
Masih Flashback.
Nia dan Azka, di alam lain berlari ketakutan. Sedari tadi dua anak kecil itu, terus berlari. Entah kemana mereka berdua berlari? Jalan yang mereka lewati tak berujung. Ular besar itu, terus mengejar dua anak manusia itu. beberapa kali hampir tertangkap, namun selalu lolos karena kepintaran Azka.
Sampai di ujung jalan, Seseorang menarik mereka berdua keluar jalan itu yg entah dari mana.
Tepat pukul, 4.00 pagi Azka dan Nia langsung tersadar. Kedua anak itu basah oleh keringat. Mereka berdua merasa lelah karna sedari tadi terus berlari. Arisa langsung memeluk kedua anak itu, begitu mereka sadar.
Rasa haru dan lega dirasakan Arita. Karna jika, Azka beneran tidak bangun, apa yang akan dikatakannya pada ibunya Azka? Arita masih memeluk dengan erat kedua anak itu, sambil menangis.
Irani dan Mbah Buyut, lega bisa menyelamatkan dua anak itu. Masalah tak berhenti begitu saja. Irani dan Mbah Buyut tau, masalah ini tak akan selesai begitu saja. Ada masalah besar yang menanti mereka kedepannya. Namun untuk saat ini, selesai, untuk sementara.
TIrani dan Mbah Buyut, sama-sama kelelahan. Mereka berdua menghabiskan banyak energi malam itu. Untuk mencari dua anak manusia yang dibawa ke alam lain. Lama sekali Irani, Cris, Bela dan Mbah buyut mencari Nia dan Azka. Mereka berdua terlalu jauh pergi ke alam lain. Sungguh sangat sulit menemukan dua anak manusia itu. Untunglah Alloh SWT membantu menemukan dua anak manusia. yg tersesat. Karna atas IzinNya. Dua anak itu, bisa kembali pada dunia ini.
Pagi harinya, setelah sarapan pagi.
Mbah Buyut pamit untuk beristirahat. Raganya sudah tak muda lagi. Badannya sudah terlalu lelah. Membantu Irani semalam membuat tubuh rentanya kelelahan yang teramat sangat.
Kedua anak itu, juga tertidur terlelap masih di rumah Irani. Arita mengelus rambut kedua anak itu, dengan lembut. Dua anak ini, pasti mengalami hal yg tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata. Azka dan Nia, belum menceritakan, apa yang terjadi pada mereka di sana? Azka dan Nia hanya mengeluhkan kalau mereka cape karna, terus berlari, kakinya sakit karna, kelelahan.
"Sekarang sudah aman biar aku yang menjaga Azka dan Nia," ucap Rudi tiba-tiba membuyarkan lamunan istrinya, Arita.
"Mana bisa aku istirahat Mas. Aku masih khawatir, kepada Azka dan Nia," tolaknya.
"Tapi tetep kamu harus istirahat karna, kamu sudah terjaga semalaman untuk menjaga mereka," paksa Rudi pada istri tercintanya.
"Baiklah, aku akan istirahat, aku akan tidur sebentar di sini," gumanya lagi.
__ADS_1
"Tidurlah di kamar ku ta," tawarkan Irani pada Arita.
"Tidak, aku tidur di sini saja."
"Baiklah, aku tak akan mengganggumu." Irani tersenyum menbaca isi hati Arita yang cemburu padanya.
Sebenarnya Arita, tak ingin meninggalkan suaminya dan Irani. Ia masih cemburu pada Irani. Suaminya pernah mencintai Irani. Walau tak pernah di balas Irani. Rudi memang sudah tak mencintai Irani lagi. Namun tetap saja bila di dekat Irani, hati Rudi masih bergetar sesaat. Bukan karna, masih memcintai Irani. Namun untuk alasan lain. Itu yg membuat Arita selalu cemburu pada Irani. Sampai sekarang.
"Sekarang, aku mengerti ucapanmu semalam untuk tak meninggalkan Azka dan Nia," guman Rudi tiba-tiba karna, sedari tadi mereka berdua hanya diam-diam saja. Larut dalam lamunan masing-masing.
"Menang apa yg terjadi semalam?" tanya Irani, memcoba menerawang apa yang terjadi semalam pada dua anak itu, Azka dan Nia.
Arita, pura-pura tidur, ia mendengarkan semua percakapan suaminya dan mantan perempuan yang dicintai Suaminya. Arita ingin tau, apa yg mereka bicarakan saat tak ada dirinya?.
"Hampir saja, Azka dan Nia di rasuki Mahluk lain," ucap Rudi merasa bersalah.
"Setelah gangguan-gangguan semalam. Suasana menjadi hening, Entah kenapa aku mengantuk sekali? Rasanya berat untuk terpejam dan terjaga."
"Makhluk-makhluk itu, mencari celah untuk merasuki tubuh Azka dan Nia. Mereka juga yang mendorong Azka dan Nia masuk alam lain. Mereka ingin tubuh dua anak ini yang masih suci dan polos."
"Sebenarnya, apa tujuan mereka merasuki tubuh anak kecil itu?"
"Asal kamu tau, tubuh anak kecil itu, menjadi energi untuk mereka mengendalikan hawa nafsu manusia. Anak kecil pikirannya masih jernih masih suci dari dosa. Dengan memakan tubuh mereka para mahluk itu, bertambah kuat."
"Apa maksudmu dengan memakan mereka?" tanya Rudi, tak mengerti.
"Mereka ingin raga Azka dan Nia terlepas dari jiwa mereka. Raganya untuk dimakan, seperti tumbal. Dan jiwanya dijadikanya pelayan-pelayan atau menjadi hiasan dinding di istana mereka."
__ADS_1
"Sekejam itu kah mereka? Apakah mereka hidup seperti kita?"
"Mereka sama dengan manusia, hidup berdampingan. Mereka terbagi menjadi dua golongan, putih dan hitam. Golongan putih, adalah jin yg mengabdi pada Alloh SWT. mereka rata-rata muslim. Mengerjakan sholat lima waktu dan bertasbih pada penciptaanNya. Mereka sama seperti kita mempunyai keluarga. Hanya saja, mereka tak mempunyai Raga. Umur mereka lebih panjang dari manusia. Sedangkan Golongan hitam itu Iblis. Mereka begitu jahat, sering mencelakai manusia. Mengajak para manusia untuk berbuat jahat agar menemani mereka di neraka kelak."
"Kayanya cerita kamu ini, pernah aku pelajari di sekolah dulu."
Irani tersenyum, "Terus jawaban apa yg ingin kamu dengar dari saya? tanya Irani dengan menguji, Rudi. Irani bisa membaca apa yang Rudi pikirkan saat ini.
"Aku memang tak mengerti dengan hal-hal seperti ini. Bisakah kamu jelaskan?"
"Lebih baik kamu tak usah mengerti. terlalu rumit untuk dijelaskan."
"Kamu masih seperti ini, dari jaman kita SD sampai sekarang, kamu masih jadi misteri."
Irani tersenyum lagi.
Arita merasa lega, mendengar percakapan suaminya dan Irani. Mungkin benar yang diucapkan suaminya. Kalau, Rudi sudah tak mencintai Irani lagi. Tapi tetep saja Arita, merasa cemburu bila mereka berdekatan.
Rudi tau, ada sesuatu yang tak ia tak mengerti. Sekarang Rudi mengerti, hampir saja istrinya mati konyol. Rudi melihat dengan kedua matanya sendiri, Mahluk yang dianggapnya tak ada, hampir membunuh istri tercintanya. Ia sangat mencintai istrinya. Walau sudah dua tahun berumah tangga, pasangan suami-ustri ini, belum di
karuniai anak. Tapi baik Rudi dan Arita, mersa bahagia dengan pernikahannya. Arit, istri sempurna bagi Rudi. Ia perempuan yang lembut dan baik hati. Tak salah Rudi memilih Arita jadi istrinya. Walau dulu Rudi sempat mencintai Irani. Namun Rasa untuk Irani, sudah tak ada lagi. Sekarang, Rudi memcintai Arita.
Bersambung.
Gimana kawan dah mampir ke novel ke 2 aku.
"Irani gadis indigo" cerita nya seru dan saling berhubungan dengan novel pertama aku.
__ADS_1
terima kasih. jangan lupa klik dan komentar nya.