuk-ketuk jendela mobilnya. Vanesa memegang kepalanya ada darah yang sudah merembes ke rambut pendeknya.
Melihat orang-orang sekitar Vanesa pun membuka pintu mobilnya.
"Kak, tidak apa-apa?" tanya seseorang yang khawatir dengan keadaannya yang melihat mobil itu melaju dengan kencang menabrak pohon.
Vanesa tersenyum sembari mengelengkan kepalanya.
"Kak, sebaiknya Kakak ke rumah sakit sekarang!" seru seseorang khawatir dengan darah segar terus saja menetes di bagian kepalanya.
"Aku tak apa-apa," ucapnya sembari mengangkat telponnya karna, sedari tadi telpon itu terus saja berbunyi tanpa henti. Vanesa pun mengambil ponselnya dan mengangkat telponnya.
"Hallo," jawabnya.
"Kamu sedang apa? Lama sekali kamu mengangkat telponku?" bentak suara dibalik telpon.
"Aku sedang menyetir," ucapnya lagi.
Terdengar suara ribut-ribut di luar mobil membicarakannya yang terdengar sampai sana.
__ADS_1
"Kamu sedang di mana sih?" tanyanya lagi.
"Ada kecelakaan kecil...." belum selesai Vanesa berbicara Damar sudah panik dan mencari tau di mana keberadaan Vanesa melalui ponselnya. Setelah mengetahui posisinya. Laki-laki itu pun kembali menelpon Vanesa.
"Sayang, kamu masih di sana kan?" tanyanya panik dan khawatir.
"Yah," jawabnya singkat.
"Kamu jangan pergi ke mana-mana sampai aku datang," ucapnya khawatir.
"Yah."
Tak membutuhkan waktu lama Damar pun segera datang menemui Vanesa yang masih di kerumunan orang-orang. Ia begitu panik melihat darah yang terus saja menetes sampai membuat baju yang Vanesa pakai basah darah darah.
Damar menelpon seseorang untuk mengambil mobil Vanesa di jalan tempat kecelakaan tadi sedang kan Vanesa pun segera di bawa ke rumah sakit oleh Damar.
🍀🍀🍀🍀
Bumi masih diam di dekat kos-kosan Kanaya. Laki-laki itu pun tak tau kenapa ia ada di sini. Rasanya semua yang ia lakukan semuanya untuk bisa menarik perhatian Kanaya. Tapi, gadis itu tak pernah bisa maafkannya.
Bumi duduk di pinggir jalan melihat sekitar sambil melamun. Pandangannya mulai teralihkan saat melihat gadis yang ditunggunnya keluar dari mini market. Bumi pun beranjak bangun. Namun, gadis itu tak sendiri. Ia bersama seorang laki-laki yang sama-sama membeli sesuatu dengannya.
Bumi mengunakan helm sehingga Kanaya dan laki-laki itu tak tau kalau yang berdiri di pinggir jalan itu Bumi. Laki-laki itu hanya bisa melihat Kanaya sedang berbicara dengan laki-laki lain begitu akrab sangat akrab malahan keduanya sampai bercanda gurau.
__ADS_1
Bumi masih memperhatikan mereka berduaan yang mampir dulu ke warung bakso di pinggir jalan. Keduanya masih tertawa-tawa sampai membuatnya cemburu. Bumi sangat merindukannya. Rasanya ia tak bisa mencintaimu gadis lain walau pada dasarnya Bumi seorang playboy.
Kanaya yang mempunyai tempat yang spesial dihatinya. Bumi tak mengerti kenapa ia bisa mencintainya sedalam ini. Bumi beberapa kali mengembuskan napas panjang. Tak tau lagi bagaimana caranya untuk bisa kembali bersamanya.
🍀🍀🍀🍀
Darania membereskan tempat kerja suaminya di rumahnya. Semenjak Darania sakit, Azka memutuskan untuk mengatur semuanya di rumahnya terkadang Azka juga menyuruh Ben untuk datang ke rapat-rapat penting di temani Soni.
Sebenarnya Darania sakit asam lambung yang sudah akut. Makanya Azka begitu khawatir pada istrinya itu yang sering bandel sering makan makanan pedas. Darania baru sebulan yang lalu pulang dari rumah sakit. Untuk memastikan kesehatan Darania Azka memutuskan untuk bekerja di rumah saja. Namun, beberapa hari ini Azka terlalu sibuk bekerja lagi. Membuat Darania kembali ke kesepian.
Darania pun memeriksa pekerjaan Azka. Tak ada yang aneh dengan itu hanya saja sering ada email masuk dengan nama yang menurutnya aneh. Darania pun memeriksa itu. Ternyata sebuah surat cinta yang ditulis beberapa tahun yang lalu. Mungkin saat Azka masih kuliah. Darania tersenyum membaca itu. Ternyata suaminya itu begitu romantis semasa muda. Darania pun menutup kembali laptop-nya.
Darania sangat mempercayai suaminya yang tak mungkin mengikuti janji suci pernikahan mereka. Hampir dua puluh lima tahun keduanya menikah selama itu juga Azka selalu membuatnya jatuh cinta setiap hari.
Darania pun duduk di kursi sofa mengingat tinggal beberapa hari lagi ulang tahun pernikahannya. Setiap hari Azka selalu memberikan kado yang terindah untuknya yang selalu simpan di lemari khusus. Suaminya selalu memberikan barang-barang mewah padanya. Sebenarnya Darania tak menginginkan barang-barang itu. Azka selalu setia padanya menemaninya sepanjang hidupnya itu sudah cukupnya.
Tanpa di sadarinya Darania pun tertidur di sana. Azka pun pulang ke rumahnya, mencari-cari istrinya. Azka pun khawatir dan menelpon ponselnya. Suaranya terdengar di ruang kerjanya. Azka pun membuka pintu ruang kerjanya. Tersenyum melihat istrinya tertidur di sana. Azka pun menghampirinya dan menggendongnya menuju kamarnya. Sampai kamar, Azka membaringkan istinya secara perlahan. Namun, Darania membuka matanya membuat Azka langsung mengecup bibirnya dengan lembut. Sudah sebulan ini Azka tak mendapatkan jatahnya karna, keadaan istrinya yang masih belum sehat betul. Sebenarnya Azka ingin tapi, takut Darania merasa kesakitan lagi maka dari itu Azka menahannya.
Darania pun mulai bersikap manjanya menyingkap dress yang dipakainya hingga terlihat pahanya.
"Sayang kamu menggodaku," gumannya mulai menjalankan aksinya.
Sudah lama keduanya tak melakukan ini. Ritual bercintanya harus terhalang karna, kondisi Darania. Rasa cinta Azka tak pernah luntur sampai saat ini. Walaupun keduanya sudah menua namun, setiap bercinta selalu merasakan saat pertama merasakan cinta itu sendiri di Vila tempat pertama keduanya melakukan rasa cinta itu tumpah ruah menyatu dalam sebuah rasa yang begitu dalam saat keduanya merasakan cinta dalam hati keduanya. Rasa cinta yang begitu indah saat keduanya mulai menyatu merasakan cinta untuk pertama kalinya bersama-sama. Seperti itu pula setiap kali Azka bercinta dengan dengan Darania. Perasaan bahagia dan gembira yang teramat sangat sampai keduanya mempunyai tiga jagoan yang membuat mereka bangga dan tak terasa ketiga putra kembarnya sudah tubuh dewasa mirip Azka saat Azka masih muda, tampan gagah dan berwibawa.
__ADS_1
Bersambung...
Jangan lupa like dan komen yah untuk meninggalkan jejak kalian dan mampir juga ke karya Author yang lain terima kasih.