
Darania, Azka, Lilian dan kedua anak Lilian Elma dan Elsa ditambah Yasmine. Mereka semua berfoto bersama dengan pengantin. Mereka berfoto di tambah Nadia , Arya dan juga Baby Alenia. Berfoto bersama dengan berbagai gaya, ciri khas mereka begitu terlihat senang di atas singgasana pelaminan Soni dan Elis.
Vivian masih melihat mereka, begitu juga Ibas. Ibas begitu murka dengan kedekatan Azka dan Darania. Azka sengaja menempel terus pada Darania. Azka tak ingin Ibas menyentuh Darania lagi.
Darania melupakan sesaat rasa sedihnya dan juga sakit hatinya. Darania merasa terhibur dengan tingkah Elsa dan juga Yasmine. Azka merasa tenang, melihat Darania baik-baik saja. Walau hanya sementara waktu.
Darania dan Azka sudah menyantap hidangan di peta pernikahan Soni dan Elis. Bersama Lilian, Elma, Elsa dan juga Yasmine. Yasmine mau di siapin oleh Lilian sepiring bersama dengan Elsa.
Darania melihat Nadia kerepotan dengan Baby Alenia yang sudah berusia tiga bulan. Darania mengambil Baby Alenia, di pangkuan Nadia.
"Kamu makan dulu sama Arya, biar Alenia sama Aku" guman Darania mengambil Baby Alenia di pangkuan Nadia.
Nadia menganguk dan juga Arya. Mereka berdua begitu kerepotan dengan Alenia. Baby Alenia begitu tenang di pangkuan Darania. Azka terus-terusan mengoda Keponakanya itu. Alenia terus tertawa khas bayi saat di ajak main oleh Pade nya ini. Darania ikut tertawa melihat Bayi kecil itu, tertawa tanpa beban.
Darania benar-benar melupakan kesedihannya saat mengendong Alenia. Begitu juga Azka. Azka sudah tenang. Tak menahan emosi karna Ibas.
"Kalian udah cocok" guman Lilian sambil tersenyum.
"Aku mau anak sebelas" guman Azka sambil tersenyum.
Darania mengelengkan kepalanya.
"Tidak mau" jawab Darania menolak sambil tersenyum.
"Biar rame, Banyak anak banyak rezeki" guman Azka lagi.
Darania tersenyum, Baby Alenia masih betah di pangkuan Darania. Baby Alenia tak menangis saat di pangkuan Darania.
Sedari tadi, Ibas terus memperhatikan Darania dan semuanya. Ibas benar-benar menyesal. Harusnya Ibas dan Darania sudah bahagia sekarang. Ibas malah tertarik pada Vivian.
Ibas sudah bertekat, akan mengambil Darania lagi di sisi Azka. Bagaimana pun caranya?. Ibas akan mengembalikan semua milik Darania yang sudah di rampas Ibas selama 10 tahun ini.
Sekarang hanya ini jalan untuk kembali pada Darania dan senjata pamungkas, yaitu Ayah dari Darania. Tak mungkin Darania bisa menolak. Ibas yakin, Darania akan meninggalkan Azka.
Lilian dan dua putrinya sudah pulang duluan. Begitu juga, Arya dan Nadia. Sekarang giliran Azka dan Darania yang pamit pulang. Soni memeluk Azka saat Azka pamitan pulang. Soni amat berterimakasih pada Azka. Karna, Azka memberikan mobil mewah untuk hadiah pernikahan Soni dan Elis.
Darania masuk duluan ke mobil Azka di susul Azka. Darania mulai menangis lagi. Begitu hanya berdua dengan Azka. Darania sudah tak bisa menahan lagi, air mata yang sudah Darania tahan sedari tadi.
__ADS_1
Azka masih fokus menyetir, Azka berencana tak langsung membawa Darania pulang ke rumah. Azka ingin Darania merasa tenang dulu baru membawa Darania pulang ke rumahnya.
"Maafkan aku" guman Darania menghapus air matanya.
Azka tersenyum melihat Darania.
"Aku, ga tau harus mulai darimana?" Darania merasa bingung harus menceritakan dari mana. Darania meneteskan air matanya lagi.
"Aku sudah tau!" seru Azka.
Darania terkejut, dan menoleh ke arah Azka yang sedang fokus menyetir.
"Dari mana kamu tau?" tanya Darania bingung, berpikir siapa yang memberitahukan Azka.
"Ada yang bilang padaku?"
"Siapa?"
"Kamu tak perlu tau, siapa orang itu?"
Darania terdiam. Tak ingin mencari tau, Dari mana Azka tau soal ini. Darania sedari tadi merasa terbebani karna, ini. Karna, Ibas membuat pilihan untuk memilih. Darania tak ingin meninggalkan Azka. Darania sudah merasa nyaman dengan Azka. Apalagi Azka itu, cinta pertama Darania. Seseorang yang selama ini Darania tunggu. Darania tak mungkin meninggalkan Azka. Untuk kembali pada Ibas. Tapi bagaimana dengan Ayahnya Darania. Itu yang di pikirkan Darania sedari tadi.
Darania meneteskan air matanya lagi, mendengar ucapan Azka. Darania tak ingin meninggalkan Azka. Tapi Papahnya bagaimana?.
Azka menpakiran mobilnya di tempat yang entah di mana itu. Azka mengelus-elus lembut rambut Darania. Sedangkan Darania masih terus-terusan menangis. Darania sudah tak bisa berkata-kata lagi.
"Ka, Papah aku ada di tangan Ibas. Selamatkan Papah aku Ka" guman Darania lirih.
Azka menganguk, "Apa'pun itu Dara?"
"Ibas sudah menghancurkan hidupku, sekarang Ibas menyandra Papahku, Aku harus bagaimana?"
"Aku sudah memikirkan cara?"
"Apa itu,?" tanya Darania bangun dari bahu Azka yang sedari tadi telah bersender di bahu Azka.
"Tapi aku tak yakin, kamu mau mengikuti caraku?" guman Azka terdiam.
__ADS_1
"Apa itu, Asalkan bisa menyelamatkan Papahku, aku bersedia?..
"Yakin"
Darania mengaguk "Apa Azka, katakan padaku?" tanya Darania penasaran.
"Aku ingin kamu ikuti permainan Ibas?"
Darania terdiam. Memikirkan cara yang di beritahukan Azka. Tak ada cara lain selain mengikuti keingan Ibas. Namun Darania jadi sedih. Darania berpikir, bila harus mengikuti permainan Ibas, berarti Darania harus meninggalkan Azka.
"Kamu tak harus meninggalkan aku sayang. Kamu harus berpura-pura saja. Sampai aku menemukan bukti-bukti tentang kejahatan Ibas setelah itu, aku akan menjebloskan Ibas ke penjara" tutur Azka dengan rencananya yang sejak tadi Azka pikirkan.
Darania merasa lega, Darania tak harus meninggalkan Azka. Darania pun menyetujui rencana Azka. Untuk mengikuti permainan Ibas. Walau rasanya berat harus, kembali lagi pada seseorang yang sudah menghancurkan hidupnya.
"Kamu tenang saja, Selama kamu mengikuti rencana Ibas. Aku dan beberapa anak buah aku. Akan tetap memantau kamu, Agar Ibas tak berani macam-macam padamu"
Darania memeluk Azka. Darania sudah tak sabar untuk bertemu dengan Papahnya.
"Aku harap, kamu jangan beritahu Ibu dan tante Yesa yah. Aku hanya memberitahu rencanamu pada Arya dan Soni. Selebihnya tak ada yang tau lagi selain kita berempat".
tutur Azka menjelaskan lagi.
Darania mengikuti rencana Azka. Walau hatinya merasa takut. Namun demi bertemu kembali lagi dengan Sang Ayah, Darania akan berusaha berakting untuk mengelabuhi Ibas.
"Oh yah, Aku sudah menyusup kan anak buah aku, ke dalam anak buah Ibas"
"Azka aku takut"
"Kamu tenang saja, Aku dan anak buahku akan menjaga mu selama kamu bersama Ibas"
Darania memeluk Azka semakin erat. Darania merasa takut, Ibas tau tentang rencana Azka. Namun ini cara untuk menyelamatkan Papahnya dari tangan Ibas.
Setelah merasa tenang, Azka membawa Darania pulang ke rumahnya. Azka sebenarnya merasa takut. Namun demi Darania. Azka harus bisa. Azka tak ingin Ibas selalu menggangu Darania.
Bersambung...
Jangan lupa like yah,
__ADS_1
Dan mampir juga ke Novel Author yang lain, "Irani Gadis Indigo" dan "Kisah Kita"
Terima kasih.