Ketika Cinta Datang Season 2

Ketika Cinta Datang Season 2
Chapter 93 Pernikahan Shintia Bagian 2


__ADS_3

Doni merasa kesal, begitu Azka bilang kalau Darania jadi Tunangannya. Lagi-lagi Doni kalah cepat lagi, dari Azka. Doni melihat Azka tak lebih baik dari Doni sendiri. Doni sudah kesal, mulai membanting kursi di sampingnya. Kekakuan Doni itu, membuat semua terkejut tanpa terkecuali pengantin.


Suami Shintia, masih memperhatikan Doni dari tempatnya berdiri, begitu juga Shintia. Yang begitu terkejut dengan sikap Doni. Shitia tak begitu kenal Doni maupun Tasya. Suaminya bilang, Doni dan Tasya teman lamanya. Namun, Shintia tak pernah tau dengan dua orang itu.


Darania masih di peluk Azka, saat Doni melempar kursi tepat di hadapannya. Dari dulu sampai sekarang, Darania tak pernah menyukai Doni.


Soni masih mengendong Yasmine melihat sikap Doni seperti itu. Arya hanya menggeleng kepalanya. Malu harus mengakui kalau, Doni sepupunya.


Tasya memperhatikan sekitar, tak terlihat Nadia sama sekali. Tasya memang tak begitu akrab dengan Nadia. Karna, sikap Nadia yang sinis pada Tasya. Tasya tak peduli itu, Tasya mulai mendekati Arya.


"Hay" sapa Tasya, saat menghampiri Arya yang sedang berdiri sendiri.


Arya tersenyum, tak terlalu suka dengan sikap Tasya. Tasya terlalu agresif untuk seorang wanita. Tasya sudah bukan remaja lagi. Umur Tasya, tak berbeda jauh dengan, Arya. Harusnya sudah menikah. Namun karna, Tasya terlalu banyak permintaan, membuat Tasya susah mendapatkan suami yang pas untuk Tasya.


Kriteria yang Tasya inginkan terlalu tinggi. Membuat laki-laki yang mendekati Tasya, memilih mundur. Dari pada menuruti keinginan Tasya.


"Mana Nadia?" tanya Tasya, basa-basi.


"Tak ikut" jawab Arya singkat.


"Kok, aku ga di undang ke acara tunangan Azka sama siapa namanya!" seru Tasya tak mengenal Darania.


"Darania"


"Yah, itu, aku tak mengenalnya"


Arya tersenyum,


Arya memperhatikan Tasya, melihat Darania dengan tatapan tak suka. Arya, khawatir Tasya melakukan hal buruk pada Darania. Arya akan segera memberitahukan Azka untuk waspada pada Tasya.


Doni berjalan ke arah luar, namun di hadang Ibas. Doni tak begitu menyukai Ibas. Namun Vivian begitu memcintai Ibas, membuat Doni tak bisa berbuat macam-macam pada Ibas.


"Kamu mau apa lagi?" tanya Doni masih merasa kesal karna, Azka tadi.


"Kita bisa berkerja sama!" seru Ibas serius.


"Bekerja sama soal apa?"

__ADS_1


"Untuk bersama-sama menghancurkan Azka"


"Apa yang aku dapat"


"Kamu bisa memiliki Darania"


Doni mengerutkan keningnya.


"Apa yang harus aku lakukan?"


"Terserah, aku akan membayarmu sesuai yang kamu mau, setelah itu kamu bisa mengambil Darania, tapi dengan dengan Syarat aku dulu yang menyentuh Darania terlebih dahulu" tutur Ibas dengan rencana jahatnya.


Doni mengerutkan keningnya lagi, "Emang kamu belum pernah menyentuh Darania" tanya Doni penasaran. Karna, tak mungkin Ibas tak menyentuh Darania, Doni tau betul Darania dan Ibas sudah berpacaran sampai 10 tahun, masa belum di apa-apa kan.


Ibas tersenyum.


"Jadi kamu setuju"


"Aku ingin bayaranku di bayar di muka"


"Baiklah, berapa yang kamu mau? Ibas, mengeluarkan uang dari tasnya bergepok-gepok pecahan 10 jt'an memberikan 10 gepok ke tangan Doni.


"Itu jadi uang muka, nanti aku tambahin lagi, kalau kerjamu beres, pertama kamu harus celakai Azka dulu"


Doni menganguk tanda mengerti. Vivian yang sedari tadi mendengarkan Ibas dan adiknya Doni segera menjauh dari mereka, namun karna, terburu-buru Vivian malah menjatuhkan vas bunga di sampingnya.


Ibas melirik ke arah vas bunga yang terjatuh itu, Ibas sudah yakin kalau itu, Vivian. Doni langsung memasukan uang itu, pada tas kecilnya yang dibawanya. Doni mulai melangkah namun di halangi oleh Ibas.


"Tunggu" pinta Ibas.


Doni, menoleh. "Apa lagi?".


"Sebelum membereskan Azka, bereskan Vivian dulu" guman Ibas.


"Vivian" guman Doni mengerutkan keningnya lagi.


"Vivian sudah menjadi sekutu Azka sekarang. Dia sudah mendengarkan apa yang aku bicarakan dengan mu tadi"

__ADS_1


Doni menganguk mengerti, Doni melangkah. Hatinya kesal, karna, berubah jadi baik. Harusnya Vivian jadi Vivian yang dulu yang selalu mendukung tindakan jahat Doni. Tapi malah membantu, orang yang Doni benci.


Doni berjalan masuk kembali, mencari Vivian terlebih dahulu. Doni tak ingin rencananya gagal gara-gara Vivian.


Vivian tak menemukan Azka ataupun Darania. Vivian pun mencari Arya, untunglah Vivian bertemu Arya. Vivian memceritakan semua yang Vivian dengar tadi. Tentang Ibas dan Doni. Arya menganguk tanda Arya mengerti.


Arya menyuruh Vivian ke tempat yang ramai. Agar Vivian aman. Vivian menurut dengan saran dari Arya. Sekarang Arya akan mencari Azka dan Darania.


Arya melihat, Azka dan Darania sedang berada di atas pelaminan. Bersama, Soni, Elis dan Lilian. Sekarang Arya mencari Vivian. Arya jadi khawatir pada keselamatan Vivian. Arya mulai mencari Vivian.


Doni mendorong Vivian sampai jatuh ke lantai. "Mba ga usah ikut campur lagi" bentak Doni.


"Sudah lah Don, Kita jadi orang baik sekarang" guman Vivian memcoba bangkit dari lantai.


"Ga, aku ga mau jadi orang baik"


"Sampai kapan kamu bakal seperti ini?".


"Sudah ga usah ikut campur, kalau Mba masih ingin selamat" Doni berlalu, meninggalkan Vivian yang mulai meneteskan air matanya.


Vivian sendiri, tak tau sejak kapan?. Vivian berubah jadi baik seperti ini. Vivian malah membantu Darania dan Azka. Perlakukan Ibas pada Vivian, membuat Vivian berubah jadi seperti ini. Vivian salah, sudah memcintai Ibas. Vivian menyesal sekarang.


Vivian menyesal, sudah menyakiti Darania dan keluarganya. Vivian tak tau, kalau, selama lima bulan ini Om Aldi di sekap oleh Ibas. Vivian tau, Ibas bukan orang baik. Namun Vivian tak menyangka Ibas bajak sekeji ini.


Vivian masih menangis, menangisi kelakuannya pada Darania. Vivian benar-benar menyesal. Andai waktu bisa di putar kembali. Vivian tak akan menyakiti Darania. Dan tak akan mengoda Ibas untuknya sendiri. Namun, semua sudah terjadi. Tak bisa diperbaiki lagi.


Arya sudah mencari ke segala tempat, mencari keberadaan Vivian. Arya benar-benar Khawatir. Pandangan Arya berubah, saat Vivian menolong Azka. Awalnya Arya tak mempercayai Vivian. Namun Azka sudah bilang, kalau Vivian sudah berubah. Sekarang Arya benar-benar yakin. Vivian sudah berubah.


Akhirnya, Arya menemukan Vivian. Vivian sedang menangis sendiri, di belakang taman di gedung pernikahan Shitia. Arya merasa tenang. Vivian baik-baik saja.


Arya berjalan untuk mendekati Vivian, namun di sisi lain, tangan Vivian di tarik Ibas. Arya segera bersembunyi sebelum Ibas melihat Arya.


Ibas menampar Vivian. Arya tak bisa mendengar apa yang Ibas dan Vivian bicarakan. Jarak di antara Vivian dan Arya lumayan jauh. Namun, tindakan Ibas sudah keterlaluan. Arya ingin menolong Vivian. Tapi tak bisa. Takut merusak rencana Azka.


Arya jadi bingung. Arya tak bisa diam saja melihat Vivian di siksa begitu saja di depannya.


Bersambung...

__ADS_1


Terima kasih sudah menunggu Novel ini Up. Jangan lupa like yah, mampir juga ke karya Author yang lain, "Irani Gadis Indigo" dan "Kisah Kita" Terima kasih.


__ADS_2