
Yasmine masih melihat ke arah coklat yang di pegang Elis. Kemana pun, coklat itu, di gerakan sepasang mata Yasmine mengikuti itu. Hingga akhirnya Yasmine menyerah.
Yasmine, mulai melangkah, tak bersembunyi di belakang kaki Soni lagi. Yasmine, berjalan perlahan. Mendekati Elis yang masih menegang coklat di tangannya.
"Tante, boleh aku minta coklatnya!" seru Yasmine yang sudah ada di depan Elis. Elis berjongkok agar posisi Elis bisa sejajar dengan Yasmine.
"Kenalan dulu, nanti Tante kasih coklat ini ma kamu. Tante, masih punya permen warna warni di tas Tante,!" seru Elis membuka tasnya yang penuh dengan permen dan beberapa coklat dan biskuit yang biasa di makan anak anak seusia Yasmine.
Sepasang mata Yasmine, berbinar melihat begitu banyak permen, coklat dan biskuit kesukaan Yasmine semua. Yasmine tersenyum bahagia. Seperti melihat harta karun bagi anak seusia Yasmine. Yang begitu menyukai cemilan yang manis manis.
Wajah Yasmine tiba tiba berubah sedih.
"Ga, akh Tante" tolak Yasmine, mundur satu langkah.
"Kenapa, ini semua buat kamu?" bujuk Elis, sembari bingung dengan perubahan sikap Yasmine, yang tiba tiba saja, berubah haluan.
Elis yakin, Yasmine menginginkan cemilan manis yang di bawa Elis. Sepasang mata Yasmine, masih melihat semua itu. Namun ada sesuatu yang membuat Yasmine, menolak semua ini.
"Gimana, mau ga?, kalo ga Tante, bawa pulang lagi cemilan ini" Elis masih membujuk Yasmine.
"Yayas mau, tapi kata Tante Karen, Yayas ga boleh makan cemilan manis. Nanti gigi Yayas bolong" guman Yasmine, menynduk.
__ADS_1
Elis tersenyum. Mendengar jawaban Yasmine, Soni melihat ke arah Karen. Karen tak berani melihat Soni dan Elis.
Karen, tak suka dengan kehadiran Elis. Karen sudah menyanyangi Yasmine, seperti anaknya sendiri. Soni sudah memilih Elis. Karen tak terima. Karen terus berharap Yasmine tak memilih Elis sebagai ibunya kelak.
Karen begitu memcintai Soni. Walau Soni tak pernah mencintai Karen. Keren memang sengaja, ikut campur mengurus Yasmine. Walau Karen tau, hak asuh Yasmine, ada di tangan Soni, sebagai Ayah kandung Yasmine.
Karen ingin jadi ibu pengganti buat Yasmine. Tapi Soni, tak pernah melihat Karen. Dulu, Soni memilih Kalula. Sekarang Elis. Karen bisa apa?. Karen hanya ingin jadi bagian dalam hidup Soni. Dengan mengasuh Yasmine. Sayangnya, Soni tak pernah menganggap Karen baik. Soni selalu berprasangka jelek pada Karen. Soni tak pernah mempercayai Karen sedikit pun. Semua karna ulah Karen dulu, yang hampir saja, mencelakai Kalula. Saat Kalula hamil Yasmine.
Karen sengaja, menumpahkan minyak di dapur. Hingga Kalula terjatuh, untung Kalula dan Yasmine baik baik saja. Kalula memang sudah memaafkan Karen. Tapi tidak dengan Soni. Sampai sekarang, Soni masih tak percaya pada Karen. Hanya karna orang tua Kalula saja, yang minta izin pada Soni. Untuk mengasuh Yasmine. Soni mengizinkan Karen mengasuh Yasmine. Untuk sementara. Setelah menikah, dengan Elis. Yasmine akan di bawa Soni. Untuk di asuh Elis.
"Tenang aja, cemilan ini, ga akan buat gigi Yayas bolong kok. Asalkan, sudah makan ini, Yayas langsung sikat gigi dan ga setiap hari makan makanan manis. Jadi kalo sekarang makan makanan ini. Yayas boleh makan lagi, lusa. Gimana?" tutur Elis menjelaskan pada Yasmine, anak gadis yang masih berusia 5 tahun kurang itu.
"Boleh semuanya buat Yayas, Tante?" tanya Yasmine tersenyum bahagia. Khas anak kecil seusia 5 tahun. Yang mendapatkan harta karunya kembali.
"Boleh dong, kenalan dulu yah, Aku Elis, gadis cantik ini siapa namanya?" tanya Elis, masih dalam posisi sejajar dengan Yasmine. Elis sebenarnya sudah pegal. Namun karna ingin memberi kesan, kalo Elis bisa jadi teman Yasmine. Elis rela berjongkok lama untuk Yasmine.
"Aku Yasmine, Tante cantik bisa manggil aku Yayas" kenalkan Yasmine, gadis yang berusia 5 tahun itu. Sudah bisa menerima Elis sebagai permulaan yang baik. Atas hadirnya Elis di kehidupan Yasmine selanjutnya. Yasmine tersenyum manis. Tak menolak kehadiran Elis. Yang bakal jadi Ibu sambung Yasmine. Yang tinggal menghitung hari ini.
Elis memberikan tasnya pada Yasmine. Yang berisi coklat, permen dan biskuit pada Yasmine. Tak lupa dengan, coklat yang di pegang Elis untuk Yasmine.
Begitu senangnya, Yasmine. Menerima harta karunya itu. Membuat Yasmine berlari menuju Karen.
__ADS_1
"Tante, Tante aku dapet harta karun dari Tante Elis" teriak Yasmine, namun Yasmine tak melihat jalan membuat Yasmine terjatuh ke depan teras rumah Karen. Membuat Elis berlari secepat kilat untuk membantu Yasmine berdiri. Karen kalah cepat dengan Elis. Padahal posisi Karen jauh lebih dekat dengan Yasmine.
Elis langsung mengendong Elis. Saat Yasmine, menangis. Kakinya tak berdarah namun semua permen coklat dan biskuit nya terjatuh kemana mana. Karen hanya bisa berdiri saja mematung. Perlakuan Elis itu, lebih mirip Kalula kakaknya, yang sudah meninggal. Elis cepat tanggap lebih peka di banding Karen. Baik Karen ataupun Elis dua duanya masih lajang. Namun di lihat dari sikap Elis. Elis begitu ke Ibuan. Sambil mengedong Yasmine yang cukup berat. Sekitar 17 kg lebih. Mengambil seluruh coklat, permen dan biskuit yang berserakan di halaman rumah Karen.
Setelah itu, Elis menghapus air mata Yasmine.
"Udah, jangan nangis, Harta karunya aman" tenangkan Elis sambil mengelus elus rambut Yasmine, yang panjang.
Yasmine, masih menangis. Susah sekali berhenti. Elis terus menenangkan Yasmine. Agar Yasmine, berhenti menangis. Lama lama Yasmine pun berhenti menangis. Dan menekuk erat tas yang berisi harta karunya. itu.
Soni begitu takjub melihat Elis. Rasanya tak salah memilih Elis. Menjadi Ibu sambung untuk Yasmine. Elis terlihat menyanyangi Yasmine, walau mereka baru hari ini, bertemu. Elis benar benar cepat tanggap. Melihat kondisi Yasmine.
Karen melihat itu tak suka. Elis benar benar mirip Kalula. Karen tak ingin menyerah begitu saja. Walau nantinya Elis yang akan menjadi Istri Soni. Tetap, Karen akan mengunakan Yasmine, sebagai senjatanya. Walau bagaimana pun juga. Soni harus jadi milik Karen. Bersama Yasmine. Yang sudah Karen anggap sebagai anaknya sendiri.
Karen tak ingin kehilangan Soni atau Yasmine. Karen benar benar tak suka dengan Elis. Makin tak suka. Karen akan segera menyingkirkan Elis secepat mungkin.
Karen, akan mengagalkan pernikahan Soni dan Elis. Yang tinggal menghitung hari itu. Karen tak terima benar tak terima. Kalo Soni jadi milik Elis. Lama Karen menunggu Soni. Malahan Karen juga, yang membunuh Kalula. Hanya Karen yang tau. Kalula mati bukan karna melahirkan. Namun karna di bunuh Karen. Dengan cara di racun, pada makanan yang di makan Kalula, setelah melahirkan. Racun itu, tak berbau. Makanya tim dokter tak rau. Kalo Kalula di racun. Bukan meninggal karna kehabisan darah. Pasca melahirkan. Sekarang entah apa yang di buat Karen untuk Elis.
Bersambung...
Maaf yah, telat Up nya.. Terima kasih sudah mampir. Baca juga yah, novel karya Author yang lain. "Irani Gadis Indigo" dan "Kisah Kita" terima kasih sebelumnya.
__ADS_1